
Kembali ke Vanessa dan Lucifer
Vanessa habis mengantar Lucifer dari rumah sakit dan Lucifer ditangani dokter lukanya antrian cukup panjang hingga sore
selesai dari hal itu
"dad ini kunci mobilnya ".ucap Vanessa memberi kunci mobil
Lucifer menolaknya
"loh kenapa ?".tanya Vanessa
"kau lupa aku ini sedang sakit aku tidak bisa mengemudi ".ucap Lucifer
"terus ?".tanya Vanessa
Lucifer memutar matanya malas kenapa Vanessa enggak peka
"aku ini sakit maukah kau membawa mobilku dan mengantarku ke rumahku ?".tanya Lucifer
"hah ".Vanessa terperengah
"iya kenapa ?".tanya Lucifer tersenyum smirk
"apa kau berniat macam macam padaku !".pekik vanessa
Lucifer terkecoh
"kau ini sangat lucu ya baiklah kalau kau tidak mau mengantarku ke rumahku antar aku ke mall !".ucap Lucifer
Vanessa membuka mulutnya
"kau menyuruhku atau bagaimana !".pekik Vanessa
"hei aku ini sudah selamatkan dirimu sekarang balas aku !".ucap Lucifer
Vanessa memutar matanya malas dan kesal dengan Lucifer
demi rasa kemanusiaan dia menurutinya mereka ke mall dan terlihat seperti sepasang kekasih banyak yang melirik mereka membuat Vanessa risih lain halnya dengan Lucifer dia puas dalam hatinya bisa bersama Vanessa
Lucifer tersenyum melihat kerumunan cewek cewek cantik nan seksi
"hmmm dasar laki laki buaya , biadab !".gumam Vanessa
mereka ke mall hingga malam sebenarnya Vanessa merasa nyaman dan senang dengan hal ini ia melupakan sedihnya
•••
Asya berjalan ke penthousenya tergesa gesa bersama anaknya Aaliyah
"sabar ya sayang ".ucap Asya
"tunggu !".ucap pria di belakangnya mengejarnya
mereka lari dengan cepat dan masuk ke dalam lift bergegas ke kamar penthouse dan lansung menguncinya rapat
"ada apa bunda ? Apa ada ayah ".ucap Aaliyah
Asya begitu ketakutan
"tidak apa apa sayang ".ucap ibu Prita
Aaliyah ke kamarnya
Ia menyandarkan tubuhnya di pintu dan menjatuhkan tubuhnya ia begitu ketakutan dan panik dalam hatinya
"kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi Ammar ".gumam asya
•••
Pagi Harinya Flora sedang sarapan bersama orang tuanya
Flora terlihat pucat dan lemah dia ingin makan tapi tidak rasanya ia seperti mati rasa dia memaksakan dirinya untuk makan dirinya juga masih penasaran dengan video itu
semua orang meliriknya
"apa kau tidak selera makan ?".tanya Akbar
Flora menggeleng
dia mencoba makan tapi rasanya sama saja tidak rasanya
Akbar berbisik pada Ammar
__ADS_1
"aku rasa kita harus bertemu kembali dengan dokter Tabitha ".bisik Akbar
"Ya sudah habis ini kita kesana ".ucap Ammar
Zayn dan Anita melihat putri mereka dengan curiga
•••
selesai makan Flora serta Ammar dan Akbar pergi ke rumah sakit disitu ada Harish dan dokter Tabitha Harish sendirian sedang konsultasi dengan dokter Tabhita
dokter Tabitha menatap Harish seperti ada rasa cinta Flora melihatnya dan bersikap biasa saja
"Flora kau sudah siap ?".tanya dokter Tabitha
"sudah dok ".ucap bunga
Harish tersenyum melihat Flora Tabitha melihatnya dan bersikap netral
"ayoo".ucap Tabitha
Flora melakukan kemoterapinya
dari jauh Ammar dan Akbar serta Harish berbincang
"ada yang berbeda dengan Flora ".ucap Ammar
Harish melirik Ammar dan Akbar
"apa yang berbeda ?".tanya Harish
"sikapnya Harish apa ini bawaan penyakit dia ?".ucap Akbar
"hari ini dia sedikit aneh dia sangat lemah bahkan seperti tidak kuat ".ucap Ammar sendu melihat Flora sedang kemoterapi
"kamu takut ini akan bahaya ".ucap Akbar
Harish mengerutkan senyumnya dia sangat khawatir dengan Flora dia tidak ingin Flora kenapa kenapa sebab dia sudah mencintai bunga
Flora selesai kemoterapi
"terima kasih ya dok sudah mau membantu saya ".ucap Flora dengan senyum tulus
"sama sama Flora ".ucap Tabitha dengan senyum tulus pula
"tuan Ammar dan Akbar boleh kita bicara ".
Ammar dan Akbar melirik curiga dan masuk
"Harish aku titip Flora sebentar ".ucap Akbar
•••
sementara itu Bram tengah bermesraan dengan Madina di kamarnya madina terus bersandar di dada Bram
"dad anak kita kayaknya nendang pegang deh ".ucap Madina manja
Bram memegang perut Madina sejujurnya Bram sedang kesal tapi ia menyembunyikan ia kesal karena file itu hilang padahal itu file asli dia untungnya ia mempunyai file duplikat dan copyanya
"kamu sayangkan sama dia ?".tanya Madina
"tentu sayang aku sayang sama dia ".ucap Bram mengecup perut Madina
Madina tersenyum smirk
"dad aku mau kamu sama aku terus ya aku mau ke mall kemarin aku liat baju bayi bagus banget aku mau sama kamu belanja ".ucap Madina
"tentu sayang ini buat anak kita tentu aku ikut ".ucap Bram tersenyum dia mencium Madina
Madina sangat bahagia Bram mengikuti keinginannya
Bram bahkan tidak kepikiran dengan Flora dan anaknya ketika ia bersama Madina ia hanya memikirkan Madina sekarang
dia berfikir apa Flora selingkuh darinya kalau Flora terbukti selingkuh maka Bram sangatlah marah padanya
•••
kembali ke bunga
"Flora katakan padaku apa kau tidak apa apa ?"tanya Harish memegang pundak bunga
sungguh ia sangat panik dengan bunga
wajah Flora terlihat sangat pucat ia tersenyum
__ADS_1
pada Harish
"aku tidak apa apa dad ".lirih bunga
Harish curiga dengan bunga
sementara itu
Ammar dan Akbar mendengar penuturan dari dokter Tabitha mereka terkejut Flora divonis tidak akan kuat untuk melahirkan nanti ada kemungkinan Flora akan sulit untuk sembuh dari penyakitnya dan kemungkinan sangat kecil bagi dia untuk kuat melahirkan nanti dan untuk hidup
Ammar dan Akbar tertunduk mengelus pangkal hidung mereka dan memijat keningnya
"saya tidak tahu bagaimana nanti ".ucap dokter Tabitha
Ammar berdiri
"lakukan yang terbaik dok kalau dokter tidak bisa saya akan panggil dokter terbaik di luar negeri untuk menyembuhkan dia ".ucap Ammar
Ammar dan Akbar keluar ruangan mereka ke arah bunga
"Flora kita pergi sekarang ".ucap Ammar menuntun bunga
Akbar menepuk pundak Harish
"kami pergi dulu ya ".ucap Akbar
Harish melihat dokter Tabitha dan meminta padanya ceritakan tentang Flora dokter Tabitha menjelaskan semuanya
TARRRRRR
bagai petir di siang bolong Harish begitu terkejut dengan ucapan Tabitha
"bhi katakan padaku itu bisa di sembuhkan kan ?".panik Harish memegang pundak Tabita
"aku gak tahu Harish saat aku lakukan kemoterapi kangkernya ternyata sudah menyebar yang sekarang kita harus lakukan adalah menyenangkan hati Flora ".ucap Tabhita
Harish memegang kepalanya dan mengacak rambutnya dengan kedua tangannya dirinya benar benar tidak bisa menerima kenyataan Flora akan pergi
•••
"kalian kenapa sih ?".tanya bunga
dia curiga Ammar dan Akbar hanya diam
"tidak apa apa Flora ".ucap sendu Akbar
"apa kau ingin sesuatu Flora ?".ucap Ammar menyetir
Flora tersenyum dan berfikir
"aku ingin kalian menikah dan menemukan perempuan yang baik ".ucap bunga
Ammar dan Akbar terkejut dengan keinginan Flora dan saling melirik
"dan ini khusus untuk kau kak Ammar dan kau kak Akbar berhentilah mengejar gadis bodoh dan seksi perempuan seperti itu hanya menguras dompetmu ".ucap bunga
mereka bertiga tertawa
harish kembali ke mansion nya
dia terlihat ledad dan lesu dia memijat pangkal hidungnya
dia tidak mau kehilangan Flora wanita yang terlihat rapuh namun sangat kuat di dalamnya
dirinya sadar dia telah sangat mencintai Flora dia ingin membahagiakan Flora walaupun masih berstatus adik iparnya
Ammar dan Akbar mengantar Flora ke kantor Flora dan membawa anak buah mereka untuk menitipkan Flora sementara Ammar dan Akbar ke kantor mereka
Vanessa menghampiri Flora dan mulai melakukan pekerjaan dengannya
"Flora kamu dapet kabar dari asya ".ucap Vanessa
"oh aku belum dapet kabar dari dia ".ucap bunga
"seharusnya dia datang ke pengadilan tapi dia tidak hadir aku takut terjadi apa apa padanya ".Vanessa
"aku akan coba hubungi dia lagi ".ucap bunga
di mansion Hendarto
"aku rasa kita harus beritahu mereka sekarang sayang aku juga merasa bersalah padanya ".ucap Anita
saat ini mereka di kamar mereka Anita tertidur ledad di kasur memegang dadanya yang terasa sesak Zayn di sampingnya memegang tangan Anita
__ADS_1
"aku akan selalu membantumu sebab kau adalah istri dan ibu dari anak anakku ".ucap sendu Zayn mengelus rambut Anita