Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 62


__ADS_3

Flora melihat anak anaknya yang tengah bermain bersama Nanny di taman bersama ia tersenyum lemas


Dia memegang perutnya yang masih rata


Harish di sampingnya memeluknya dan merangkulnya


Mereka saling tersenyum


Dia memegang perut Flora


“Aku berharap anak ini juga kembar”.bisiknya


Flora terkekeh bersamnya dan tersenyum


Mereka saling menatap hidung mereka saling menyatu bersama


“Aku pernah bilang padamu bahwa aku ingin punya banyak anak dan tuhan sekali lagi memberikan aku kesempatan itu bersamamu”.ucap Flora


Harish tersenyum


Ia menekuk lutut miliknya dan menaruh bibirnya di perut Flora


Dia mengecupnya


Si kembar Aland dan Aslan menghampirinya


“Mama papa”.celoteh mereka


Flora bahagia menerima anak anak mereka bersama Harish


Mereka menangkapnya dan menggendongnya bersama sama


Mereka menjalankan tugas mereka sebagai suami istri dan orang tua bersama


Mereka membawa si kembar ke pantai dan bermain bersama mereka


Menjalani segalanya dengan damai sebagai sebuah keluarga kecil yang bahagia


UHUK UHUK….


Flora terbatuk ia mengeluarkan darah dari mulutnya


Dia terdiam


Melihat suami dan anak anaknya


Dia merapikan mulutnya dengan tangannya dan ke perairan membersihkan darahnya hibgga hanyut


Harish melihatnya


Dia menitipkan anak anaknya dengan anak buahnya


“Ada apa ?”.ucap Harish menghampirinya


Flora terbangun dan berbalik padanya


Terlihat wajah Flora pucat pasi


“Kau sakit ?”.tanya Harish

__ADS_1


Flora hanya tersenyum padanya


“Lipstikku hanya luntur saja kau sudah bilang aku sakit”.ucap Flora


Mereka terkekeh


Mereka saling merangkul dan berjalan di tepi pantai menghampiri anak anak mereka


Seseorang melihatnya dari jauh seorang wanita yang melihatnya dengan sedih dan sendu di balik pohon


•••


Kaki seorang wanita tengah berjalan di lorong dia memakai rantai yang menyatu dengan borgol di tangannya


Wajahnya penuh darah


Dua buah polisi wanita memeganginya


Madina di dakwa karena pembunuhan pada komisaris yang berusaha melecehkannya kembali secara brutal


Zayn dan Anita datang


Di tengah banyaknya pers yang tengah mempertanyakan kasus Madina


Mereka hanya bungkam dan lewat


Madina terdiam di ruang isolasi menekuk lutut


Zayn dan Anita masuk melihatnya


“Madina”.lirih Anita


Anita segera memeluknya menangis


Zayn mengepalkan tangan miliknya dia tetap diam melihat Madina dan Anita


“Bagaimana bisa kau lakukan itu Madina ?”.tanya Zayn


Anita melihat suaminya


“Zayn”.tegur Anita


Madina tetap diam menangis


Zayn marah dan membentak


“Kau masih peduli dengan anak ini ! Anak yang menyakiti anak perempuan kita !”.ucap Zayn


“Zayn dia juga anak kita !”.hardik Anita


Zayn melihat Madina dia menunjuknya namun seperti menahan tangis dengan rasa kesalnya dan emosinya yang tegas


“Kau selalu membuat kami kecewa !”.tekan Zayn


Madina tidak menatap kedua orang tuanya ia menatap kosong ke depan


Dan menutup matanya menangis


“Zayn !”.hardik Anita

__ADS_1


Zayn berbalik ia sangat marah dan mengepal tangan miliknya kuat


Anita menghampiri suaminya


“Tidakkah kau tahu anak ini juga mendapat pelecehan selama ini di penjara ?”.ucap Anita lantang


Madina merasa sangat sedih dia menangis


Zayn mengepal tangannya kuat


Dia berbalik melihat Madina


“Aku minta maaf”.lirih Madina kini ia menatap orang tuanya


Zayn tetap mengepal tangannya kuat


“Dia harus tahu bahwa ia lakukan adalah karena murni kesalahannya sendiri dan dia juga harus tahu bahwa dia bukan anak kita lagi !”.ucap Zayn menekan di bagian akhir


Anita menangis


Zayn keluar dari ruangan dia syok dan akan jatuh nafasnya tersengal sengal


Anita menghampirinya menenangkanya


“Zayn”.ucapnya


Ia membantunya untuk duduk


Anita duduk di sampingnya mengenggam tangan miliknya


“Aku…aku minta maaf”.ucap Zayn


“Zayn…”tegur Anita


Anita memeluknya


•••


Madina turun dari kasur dia berjalan


Polisi memasuki ruangan Madina melewati Zayn dan Anita


“Saudari Ayo !”.ucap Polisi Wanita


Zayn dan Anita mendengar teriakkan polisi


Dan para polisi lain serta dokter khusus datang ke ruangan Madina


Zayn dan Anita segera masuk


“Ada apa ?”.tanya Zayn


Anita melihat Madina yang tersenyum dan telah mati meminum beberapa racun sebelumnya yang ia sembunyikan


Anita menangis


Zayn melihatnya terkejut


“Astaga”.ucapnya

__ADS_1


Zayn menenangkan Anita dan memeluknya


__ADS_2