Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 05


__ADS_3

Bram berjalan ke rumah sakit melihat


Flora yang tengah tertidur di ranjang rumah sakit dan kritis dia mengecup tangan Flora dan mencium keningnya


Bram kini bersama Amran di luar ruangan Flora melihatnya dari jendela


"kau kemana saja hah ?".tanyanya


Bram hanya diam


Amran menghela nafas pelan


"dia baru saja melewati masa kritis Bram dia telah melalui begitu banyak kehilangan.kau ingat perkataan ku bukan hari itu ?.jangan salahkan aku kau bisa kehilangan keduanya ".ucap Amran


Amran pergi


Flora terbangun Bram di sisinya tersenyum padanya


"dad".ucapnya


Bram tersenyum


"aku di sini.kau ingin apa ?".tanyanya


Flora tersenyum


Mereka mengenggam tangan milik mereka berdua


"aku mau kamu tidak meninggalkan aku".pinta Flora


Bram tersenyum


ia mengecup kening istrinya


•••


perusahaan Bram mengalami perampokan saham kecil kecilan semua karyawan Bram saling berusaha menghentikan Rampokan kecil saham Bram


"bagaimana ini bisa terjadi !".pekik Eddard


Jauh dari sana seseorang tersenyum smirk merasa puas melihat benda lipat di hadapannya yang bergambarkan sahamnya yang naik


ia adalah Harish


"rencanamu berhasil ".puji Lucifer


Harish tersenyum smirk


mereka minum bir bersama


"setidaknya kalau hukum alam tak bicara maka hukum rimba bertindak".ucap Harish


Lucifer terkekeh mereka minum bir dan melihat keindahan langit biru dan jalanan


•••


Bram sedang bersama Flora ia menyuapinya


Madina terus menelpon namun Bram mematikan ponselnya dan menolak panggilannya


"kenapa kau menolaknya ?".tanya Flora


"tidak penting kau makan saja terlebih dahulu".ucapnya


Ia menyuapi Flora


Kring


Kring


Kring


Flora menghembuskan nafas nya pelan


"Eddard sepertinya menelpon aku rasa itu penting".ucap Flora


Bram mengangkatnya karena itu ternyata memang dari Eddard


...📞 : Halo.Bram...


Bram terkejut


Bram mengendarai kendaraan roda 4 miliknya ke kantor Harish meninggalkan Flora


Harish tengah bekerja menandatangani surat surat


Bram masuk


"kau kan yang melakukan ini ?".tanya Bram


Harish hanya meliriknya sebentar dan kembali melakukan tugasnya


"kalau iya memangnya kenapa ?".tanya nya


Rahang Bram mengeras


Harish berdiri dari kursinya membenarkan jas miliknya


dan berjalan serta menyenderkan tubuhnya di pelipis meja dan menyilangkan tangan


"kau boleh mengambil berapapun yang kau mau aku tidak peduli kau mengambil berapapun saham yang aku miliki !.tapi satu hal yang harus kau tahu jangan pernah melibatkan apapun pada istriku !".tekan Bram


Bram mengira Flora kritis dan jatuh akibat ulah suruhan Harish yang ingin membalas dendam padanya


Harish terkekeh


"kau seperti tahu aku rupanya Bram".ucap Harish


"aku tidak akan segan segan membuatmu....ucap Bram terpotong


"cacat ? seperti dahulu ?".tanya Harish


Bram berbalik ia akan pergi


namun langkahnya terhenti ketika Harish memanggilnya


"Abraham !".ucapnya lantang


"istrimu itu cantik aku sarankan kau jangan kau sakiti dia !".ucapnya

__ADS_1


Tangan Bram mengepal ia memukul Harish


Bugh


"jangan berani beraninya kau bicara tentang istriku atau mendekatinya sedikit pun !".bentak Bram


Harish tersenyum smirk


Ia memukul Bram balik


Bugh


Bugh


"sebelum kau pukul aku lihat dahulu siapa yang paling menjijikan dan pantas untuk di pukul !".ucap Harish


dia membentak Bram


Mereka saling bertukar mata tajam


“Suatu saat kau akan pastikan kau kehilangan segalanya !”.tekan Bram


“Kita akan lihat nanti ! Siapa yang akan menang kau atau aku !”.tekan Harish


Bram pergi kemudian


•••


Beberapa Hari kemudian


hari telah berganti


Flora ada di bawah dia memasak


Tringggg


bel rumah berbunyi


Flora membukanya ternyata madina datang


Flora melihatnya


Mereka saling menatap dalam


Flora tersenyum dan terkekeh


Ia memeluknya dan madina juga memeluknya


"hei madina kau datang ada apa ?".tanya Flora


"kakak aku rindu padamu".ucapnya


Flora tersenyum


Rupanya Flora dan Madina ialah kakak adik kandung


Selama ini Bram dan Madina melakukan persetubuhan di belakang Flora


Flora tak menyadari bahwa orang ketiga di dalam rumah tangganya adalah adiknya sendiri


Mereka saling mengobrol


"boleh ya nginap di sini soalnya banyak pengikut aku aku ngejar di apartemen satu hari aja".ucap madina memelas


bram turun


"dad !".ucap Flora menghampiri suaminya


bram dan madina saling tersenyum


"dad madina boleh ya nginap sini 1 hari aja !".ucap Flora


"ya sudah tidak apa apa !".ucap bram


mereka makan bersama


malam harinya Flora dan madina menonton film bersama


"kamu sudah telepon mama papa !".ucap Flora


Madina hanya diam


Flora menatapnya


Flora yakin adiknya ini pasti masih bermasalah dengan orang tua mereka


Madina cerita padanya bahwa ia kabur dari rumah sebab mama papa mereka melarangnya untuk menjadi Modeling


Kasihan pada adiknya Flora menyembunyikannya dari orang tuanya dan membantunya


•••


Flora tidur bram ke kamar madina madina belum tidur menunggu bram dia makan cherry dan memakai bathrobe bersandar di dinding


"kamu ngapain kesini !".ucap bram dengan berbisik memegang bahu madina


madina tersenyum dan mengalungkan tangannya


"aku kangen lah dad sama kamu !".bisik madina


"tapi kenapa kamu kesini ?".sewot bram


"dad aku mau deket sama kamu !".ucap madina


dia menggoda bram dan mencium bibirnya


"denger waktu kita gak tepat jangan disini !".ucap bram


dia mendorong madina dan meninggalkanya


madina kesal dan memeluknya dari belakang


"dad ayolah !".ucap madina


Bram berbalik


Madina tersenyum ia melepas bathrobe nya


Bram menelan ludahnya kasar karena apa yang di hadapannya

__ADS_1


bram tidak bisa menolak madina dan mereka melakukan asmara terlarang mereka diam diam


Dia melempar madina ke kasur dan bermain dengannya


•••


Keesokan harinya


"dad aku minta bungkusin buat madina ya ?".ucap Flora


"ya sudah !".ucap bram


"tapi kenapa kamu baik sama madina setahuku bukankah kalian dulu suka bertengkar ".ucap bram


"itu dulu dad kita kan saudara harus saling menyayangi aku sayang sama dia !".ucap Flora


mendengar itu bram seperti sadar dengan kesalahan apa yang dia lakukan


di mansion bram


madina masuk ke kamar Flora mencoba ranjangnya


"seharusnya aku yang berada di ranjang besar ini bukan dia !".ucap madina


dia sangat iri dengan Flora kakaknya dia kesal


lalu turun ke kamarnya


Flora pulang membawa makanan untuk madina


madina berniat pulang dan pamit pada bram serta Flora


dia marah melihat mansion itu yang sangat besar dan mewah


"loh kok kamu pulang ?".tanya Flora


"iya kak kayaknya udah aman !".ucap madina


Madina melihat gelang berlian yang sama seperti yang bram berikan padanya ia mengepalkan tangan


madina pamit dan pergi


bram dan Flora kemudian ke kantor masing masing saat akan pergi hidung Flora berdarah


"sayang kau sakit ?".ucap bram


Flora menghapus darah di lobang hidungnya


"tidak dad aku hanya panas dalam !".ucap Flora


Flora belum bercerita mengenai penyakitnya


mereka ke kantor masing masing dan bekerja


malam harinya Flora pulang ke rumahnya tapi bram belum pulang


"dad bram kemana aku telepon gak aktif !".gumam Flora


suasana sedang hujan kepalanya pusing dan dia merogoh laci mencari obatnya dan meminumnya


di penthouse madina


Brakkk


madina marah pada bram


"dad mau sampai kapanpun aku tidak mau seperti ini dad !".ucap madina


bram kesal


"kamu sabar donk aku gak bisa memilih salah satu dari kalian !".ucap bram


"tapi gimana nasib aku dad kamu selalu bilang entar dan nanti tunggu aku capek dad jadi simpenan kamu terus akting begini begitu !".ucap madina


"lilisa aku tahu kamu juga ingin huFlora n kita ini jelas aku juga ingin itu sebenarnya !".ucap bram


madina memegang kerah Bram


"aku gak mau pisah sama kamu dad aku sudah kasih segalanya ke kamu sekarang kamu tanggung jawab siapa yang akan terima aku kalau aku udh gak perawan ".ucap madina


Bram memegang tengkuk Madina


"aku harap kamu bisa sabar lilisa ".


madina memegang kerah bram dan menariknya untuk menciumnya hasrat bram timbul dan kemudian mereka saling bersetubuh


bram sangat menikmatinya


Flora berniat memberi makanan untuk madina dia tahu kode penthosenya bukan sambutan yang ia dapat melainkan suara erangan dan pakaian berserrakkan di lantai


yang ia tahu jas dan pakaian siapa ia melihat logo mereknya yaitu pakaian yang ia pilihkan untuk suaminya


bram kini tengah melakukan hubungan suami istri yang tak sepantasnya di lakukan oleh bram dan madina


"dad...".ucap madina dibawahnya


Flora menuju suara erangan itu hancur hatinya melihat suaminya sedang melakukan huFlora n seperti itu


PRANGGG


benda di tangan Flora terjatuh


bram melihat Flora dengan madina Flora meneteskan air mata


"shittt !".ucap bram memakai bathrobenya


dia mengejar Flora yang pergi


PLAKKKK


Flora menampar bram cukup kuat


"apa lagi yang mau di jelaskan dad gak ada !".bentak Flora


dia pergi dari penthouse itu tak tentu arah dia sungguh tak menyangka suami yang ia cintai tega berselingkuh darinya padahal dia sedang berusaha menjadi istri yang sempurna terhadap suaminya itu


"hiks hiks tega kamu dad !".teriak Flora sambil menangis di tengah hujan ia pingsan tiba tiba


Di tengah hujan dia terjatuh hujan membasahi tubuhnya dan menyamarkan air matanya yang menetes

__ADS_1


Sebuah sinar mobil datang ke arahnya


Kaki seseorang menghampirinya dan menolongnya


__ADS_2