
Ammar dan Akbar mencari Flora di panti namun hasilnya nihil mereka mendapat kabar Flora di bawa ke rumah sakit ibu panti memberitahu mereka Harish membawa ke rumah sakit mana karena ibu panti baru mendapat kabar dari Harish
mereka mengendari mobil mereka menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi dan cemas akan terjadi sesuatu pada bunga
Flora saat ini duduk di atas brangkar dan menikmati lamien bersama Vanessa , Harish dan Lucifer
"apa punyamu yang tidak ada sayurnya ?".tanya Lucifer samping Vanessa
Vanessa melihat mienya ia membulatkan mata sadar salah ambil mie
"ambilah biar aku ambil yang itu !".ucap Vanessa menukar mienya
Lucifer mengambil mienya
ia duduk di sofa samping Harish dan Vanessa
Vanessa pindah ke samping Flora dan menemaninya makan
Flora menikmati mienya dengan sangat nikmat sepertinya anaknya suka mie
Harish memperhatikannya tersenyum
Ceklek
pintu di buka
Ammar dan Akbar masuk ke ruangan
Flora terkejut
"kak Ammar , Kak Akbar ".ucap Flora membulatkan mata
•••
sementara itu
Bram dan Madina pulang ke mansion dan ke kamar mereka
"mas kenapa sih kamu gak belain aku tadi !".pekik Madina
"lilisa kamu tahu kan tadi banyak orang kalau banyak orang yang liat dan video in reputasi kita bisa hancur ".ucap Bram
Madina menggerutu kesal
Bram memeluknya dan menenangkanya
"mas jangan tinggalin aku ya ".ucap Madina memelas
Bram tersenyum padanya dan mencium bibirnya
sebenarnya Bram dan Madina tidak menikah mereka baru menikah secara siri jadi mereka menikah tanpa mendaftarkan pernikahan mereka
"mas ".ucap Madina
Bram memegang kedua pipinya
Madina kembali menciumnya dan bermesraan dengannya
Bram melakukan itu dengan Madina tanpa rasa bersalah dan senang bersamanya
Cup
Cup
Cup
•••
kembali ke bunga
Ammar dan Akbar duduk di sampingnya menggengam tangannya
"kenapa kau tidak bilang ?".tanya Ammar
"kami bisa membantumu ".ucap Akbar
Flora meneteskan air mata
__ADS_1
"aku tidak ingin kalian sedih aku ingin pertahankan bayiku kakak aku ingin jadi ibu aku tidak ingin anak yang aku kandung digugurkan aku tidak mau ".ucap Flora menangis
Ammar dan Akbar memeluk adik mereka dan menenangkanya
Harish , Vanessa dan Lucifer melihat itu dengan haru
Ammar dan Akbar keluar ruangan bersama harish dan lucifer
Vanessa menemani bunga
di luar ruangan
"maafkan aku Ammar Akbar seharusnya aku beritahu kalian ".Harish
"tidak apa apa Flora memberitahu kami segalanya ".ucap Ammar menepuk bahu Harish
"dan berterima kasih padamu karena bisa memberi kehangatan pada Flora dan membawanya ke rumah sakit secepat mungkin ".ucap Akbar
"dan terima kasih Lucifer juga turut membantu ".ucap Ammar
"sama sama ".ucap Lucifer tersenyum
awalnya saat sampai di rumah sakit Ammar mengkhantam Harish dengan bogem mentah karena menutupi hal ini dari dia dan Akbar dan kakak Bram
Flora membelanya mengatakan sejujurnya
Ammar mengendalikan emosinya
Flora kemudian menceritakan segalanya pada Ammar dan Akbar kakaknya
"aku akan cari cara dan pengobatan terbaik untuk Flora dan bayinya ".ucap Ammar
"bagaimana dengan mama dan papa kak mereka belum tahu dan Flora meminta kita untuk tidak cerita dengan mereka ".ucap Akbar
"aku akan kenalkan Flora dengan dokter yang menyembuhkan aku dulu dan juga temanku ".ucap Harish
"apakah dia bisa ?".ucap Ammar
"aku harap dia bisa menemukan solusinya ".ucap Harish
•••
Zayn dan Anita merasa ada yang aneh dengan anak anak mereka
Anita mondar mandir di ruang tamu melihat foto anak anak mereka
"ada apa dengan perasaanku ".gumam Anita
"sabarlah sayang kita pastikan dulu ".ucap Zayn
menenangkan Anita sebenarnya Zayn juga sama paniknya dengan Anita namun ia menyembunyikannya
Ammar dan Akbar pulang
"hufft syukurlah kalian pulang entah kenapa mama merasa sangat cemas pada kalian bagaimana Flora ?".ucap Anita
"Flora baik baik saja mam dia tadi ke rumah sakit mau cek kandungan dia kita temenin benarkan Ammar ? ".ucap Akbar
"iya kita temani dia ke rumah sakit ".ucap Ammar
Zayn dan Anita merasa curiga pada anak anak laki laki mereka
"kalian tidak sembunyikan apapun kan ?".tanya Zayn
"tidak.pah tidak ada apa apa !".ucap Akbar
Ammar dan Akbar mengajak kedua orang tuanya makan di meja makan mencairkan suasana
•••
Flora masih di rumah sakit ia perlu menginap 1 hari bayinya sangat aktif padanya Flora mengelusnya
Harish datang membawa seorang dokter cantik tinggi langsing ke arahnya
"Flora kenalkan ini temanku dan dokterku ".ucap Harish mengenalkan Tabitha
"hai aku Tabitha ".ucap dokter tabhita
__ADS_1
Flora membalasnya dengan senyuman dan mengenalkan dirinya
"dokter Tabitha adalah yang hari itu aku ceritakan aku tinggal dulu ".ucap Harish
Tabitha berkenalan dengan bunga
"aku tahu suamimu Bram kan dia aku dan Harish serta Bram berteman dulu orang tua kami juga berteman ".ucap dokter Tabitha
Flora kaget dan tersenyum
"wah kalian berteman ?".ucap bunga
"iya ".ucap Tabitha tersenyum padanya
Harish sudah ceritakan segalanya pada Tabitha soal bunga
"ok kau bilang penyakitmu baru stadium 2 aku sarankan kau jangan banyak pikiran dan stress aku yakin kau kuat dan ini aku sarankan kau ikut perawatan bayi dalam kandunganmu konsumsilah buah buahan dan sayur sayuran ya ".ucap Tabitha mendukungnya
Flora tersenyum padanya
"aku ingin tahu seperti apa mas Bram dan Harish dulu ?".tanya bunga
"Bram dan Harish dulu setahuku akur tapi entah kenapa Bram mulai menjauhi Harish dan merenggang dengan dia aku tidak tahu lagi setelah itu terjadi apa sebab aku pindah keluar negeri ".ucap Tabitha
Flora berterima kasih padanya
Tabitha menjelaskan segalanya dengan Harish bahwa kemungkinan Flora bisa sembuh Harish senang akan hal itu
Tabitha tahu semua tentang Flora dia juga tahu tentang perselingkuhan Bram dan masa lalu antara Bram dan Harish dia kesal dengan Bram
•••
selesai melakukan aktivitas panasnya Bram bangkit dari kasur ke kamar mandi dan membasahi tubuhnya
dia tergiang kalimat yang di ucapkan Vanessa
"maksud Vanessa apa ya ".gumam Bram dalam hatinya
Bram berfikir Vanessa pasti berbohong dengan Flora untuk mengelabuinya tapi ia penasaran dengan hal itu dia bergelut dengan hati dan pikirannya
dia memakai handuk di pinggangnya dan keluar setelah mandi
menyiapkan pakaiannya sendiri dan memakainya
lalu meninggalkan Madina menuju kantornya
sesampainya di kantornya seorang wanita sudah menunggunya di ruang kerjanya
wanita itu tengah duduk di kursi tamu dan memutar kursinya
"kamu ?".ucap Bram
"halo Bram ".ucap seorang wanita tersenyum smirk
"mau apa kau kemari !".bentak Bram
"sungguh tidak sopan beginilah kau bicara pada orang yang lebih tua !".ucap wanita itu yang ternyata Sahara
selingkuhan papanya Harish dan Bram di masa lalu
"aku tidak butuh perempuan rendahan seperti dirimu di mataku !".bentak Bram
PLAKKK
Sahara menampar Bram
Bram memegang pipinya
"kurang ajar kau ".ucap Sahara
security datang menyeret Sahara pergi dari kantor
"ingatlah aku tahu semua rahasiamu Bram aku akan bongkar dan habisi semuanya ".ucap Sahara
Brakkk
Bram menggebuk meja
__ADS_1
"sialan tidak akan kubiarkan dia menemukanya aku harus terus pantau dia !".gumam Bram