Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 36


__ADS_3

Flora Bersama Akbar


mereka duduk di ayunan


"kakak ada sesuatu yang harus kutanyakan padamu ".


Akbar menoleh ke arahnya


"katakan ".


"jika kau merasa waktumu untuk hidup tak banyak apa keinginan terbesarmu dan apa penyesalan terbesarmu dalam hidup ?".tanya bunga


Akbar tersenyum memandang lautan dia menghembuskan nafas pelan


"keinginan terbesarku adalah mengulang waktu memperbaiki keadaan lalu aku dan kak Ammar akan menjadi kakak yang terbaik untukmu ".ucap akbar dengan senyum


Flora juga tersenyum


"penyesalan terbesar dalam hidupku adalah aku gagal menjadi kakak untukmu dan aku gagal menjalin hubungan cinta berkali kali ".ucap Akbar


Flora tertawa


Ammar datang dan bergabung di ayunan sebelahnya memandang lautan


"terima kasih Flora karena sudah membantuku ".ucap Ammar


Flora tersenyum


"apa yang aku lakukan adalah tugasku sebagai adikmu kak kita ini keluarga dan kita harus saling menolong satu sama lain ".ucap bunga


mereka memandang lautan


•••


Madina datang ke rumah sakit


dia melihat Bram tertidur di brangkar dia panik dan mencium kening Bram


Bram berlirih


"Flora ".lirih Bram


Madina kesal dan mundur


"tidak tidak aku tidak boleh emosi sekarang aku harus dapatkan cinta Bram ".batinnya


dia mengepalkan tangan


dan menemani Bram


•••


sementara itu Flora kembali ke kantornya dia ingin menjadi wanita mandiri sebelum ajal menjemputnya


Harish datang menghampirinya


Tok


Tok


Tok


"masuk".ucap bunga


Ceklek


Harish masuk ke ruangan bunga


Flora melihatnya


"mas Harish ".ucap Flora berdiri dari kursinya


"duduk saja ".ucap Harish

__ADS_1


"kau duduklah ".ucap bunga


mereka sama sama duduk


"aku dengar tadi kau ke rumah ada apa ?".tanya Harish


"euhmmm aku tadi ..aku tadi ingin bicara denganmu untuk terima kasih ".ucap bunga


Harish mengernyit


dia tahu Flora sembunyikan sesuatu darinya


"terima kasih untuk apa ?".tanya nya


"terima kasih untuk membantuku selama ini aku aku ...


Flora bingung harus jawab apa dia merasa nyaman dengan Harish sebenarnya


Harish memegang tangan bunga


mereka saling menatap


"kau bohong ya ".ucap Harish


"apa aku harus beritahu sekarang ".batinnya


tapi ia ingat Harish sangatlah akrab dengan wanita itu


"kenapa ada apa ?".tanya Harish


Flora sangat sekali ingin cerita soal rekaman itu ia yakin Bram dan Harish pasti ada kaitanya dengan rekaman ini dia tahu pria yang dibekap itu adalah ayah mertuanya


"jika aku mengatakan sesuatu dan menginginkan sesuatu darimu boleh ".ucap bunga


Harish tersenyum tulus padanya


"katakan ".ucap bunga


"kau pasti pernah dengar bahwa sesama saudara itu harus rukun dan aku tahu kau pasti tidak akan mengerti dan marah jika aku beritahu ini aku menyerah mas aku menyerah pada takdirku aku aku ingin kau dan Bram bersatu ".ucap bunga


Harish mengernyit


Flora menangis


"ini keinginanku jika kau menemukan bahwa hidupmu tak lagi lama apa keinginan terbesarmu dan apa penyesalan terbesarmu ?".ucap bunga


Harish mengerti


"aku... aku ...aku ..


"aku sudah mengerti Flora dari kalimat pertamamu jujur aku tidak bisa Bram sudah sangat mengkhianati aku jujur dalam hatiku aku ingin sekali akur dengan Bram seperti wasiat mamaku sebelum dia meninggal ".ucap Harish


Flora memberikan flashdisk yang ia temukan


Harish melihatnya


"semua yang kau percayai belum tentu benar mas jangan gegabah dan termakan kata dendam ".ucap bunga


Harish melihat isi video itu


isinya berupa Sahara membunuh ayah Bram dan Harish Wijaya Wilson


"kau harus membayar rasa sakitku Will aku tidak akan pernah memaafkanmu aku bersumpah akan pisahkan anak anakmu ".hardik Sahara membekap Wijaya


Harish tak percaya dengan ini


Flora berdiri


"aku tadi datang untuk memberikan ini ".ucap bunga


"tapi kau bersama wanita itu kalau kau mau hancurkan silakan saja berarti kau juga sama jahatnya ".ucap bunga


Harish tersenyum

__ADS_1


dia berdiri


dia memegang kedua tangan bunga


"aku tidak tahu harus berkata apa padamu aku kira Bram yang sudah membuat ayah meninggal perlu kau tahu bahwa selama ini aku juga tidak percaya hal itu tapi wanita ini yang sudah meracuni pikiranku untuk membenci Bram awalnya tapi aku tak percaya itu setelah ingat suatu hal ".ucap Harish


Flora mengernyit


Harish menceritakan hal itu Flora terkejut


•••


Di rumah sakit


"kamu ke mana ?".tanya Bram


Bram telah sadar dia bersandar pada dinding rumah sakit diatas ranjang pasien dan dalam posisi duduk


"aku gak tahu itu benar kamu aku kira cuman orang iseng dan prank maafin aku ".ucap Madina dengan wajah memelas


mereka saling menumpuk tangan


Bram mengelus kepala dan perut Madina


mereka saling berciuman


Harish yang melihat itu mengepalkan tangannya kuat di sampingnya ada bunga


"aku cuman cinta sama kamu dan anak kita ".ucap Bram


Madina tersenyum


Flora yang mendengar itu merasakan sesak di hatinya dan rasanya hatinya tertusuk ribuan jarum Harish melihat Flora memegang dadanya dan menunduk dia juga melihat punggung madina dari celah pintu sedang duduk di tepi ranjang dan mencium Bram


Harish merasa bersalah harusnya ia tak mengajak Flora kalau ia tahu bakal begini kejadiannya awalnya dia ingin mengajak Flora untuk memberitahukanya pada Bram sebagai saksi dan agar Bram menyesal menyalahkan bunga


dia datang memegang genggam pintu akan membukanya tapi ia membukanya sedikit melihat Madina dan Bram sedang bermesraan


dia tahu Flora menyembunyikan rasa sedihnya dia bisa melihatnya


"kita pulang saja ".ucap Harish dia menggandeng tangan Flora untuk pergi


"tidak usah niat kita kesini hanya untuk memberitahukan itu bukan ".ucap bunga


"tidak tepat waktunya sekarang Flora aku berterima kasih padamu karena kau telah menemukan jawaban dari pertanyaanku selama ini ".ucap Harish memegang kedua pundak Bunga


"tapi bagaimana dengan video itu ?".tanya bunga


"untuk sementara aku akan titipkan pada kau video itu agar lebih aman aku akan cari waktu dan cara ".ucap Harish


Flora hanya diam di mobil melihat jendela Harish menyetir mobilnya


"Flora aku tahu kau sedih jika kau menangis menangislah ".ucap Harish


Flora terkekeh


"aku tidak perlu menangis buat apa kita menangisi diri kita sendiri ".ucap Flora menyilangkan tangan


"maksudmu ?".tanya Harish menyetir


"iya menangisi diri sendiri aku bukan perempuan lemah yang menangis ketika mendengar suaminya mengatakan cinta pada orang lain aku bukan wanita seperti itu aku ingin anak anakku yang aku kandung ini tahu bahwa mereka terlahir dari ibu yang kuat ".ucap bunga


Harish tersenyum padanya


"andai kau tahu Flora bahwa aku mencintaimu karena sifatnya yang tegar dan kuat ".batin Harish


"jujur dalam hatiku aku merasa nyaman dekat denganmu mas dan mengenalmu dan aku ingin kau dan mas Bram akur bagaimanapun caranya aku ingin kalian akur agar bisa mencontohi anak anakku dan aku bisa pergi dengan tenang agar orang di sekelilingku bahagia dan damai ".ucap batin bunga


"sebagai rasa terima kasihku maukah kau aku ajak ke suatu tempat ?".tanya Harish


"ke mana apa ke kuburan lagi ? ".ucap bunga


Harish terkekeh

__ADS_1


"bukan ".ucapnya


__ADS_2