Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 54


__ADS_3



Bram berada diatas gedung kantornya dia atas rooftop memandang langit dia mengingat saat Flora berciuman dengan Harish ternyata sesakit ini melihat orang yang kita cintai bersama orang lain


"God ".teriaknya


ia marah tak terkendali mengapa ia mengatakan cerai pada Flora mengapa dia melakukan itu dan setuju untuk berpisah darinya dia mengingat saat bersama Flora


dia tertawa dialah salah disini dialah menghadirkan orang ketiga dan keempat dalam rumah tangganya sendiri


ia mengepal tangan kuat


"ini salahku aku yang salah maafkan aku Flora ".batinnya ia mengeluarkan air mata


Ya Flora dan Bram telah resmi berpisah selama 1 setengah bulan ini mereka telah setuju untuk berpisah selamanya


Mereka ke pengadilan baik Bram dan Flora sama sama menyatakan ingin berpisah karena adanya bukti pengkhianatan Bram dan kekerasan yang Bram lakukan pada Flora membuat mereka juga mudah untuk berpisah


Mereka pisah dengan cara damai


Flashback On :


Di pengadilan


"bedasarkan bukti dan sanksi dari penuntut Atas nama Amelia Flora Zoya Amora Al Siddiq saya nyatakan dengan ini


Saudara Abraham Richard Wilson dengan Saudari Amelia Flora Zoya Amora Al Siddiq telah resmi berpisah !".ucap Hakim


Tok


"aku rasa aku harus mengembalikan ini padamu".ucap Flora


Flora mengembalikan cincin pernikahannya pada Bram itu adalah cincin pernikahan milik Samara yang tak lain ibu kandung Harish dan Bram


Bram menerimanya


Mereka berpelukkan untuk terakhir kalinya


"maaf".ucapnya


Flora hanya tersenyum padanya


Bram mengecup kening Flora lembut


Flora melepaskan pelukkan mereka dengan senyum


ia pergi dengan Vanessa


Hak asuh anak sementara jatuh ke tangan Flora dan Bram setuju akan hal itu


•••


"Bram ".panggil seseorang

__ADS_1


Bram berbalik


"Tabhita ".ucapnya


Tabhita di sampingnya menekuk lutut


"kau selalu tahu aku di sini".ucap Bram


Tabhita tersenyum


"kau lupa aku selalu tahu dirimu jika kau sedih kau kemari".ucap Tabhita


Tabhita dan dia terkekeh


"kau selalu tahu aku".ucap Bram


Tabhita melihatnya tersenyum


Tabita memegang tangan Bram ia menguatinya


Bram bersandar di bahu Tabhita


•••


Harish terbangun di ranjangnya bersama Flora


mereka berpelukkan erat dan mengenggam tangan erat


Harish bersandar di ceruk leher Flora


Harish membawa Flora ke taman belakang rumahnya


Matanya di tutup kain


"aku akan memberikanmu kejutan".bisik Harish di telinga Flora


Nafasnya yang hangat membuat Flora merasa geli


Flora merasakan hempasan angin yang sepoi dan dingin di seluruh tubuhnya


Harish melepas kain penutup di matanya


"buka matamu".bisiknya


Flora membuka matanya perlahan ia berada di atas rooftoop



Dari sini ia bisa melihat berbagai perpohonan alam dan segala keindahan ciptaan tuhan


Ia melihat Harish yang tersenyum dan tertawa padanya


Ia juga bahagia


Ia duduk di samping Harish mereka melihat bintang yang di langit yang masih ada dan akan berlalu

__ADS_1



"Bintangnya akan pergi".ucap Harish melihat langit


"aku akan merindukannya".ucap flora melihat bintang kesukaannya


"apa kau siap untuk melihat sang fajar ?".tanya Harish ia mengelus rambut Flora



Mereka melihat cahaya sang fajar yang muncul di hadapan mereka


Flora menangis ia tersenyum baru kali ini ia bisa melihat cahaya sang fajar langsung


Harish menatapnya sendu


"aku telah memenuhi keinginanmu".ucap Harish


Flora melihatnya tersenyum


"bolekah aku meminta sesuatu darimu ?".tanya Harish


Flora tersenyum padanya


"apa ?".tanyanya pelan


"maukah kau menikahiku,menjadi istriku dan ibu dari anakku dan menjadi nafas terakhirku ?".ucap Harish


ia mengeluarkan sebuah cincin berlian milik Samara yang merupakan cincin pernikahannya dengan Bram dahulu



"kau....".ucap Flora terpotong


"aku tahu".ucapnya


"dia memberikan ini padaku hari itu dia meminta aku menerimanya karena ini peninggallan mama".ucap Harish


"aku kira aku tidak akan melihatnya lagi".ucap Flora


"maukah ?".tanya Harish pelan


Flora hanya tersenyum


Harish menyematkan cincin berlian itu di jari manis milik Flora



Flora menittikan air mata padanya ia tersenyum


jempol Harish menghapus nya


Sinar mentari menyinari mereka


Mereka saling menempelkan dahi dan hidung mereka berciuman lembut

__ADS_1


__ADS_2