
Flora Bersama Akbar
mereka duduk di ayunan
"kakak ada sesuatu yang harus kutanyakan padamu ".
Akbar menoleh ke arahnya
"katakan ".
"jika kau merasa waktumu untuk hidup tak banyak apa keinginan terbesarmu dan apa penyesalan terbesarmu dalam hidup ?".tanya bunga
Akbar tersenyum memandang lautan dia menghembuskan nafas pelan
"keinginan terbesarku adalah mengulang waktu memperbaiki keadaan lalu aku dan kak Ammar akan menjadi kakak yang terbaik untukmu ".ucap akbar dengan senyum
Flora juga tersenyum
"penyesalan terbesar dalam hidupku adalah aku gagal menjadi kakak untukmu dan aku gagal menjalin hubungan cinta berkali kali ".ucap Akbar
Flora tertawa
Ammar datang dan bergabung di ayunan sebelahnya memandang lautan
"terima kasih Flora karena sudah membantuku ".ucap Ammar
Flora tersenyum
"apa yang aku lakukan adalah tugasku sebagai adikmu kak kita ini keluarga dan kita harus saling menolong satu sama lain ".ucap bunga
mereka memandang lautan
•••
Madina datang ke rumah sakit
dia melihat Bram tertidur di brangkar dia panik dan mencium kening Bram
Bram berlirih
"Flora ".lirih Bram
Madina kesal dan mundur
"tidak tidak aku tidak boleh emosi sekarang aku harus dapatkan cinta Bram ".batinnya
dia mengepalkan tangan
dan menemani Bram
•••
sementara itu Flora kembali ke kantornya dia ingin menjadi wanita mandiri sebelum ajal menjemputnya
Harish datang menghampirinya
Tok
Tok
Tok
"masuk".ucap bunga
Ceklek
Harish masuk ke ruangan bunga
Flora melihatnya
"mas Harish ".ucap Flora berdiri dari kursinya
"duduk saja ".ucap Harish
__ADS_1
"kau duduklah ".ucap bunga
mereka sama sama duduk
"aku dengar tadi kau ke rumah ada apa ?".tanya Harish
"euhmmm aku tadi ..aku tadi ingin bicara denganmu untuk terima kasih ".ucap bunga
Harish mengernyit
dia tahu Flora sembunyikan sesuatu darinya
"terima kasih untuk apa ?".tanya nya
"terima kasih untuk membantuku selama ini aku aku ...
Flora bingung harus jawab apa dia merasa nyaman dengan Harish sebenarnya
Harish memegang tangan bunga
mereka saling menatap
"kau bohong ya ".ucap Harish
"apa aku harus beritahu sekarang ".batinnya
tapi ia ingat Harish sangatlah akrab dengan wanita itu
"kenapa ada apa ?".tanya Harish
Flora sangat sekali ingin cerita soal rekaman itu ia yakin Bram dan Harish pasti ada kaitanya dengan rekaman ini dia tahu pria yang dibekap itu adalah ayah mertuanya
"jika aku mengatakan sesuatu dan menginginkan sesuatu darimu boleh ".ucap bunga
Harish tersenyum tulus padanya
"katakan ".ucap bunga
"kau pasti pernah dengar bahwa sesama saudara itu harus rukun dan aku tahu kau pasti tidak akan mengerti dan marah jika aku beritahu ini aku menyerah mas aku menyerah pada takdirku aku aku ingin kau dan Bram bersatu ".ucap bunga
Harish mengernyit
Flora menangis
"ini keinginanku jika kau menemukan bahwa hidupmu tak lagi lama apa keinginan terbesarmu dan apa penyesalan terbesarmu ?".ucap bunga
Harish mengerti
"aku... aku ...aku ..
"aku sudah mengerti Flora dari kalimat pertamamu jujur aku tidak bisa Bram sudah sangat mengkhianati aku jujur dalam hatiku aku ingin sekali akur dengan Bram seperti wasiat mamaku sebelum dia meninggal ".ucap Harish
Flora memberikan flashdisk yang ia temukan
Harish melihatnya
"semua yang kau percayai belum tentu benar mas jangan gegabah dan termakan kata dendam ".ucap bunga
Harish melihat isi video itu
isinya berupa Sahara membunuh ayah Bram dan Harish Wijaya Wilson
"kau harus membayar rasa sakitku Will aku tidak akan pernah memaafkanmu aku bersumpah akan pisahkan anak anakmu ".hardik Sahara membekap Wijaya
Harish tak percaya dengan ini
Flora berdiri
"aku tadi datang untuk memberikan ini ".ucap bunga
"tapi kau bersama wanita itu kalau kau mau hancurkan silakan saja berarti kau juga sama jahatnya ".ucap bunga
Harish tersenyum
__ADS_1
dia berdiri
dia memegang kedua tangan bunga
"aku tidak tahu harus berkata apa padamu aku kira Bram yang sudah membuat ayah meninggal perlu kau tahu bahwa selama ini aku juga tidak percaya hal itu tapi wanita ini yang sudah meracuni pikiranku untuk membenci Bram awalnya tapi aku tak percaya itu setelah ingat suatu hal ".ucap Harish
Flora mengernyit
Harish menceritakan hal itu Flora terkejut
•••
Di rumah sakit
"kamu ke mana ?".tanya Bram
Bram telah sadar dia bersandar pada dinding rumah sakit diatas ranjang pasien dan dalam posisi duduk
"aku gak tahu itu benar kamu aku kira cuman orang iseng dan prank maafin aku ".ucap Madina dengan wajah memelas
mereka saling menumpuk tangan
Bram mengelus kepala dan perut Madina
mereka saling berciuman
Harish yang melihat itu mengepalkan tangannya kuat di sampingnya ada bunga
"aku cuman cinta sama kamu dan anak kita ".ucap Bram
Madina tersenyum
Flora yang mendengar itu merasakan sesak di hatinya dan rasanya hatinya tertusuk ribuan jarum Harish melihat Flora memegang dadanya dan menunduk dia juga melihat punggung madina dari celah pintu sedang duduk di tepi ranjang dan mencium Bram
Harish merasa bersalah harusnya ia tak mengajak Flora kalau ia tahu bakal begini kejadiannya awalnya dia ingin mengajak Flora untuk memberitahukanya pada Bram sebagai saksi dan agar Bram menyesal menyalahkan bunga
dia datang memegang genggam pintu akan membukanya tapi ia membukanya sedikit melihat Madina dan Bram sedang bermesraan
dia tahu Flora menyembunyikan rasa sedihnya dia bisa melihatnya
"kita pulang saja ".ucap Harish dia menggandeng tangan Flora untuk pergi
"tidak usah niat kita kesini hanya untuk memberitahukan itu bukan ".ucap bunga
"tidak tepat waktunya sekarang Flora aku berterima kasih padamu karena kau telah menemukan jawaban dari pertanyaanku selama ini ".ucap Harish memegang kedua pundak Bunga
"tapi bagaimana dengan video itu ?".tanya bunga
"untuk sementara aku akan titipkan pada kau video itu agar lebih aman aku akan cari waktu dan cara ".ucap Harish
Flora hanya diam di mobil melihat jendela Harish menyetir mobilnya
"Flora aku tahu kau sedih jika kau menangis menangislah ".ucap Harish
Flora terkekeh
"aku tidak perlu menangis buat apa kita menangisi diri kita sendiri ".ucap Flora menyilangkan tangan
"maksudmu ?".tanya Harish menyetir
"iya menangisi diri sendiri aku bukan perempuan lemah yang menangis ketika mendengar suaminya mengatakan cinta pada orang lain aku bukan wanita seperti itu aku ingin anak anakku yang aku kandung ini tahu bahwa mereka terlahir dari ibu yang kuat ".ucap bunga
Harish tersenyum padanya
"andai kau tahu Flora bahwa aku mencintaimu karena sifatnya yang tegar dan kuat ".batin Harish
"jujur dalam hatiku aku merasa nyaman dekat denganmu mas dan mengenalmu dan aku ingin kau dan mas Bram akur bagaimanapun caranya aku ingin kalian akur agar bisa mencontohi anak anakku dan aku bisa pergi dengan tenang agar orang di sekelilingku bahagia dan damai ".ucap batin bunga
"sebagai rasa terima kasihku maukah kau aku ajak ke suatu tempat ?".tanya Harish
"ke mana apa ke kuburan lagi ? ".ucap bunga
Harish terkekeh
__ADS_1
"bukan ".ucapnya