Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 24


__ADS_3

Flora bersandar di dada Harish melihat lautan dan bulan


Harish mengelus kepalanya lembut


"aku menyesal karena aku pernah sangat percaya padanya sebelumnya ".ucap Flora


"apa ?".tanya Harish


Flora melepaskan sandaran kepalanya dan tubuhnya melihatnya


" Bram dia... sepertinya bahagia dengan wanita simpanannya".ucap Flora


"aku tahu wanitanya sedang hamil. bersamaan denganku ".ucap Flora menahan tangis


"aku mengira bahwa dia tidak pernah melanggar janjinya padaku tapi nyatanya itu hanya omongan belaka". Isak Flora


"dia bermain mesra dengan Madina nama wanita itu di rumah di rumah kami".ucap Flora


Flora melihat Harish


"bodoh.seharusnya aku tak menceritakan itu padamu ".ucap Flora


Harish segera memeluknya erat


"aku minta maaf".ucap Harish menangis diam


Flora menangis


•••


Flora dan keluarga Hendarto serta Harish dan Lucifer pulang dari pantai dan villa mereka ke mansion masing masing


karena Flora merasa mudah lelah ia cerita pada Ammar dan Akbar Ammar dan Akbar paham dan memaksa untuk pulang Zayn dan Anita pun mengizinkan


Flora akan pergi


"makasih ya mas Harish sudah membantuku dan menghiburku dan terima kasih juga mas Lucifer ".ucap Flora pada Harish dan Lucifer


Harish merasa seperti ada yang hilang jika Flora jauh darinya


Harish memegang tangan bunga


"tidak apa apa Flora kau juga adikku aku pasti akan membantumu ".ucap Harish menepuk tangan bunga


Flora tersenyum


"sebentar lagi aku bukan lagi adikmu kita berteman saja itu sudah lebih dari cukup ".ucap Flora menepuk tangan Harish


mendengar itu Harish sedih dalam hatinya ia sudah mencintai Flora karena kecantikan dan kebaikan hatinya serta kelembutan hatinya


Flora pergi bersama keluarganya melepaskan tumpukkan tangannya dengan Harish


Harish menatap nanar kepergiaan bunga


rasanya terasa sakit


Lucifer menepuk pundak Harish


"rish kalau kamu suka dia biarkan dia bahagia dan buatlah dia bahagia aku yakin suatu saat dia juga akan mencintai kamu ".ucap Lucifer


menenangkan Harish


Harish dan Lucifer pergi


di mansion Hendarto


keluarga Hendarto sudah sampai di mansion mereka


"Flora istirahat ya ".ucap Akbar membimbing Flora naik tangga


"ayoo mah ".ucap Zayn membimbing Anita ke atas


Ammar melihat kecurigaan diantara orang tuanya seperti ada yang di sembunyikan


dia memasukan tangannya ke dalam kantong


"seperti ada yang di sembunyikan papa dan mama aku akan cari tahu ".gumam Ammar

__ADS_1


Akbar menuntun Flora ke tepi kasur


"kau tidak boleh terlalu lelah Flora ".ucap Akbar


"terima kasih ya kak ".ucap bunga


Ceklek


Ammar datang dan duduk di tepi kasur


"Flora kau tidak apa apa kan ?".tanya Panik Ammar


"tidak .aku tidak apa apa mungkin aku hanya lelah saja kak ".ucap Ammar


"kau minum vitamin mu ya ".ucap Akbar mengelus kepala bunga


"and oh iya ".ucap Akbar memberi paper bag pada bunga


"ini apa kak ?".tanya bunga


"bukalah ! ".perintah Akbar


Flora membukanya dia terkejut dan bahagia


"ah ini buat aku ".histeris bunga


"iya ambilah ".ucap Ammar dan Akbar bersamaan


isinya croffle , waffle , pastry dan berbagai camilan dan gorengan curry pup


Flora sangat bahagia


Ammar dan Akbar senang adik mereka bahagia


keesokan harinya


keluarga Hendarto sedang sarapan


"mama papa aku sama Akbar dan Flora mau pergi dulu sebentar ya ".ucap Ammar


"gak apa apa Ammar kalian mau pergi lama juga gak apa apa ".lirih Anita


ketiga Anak anak Zayn serta Anita saling melirik dan tersenyum


"Flora sayang makan yang banyak ya ".ucap Anita


"iya mah ".ucap bunga


•••


pagi pagi sekali Bram bangun ke kantornya


dia akan ke ruangannya sudah ada seseorang yang duduk di ruangannya


Ceklek


Bram membuka pintu melihat rambut panjang terurai sedang duduk di kursi tunggunya


"siapa anda ?".tanya Bram


Flora berbalik


"Flora ".lirih Bram


Bram mendekati bunga


tapi Flora mundur menjauh


"aku kesini kasih ini mas ".ucap Flora menghempaskan kertas ke meja


Bram mencoba mendekati bunga


Flora mundur menjauh dan mengangkat tangannya


"jangan dekati aku mas ".ucap Flora penuh penekanan


di belakang Flora ada Ammar dan Akbar menyilangkan tangan

__ADS_1


Bram mencoba bicara pada Flora tapi Flora tidak mau bicara dengannya


"apakah sudah selesai dengan aktingmu Bram ?".tanya Ammar


Bram menoleh ke belakang melihat Ammar dan Akbar menyilangkan tangan


"kami kemari menemani Flora dan mengantarkan itu padamu ".ucap Akbar menunjuk kertas yang di hempaskan Flora ke meja dengan matanya


"Flora dengerin aku dulu ".ucap Bram


Flora tidak mau mendengarkan


Bram mencoba meyakinkan bunga


"baiklah katakan waktuku tidak banyak ".ucap Flora menyilangkan tangan


"Ammar Akbar aku perlu bicara dengan Flora sendirian ".ucap Bram


"kenapa apa kau ingin menyakiti dia lagi !".protes Ammar


"atau kau ingin kami tidak lihat bagaimana kau dan Flora bertengkar iya begitu ?".protes Akbar


"kakak ".ucap Flora melihat Ammar dan Akbar


Ammar dan akbar setuju dan pergi ke luar ruangan


"sekarang katakan padaku ada apa ?".tanya bunga


Bram mendekati bunga


"Flora aku mohon ".ucap sendu Bram


Flora berusaha bersikap tenang


"kita sudah resmi cerai mas saat anak ini lahir kita resmi cerai ".ucap Flora penuh penekanan


"apa hubungan kita harus kayak gini ".ucap Bram


"kamu yang buat hubungan kita seperti ini mas kamu yang selingkuh dan mengkhianati aku bersama Madina kamu gak bisa pertahankan aku dan Madina bersamaan aku yang mengalah mas aku yang selalu mengalah sama Madina sejak dulu dan aku ikhlas kamu dengan Madina sebab aku bukan pilihan atau taruhan dan Madina sudah menerima bekas dari aku dan maaf status kami berbeda ".ucap Flora penuh penekanan


Flora berniat untuk pergi tapi tangan Bram mencegatnya


"lepasin mas ".ucap Flora penuh penekanan dan merasa jijik


Bram tidak mau kehilangan bunga


"Flora dengerin aku dulu aku tahu aku salah tapi selama aku hamil kamu masih istri aku hargai aku sebagai suami kamu ".ucap Bram


Flora merasa jijik mendengarnya


"kamu bilang apa tadi hargai kamu sebagai suami aku kamu aja gak hargai aku sebagai istri kamu dan kamu gak adil sama aku mas ". Protes bunga


"maksud kamu apa Flora ?".tanya Bram


Flora terkekeh


"maksud aku apa kamu lihat perut aku kemarin aku ngundang kamu hanya sebagai bapak dari anak aku anak yang aku kandung ini tapi kamu gak hadir mas kamu lebih milih seneng seneng dengan Madina sementara aku harus menahan malu menjadi obrolan semua orang yang menanyakan kehadiran kamu itu yang aku bilang gak adil dan satu lagi kamu bahkan menikah siri dengan Madina tanpa seizin aku dan kamu selingkuh sama dia sampe pada akhirnya ia juga hamil karena kamu mas kamu sadar enggak kamu itu egois satu hal yang aku minta dari kamu maaf , maaf karena kamu sudah menjadi suami aku dan maaf karena kamu sudah menjadi calon ayah yang buruk untuk Guzelim ".ucap Flora penuh penekanan


Bram tidak bisa berkata apapun karena itu semua memang benar adanya


Flora berusaha untuk tenang dan tegar


"aku permisi dulu udah gak ada lagi yang kita perlu bicarakan ".ucap bunga


dia akan pergi


Bram tetap mencegatnya


"Flora aku mohon ".lirih Bram


"aku gak mau lagi denger semua ucapan kamu mas ".bentak bunga


tas yang dibawa Bram jatuh ke lantai bersama tas bunga


hingga isinya berserakan


Flora dan Bram mengambilnya

__ADS_1


tanpa Flora sadari ia memasukan flashdisk milik Bram ke tasnya


Flora lansung pergi ke Ammar dan Akbar dan ke luar dari kantor itu


__ADS_2