
Bram berjalan ke rumah sakit melihat
Flora yang tengah tertidur di ranjang rumah sakit dan kritis dia mengecup tangan Flora dan mencium keningnya
Bram kini bersama Amran di luar ruangan Flora melihatnya dari jendela
"kau kemana saja hah ?".tanyanya
Bram hanya diam
Amran menghela nafas pelan
"dia baru saja melewati masa kritis Bram dia telah melalui begitu banyak kehilangan.kau ingat perkataan ku bukan hari itu ?.jangan salahkan aku kau bisa kehilangan keduanya ".ucap Amran
Amran pergi
Flora terbangun Bram di sisinya tersenyum padanya
"dad".ucapnya
Bram tersenyum
"aku di sini.kau ingin apa ?".tanyanya
Flora tersenyum
Mereka mengenggam tangan milik mereka berdua
"aku mau kamu tidak meninggalkan aku".pinta Flora
Bram tersenyum
ia mengecup kening istrinya
•••
perusahaan Bram mengalami perampokan saham kecil kecilan semua karyawan Bram saling berusaha menghentikan Rampokan kecil saham Bram
"bagaimana ini bisa terjadi !".pekik Eddard
Jauh dari sana seseorang tersenyum smirk merasa puas melihat benda lipat di hadapannya yang bergambarkan sahamnya yang naik
ia adalah Harish
"rencanamu berhasil ".puji Lucifer
Harish tersenyum smirk
mereka minum bir bersama
"setidaknya kalau hukum alam tak bicara maka hukum rimba bertindak".ucap Harish
Lucifer terkekeh mereka minum bir dan melihat keindahan langit biru dan jalanan
•••
Bram sedang bersama Flora ia menyuapinya
Madina terus menelpon namun Bram mematikan ponselnya dan menolak panggilannya
"kenapa kau menolaknya ?".tanya Flora
"tidak penting kau makan saja terlebih dahulu".ucapnya
Ia menyuapi Flora
Kring
Kring
Kring
Flora menghembuskan nafas nya pelan
"Eddard sepertinya menelpon aku rasa itu penting".ucap Flora
Bram mengangkatnya karena itu ternyata memang dari Eddard
...📞 : Halo.Bram...
Bram terkejut
Bram mengendarai kendaraan roda 4 miliknya ke kantor Harish meninggalkan Flora
Harish tengah bekerja menandatangani surat surat
Bram masuk
"kau kan yang melakukan ini ?".tanya Bram
Harish hanya meliriknya sebentar dan kembali melakukan tugasnya
"kalau iya memangnya kenapa ?".tanya nya
Rahang Bram mengeras
Harish berdiri dari kursinya membenarkan jas miliknya
dan berjalan serta menyenderkan tubuhnya di pelipis meja dan menyilangkan tangan
"kau boleh mengambil berapapun yang kau mau aku tidak peduli kau mengambil berapapun saham yang aku miliki !.tapi satu hal yang harus kau tahu jangan pernah melibatkan apapun pada istriku !".tekan Bram
Bram mengira Flora kritis dan jatuh akibat ulah suruhan Harish yang ingin membalas dendam padanya
Harish terkekeh
"kau seperti tahu aku rupanya Bram".ucap Harish
"aku tidak akan segan segan membuatmu....ucap Bram terpotong
"cacat ? seperti dahulu ?".tanya Harish
Bram berbalik ia akan pergi
namun langkahnya terhenti ketika Harish memanggilnya
"Abraham !".ucapnya lantang
"istrimu itu cantik aku sarankan kau jangan kau sakiti dia !".ucapnya
__ADS_1
Tangan Bram mengepal ia memukul Harish
Bugh
"jangan berani beraninya kau bicara tentang istriku atau mendekatinya sedikit pun !".bentak Bram
Harish tersenyum smirk
Ia memukul Bram balik
Bugh
Bugh
"sebelum kau pukul aku lihat dahulu siapa yang paling menjijikan dan pantas untuk di pukul !".ucap Harish
dia membentak Bram
Mereka saling bertukar mata tajam
“Suatu saat kau akan pastikan kau kehilangan segalanya !”.tekan Bram
“Kita akan lihat nanti ! Siapa yang akan menang kau atau aku !”.tekan Harish
Bram pergi kemudian
•••
Beberapa Hari kemudian
hari telah berganti
Flora ada di bawah dia memasak
Tringggg
bel rumah berbunyi
Flora membukanya ternyata madina datang
Flora melihatnya
Mereka saling menatap dalam
Flora tersenyum dan terkekeh
Ia memeluknya dan madina juga memeluknya
"hei madina kau datang ada apa ?".tanya Flora
"kakak aku rindu padamu".ucapnya
Flora tersenyum
Rupanya Flora dan Madina ialah kakak adik kandung
Selama ini Bram dan Madina melakukan persetubuhan di belakang Flora
Flora tak menyadari bahwa orang ketiga di dalam rumah tangganya adalah adiknya sendiri
Mereka saling mengobrol
"boleh ya nginap di sini soalnya banyak pengikut aku aku ngejar di apartemen satu hari aja".ucap madina memelas
bram turun
"dad !".ucap Flora menghampiri suaminya
bram dan madina saling tersenyum
"dad madina boleh ya nginap sini 1 hari aja !".ucap Flora
"ya sudah tidak apa apa !".ucap bram
mereka makan bersama
malam harinya Flora dan madina menonton film bersama
"kamu sudah telepon mama papa !".ucap Flora
Madina hanya diam
Flora menatapnya
Flora yakin adiknya ini pasti masih bermasalah dengan orang tua mereka
Madina cerita padanya bahwa ia kabur dari rumah sebab mama papa mereka melarangnya untuk menjadi Modeling
Kasihan pada adiknya Flora menyembunyikannya dari orang tuanya dan membantunya
•••
Flora tidur bram ke kamar madina madina belum tidur menunggu bram dia makan cherry dan memakai bathrobe bersandar di dinding
"kamu ngapain kesini !".ucap bram dengan berbisik memegang bahu madina
madina tersenyum dan mengalungkan tangannya
"aku kangen lah dad sama kamu !".bisik madina
"tapi kenapa kamu kesini ?".sewot bram
"dad aku mau deket sama kamu !".ucap madina
dia menggoda bram dan mencium bibirnya
"denger waktu kita gak tepat jangan disini !".ucap bram
dia mendorong madina dan meninggalkanya
madina kesal dan memeluknya dari belakang
"dad ayolah !".ucap madina
Bram berbalik
Madina tersenyum ia melepas bathrobe nya
Bram menelan ludahnya kasar karena apa yang di hadapannya
__ADS_1
bram tidak bisa menolak madina dan mereka melakukan asmara terlarang mereka diam diam
Dia melempar madina ke kasur dan bermain dengannya
•••
Keesokan harinya
"dad aku minta bungkusin buat madina ya ?".ucap Flora
"ya sudah !".ucap bram
"tapi kenapa kamu baik sama madina setahuku bukankah kalian dulu suka bertengkar ".ucap bram
"itu dulu dad kita kan saudara harus saling menyayangi aku sayang sama dia !".ucap Flora
mendengar itu bram seperti sadar dengan kesalahan apa yang dia lakukan
di mansion bram
madina masuk ke kamar Flora mencoba ranjangnya
"seharusnya aku yang berada di ranjang besar ini bukan dia !".ucap madina
dia sangat iri dengan Flora kakaknya dia kesal
lalu turun ke kamarnya
Flora pulang membawa makanan untuk madina
madina berniat pulang dan pamit pada bram serta Flora
dia marah melihat mansion itu yang sangat besar dan mewah
"loh kok kamu pulang ?".tanya Flora
"iya kak kayaknya udah aman !".ucap madina
Madina melihat gelang berlian yang sama seperti yang bram berikan padanya ia mengepalkan tangan
madina pamit dan pergi
bram dan Flora kemudian ke kantor masing masing saat akan pergi hidung Flora berdarah
"sayang kau sakit ?".ucap bram
Flora menghapus darah di lobang hidungnya
"tidak dad aku hanya panas dalam !".ucap Flora
Flora belum bercerita mengenai penyakitnya
mereka ke kantor masing masing dan bekerja
malam harinya Flora pulang ke rumahnya tapi bram belum pulang
"dad bram kemana aku telepon gak aktif !".gumam Flora
suasana sedang hujan kepalanya pusing dan dia merogoh laci mencari obatnya dan meminumnya
di penthouse madina
Brakkk
madina marah pada bram
"dad mau sampai kapanpun aku tidak mau seperti ini dad !".ucap madina
bram kesal
"kamu sabar donk aku gak bisa memilih salah satu dari kalian !".ucap bram
"tapi gimana nasib aku dad kamu selalu bilang entar dan nanti tunggu aku capek dad jadi simpenan kamu terus akting begini begitu !".ucap madina
"lilisa aku tahu kamu juga ingin huFlora n kita ini jelas aku juga ingin itu sebenarnya !".ucap bram
madina memegang kerah Bram
"aku gak mau pisah sama kamu dad aku sudah kasih segalanya ke kamu sekarang kamu tanggung jawab siapa yang akan terima aku kalau aku udh gak perawan ".ucap madina
Bram memegang tengkuk Madina
"aku harap kamu bisa sabar lilisa ".
madina memegang kerah bram dan menariknya untuk menciumnya hasrat bram timbul dan kemudian mereka saling bersetubuh
bram sangat menikmatinya
Flora berniat memberi makanan untuk madina dia tahu kode penthosenya bukan sambutan yang ia dapat melainkan suara erangan dan pakaian berserrakkan di lantai
yang ia tahu jas dan pakaian siapa ia melihat logo mereknya yaitu pakaian yang ia pilihkan untuk suaminya
bram kini tengah melakukan hubungan suami istri yang tak sepantasnya di lakukan oleh bram dan madina
"dad...".ucap madina dibawahnya
Flora menuju suara erangan itu hancur hatinya melihat suaminya sedang melakukan huFlora n seperti itu
PRANGGG
benda di tangan Flora terjatuh
bram melihat Flora dengan madina Flora meneteskan air mata
"shittt !".ucap bram memakai bathrobenya
dia mengejar Flora yang pergi
PLAKKKK
Flora menampar bram cukup kuat
"apa lagi yang mau di jelaskan dad gak ada !".bentak Flora
dia pergi dari penthouse itu tak tentu arah dia sungguh tak menyangka suami yang ia cintai tega berselingkuh darinya padahal dia sedang berusaha menjadi istri yang sempurna terhadap suaminya itu
"hiks hiks tega kamu dad !".teriak Flora sambil menangis di tengah hujan ia pingsan tiba tiba
Di tengah hujan dia terjatuh hujan membasahi tubuhnya dan menyamarkan air matanya yang menetes
__ADS_1
Sebuah sinar mobil datang ke arahnya
Kaki seseorang menghampirinya dan menolongnya