
Ammar dan Akbar serta Zayn dan Anita datang di malam hari melihat flora di panti asuhan bermain bersama anak anak dan bahagia
"bagaimana mama ?".ucap Akbar menyilang kan tangan
Anita tersenyum
"aku rasa kita sembunyikan dia dulu sini Bram pasti akan mencarinya lagi nanti di rumah ".ucap Anita
Ammar dan Akbar melirik mengangguk
mereka berbisik pada Zayn Zayn mengerti dan tersenyum
"tuan Harish apakah tidak apa flora disini kami sembunyikan dulu ?".ucap Zayn
"tidak apa tuan Hendarto aku rasa itu bagus dari pada flora bersembunyi di hotel atau penthouse pasti bisa di lacak oleh Bram ".ucap Harish
Harish menghargai keputusan itu karena memang benar dan dia tidak ingin flora kembali disakiti pula oleh Bram
Anita menghampiri anaknya yang bermain bersama anak anak
"sayang kamu disini dulu ya sampai kondisinya aman ".ucap Anita
"enggak apa apa mah aku juga senang kok di sini ".ucap bunga
Ammar dan Akbar tersenyum padanya
anak mbok di panti asuhan lewat dia masih remaja dan muda Akbar melihatnya
PLETEK
Ammar menjitak kepala Akbar
"aduhhh ".ucap Akbar memegang kepalanya
"di otak kau itu hanya ada wanita ".ucap Ammar
akbar memegang kepalanya
flora tertawa dengan Anita
flora meneteskan darah dari hidungnya
"flora kamu sakit ?".tanya Akbar
flora menghapus mimisannya
"oh aku lagi panas dalam ".ucap bunga
"sayang kalau ada apa apa kasih tahu mama ya ".panik Anita
flora memegang tangan Anita
"mama mah aku gak apa apa om good and om pretty Fine " ucap flora dengan senyum
Ammar dan Akbar melirik curiga
Ammar dan Akbar serta Zayn dan Anita pulang dari panti dan memberi pakaian bunga
di mansion Bram
"mas kamu itu ngapain sih cari flora aku tuh lagi hami seharusnya kamu sama aku donk ".ucap Madina
bram mengusap wajahnya dengan satu tangan sementara tangan satunya memegang pinggulnya
"ya Tuhan lilisa kau tahu kan flora juga hamil ".ucap Bram
"mas aku yakin flora lagi ada di kampung sodara aku dulu dia pasti kesana dia juga gak apa apa entar balik lagi kesini udh deh gak usah khawatirin dia kan ada kak Ammar dan Akbar pasti mereka awasin itu cewek ".ucap Madina
Bram mencerna kata kata Madina ada benarnya juga kata Madina jika flora kenapa kenapa Bram pasti tahu dan mungkin flora ingin sendirian dulu dia gak mau menggangu flora toh flora juga di awasi Ammar dan Akbar
keesokan harinya
di panti flora
"Kakak flora Mr Harish hari ini kan ulang tahun disini kakak flora kasih apa ?".ucap anak panti
Harish dan flora tersenyum
"apa hadiahmu untukku ?".ucap Harish
"ada sudah aku siapkan ".ucap bunga
( aku tidak perlu hadiah flora aku hanya ingin senyummu senyummu yang selalu membuatku merasa bahagia tetaplah bersamaku .ucap batin Harish )
mereka ke dapur bersama anak anak
flora berencana membantu anak anak perempuan belajar memasak
__ADS_1
"kau ingin aku masakkan apa aku sedang ingin memasak saat ini ? ".ucap bunga
"aku ?".ucap Harish
"aku suka apa saja ".ucap Harish
"baiklah hari ini aku akan buatkan lumpia pastry dan Baked Salmon ".ucap bunga
flora mengajarkan anak anak mengupas dan menyuci bawang dan bahan bahan yang akan ia buat dengan baik dan benar
dari jauh Harish memperhatikannya dan menyilang kan tangan tersenyum padanya
Lucifer datang dari belakangnya ia tahu Harish memperhatikan bunga
"istri orang Loh , adek ipar kamu sendiri ".ucap Lucifer
Harish tersenyum
"aku tidak sebrengsek Bram perlahan akulah yang akan menghapus dan mengobati luka luka flora dihatinya hingga hatinya terisi olehku perlahan ".ucap Harish
Lucifer tersenyum kecut
"dan kau bagaimana denganmu ?".tanya Harish
"kau santai saja aku masih ingin senang senang menjadi cassanova ".ucap Lucifer sombongnya
"well happy birthday aku berharap semoga keingananmu tercapai ".ucap Lucifer
menepuk bahu Harish
Harish tersenyum
•••
saat ini Bram berada di mansion miliknya di gudang ia mengambil kotak dan menaruhnya di meja
dia mengambil album foto dan membersihkannya
dia membuka album foto itu dan melihatnya dia menutup rapat album foto itu dan menghembuskan nafasnya
(andai kau tahu Harish bahwa sebenarnya aku menyayangimu tapi kejadian itu...)
ucapan batin Bram terpotong mengingat masa lalu dia menaruh kotak itu dan album foto itu kembali di gudang
Mrs.Steiner yang melihatnya tahu sebenarnya apa yang di rasakan Bram
Bram pergi ke kantornya naik mobil sport miliknya
•••
Harish kini tengah bercocok tanam dengan para bocah lelaki panti sekaligus mengajarkan pada mereka merawat tanaman
flora melihatnya tersenyum
"anak anak ayo makan ".ucap bunga
anak anak antusias dan cuci tangan begitu pula Harish
flora akan pergi
"flora ".ucap Harish
flora berbalik
"ini ambilah ".ucap Harish memberikan beberapa mawar putih
"kau kan sudah berikan aku mawar putih kemarin kenapa kau berikan aku lagi ?".tanya bunga
"ambilah aku tahu kau ingin banyak mawar putih aku yang menanamnya disini ambil dan aku tahu kau suka flora apa saja ".ucap Harish
"oh ya kenapa kau bisa tahu kak Ammar dan Akbar cerita ?".tanya bunga
"tidak.tapi karena namamu flora ".ucap Harish
mereka berdua tertawa bersama
flora menerimanya dan mengatakan terima kasih
mereka masuk dan makan bersama anak anak
"baiklah jadi kau masakkan ini untuk ulang tahunku aku akan memakainya ".ucap Harish
Harish memakan masakkan Flora
Senyum di sudut bibirnya berubah ia terkejut akan sesuatu
( flora memang sempurna dia cantik dan pintar masak lelaki pasti beruntung mendapat istri sesempurna dirinya.ucap batin Harish )
__ADS_1
( kenapa ia memandang diriku seperti itu apa masakkanku tidak enak .ucap batin flora )
tiba saatnya acara di panti di mulai acara syukur dan doa serta makan makan di selenggarakan di panti
keluarga Al siddiq datang memberi hadiah pada Harish
"selamat Harish ".ucap Akbar memeluknya
"thanks ".ucap Harish
mereka makan bersama
Vanessa dan Lucifer datang
"kau kenapa kau duduk di sebelahku ?".tanya Vanessa
"kenapa apa orang tampan seperti aku tidak boleh duduk di sebelahmu ?".tanya Lucifer saking sombongnya
Vanessa memutar matanya dengan malas
acara selesai semua pamit pulang
"mana hadiahku ?".ucap Harish
flora tersenyum
"ikutlah denganku".ucap Flora
Harish mengikuti Flora yang ke sebuah taman di panti
Ia melihat seperti layar tancap
"aku membuatnya bersama anak anak ini hadiah dari mereka juga".ucap Flora
"sebuah teater dan layar tancap aku menyukainya".ucap Harish
Flora tersenyum
Flora memutar sebuah Film
"aku membuatnya aku harap kau menyukainya".ucap Flora
Harish dan Flora melihat rekaman seorang wanita
Harish terkejut melihat wanita itu wanita yang sangat ia rindukan
"mama".ucap Harish
Samara mengucapkan selamat ulang tahun padanya
Harish terdiam dia mendapat emosional dia pergi kemudian meninggalkan Flora begitu saja
Flora melihatnya ia merasa bersalah besar
sementara itu Bram di kantornya
Flashback on :
teringat masa lalu saat ulang tahun Harish saat mereka masih kecil
"kak aku ke papa dulu ya ".ucap Bram kecil
saat itu Harish terkena demam dan flu di ulang tahunya dia berada di kamarnya
"ya sudah cepatlah panggil papa aku ingin tiup lilin dengan papa ".ucap Harish kecil
"ok kak ".ucap Bram
Bram kecil menaiki tangga dan membuka kamar ayahnya sedikit karena memang tidak terkunci
alangkah terkejutnya dia mendapati ayahnya bersama bibinya / adik mamanya sedang selingkuh ( bersenggama ) saat itu mamanya sedang di rawat di rumah sakit dan dia dititipkan oleh Tantenya yang bernama Sahara
Bram mundur dan menjauh
menyusul Harish
"kamu kenapa ?".tanya Harish
Bram ketakutan
"kakak papa sepertinya sibuk kita tiup sekarang saja ".ucap Bram
" papa itu sibuk Mulu ".ucap Harish dia meniup lilin dengan tidak ikhlas
Bram memeluknya dan menenagkanya
flashback off
__ADS_1
"selamat ulang tahun Harish ".lirih Bram