
Bram berada diatas gedung kantornya dia atas rooftop memandang langit dia mengingat saat Flora berciuman dengan Harish ternyata sesakit ini melihat orang yang kita cintai bersama orang lain
"God ".teriaknya
ia marah tak terkendali mengapa ia mengatakan cerai pada Flora mengapa dia melakukan itu dan setuju untuk berpisah darinya dia mengingat saat bersama Flora
dia tertawa dialah salah disini dialah menghadirkan orang ketiga dan keempat dalam rumah tangganya sendiri
ia mengepal tangan kuat
"ini salahku aku yang salah maafkan aku Flora ".batinnya ia mengeluarkan air mata
Ya Flora dan Bram telah resmi berpisah selama 1 setengah bulan ini mereka telah setuju untuk berpisah selamanya
Mereka ke pengadilan baik Bram dan Flora sama sama menyatakan ingin berpisah karena adanya bukti pengkhianatan Bram dan kekerasan yang Bram lakukan pada Flora membuat mereka juga mudah untuk berpisah
Mereka pisah dengan cara damai
Flashback On :
Di pengadilan
"bedasarkan bukti dan sanksi dari penuntut Atas nama Amelia Flora Zoya Amora Al Siddiq saya nyatakan dengan ini
Saudara Abraham Richard Wilson dengan Saudari Amelia Flora Zoya Amora Al Siddiq telah resmi berpisah !".ucap Hakim
Tok
"aku rasa aku harus mengembalikan ini padamu".ucap Flora
Flora mengembalikan cincin pernikahannya pada Bram itu adalah cincin pernikahan milik Samara yang tak lain ibu kandung Harish dan Bram
Bram menerimanya
Mereka berpelukkan untuk terakhir kalinya
"maaf".ucapnya
Flora hanya tersenyum padanya
Bram mengecup kening Flora lembut
Flora melepaskan pelukkan mereka dengan senyum
ia pergi dengan Vanessa
Hak asuh anak sementara jatuh ke tangan Flora dan Bram setuju akan hal itu
•••
"Bram ".panggil seseorang
__ADS_1
Bram berbalik
"Tabhita ".ucapnya
Tabhita di sampingnya menekuk lutut
"kau selalu tahu aku di sini".ucap Bram
Tabhita tersenyum
"kau lupa aku selalu tahu dirimu jika kau sedih kau kemari".ucap Tabhita
Tabhita dan dia terkekeh
"kau selalu tahu aku".ucap Bram
Tabhita melihatnya tersenyum
Tabita memegang tangan Bram ia menguatinya
Bram bersandar di bahu Tabhita
•••
Harish terbangun di ranjangnya bersama Flora
mereka berpelukkan erat dan mengenggam tangan erat
Harish bersandar di ceruk leher Flora
Harish membawa Flora ke taman belakang rumahnya
Matanya di tutup kain
"aku akan memberikanmu kejutan".bisik Harish di telinga Flora
Nafasnya yang hangat membuat Flora merasa geli
Flora merasakan hempasan angin yang sepoi dan dingin di seluruh tubuhnya
Harish melepas kain penutup di matanya
"buka matamu".bisiknya
Flora membuka matanya perlahan ia berada di atas rooftoop
Dari sini ia bisa melihat berbagai perpohonan alam dan segala keindahan ciptaan tuhan
Ia melihat Harish yang tersenyum dan tertawa padanya
Ia juga bahagia
Ia duduk di samping Harish mereka melihat bintang yang di langit yang masih ada dan akan berlalu
__ADS_1
"Bintangnya akan pergi".ucap Harish melihat langit
"aku akan merindukannya".ucap flora melihat bintang kesukaannya
"apa kau siap untuk melihat sang fajar ?".tanya Harish ia mengelus rambut Flora
Mereka melihat cahaya sang fajar yang muncul di hadapan mereka
Flora menangis ia tersenyum baru kali ini ia bisa melihat cahaya sang fajar langsung
Harish menatapnya sendu
"aku telah memenuhi keinginanmu".ucap Harish
Flora melihatnya tersenyum
"bolekah aku meminta sesuatu darimu ?".tanya Harish
Flora tersenyum padanya
"apa ?".tanyanya pelan
"maukah kau menikahiku,menjadi istriku dan ibu dari anakku dan menjadi nafas terakhirku ?".ucap Harish
ia mengeluarkan sebuah cincin berlian milik Samara yang merupakan cincin pernikahannya dengan Bram dahulu
"kau....".ucap Flora terpotong
"aku tahu".ucapnya
"dia memberikan ini padaku hari itu dia meminta aku menerimanya karena ini peninggallan mama".ucap Harish
"aku kira aku tidak akan melihatnya lagi".ucap Flora
"maukah ?".tanya Harish pelan
Flora hanya tersenyum
Harish menyematkan cincin berlian itu di jari manis milik Flora
Flora menittikan air mata padanya ia tersenyum
jempol Harish menghapus nya
Sinar mentari menyinari mereka
Mereka saling menempelkan dahi dan hidung mereka berciuman lembut
__ADS_1