Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 44


__ADS_3

Bram membawa Madina ke rumah sakit


ia sangat panik akan terjadi apa apa pada kandungan madina dan lilisanya itu tadi sebenarnya perut madina juga kebentur sedikit karena ia rem mendadak


dia duduk mengelus wajahnya kedua tanganya dan menutup hidungnya


dokter keluar dari ruangan pemeriksaan


bram menghampiri dokter


"bagaimana istri dan anak saya dok ?".tanya bram


"kondisi istri baik baik saja beruntung anda cepat membawanya kemari kandungannya masih bisa di selamatkan dan luka di kepalanya hanya kecil saya sarankan kejadian seperti jangan sampai terulang lagi dan terlambat ditangani kalau terlambat bisa saja anda kehilangan anak anda ".ucap dokter


dokter pergi


bram menghampiri madina yang memakai selang infus dan selang penafasan


dia mengecup tangan madina dan mengelus kepalanya


madina terbangun perlahan


"mas ".lirihnya


"lilisa ".


"aku dimana ?".


"kamu dirumah sakit tadi kamu kecelakaan dikit anak kita engak apa apa ".


bram mengatakan itu sambil memegang perut madina


madina memegang kepalanya


dia teringat sesuatu yang selama ini telah hilang


dia melihat dirinya saat kecil jatuh dari jurang dan pinggulnya tertusuk


dia melihat Florakecil di sampingnya tersenyum padanya dia memalai infus baju operasi dan selang pernapasan mereka akan operasi dan mereka di bius


"lilisa ada apa ?".tanya bram


lilisa tersenyum


"enggak ada mas ".ucapnya


bram menemani madina di rumah sakit selama 1 hari dan membantunya hingga madina tertidur


dia mengecup kening madina


"aku harus pulang dulu buat ambil baju kamu dan aku ".ucap bisik bram


pada saat akan pulang dia lewat bangsal lain


dia mendengar seorang nenek nenek memaki maki seorang dokter wanita dia melihat dari kejauhan


"saya akan tuntut kamu dan rumah sakit ini kalian sudah bunuh suami saya !".maki nenek itu


wanita yang di maki maki itu adalah tabhita


tabhita bingung bagaimana menjelaskan pada wanita itu kalau itu adalah takdir sementara wanita itu terus memakinya di depan banyak orang sungguh ia menyesal tidak bisa menyelamatkan nyawa kakek itu ini pertama kalinya dalam hidupnya menjadi dokter


"ini bukan salah dia nek !".lantang seseorang dari jauh


semua orang melihat bram yang mendekat termasuk tabhita


"bram ".lirihnya


"ini semua sudah takdir nek tuhan yang berkehendak tuhan yang memutuskan kita hidup dan mati itu kapan dan dimana itu semua sudah takdir dari maha kuasa ".ucap bram


nenek itu menangis dan terduduk di kursi

__ADS_1


"maafkan aku bu dokter aku tidak bisa merelakannya ".ucap wanita itu tersedu sedu


tabhita memaafkan wanita itu dan menenangkannya


wanita itu ke dalam ruangan melihat jasad suaminya


tabhita diluar


"bhi aku....


tabhita membuat jari lima tanpa menoleh pada bram di sampingnya


"terima kasih sudah meyakinkan nenek itu tapi maaf aku tidak butuh bantuanmu ".ketus tabhita


tabhita pergi keluar rumah sakit


"bhi biarkan aku bicara ".pinta bram sambil mengikutinya keluar taman


tabhita tetap berjalan


"bhi dengarkan aku dulu !".pinta bram


siku tabhita di tarik oleh bram


"apaan sih !".


"dengarkan aku bhi !".


"apa yang harus aku dengerin dari lelaki seperti kamu ?".


"dengerin aku dulu aku benar benar butuh bantuanmu aku... aku..."


"apa yang mau kau bicarakan kau bukan siapa siapa aku tidak pernah kenal dengan dirimu !".


"aku tahu kau pasti masih berhubungan dengan harish ".ucapnya


"siapa kamu kenapa kamu ikut campur ".


"mau apa kamu hah !".


"aku tanya padamu perlahan bagaimana harish selama beberapa tahun ini kenapa dia berubah ?".


tabhita terkekeh


"kaulah yang mengubahnya bram wijaya wilson kau yang merebut hartanya haknya dan bahkan kau tidur dengan kekasihnya tidakkah kau ingat itu ?".sendu tabhita di akhir


bram menatap netra tabhita yang seakan menampung air


dia melepas dua tangannya yang di tembok


tabhita mendekatinya sambil menunjukknya


"tidakkah kau ingat itu bram saat itu kau berjanji padaku kau akan menunggu bahkan aku sangat setia padamu karena aku percaya dengan janjimu itu tapi ternyata janji itu palsu ".ucap tabhita


bram hanya menunduk tabhita pergi dia berbalik


"dan jangan harap aku gak tahu rahasia dan skandal kamu bram aku tahu pernikahan kamu ternyata bukan aku saja yang tersakiti tapi juga perempuan lain ".ucapnya


ia pergi ke parkiran sambil menghapus air mata


••••


harish bersama nina


"nina kau perlu pulang bram pasti akan mencarimu ingat apa yang sudah ajarkan padamu dan ku katakan padamu ".ucap harish


"tapi kakak bagaimana dengan gadis itu dan keluarganya ?".tanya nina


"kau tidak perlu khawatir mereka sudah tidak berhubungan lagi dengan bram maupun madina dan mereka tidak ada sangkutannya dengan ini ".ucap harish


"aku janji kakak aku akan satukan kau dengan kak bram ".ucap nina menangis

__ADS_1


harish memeluknya erat


••••


Floradi kamarnya ia menatap langit dia selalu terbayang dengan ciuman antara dia dan harish dia dia menutup mata dan meneteskan air mata


"aku salah dan aku benar benar benar salah aku ini murahan aku ini sama buruknya ".umpatnya dalam hati


dia teringat ketika ia sedih harish menghiburnya dia ingat ketika dia terluka harish mengobatinya perlahan ketika ia meneteskan air mata harish menggantinya dengan perasaan tawa ketika Floralemah harish mendukungnya


rasanya sangat salah perasaan itu benar benar salah perasaan yang seharusnya tak pernah ada


dia menutup matanya dan meneteskan air mata


•••


di kamar harish


harish melihat foto polaroid Floradia mengelusnya


dia terbayang ciumannya dengan Florarasanya membahagiakan namun juga menyakitkan


"andai saja aku bisa bersamamu Floraaku mencintaimu dengan tulus tanpa peduli kau bagaimana sekalipun ".ucapnya serak menahan air mata


air mata itu berusaha ia tahan tetap saja turun karena cintanya sangat menyakitkan seperti ini


dia memeluk foto bunga


2 orang itu sebenarnya saling mencintai namun status dan takdir menjadi penghalang mereka


"aku gak bisa mas maafin aku aku memang tidak pantas untuk kamu ". bunga


"Floraandai kamu tahu bahwa cintaku sangatlah tulus padamu aku terima apapun kekuranganmu meskipun kau akan jauh dariku cintaku tak akan berubah aku akan selalu setia padamu dan menunggumu bahkan hingga nafas terakhirku sekalipun aku akan selalu menunggumu".harish


mereka meneteskan air mata dan tidur


keesokan harinya


anita datang ke kamar bunga


dia tersenyum dan duduk di tepi ranjang


"Florasayang bangun ya sudah pagi kamu mau ke kantor kamu dulu kan ada vanessa di bawah ".ucap anita


Floratidak bangun


"ayo sayang bangun udh siang ".ucap anita


mencoba membangunkan Florayang tidur terlentang dia membalik tubuh Floradia melihat hidung Floramimisan banyak dan berwajah sangat pucat dari sebelumnya


"Flora".pekik anita


ia mencoba membangunkan anaknya


"Florasayang bangun nak !".pekik anita menangis


anita memanggil anak anak laki lakinya dan suaminya yang sedang sarapan bersama mereka bergegas kesana


"ya allah Flora!".pekik zayn


dia mengelus kepala putrinya


ammar menggendong Floradan turun bersama akbar mereka membawanya ke mobil menuju rumah sakit


anita terus menangis selama perjalanan vanessa Asya dan Aaliyah berusaha menenangkan dirinya


Floradi bawa ke ICU untuk di tangani


ammar dan akbar berusaha menenangkan anita yang terus menangis begitu pula zayn


kondisi Florasangatlah kritis dia sedang di tangani dokter sekarang

__ADS_1


__ADS_2