Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 17


__ADS_3

Ammar dan Akbar serta Zayn dan Anita datang di malam hari melihat flora di panti asuhan bermain bersama anak anak dan bahagia


"bagaimana mama ?".ucap Akbar menyilang kan tangan


Anita tersenyum


"aku rasa kita sembunyikan dia dulu sini Bram pasti akan mencarinya lagi nanti di rumah ".ucap Anita


Ammar dan Akbar melirik mengangguk


mereka berbisik pada Zayn Zayn mengerti dan tersenyum


"tuan Harish apakah tidak apa flora disini kami sembunyikan dulu ?".ucap Zayn


"tidak apa tuan Hendarto aku rasa itu bagus dari pada flora bersembunyi di hotel atau penthouse pasti bisa di lacak oleh Bram ".ucap Harish


Harish menghargai keputusan itu karena memang benar dan dia tidak ingin flora kembali disakiti pula oleh Bram


Anita menghampiri anaknya yang bermain bersama anak anak


"sayang kamu disini dulu ya sampai kondisinya aman ".ucap Anita


"enggak apa apa mah aku juga senang kok di sini ".ucap bunga


Ammar dan Akbar tersenyum padanya


anak mbok di panti asuhan lewat dia masih remaja dan muda Akbar melihatnya


PLETEK


Ammar menjitak kepala Akbar


"aduhhh ".ucap Akbar memegang kepalanya


"di otak kau itu hanya ada wanita ".ucap Ammar


akbar memegang kepalanya


flora tertawa dengan Anita


flora meneteskan darah dari hidungnya


"flora kamu sakit ?".tanya Akbar


flora menghapus mimisannya


"oh aku lagi panas dalam ".ucap bunga


"sayang kalau ada apa apa kasih tahu mama ya ".panik Anita


flora memegang tangan Anita


"mama mah aku gak apa apa om good and om pretty Fine " ucap flora dengan senyum


Ammar dan Akbar melirik curiga


Ammar dan Akbar serta Zayn dan Anita pulang dari panti dan memberi pakaian bunga


di mansion Bram


"mas kamu itu ngapain sih cari flora aku tuh lagi hami seharusnya kamu sama aku donk ".ucap Madina


bram mengusap wajahnya dengan satu tangan sementara tangan satunya memegang pinggulnya


"ya Tuhan lilisa kau tahu kan flora juga hamil ".ucap Bram


"mas aku yakin flora lagi ada di kampung sodara aku dulu dia pasti kesana dia juga gak apa apa entar balik lagi kesini udh deh gak usah khawatirin dia kan ada kak Ammar dan Akbar pasti mereka awasin itu cewek ".ucap Madina


Bram mencerna kata kata Madina ada benarnya juga kata Madina jika flora kenapa kenapa Bram pasti tahu dan mungkin flora ingin sendirian dulu dia gak mau menggangu flora toh flora juga di awasi Ammar dan Akbar


keesokan harinya


di panti flora


"Kakak flora Mr Harish hari ini kan ulang tahun disini kakak flora kasih apa ?".ucap anak panti


Harish dan flora tersenyum


"apa hadiahmu untukku ?".ucap Harish


"ada sudah aku siapkan ".ucap bunga


( aku tidak perlu hadiah flora aku hanya ingin senyummu senyummu yang selalu membuatku merasa bahagia tetaplah bersamaku .ucap batin Harish )


mereka ke dapur bersama anak anak


flora berencana membantu anak anak perempuan belajar memasak

__ADS_1


"kau ingin aku masakkan apa aku sedang ingin memasak saat ini ? ".ucap bunga


"aku ?".ucap Harish


"aku suka apa saja ".ucap Harish


"baiklah hari ini aku akan buatkan lumpia pastry dan Baked Salmon ".ucap bunga


flora mengajarkan anak anak mengupas dan menyuci bawang dan bahan bahan yang akan ia buat dengan baik dan benar


dari jauh Harish memperhatikannya dan menyilang kan tangan tersenyum padanya


Lucifer datang dari belakangnya ia tahu Harish memperhatikan bunga


"istri orang Loh , adek ipar kamu sendiri ".ucap Lucifer


Harish tersenyum


"aku tidak sebrengsek Bram perlahan akulah yang akan menghapus dan mengobati luka luka flora dihatinya hingga hatinya terisi olehku perlahan ".ucap Harish


Lucifer tersenyum kecut


"dan kau bagaimana denganmu ?".tanya Harish


"kau santai saja aku masih ingin senang senang menjadi cassanova ".ucap Lucifer sombongnya


"well happy birthday aku berharap semoga keingananmu tercapai ".ucap Lucifer


menepuk bahu Harish


Harish tersenyum


•••


saat ini Bram berada di mansion miliknya di gudang ia mengambil kotak dan menaruhnya di meja


dia mengambil album foto dan membersihkannya


dia membuka album foto itu dan melihatnya dia menutup rapat album foto itu dan menghembuskan nafasnya


(andai kau tahu Harish bahwa sebenarnya aku menyayangimu tapi kejadian itu...)


ucapan batin Bram terpotong mengingat masa lalu dia menaruh kotak itu dan album foto itu kembali di gudang


Mrs.Steiner yang melihatnya tahu sebenarnya apa yang di rasakan Bram


Bram pergi ke kantornya naik mobil sport miliknya


•••


Harish kini tengah bercocok tanam dengan para bocah lelaki panti sekaligus mengajarkan pada mereka merawat tanaman


flora melihatnya tersenyum


"anak anak ayo makan ".ucap bunga


anak anak antusias dan cuci tangan begitu pula Harish


flora akan pergi


"flora ".ucap Harish


flora berbalik


"ini ambilah ".ucap Harish memberikan beberapa mawar putih


"kau kan sudah berikan aku mawar putih kemarin kenapa kau berikan aku lagi ?".tanya bunga


"ambilah aku tahu kau ingin banyak mawar putih aku yang menanamnya disini ambil dan aku tahu kau suka flora apa saja ".ucap Harish


"oh ya kenapa kau bisa tahu kak Ammar dan Akbar cerita ?".tanya bunga


"tidak.tapi karena namamu flora ".ucap Harish


mereka berdua tertawa bersama


flora menerimanya dan mengatakan terima kasih


mereka masuk dan makan bersama anak anak


"baiklah jadi kau masakkan ini untuk ulang tahunku aku akan memakainya ".ucap Harish


Harish memakan masakkan Flora


Senyum di sudut bibirnya berubah ia terkejut akan sesuatu


( flora memang sempurna dia cantik dan pintar masak lelaki pasti beruntung mendapat istri sesempurna dirinya.ucap batin Harish )

__ADS_1


( kenapa ia memandang diriku seperti itu apa masakkanku tidak enak .ucap batin flora )


tiba saatnya acara di panti di mulai acara syukur dan doa serta makan makan di selenggarakan di panti


keluarga Al siddiq datang memberi hadiah pada Harish


"selamat Harish ".ucap Akbar memeluknya


"thanks ".ucap Harish


mereka makan bersama


Vanessa dan Lucifer datang


"kau kenapa kau duduk di sebelahku ?".tanya Vanessa


"kenapa apa orang tampan seperti aku tidak boleh duduk di sebelahmu ?".tanya Lucifer saking sombongnya


Vanessa memutar matanya dengan malas


acara selesai semua pamit pulang


"mana hadiahku ?".ucap Harish


flora tersenyum


"ikutlah denganku".ucap Flora


Harish mengikuti Flora yang ke sebuah taman di panti


Ia melihat seperti layar tancap


"aku membuatnya bersama anak anak ini hadiah dari mereka juga".ucap Flora


"sebuah teater dan layar tancap aku menyukainya".ucap Harish


Flora tersenyum


Flora memutar sebuah Film


"aku membuatnya aku harap kau menyukainya".ucap Flora


Harish dan Flora melihat rekaman seorang wanita


Harish terkejut melihat wanita itu wanita yang sangat ia rindukan


"mama".ucap Harish


Samara mengucapkan selamat ulang tahun padanya


Harish terdiam dia mendapat emosional dia pergi kemudian meninggalkan Flora begitu saja


Flora melihatnya ia merasa bersalah besar


sementara itu Bram di kantornya


Flashback on :


teringat masa lalu saat ulang tahun Harish saat mereka masih kecil


"kak aku ke papa dulu ya ".ucap Bram kecil


saat itu Harish terkena demam dan flu di ulang tahunya dia berada di kamarnya


"ya sudah cepatlah panggil papa aku ingin tiup lilin dengan papa ".ucap Harish kecil


"ok kak ".ucap Bram


Bram kecil menaiki tangga dan membuka kamar ayahnya sedikit karena memang tidak terkunci


alangkah terkejutnya dia mendapati ayahnya bersama bibinya / adik mamanya sedang selingkuh ( bersenggama ) saat itu mamanya sedang di rawat di rumah sakit dan dia dititipkan oleh Tantenya yang bernama Sahara


Bram mundur dan menjauh


menyusul Harish


"kamu kenapa ?".tanya Harish


Bram ketakutan


"kakak papa sepertinya sibuk kita tiup sekarang saja ".ucap Bram


" papa itu sibuk Mulu ".ucap Harish dia meniup lilin dengan tidak ikhlas


Bram memeluknya dan menenagkanya


flashback off

__ADS_1


"selamat ulang tahun Harish ".lirih Bram


__ADS_2