
Bram sekarang bersama Harish di sebuah danau
mereka melempar batu ke dalam danau
"jauh sebelum kau aku tahu ayah berselingkuh dengan dia saat itu aku baru menduganya saja ".ucap harish
bram melempar batu kesal dan berdri
"kenapa kau tidak beritahu aku sebelumnya kalau kau juga tahu ".tegas bram
Harish berdiri
"aku tidak tahu kalau kau juga tahu ".ucap tegas harish
"sialan ".bentak bram
memberi bogem mentah pada harish
harish tak terima dan membalasnya
"kau pikir aku juga tak tahu rahasiamu bram kau selama ini menyembunyikan soal kematian ayah yang di sebabkan perempuan itu !".hardik harish
"apa yang kau bicarakan hah !".pekik bram
"apa yang aku bicarakan kurasa kau tahu bram ?".tanya harish
"kau selama ini mempunyai rekaman pembunuhan ayah tapi kau tidak melaporkanya kau selama ini menyembunyikan dan mengasingkan nina ".ucap harish
"kau tidak mengerti aku mengasingkanya demi keselamatannya supaya ia tidak bahaya oleh sahara supaya ia mandiri ".ucap bram tegas
"kau pikir dengan mengasingkan dia itu akan bagus untuknya hah !".pekik harish menarik kerah bram
begitu pula bram
"asal kau tahu rish bahwa selama ini aku selalu ingin menyatukan kita bertiga tapi adanya wanita itu disisimu dan kau mempercayai dia itu mustahil !".ucap bram
harish mendorong bram dan memberikan ia bogem mentah
mereka kembali bertengkar hebat
"apa masalahmu sebenarnya aku selalu menyayangimu aku tidak pernah iri padamu tapi kau merebut segalanya dariku !".hardik harish
"kau tahu harish aku selalu merasa bersalah padamu aku merebut hakmu aku merebut segalanya darimu saat itu aku di jebak oleh wanita itu untuk tidur bersamanya kau tahu setiap hari aku di bayangi rasa bersalah padamu ".hardik bram
harish tersenyum
"kau pasti berakting !".ucapnya
"kau tahu proyek besarmu dengan presidir Cloud Corp aku yang memintanya agar mau bekerja sama denganmu aku tak pernah sekalipun iri padamu !".ucap bram
harish tersenyum
"tanpa kau memberi tahu aku aku tahu itu ulahmu".ucap harish
"apa hubungan persaudaraan kita tak bisa di perbaiki ?".pekik bram
"takkah kau tahu aku ingin memperbaiki ini juga saat kau kecelakaan dan buruh banyak darah akulah yang menyumbangkan darahku padamu ".ucap harish
"tanpa kau bicara aku juga tahu !".ucap bram
mereka menatap tajam
mereka rindu suasana saat mereka kecil
mereka saling berpelukkan
"kardesim ".ucap harish
bram memeluknya erat
" i miss u so much i never want to be like this setiap hari aku selalu merasa bersalah ".ucap bram
" i missed it to aku yang bersalah karena aku selalu merasa dendam padamu ".ucap harish
mereka saling meminta maaf dan meneteskan air mata
•••
__ADS_1
bram dan harish di rumah sakit jiwa khusus narapidana melihat sahara yang di kurung
"ini hukuman untukmu kau pantas untuk itu ".ucap harish
"kurang ajar kalian berdua !".
"laknat !".
harish dan bram hanya diam melihatnya
"kau memang di tempat seperti ini ketimbang harus di penjara biasa kau itu gila dan maniak !".ucap bram
sahara tertawa lepas
"kau yang gila dan maniak bram kau gila akan nafsu kau tidak ada bedanya dengan ayahmu will ".ucap sahara
bram mengepalkan tangannya bersama harish
"bertapa bodohnya samara kalian apa kalian tahu saat itu itu samara sedang hamil adik kalian dan aku juga hamil namun sayang aku keguguran karena will memaksaku untuk aborsi !".ucap sahara
rahang bram dan harish mengeras sempurna mereka mengeluarkan air mata
"kau sama bram sama sama hina seperti ayahmu !".sindir sahara
"dan kau harish kau sangatlah bodoh seperti samara !".sindir sahara
PLAKKKK
harish menampar sahara bersama dengan bram
"jangan kau sebut nama mama kami !".hardik keduanya
sahara kembali tertawa lepas
"aku harap kalian berdua menyusul kedua orang tua kalian atau Flora yang akan menyusul sama seperti samara !".ucap sahara
bram dan harish terkejut
"kau pasti ingin tahu kenapa samara meninggal ?".tanya sahara
"sebab dia tahu aku hamil dan selingkuh dengan willy dan dia tahu kelakuan willy aku yang memberitahunya hari itu aku sengaja memberitahunya willy yang memaksaku aborsi dia bilang dia mencintaiku dan tidak pernah mencintainya kemudian dia ke rooftop dan terjun dan meninggal ".ucap sahara tertawa lepas kemudian
sahara tetap tertawa lepas
para perawat dan dokter datang menangani sahara
mereka terkejut dan meneteskan air mata
•••
Flora melihat amplop cantik diatas nakas dengan Flora matahari dia tersenyum
ia mengambilnya dan membukanya serta membacanya
dear Flower
~aku tidak tahu bagaimana aku bisa menulis ini padamu tulisanku sangatlah buruk bahkan aku sangat gugup menulis ini sebenarnya kau selalu mengatakan padaku kau selalu suka matahari itu sebabnya aku memberikanmu Flora matahari segar agar kau bisa terus melihat matahari dan selalu tersenyum tenang aku teringat saat kau bercerita mengenai persaudaraan hari itu kau membuat aku sadar bahwa pesaudaraan itu penting dan itu juga keinginanmu bukan ?.aku mengabulkan permintaanmu hari ini aku dan dia akan bertemu aku harap hubungan persaudaraan kami membaik dan itu berkat dirimu aku melakukan ini bukan untuk diriku sendiri tapi untuk dirimu dan dia serta aku ~. Harish Wijaya Wilson
Flora mengerti dia meneteskan air mata membaca itu
"Flora ada apa ?".tanya vanessa
"apa kau baik baik saja ".ucap asiye
"yeah im fine im very fine ".ucap Flora sendu
vanessa dan asiye melirik mereka memeluk bunga
vanessa dan asiye saling menjaga Flora menggantikan akbar yang sedang ada pekerjaan dengan ammar sebentar
•••
anita mengusap foto Flora dia di kamarnya
"ah anakku ".lirihnya
zayn mengelus bahunya ia menguatkanya
__ADS_1
"aku benar benar tak sanggup kehilangan dia ".ucap anita menangis tersedu sedu
zayn memberikan dadanya
"syutt tenang ok aku yakin dia pasti kuat dan akan sembuh aku jamin itu sekalipun dokter mengatakan dia takkan memiliki waktu yang lama sekalipun aku bisa membawanya ke dokter lain jika tuhan ingin mengambilnya dari kita maka lebih baik aku yang pergi dari dia ".sedih zayn
anita menangis tersedu sedu
"apa bram dan madina harus tahu hal ini ?".tanya anita
"mereka harus tahu bram itu suaminya dan madina ia harus tahu hal itu dia harus tahu !".ucap zayn
•••
"mau buat masalah apa lagi kau ?".tanya ammar dan akbar pada bram yang duduk di hadapan mereka sambil menyilangkan tangan
mereka bertemu di restoran
"harish apa kau yakin dia akan peduli dan berubah ?".tanya akbar
"katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada Flora ?".tanya bram
ammar dan akbar memutar matanya malas
"baru sekarang kau tanya kemari kemarin kau kemana saja !".sindir ammar
bram dan harish menundukkan kepala
"harish , kami sangat percaya padamu tapi kami tak percaya dengan lelaki bajingan ini ".sindir ammar kembali
sambil meminum teh sementara akbar makan sandwich
"aku mohon beri aku kesempatan aku ingin tahu apa yang terjadi pada Flora ?".lirih bram
"percayalah padaku ammar , akbar setidaknya biarkan Flora tahu aku dan dia sudah berbaikan sekarang ini juga keinginannya kan ".lirih harish
ammar dan akbar melirik mereka tahu harish ingin Flora bahagia
"sebenarnya bukan kami yang akan memberikanmu kesempatan bram ".ucap akbar
"itu bukanlah kami tapi dia ".ucap ammar
•••
bram melihat Flora lewat jendela kaca ia memegang kaca itu
"sudah berapa lama kau tahu hal ini harish ?".tanya bram
"sudah sangat lama saat ia tahu kau selingkuh aku bertemu dengannya dia pingsan hari itu aku menolongnya aku juga tahu ia anak dari zayn hendarto karena aku bekerja sama dalam bisnis dengan tuan zayn dan ammar akbar ".ucap harish
"kenapa selama ini dia sembunyikan hal ini dariku ?".tanya bram menangis
"sebab dia sudah sangat kecewa dan membencimu bram ".ucap harish
"saat itu kau mengatai dia , menyakiti dia dan menyiksanya lahir batin serta menyakiti anaknya ".ucap harish
bram menangis
"hari itu dia memintaku untuk mendonorkan darahku padamu karena dia juga sangat khawatir padamu ".ucap harish
bram menangis melihat Flora yang sedang tertawa bersama akbar dan vanessa dan asiye sudah lama ia tak melihat Flora bahagia seperti ini
ia menyesal karena sudah menyakiti Flora bertubi tubi dia menangis
"Flora ".lirihnya
harish melihat itu merasa yakin bahwa memang tidak ada peluang untuknya sebab bram masih mencintai Flora dia merasa dia seperti akan menjadi orang ketiga saja dia mengalah untuk bram
tabhita datang
"kangkernya sudah parah bram itu menyebar ke tubuhnya dia tetap kukuh mempertahankan bayi bayinya aku sudah bilang padanya ia takkan kuat tapi ia tetap keras kepala ".ucap tabhita pelan
Flora tidak sadar ada harish dan bram disana karena ammar dan akbar menghalanginya
ada Flora yang tersenyum bahagia
ada bram yang merasakan menyesal
__ADS_1
ada harish yang merasakan patah hati dan menyerah