Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 18


__ADS_3

Aku pasti kuat 🌻


Flora


Flora di panti Bram tidak pernah mencari tahu Flora dia justru lebih sering bersama madina dan percaya dengan Madina baik Ammar dan Akbar juga tidak ingin beritahu Bram Bram bahkan tidak menghampiri atau menanyakan dia pada Ammar dan Akbar lagi


Flora kini menulis di buku hariannya


📒 : ~ Tuhan bila engkau beri aku cobaan kuatkanlah hatiku dalam menghadapi berbagai cobaan hamba sangat mencintai anak hamba hamba hanya berharap engkau lahirkan dia dengan selamat dan sehat berilah ia cinta tiada tara agar hamba bisa bahagia melihatnya tumbuh dari jauh ~.FCR


Flora kini merasa sangat lemas bermain bersama anak anak dia berada di tangga masuk panti bersandar pada tiang kepalanya terasa sakit Flora mengeluarkan darah dari hidung ya


"kakak kakak Flora sakit ?".panik anak panti


Flora berusaha menjawab tapi tubuhnya lemas


"kak Flora kau pucat sekali ".pekik anak panti


"aku tidak apa aku baik baik saja ".ucap Flora terbata bata memegang kepalanya


Harish tiba tiba datang dan menghampiri kerumunan itu


ia melihat Flora lemas dan mimisan


"Flora , Flora sadar Flora ".ucap Harish


"Mr Harish kak Flora sangat pucat kita harus bawa dia ke rumah sakit ".ucap anak panti


Flora sudah sangat lemas


Harish membopong Flora perlahan dan menggendongnya bridal style menuju mobil


dan ke rumah sakit


di mansion Bram


"dad ".goda Madina


ia menaruh tangan Bram di perutnya


Madina tersenyum pada Bram


Bram tersenyum pada Madina


Dia turun dan kepalanya mencium perut rata Madina


"dad aku selalu ingin bersama kamu aku mohon jangan tinggalin aku".lirih Madina


"aku gak akan ninggalin kamu ".ucapnya


Madina dan Bram berciuman mereka saling berinteraksi dan bercengkrama dengan bayi di perut Madina


•••


kembali ke Harish


Harish berhasil membawa Flora ke rumah sakit dengan cepat dan sigap


dokter Amran menangani bunga


Harish mondar mandir diluar ruangan


dokter Amran keluar


"bagaimana dia Amran ?".tanya dokter Amran


"Flora baik baik saja untungnya kau cepat membawanya kemari".ucap Amran


Harish bersyukur


mereka melihat Flora dari jendela


"kangker Flora semakin parah aku takut pada saat ia melahirkan nanti dia tidak akan kuat".ucap dokter Amran


Harish melihat Amran


"dia sudah tahu hal itu Harish ".ucap Amran


"aku menolak tawaranmu hari itu karena aku tidak mau menyakiti Flora lagi ia selalu tahu apapun melebihi kita".ucap Amran


Harish melihat Flora


Flora di pindahkan ke ruangan intensif dan di pasang selang pernafasan


Harish masuk ke ruangan Flora


terlihat Flora terbaring tak berdaya dan lemas


Harish memegang tangannya


Flora sadar


"kenapa aku disini ?".tanya Flora


"sudah istirahatlah kau perlu istirahat kata Amran ".ucap Harish


Flora memegang perutnya


"anakku bagaimana ?".ucap bunga


"kau tenang anakmu tidak apa apa aku jamin itu ".ucap Harish


Flora tersenyum dengan Harish


"aku minta maaf".ucap Flora


"untuk ?".tanya Harish


"kemarin".ucap Flora

__ADS_1


"tak apa".ucapnya


"aku yang minta maaf meninggalkan dirimu begitu saja aku yang salah seharusnya aku tak emosional".ucap Harish


"Berarti kita saling meminta maaf".ucap Flora


Mereka terkekeh


•••


"kemana Harish aku cari dia tidak ada ?".ucap Lucifer


Lucifer ke mansion Harish tidak ada Lucifer ke panti juga tidak ada


Vanessa datang menjenguk Flora dan membawa buah tangan melewatinya


"tunggu !".pekik Lucifer


"Lucifer ada apa ?".tanya Vanessa


"kau sedang apa di sini ?".tanya Lucifer


"kalau kau mau tahu jawabannya aku sedang ingin menjumpai Flora ".ucap Vanessa


anak panti menghampiri mereka


"uncle aunty tadi kak Flora sakit terus di bawa ke rumah sakit sama Mr Harish ".ucap anak panti


Lucifer dan Vanessa membulatkan mata


"dimana rumah sakitnya ?".ucap panik Vanessa


"kami tak tahu aunty".ucap anak panti itu


Vanessa sangat panik pada Flora begitu pula Lucifer


Lucifer melacak keberadaan Harish lewat ponselnya


"aku dapatkan alamatnya ".ucap Lucifer


Vanessa melihatnya


"aku ikut aku ingin bertemu Flora ".ucap Vanessa


"naik mobilku ".ucap Lucifer


mereka berdua naik mobil menuju rumah sakit


•••


di mansion Bram


Bram menjadi tidak peduli dengan Flora setiap kali ia memikirkan Flora pasti Madina mengganti pikirannya dan Bram tidak keberatan untuk itu dia mulai tidak perhatian pada Flora


Bram saat ini sedang berada ruang kerja di mansionnya


"dad bisakah kita keluar ?


"aku ingin menghabiskan hari hariku denganmu ".minta Madina


Bram menoleh padanya


Madina duduk di paha Bram


mereka saling bermesraan


mereka pergi ke mall belanja brand brand terkenal


mereka saling bahagia dan tertawa


mereka makan bersama


byurrrrrr


seseorang melempar air Boba pada mereka


"Kurang ajar kamu !".pekik Madina bangun dari kursinya dan hendak menampar seorang wanita tapi tangannya di cegat


"oh jadi ini kerjaan anda Abraham Richard Wilson !" .pekik Vanessa


"Vanessa !".pekik Bram bangkit dari kursinya


"kenapa terkejut !".pekik Vanessa


Vanessa menghempaskan tangan Madina


"tega ya kaliam berdua Flora lagi sedih dan berjuang buat anak kamu Bram. kalian malah asik asik kan berselingkuh !".pekik Vanessa


Bram mencerna perkataan Vanessa


"apa maksud kamu dengan Flora !".pekik bram


"pikir saja sendiri !".pekik Vanessa


Vanessa pergi dari dua orang yang sangat menjijikan di hadapannya


Flashback on :


Vanessa dan Lucifer sampai rumah sakit


"Flora !".pekik Vanessa


Flora dan Vanessa pelukkan


Lucifer menghampiri Harish


"kamu enggak apa apa kan ?".panik Vanessa


"aku enggak apa apa Ness aku cuman butuh bedress aja ".ucap Flora lemas

__ADS_1


"kamu mau apa aku beliin ya ?".ucap Vanessa


"enggak aku enggak mau apa apa ".ucap bunga


Vanessa sangat panik pada Flora


Lucifer berbisik dengan Harish


"bagaimana ini Harish apa kau akan sembunyikan ini dari Ammar dan Akbar ".ucap bisik Lucifer


"aku sudah janji pada Flora untuk tak beritahukan ini pada siapapun termasuk keluarganya aku akan buat Ammar dan Akbar mengerti sendirinya ".ucap bisik Harish


Vanessa akan ke mall dekat rumah sakit


"Flora aku ke mall dulu ya aku tahu kamu pasti mau lamien kan kamu enggak suka makanan rumah sakit ".ucap Vanessa


Flora tersenyum


"kamu tahu aja aku lagi pengin tapi apa enggak repot ?".ucap tanya bunga


Vanessa menggeleng


"enggak sama sekali enggak ".ucap Vanessa


Flora melihat Lucifer


"kamu sama mas Lucifer ?".ucap bunga


Vanessa melihat Lucifer


"iya ".ucap Vanessa


Flora tertawa


"coba kamu bersama dia ".ucap bunga


"apaan sih kamu tahu kan aku cinta banget sama mas Tony ".ucap Vanessa


Flora hanya tersenyum mendengarnya


Vanessa pamit ke mall


Harish menemani Flora


Vanessa membeli makanan untuk Flora


dia melihat Madina dan Bram lansung saja ia naik pitam melihat mereka dan lansung melabrak mereka


Flashback off :


( "apa maksud Vanessa tadi ".ucap batin Bram )


"dad kamu lihat bukan ? dan kamu tak membela aku !".pekik Madina


Dia menangis dan pergi Bram mengikutinya


•••


Harish menyemangati bunga


"anak anak panti memberitahuku kau suka cerita ?".ucap Harish


"ya aku suka dongeng ".ucap Flora tersenyum


"aku bawakan ini untukmu ".ucap Harish memberi buku cerita


Flora menerimanya


"buku cerita ?".ucap Flora melihat buku itu


"iya kau mau aku kisahkan ".ucap Harish


"memangnya kamu bisa bacakan cerita ? ".ucap bunga


"aku akan buktikan ".ucap Harish tersenyum


Harish menceritakan tentang kisah cinta antara 2 manusia yang saling jatuh cinta namun terhalang restu karena beda kasta sang pria adalah lelaki yang baik dari keluarga sederhana sementara sang wanita berasal dari keluarga atas hubungan mereka tidak di restui pihak keluarga wanita karena keluarga sang pria terkenal buruk dan dari kasta rendah hingga pada akhirnya sang pria terus sendiri selama hidupnya sementara sang wanita di jodohkan suatu hari sang wanita mengidap penyakit jantung sang suami meninggalkannya dan berselingkuh darinya hingga kemudian mendapat pendonor jantung sang wanita pun mencari tahu siapa pendonor jantungnya hingga pada akhirnya sang wanita tahu yang mendonorkan jantungnya adalah mantan kekasihnya yang sangat ia cintai seumur hidupnya .


Flora mendengar cerita itu meneteskan air mata


"Flora kau menangis ?".tanya Harish


Flora menghapus air mata di pipinya


"tidak.aku sedih mendengar ceritanya dan kisah yang kau ceritakan itu sangat mendalami kau pantas menjadi narator atau pendongeng ".ucap bunga


Harish menggenggam tangannya dan tersenyum


Flora memegang perutnya


Harish tersenyum tulus padanya


"aku rasa bayimu suka padaku ".ucap Harish


dia dan Flora tertawa bersama


Lucifer melihat dari luar ruangan tersenyum


•••


sementara itu


Sementara itu Ammar dan Akbar sedang bersama seorang pria yang ternyata Amran


"katakan pada kami apa yang terjadi dengan adik kami ?".tanya Ammar


"Flora dia... Dia mengalami kangker rahim stadium 2 dia tetap pertahankan bayinya saya sudah bilang kemungkinan untuk melahirkan nanti dia tidak akan kuat ".ucap Amran


Ammar dan Akbar terkejut dan melirik

__ADS_1


__ADS_2