
Flora bersandar di dada Harish melihat lautan dan bulan
Harish mengelus kepalanya lembut
"aku menyesal karena aku pernah sangat percaya padanya sebelumnya ".ucap Flora
"apa ?".tanya Harish
Flora melepaskan sandaran kepalanya dan tubuhnya melihatnya
" Bram dia... sepertinya bahagia dengan wanita simpanannya".ucap Flora
"aku tahu wanitanya sedang hamil. bersamaan denganku ".ucap Flora menahan tangis
"aku mengira bahwa dia tidak pernah melanggar janjinya padaku tapi nyatanya itu hanya omongan belaka". Isak Flora
"dia bermain mesra dengan Madina nama wanita itu di rumah di rumah kami".ucap Flora
Flora melihat Harish
"bodoh.seharusnya aku tak menceritakan itu padamu ".ucap Flora
Harish segera memeluknya erat
"aku minta maaf".ucap Harish menangis diam
Flora menangis
•••
Flora dan keluarga Hendarto serta Harish dan Lucifer pulang dari pantai dan villa mereka ke mansion masing masing
karena Flora merasa mudah lelah ia cerita pada Ammar dan Akbar Ammar dan Akbar paham dan memaksa untuk pulang Zayn dan Anita pun mengizinkan
Flora akan pergi
"makasih ya mas Harish sudah membantuku dan menghiburku dan terima kasih juga mas Lucifer ".ucap Flora pada Harish dan Lucifer
Harish merasa seperti ada yang hilang jika Flora jauh darinya
Harish memegang tangan bunga
"tidak apa apa Flora kau juga adikku aku pasti akan membantumu ".ucap Harish menepuk tangan bunga
Flora tersenyum
"sebentar lagi aku bukan lagi adikmu kita berteman saja itu sudah lebih dari cukup ".ucap Flora menepuk tangan Harish
mendengar itu Harish sedih dalam hatinya ia sudah mencintai Flora karena kecantikan dan kebaikan hatinya serta kelembutan hatinya
Flora pergi bersama keluarganya melepaskan tumpukkan tangannya dengan Harish
Harish menatap nanar kepergiaan bunga
rasanya terasa sakit
Lucifer menepuk pundak Harish
"rish kalau kamu suka dia biarkan dia bahagia dan buatlah dia bahagia aku yakin suatu saat dia juga akan mencintai kamu ".ucap Lucifer
menenangkan Harish
Harish dan Lucifer pergi
di mansion Hendarto
keluarga Hendarto sudah sampai di mansion mereka
"Flora istirahat ya ".ucap Akbar membimbing Flora naik tangga
"ayoo mah ".ucap Zayn membimbing Anita ke atas
Ammar melihat kecurigaan diantara orang tuanya seperti ada yang di sembunyikan
dia memasukan tangannya ke dalam kantong
"seperti ada yang di sembunyikan papa dan mama aku akan cari tahu ".gumam Ammar
__ADS_1
Akbar menuntun Flora ke tepi kasur
"kau tidak boleh terlalu lelah Flora ".ucap Akbar
"terima kasih ya kak ".ucap bunga
Ceklek
Ammar datang dan duduk di tepi kasur
"Flora kau tidak apa apa kan ?".tanya Panik Ammar
"tidak .aku tidak apa apa mungkin aku hanya lelah saja kak ".ucap Ammar
"kau minum vitamin mu ya ".ucap Akbar mengelus kepala bunga
"and oh iya ".ucap Akbar memberi paper bag pada bunga
"ini apa kak ?".tanya bunga
"bukalah ! ".perintah Akbar
Flora membukanya dia terkejut dan bahagia
"ah ini buat aku ".histeris bunga
"iya ambilah ".ucap Ammar dan Akbar bersamaan
isinya croffle , waffle , pastry dan berbagai camilan dan gorengan curry pup
Flora sangat bahagia
Ammar dan Akbar senang adik mereka bahagia
keesokan harinya
keluarga Hendarto sedang sarapan
"mama papa aku sama Akbar dan Flora mau pergi dulu sebentar ya ".ucap Ammar
"gak apa apa Ammar kalian mau pergi lama juga gak apa apa ".lirih Anita
ketiga Anak anak Zayn serta Anita saling melirik dan tersenyum
"Flora sayang makan yang banyak ya ".ucap Anita
"iya mah ".ucap bunga
•••
pagi pagi sekali Bram bangun ke kantornya
dia akan ke ruangannya sudah ada seseorang yang duduk di ruangannya
Ceklek
Bram membuka pintu melihat rambut panjang terurai sedang duduk di kursi tunggunya
"siapa anda ?".tanya Bram
Flora berbalik
"Flora ".lirih Bram
Bram mendekati bunga
tapi Flora mundur menjauh
"aku kesini kasih ini mas ".ucap Flora menghempaskan kertas ke meja
Bram mencoba mendekati bunga
Flora mundur menjauh dan mengangkat tangannya
"jangan dekati aku mas ".ucap Flora penuh penekanan
di belakang Flora ada Ammar dan Akbar menyilangkan tangan
__ADS_1
Bram mencoba bicara pada Flora tapi Flora tidak mau bicara dengannya
"apakah sudah selesai dengan aktingmu Bram ?".tanya Ammar
Bram menoleh ke belakang melihat Ammar dan Akbar menyilangkan tangan
"kami kemari menemani Flora dan mengantarkan itu padamu ".ucap Akbar menunjuk kertas yang di hempaskan Flora ke meja dengan matanya
"Flora dengerin aku dulu ".ucap Bram
Flora tidak mau mendengarkan
Bram mencoba meyakinkan bunga
"baiklah katakan waktuku tidak banyak ".ucap Flora menyilangkan tangan
"Ammar Akbar aku perlu bicara dengan Flora sendirian ".ucap Bram
"kenapa apa kau ingin menyakiti dia lagi !".protes Ammar
"atau kau ingin kami tidak lihat bagaimana kau dan Flora bertengkar iya begitu ?".protes Akbar
"kakak ".ucap Flora melihat Ammar dan Akbar
Ammar dan akbar setuju dan pergi ke luar ruangan
"sekarang katakan padaku ada apa ?".tanya bunga
Bram mendekati bunga
"Flora aku mohon ".ucap sendu Bram
Flora berusaha bersikap tenang
"kita sudah resmi cerai mas saat anak ini lahir kita resmi cerai ".ucap Flora penuh penekanan
"apa hubungan kita harus kayak gini ".ucap Bram
"kamu yang buat hubungan kita seperti ini mas kamu yang selingkuh dan mengkhianati aku bersama Madina kamu gak bisa pertahankan aku dan Madina bersamaan aku yang mengalah mas aku yang selalu mengalah sama Madina sejak dulu dan aku ikhlas kamu dengan Madina sebab aku bukan pilihan atau taruhan dan Madina sudah menerima bekas dari aku dan maaf status kami berbeda ".ucap Flora penuh penekanan
Flora berniat untuk pergi tapi tangan Bram mencegatnya
"lepasin mas ".ucap Flora penuh penekanan dan merasa jijik
Bram tidak mau kehilangan bunga
"Flora dengerin aku dulu aku tahu aku salah tapi selama aku hamil kamu masih istri aku hargai aku sebagai suami kamu ".ucap Bram
Flora merasa jijik mendengarnya
"kamu bilang apa tadi hargai kamu sebagai suami aku kamu aja gak hargai aku sebagai istri kamu dan kamu gak adil sama aku mas ". Protes bunga
"maksud kamu apa Flora ?".tanya Bram
Flora terkekeh
"maksud aku apa kamu lihat perut aku kemarin aku ngundang kamu hanya sebagai bapak dari anak aku anak yang aku kandung ini tapi kamu gak hadir mas kamu lebih milih seneng seneng dengan Madina sementara aku harus menahan malu menjadi obrolan semua orang yang menanyakan kehadiran kamu itu yang aku bilang gak adil dan satu lagi kamu bahkan menikah siri dengan Madina tanpa seizin aku dan kamu selingkuh sama dia sampe pada akhirnya ia juga hamil karena kamu mas kamu sadar enggak kamu itu egois satu hal yang aku minta dari kamu maaf , maaf karena kamu sudah menjadi suami aku dan maaf karena kamu sudah menjadi calon ayah yang buruk untuk Guzelim ".ucap Flora penuh penekanan
Bram tidak bisa berkata apapun karena itu semua memang benar adanya
Flora berusaha untuk tenang dan tegar
"aku permisi dulu udah gak ada lagi yang kita perlu bicarakan ".ucap bunga
dia akan pergi
Bram tetap mencegatnya
"Flora aku mohon ".lirih Bram
"aku gak mau lagi denger semua ucapan kamu mas ".bentak bunga
tas yang dibawa Bram jatuh ke lantai bersama tas bunga
hingga isinya berserakan
Flora dan Bram mengambilnya
__ADS_1
tanpa Flora sadari ia memasukan flashdisk milik Bram ke tasnya
Flora lansung pergi ke Ammar dan Akbar dan ke luar dari kantor itu