
Harish mengajak Flora ke pegunungan perkebunan dan sawah
"waw aku seperti kenal tempat ini ini bagus banget ?".ucap Flora turun dari mobil bersama harish
Harish tersenyum padanya
"ikut aku ".ucap harish
Flora mengikutinya
ada Ammar Akbar dan Zayn serta Anita
"mama papa di sini ?".tanya bunga
"iya sayang papa dan mama tentu disini ".ucap Zayn dengan senyum
"ini di mana ?".tanya bunga
"kamu enggak ingat dulu kalian waktu masih kecil sering main ke kebun teh di kampung kita ".ucap Anita
pacar seksi Akbar juga datang
"semuanya perkenalkan Adilla ".ucap Akbar merangkul kekasihnya
semua menahan tawa
Akbar memperkenalkan keluarganya pada Dilla
Dilla tersenyum
Asiye dan Aaliyah juga datang bersama Ammar
"mama boleh aku undang 1 orang lagi ?".pinta bunga
Anita tersenyum
"boleh sayang ".ucapnya
Flora mengundang Vanessa
Vanessa datang dengan kereta dan taksi online
Vanessa dan Flora berpelukkan begitu pula dengan asiye
Lucifer datang
rupanya Harish juga mengundang asisten sekaligus temannya
Vanessa memutar matanya malas
"setan ini lagi datang ".lirih pelan Vanessa
"siapa setan ?".tanya Lucifer
"tidak .tidak ada ".ucap Vanessa
"Kalian kenapa sih ?".tanya bunga
Harish melihat Flora dengan senyum
Flora mengerti
"tidak .tidak ada Flora lebih baik kita foto saja ".ucap Vanessa mengalihkan pembicaraan
Harish menepuk pundak Lucifer
"lain kali sedia payung sebelum hujan ".bisik Harish
"hmm hari itu aku lupa membawa black cardku ".ucap Lucifer
Harish tertawa
Vanessa bersama Flora melihat pegunungan
"kamu kenapa sih sama Lucifer ? ".ucap Flora menyelidiki
"tidak aku tidak apa ".ucap Vanessa
"kau bohong ya ".ucap bunga
Vanessa memutar matanya dan akhirnya jujur
"katakan ?".ucap bunga
"aku kesal padanya kau ingat hari itu kau meninggalkan aku dia memesan banyak makanan aku akui baik aku dan dia sama sama rakus tapi aku kesal padanya dia bilang dia akan membayarnya tapi nyatanya aku yang bayar makanannya dia begitu pelit katanya dia lupa membawa kartunya ".ucap Vanessa
Flora tertawa
"jangan terlalu lama membenci nanti jadi cinta ".ucap bunga
Vanessa mencubit pipi bunga
•••
__ADS_1
Bram masih di rumah sakit
"mas aku gak bisa temani kamu lama aku gak tahan di rumah sakit ".ucap Madina
"apa kamu gak bisa temani aku kamu bisa kan tidur di sofa atau brangkar sebelah ".lirih Bram
"mas ".tekan Madina
"aku gak bisa anak kita gak nyaman tidur di brangkar ".ucap Madina
dia memang tak mau tidur disana dan malas menemani bram
"kenapa sih kamu gak mau kemarin Flora temenin aku ?".tanya Bram
Madina sewot dan berdiri
"kamu itu Flora Flora kenapa harus bawa bawa dia kalau kamu mau sama dia sama dia aja sana ".ucap Madina sewot dia keluar membanting pintu
Bram mengelus wajahnya dengan kedua tanganya dia merasa serba salah ini itu salah
Tabhita melihatnya dari jauh
Yash menepuk pundaknya
"nak ayah tahu kau masih menyimpan rasa itu lupakan nak pikirkan masa depanmu bersikaplah formal ".ucap Yash
"entahlah ayah jujur aku masih menyimpan perasaan itu padanya tapi ketika aku tahu cerita tentang istrinya hatiku sakit betapa teganya Bram mengkhianati istrinya saat istrinya tengah berjuang aku belum sanggup untuk bertemu dengan dia ".ucap Tabhita pada ayahnya
•••
kembali ke bunga
ia dan keluarganya di atas puncak
angin sepoi sepoi mengkhantam kulitnya ia menggosok kedua tangannya dia kemudian mengelus ototnya
seseorang dari belakang memberikan jas padanya
Flora melihat Harish
"thanks ".ucapnya
Harish tersenyum
"tak apa ".ucapnya
suasana sunset akan terjadi diantara mereka
"have u seen sunset before ?".ucap Harish
mereka saling tersenyum dan menatap
"thanks for helping me Flora aku akan beritahu Bram malam ini aku akan kembali ke rumah sakit ".ucap Harish
"dan wanita itu ".ucap bunga
"biar itu akan jadi urusanku dan Bram ".ucap Harish
mereka tersenyum bersama
ingin rasanya Harish mengatakan pada Flora bahwa ia mencintai Flora apapun keadaanya tapi niat itu ia urungkan dia tak mau berburu buru dia juga belum tahu apakah Flora menyukainya dia berharap Flora perlahan juga bisa mencintainya
tanpa Harish sadari Flora sendiri merasa nyaman dan senang di dekatnya tapi Flora belum menyadari bahwa itu adalah benih cinta yang timbul di hatinya
baik di hati keduanya mulai tumbuh perasaan terlarang diantara mereka berdua tapi Flora berusaha untuk menepisnya
Flora hampir terpeleset
Harish menangkapnya
Flora jatuh di pelukkan Harish Harish berusaha menjaga keseimbangan
mereka saling berdekatan dan menatap
"thanks ".ucap bunga
"kita pergi saja disini bahaya ".ucap Harish
•••
Madina di rumahnya
dia mendapat telepon
[ 📞 : Lo yakin dapet darimana ini photo ?.Madina ]
[ 📞 : gw lagi di pegunungan gw lihat kakak lo sama cowok ganteng berduaan di gunung naik mobil .Cheryl ]
[ 📞 : kasih gua fotonya !.Madina ]
teman Madina mengirim foto Flora dan Harish di puncak saling berdekatan
Madina tersenyum smirk dia punya rencana licik
__ADS_1
Bram di rumah sakit
Madina kembali ke rumah sakit
"Madina ".lirih Bram pelan
"mas maafin aku ya tadi aku emosi ".ucap Madina
Bram tersenyum padanya
Madina mengambil perhatian Bram perlahan dia merawat Bram dan menyuapinya dan merawatnya
Madina mengeluarkan ponsel dari sakunya
"tunggu ya ponsel aku bunyi ".ucap Madina
Madina bersedekap dada
"kenapa ?".tanya Bram
"enggak mas enggak ada apa apa ".ucap Madina terbata bata
Bram tahu Madina berbohong
Bram merebut ponsel Madina
Bram melihatnya mengepalkan tangan dan geram rahangnya mengeras
"kurang ajar kau Harish Flora biadab kalian dasar perempuan murahan ".geram batin Bram
Madina tersenyum smirk
dokter datang memeriksa keadaan Bram dan mengatakan Bram sudah boleh pulang
"tanpa kau suruh aku pulang aku akan pulang ".geram Bram
Yash curiga pada istri Bram Madina
"apa wanita jelek ini mempengaruhi Bram ".batin Yash
Bram mengemudi dengan kondisi cepat
Madina tersenyum dalam hatinya ia bahagia
"mas jangan emosi ".ucap madina menenangkan Bram
Bram tetap mengemudi dalam keadaan cepat
Flora bersama Harish dan keluarganya makan makan bersama
"Ammar bagaimana soal pernikahanmu dengan Asiye ?".tanya Zayn
Ammar tersenyum
"aku sudah pikirkan pah aku rasa semakin cepat semakin baik ".ucap Ammar
"kami rasa akan lebih baik dipercepat demi Aaliyah ".ucap asiye
semua tersenyum
mereka makan bersama
"kami akan menunggumu kabar darimu Akbar ".ucap Anita
semua tertawa pacar Akbar sudah pergi
"aku...aku ...tunggu waktu saja ".ucap Akbar
"iya tunggu waktu untuk tobat ".ucap Bunga
semua tertawa lepas
mereka semua akan pulang ke rumah masing masing
Flora pamitan pada Harish
"thank u ".ucap bunga
"u too ".ucap Harish dengan senyum
Vanessa akan pulang
"aku antar ya ".ucap Lucifer
"enggak akhhhh nanti yang bayar tol aku lagi ".ucapnya
semua tertawa dengan pertengkaran Vanessa dan Lucifer
Lucifer memaksa untuk mengantarnya pulang
"tolonglah izinkan aku antar kau pulang nanti jika kau kenapa kenapa di jalan bagaimana ".ucap Lucifer
Vanessa tersenyum smirk
__ADS_1
"baiklah jangan salahkan aku kau akan keder dengan alamat rumahku ".ucap Vanessa
mereka semua pulang