Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 26


__ADS_3

Kembali ke Vanessa dan Lucifer


Vanessa habis mengantar Lucifer dari rumah sakit dan Lucifer ditangani dokter lukanya antrian cukup panjang hingga sore


selesai dari hal itu


"dad ini kunci mobilnya ".ucap Vanessa memberi kunci mobil


Lucifer menolaknya


"loh kenapa ?".tanya Vanessa


"kau lupa aku ini sedang sakit aku tidak bisa mengemudi ".ucap Lucifer


"terus ?".tanya Vanessa


Lucifer memutar matanya malas kenapa Vanessa enggak peka


"aku ini sakit maukah kau membawa mobilku dan mengantarku ke rumahku ?".tanya Lucifer


"hah ".Vanessa terperengah


"iya kenapa ?".tanya Lucifer tersenyum smirk


"apa kau berniat macam macam padaku !".pekik vanessa


Lucifer terkecoh


"kau ini sangat lucu ya baiklah kalau kau tidak mau mengantarku ke rumahku antar aku ke mall !".ucap Lucifer


Vanessa membuka mulutnya


"kau menyuruhku atau bagaimana !".pekik Vanessa


"hei aku ini sudah selamatkan dirimu sekarang balas aku !".ucap Lucifer


Vanessa memutar matanya malas dan kesal dengan Lucifer


demi rasa kemanusiaan dia menurutinya mereka ke mall dan terlihat seperti sepasang kekasih banyak yang melirik mereka membuat Vanessa risih lain halnya dengan Lucifer dia puas dalam hatinya bisa bersama Vanessa


Lucifer tersenyum melihat kerumunan cewek cewek cantik nan seksi


"hmmm dasar laki laki buaya , biadab !".gumam Vanessa


mereka ke mall hingga malam sebenarnya Vanessa merasa nyaman dan senang dengan hal ini ia melupakan sedihnya


•••


Asya berjalan ke penthousenya tergesa gesa bersama anaknya Aaliyah


"sabar ya sayang ".ucap Asya


"tunggu !".ucap pria di belakangnya mengejarnya


mereka lari dengan cepat dan masuk ke dalam lift bergegas ke kamar penthouse dan lansung menguncinya rapat


"ada apa bunda ? Apa ada ayah ".ucap Aaliyah


Asya begitu ketakutan


"tidak apa apa sayang ".ucap ibu Prita


Aaliyah ke kamarnya


Ia menyandarkan tubuhnya di pintu dan menjatuhkan tubuhnya ia begitu ketakutan dan panik dalam hatinya


"kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi Ammar ".gumam asya


•••


Pagi Harinya Flora sedang sarapan bersama orang tuanya


Flora terlihat pucat dan lemah dia ingin makan tapi tidak rasanya ia seperti mati rasa dia memaksakan dirinya untuk makan dirinya juga masih penasaran dengan video itu


semua orang meliriknya


"apa kau tidak selera makan ?".tanya Akbar


Flora menggeleng


dia mencoba makan tapi rasanya sama saja tidak rasanya


Akbar berbisik pada Ammar

__ADS_1


"aku rasa kita harus bertemu kembali dengan dokter Tabitha ".bisik Akbar


"Ya sudah habis ini kita kesana ".ucap Ammar


Zayn dan Anita melihat putri mereka dengan curiga


•••


selesai makan Flora serta Ammar dan Akbar pergi ke rumah sakit disitu ada Harish dan dokter Tabitha Harish sendirian sedang konsultasi dengan dokter Tabhita


dokter Tabitha menatap Harish seperti ada rasa cinta Flora melihatnya dan bersikap biasa saja


"Flora kau sudah siap ?".tanya dokter Tabitha


"sudah dok ".ucap bunga


Harish tersenyum melihat Flora Tabitha melihatnya dan bersikap netral


"ayoo".ucap Tabitha


Flora melakukan kemoterapinya


dari jauh Ammar dan Akbar serta Harish berbincang


"ada yang berbeda dengan Flora ".ucap Ammar


Harish melirik Ammar dan Akbar


"apa yang berbeda ?".tanya Harish


"sikapnya Harish apa ini bawaan penyakit dia ?".ucap Akbar


"hari ini dia sedikit aneh dia sangat lemah bahkan seperti tidak kuat ".ucap Ammar sendu melihat Flora sedang kemoterapi


"kamu takut ini akan bahaya ".ucap Akbar


Harish mengerutkan senyumnya dia sangat khawatir dengan Flora dia tidak ingin Flora kenapa kenapa sebab dia sudah mencintai bunga


Flora selesai kemoterapi


"terima kasih ya dok sudah mau membantu saya ".ucap Flora dengan senyum tulus


"sama sama Flora ".ucap Tabitha dengan senyum tulus pula


"tuan Ammar dan Akbar boleh kita bicara ".


Ammar dan Akbar melirik curiga dan masuk


"Harish aku titip Flora sebentar ".ucap Akbar


•••


sementara itu Bram tengah bermesraan dengan Madina di kamarnya madina terus bersandar di dada Bram


"dad anak kita kayaknya nendang pegang deh ".ucap Madina manja


Bram memegang perut Madina sejujurnya Bram sedang kesal tapi ia menyembunyikan ia kesal karena file itu hilang padahal itu file asli dia untungnya ia mempunyai file duplikat dan copyanya


"kamu sayangkan sama dia ?".tanya Madina


"tentu sayang aku sayang sama dia ".ucap Bram mengecup perut Madina


Madina tersenyum smirk


"dad aku mau kamu sama aku terus ya aku mau ke mall kemarin aku liat baju bayi bagus banget aku mau sama kamu belanja ".ucap Madina


"tentu sayang ini buat anak kita tentu aku ikut ".ucap Bram tersenyum dia mencium Madina


Madina sangat bahagia Bram mengikuti keinginannya


Bram bahkan tidak kepikiran dengan Flora dan anaknya ketika ia bersama Madina ia hanya memikirkan Madina sekarang


dia berfikir apa Flora selingkuh darinya kalau Flora terbukti selingkuh maka Bram sangatlah marah padanya


•••


kembali ke bunga


"Flora katakan padaku apa kau tidak apa apa ?"tanya Harish memegang pundak bunga


sungguh ia sangat panik dengan bunga


wajah Flora terlihat sangat pucat ia tersenyum

__ADS_1


pada Harish


"aku tidak apa apa dad ".lirih bunga


Harish curiga dengan bunga


sementara itu


Ammar dan Akbar mendengar penuturan dari dokter Tabitha mereka terkejut Flora divonis tidak akan kuat untuk melahirkan nanti ada kemungkinan Flora akan sulit untuk sembuh dari penyakitnya dan kemungkinan sangat kecil bagi dia untuk kuat melahirkan nanti dan untuk hidup


Ammar dan Akbar tertunduk mengelus pangkal hidung mereka dan memijat keningnya


"saya tidak tahu bagaimana nanti ".ucap dokter Tabitha


Ammar berdiri


"lakukan yang terbaik dok kalau dokter tidak bisa saya akan panggil dokter terbaik di luar negeri untuk menyembuhkan dia ".ucap Ammar


Ammar dan Akbar keluar ruangan mereka ke arah bunga


"Flora kita pergi sekarang ".ucap Ammar menuntun bunga


Akbar menepuk pundak Harish


"kami pergi dulu ya ".ucap Akbar


Harish melihat dokter Tabitha dan meminta padanya ceritakan tentang Flora dokter Tabitha menjelaskan semuanya


TARRRRRR


bagai petir di siang bolong Harish begitu terkejut dengan ucapan Tabitha


"bhi katakan padaku itu bisa di sembuhkan kan ?".panik Harish memegang pundak Tabita


"aku gak tahu Harish saat aku lakukan kemoterapi kangkernya ternyata sudah menyebar yang sekarang kita harus lakukan adalah menyenangkan hati Flora ".ucap Tabhita


Harish memegang kepalanya dan mengacak rambutnya dengan kedua tangannya dirinya benar benar tidak bisa menerima kenyataan Flora akan pergi


•••


"kalian kenapa sih ?".tanya bunga


dia curiga Ammar dan Akbar hanya diam


"tidak apa apa Flora ".ucap sendu Akbar


"apa kau ingin sesuatu Flora ?".ucap Ammar menyetir


Flora tersenyum dan berfikir


"aku ingin kalian menikah dan menemukan perempuan yang baik ".ucap bunga


Ammar dan Akbar terkejut dengan keinginan Flora dan saling melirik


"dan ini khusus untuk kau kak Ammar dan kau kak Akbar berhentilah mengejar gadis bodoh dan seksi perempuan seperti itu hanya menguras dompetmu ".ucap bunga


mereka bertiga tertawa


harish kembali ke mansion nya


dia terlihat ledad dan lesu dia memijat pangkal hidungnya


dia tidak mau kehilangan Flora wanita yang terlihat rapuh namun sangat kuat di dalamnya


dirinya sadar dia telah sangat mencintai Flora dia ingin membahagiakan Flora walaupun masih berstatus adik iparnya


Ammar dan Akbar mengantar Flora ke kantor Flora dan membawa anak buah mereka untuk menitipkan Flora sementara Ammar dan Akbar ke kantor mereka


Vanessa menghampiri Flora dan mulai melakukan pekerjaan dengannya


"Flora kamu dapet kabar dari asya ".ucap Vanessa


"oh aku belum dapet kabar dari dia ".ucap bunga


"seharusnya dia datang ke pengadilan tapi dia tidak hadir aku takut terjadi apa apa padanya ".Vanessa


"aku akan coba hubungi dia lagi ".ucap bunga


di mansion Hendarto


"aku rasa kita harus beritahu mereka sekarang sayang aku juga merasa bersalah padanya ".ucap Anita


saat ini mereka di kamar mereka Anita tertidur ledad di kasur memegang dadanya yang terasa sesak Zayn di sampingnya memegang tangan Anita

__ADS_1


"aku akan selalu membantumu sebab kau adalah istri dan ibu dari anak anakku ".ucap sendu Zayn mengelus rambut Anita


__ADS_2