
Flora tak kunjung membuka mata anita dan zayn selalu di sampingnya
"putriku !".lirih anita memegang tangan Flora dan menangis
zayn mengelus kepala putrinya yang cantik
dari luar kaca jendela ammar dan akbar melihat
"aku sangat takut kehilangan Flora ".sendu akbar
"kau tenang saja aku yakin dia kuat ".ucap ammar
sebenarnya ammar juga sangat khawatir pada Flora dia takut Flora kenapa napa dan meninggalkan keluarganya ayah dan ibunya bersedih terus dia menyembunyikannya
"aku berharap semoga Flora bisa sadar dan dia akan kembali tertawa dan ceria ".ucap akbar sendu
"aku juga begitu ".ucap ammar
•••
harish sekarang berada di rumah sakit dia melihat Flora yang tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit dan memakai selang oksigen dia memegang kaca dinding rumah sakit dan matanya memerah ia meneteskan air mata melihat Flora
"Flora".lirihnya
ammar , akbar dan lucifer berusaha menguatkannya dengan menepuk pundaknya
dia menghampiri Flora ke dalam ruangan dia mengusap pipi bunga
"im sorry ".lirihnya pelan
"u are very beautiful girl , you are the most beautiful girl i know you are the sweetest girl i first saw you know every time i look into your eyes i see the deepest pain you feel and you hold on ".ucap sendu harish menangis
dia mengecup kening bunga
buatnya itu adalah kecupan terakhir untuk Flora karena ia sudah bersumpah pada tuhan agar menyadarkan Flora dan dia menjauh
harish hendak pergi
"when i look into your eyes i feel like there is beauty in them somehow how deep the sense of beauty is it feels very calm there".lirih bunga
harish melihatnya
"Flora ".lirihnya
Flora tersenyum padanya
"when i look in to your eyes The pain that I'm holding feels like it's gone somewhere ".ucapnya
harish tersenyum mundur meninggalkannya walau perih hatinya meninggalkan Flora tapi ia sudah berjanji pada tuhan agar bila Flora sadar nanti ia menjauh harish menghapus air mata di pipinya
Flora menangis dan membiarkannya pergi
keluarga Flora datang melihat Flora dan menenangkannya
•••
lucifer bersama vanessa di taman rumah sakit
mereka berjalan
"jika kau punya seorang sahabat yang kau sayangi apa kau akan memiliki perasaan yang sama seperti aku tak sanggup kehilangan mereka ?".tanya vanessa
lucifer tersenyum
"satu satunya sobat terbaikku ialah harish aku bersamanya sejak kecil jika aku di posisimu aku juga akan sama perasaanya ".ucap lucifer
vanessa melihat 2 anak kecil perempuan bermain
"aku sangat tidak sanggup kehilangan Flora ".lirih vanessa sesak dan menahan air mata
lucifer menenangkanya dan merangkulnya
"aku juga sahabat sejati aku tahu arti sahabat ".ucapnya
vanessa menangis tersedu sedu
•••
nina bersama bram di mansion
nina di kamarnya menutupi dirinya dengan selimut
bram merasa bersalah meninggalkan nina seharian penuh bahkan hampir 2 hari dirinya menyesal sangat
"nina ".lirih bram
nina tak menjawab dan bersembunyi di bawah selimut
nina berubah menjadi dingin dan asing pada bram
__ADS_1
bram memijat pelipisnya
"makanlah aku sudah siapkan pastry kesukaanmu ".ucap bram
nina hanya diam
"kau tahu dengan kau seperti ini kau masih anak anak !".tegas bram
nina hanya diam
"apa masalahmu ! kenapa kau susah sekali diatur hah !".hardik bram
nina bangkit dari persembunyiannya
"aku .aku yang anak anak pikir dulu sebelum bicara siapa yang meninggalkan aku selama 2 hari dan mengurungku tanpa memberikan kunci pada siapapun entah bagaimana aku akan makan atau kau sengaja ingin membunuhku !".sindir nina
bram ingin menjawab tapi tak bisa awalnya dia kesana karena teringat dengan nina ia meninggalkan madina begitu saja dia melihat perubahan sikap nina padanya yang dingin
bram bangkit dari kursi dan keluar dari kamar nina
Brakkk
ia menutup pintu kencang
entah dia harus sabar atau bagaimana dengan sikap nina
"apa aku harus memberitahukannya sekarang ?".batinya
"apa ini waktunya ?".tanya batin bram
•••
harish bertemu Mrs.Steiner di luar
"bagaimana sekarang Mrs.Steiner ?".tanya harish
"ya begitulah den non nina sekarang lagi ngambek sama tuan bram ".ucap Mrs.Stenier
harish sengaja ingin bertemu dengan mbok untuk mengorek informasi soal bram selama ini
"bagaimana dengan bram selama ini ?".tanya harish
Mrs.steiner menghela nafas dan bercerita semuanya
"den.selama ini tuan bram sangat tersiksa selama ini tuan bram selalu merasa bersalah setiap kali den harish ulang tahun tuan bram selalu menyendiri dan diam dia kadang ke gudang untuk mengambil foto album ".ucap
Mrs.Steiner
•••
madina menelpon bram
"kenapa sih teleponnya enggak diangkat !".gerutunya kesal
sudah saatnya madina pulang tapi bram tak menjemputnya
madina tak sengaja bertabrakan dengan dokter Tabitha bersama perawatnya
Tarrr
ponsel madina jatuh
"jalan itu pakai mata donk !".hardik madina
"maaf nona ".ucap perawat disamping dokter tabhita
"maaf maaf lihat ponsel saya rusak karena anda ! ".sindir madina
"maaf bukankah anda juga seharusnya jalan pakai mata maksudku kenapa kau berjalan sambil memainkan ponsel ?".sindir tabhita
madina tak terima
"kurang ajar kau ".ucap madina
"sudah tidak tahu diri , sombong ".sindirnya pelan
tabhita hanya tersenyum
"sebelum kau bicara mengacalah di cermin siapa yang tak punya harga diri ".ucap tabhita
dan kemudian dia pergi bersama perawatnya dengan senyum
madina tak terima dan pergi
•••
bram berjalan di tepi jalan saat itu sudah malam ia bersama lucifer suasana saat itu dingin
"dimana harish sekarang ?".tanya bram
__ADS_1
"kenapa kau tanya aku dia kan kakakmu ".ucap lucifer
" aku perlu tahu dimana dia sekarang ".ucap bram
lucifer terkekeh
"untuk apa untuk menghancurkan dia lagi untuk kesekian kalinya ".sindir lucifer
"lucien aku perlu tahu tentang dia aku ingin bertemu dengan dia kau teman dekatnya aku yakin kau tahu ".ucap bram
lucifer terkekeh
"kau masih ingat namaku dengan baik ".ucap lucifer
"dia selalu mengawasi mu bram , dia selalu khawatir dan sayang padamu sebenarnya dia selalu merasa kesepian akulah yang selalu ada di sampingnya sebagai saudaranya karena aku anak sulung dan tidak punya saudara kami saling mendukung seperti saudara
tapi ada satu hal yang harus kau tahu meskipun ia sangat membencimu dia tetap ingat dirimu sebagai adiknya kau tahu saat kau kecelakaan dia dengan sukarela menyumbangkan darahnya padamu dan itu juga karena istrimu Flora yang menyadarkannya Flora bahkan selalu setia menunggumu dan harish sejujurnya sangat cemburu hari itu namun ia sadar bahwa saat itu Flora masih istrimu ".ucap lucifer
bram bersandar di dinding beton dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya
rasanya tidak percaya selama ini ternyata harish juga menyayanginya dan Flora bahkan menyatukan mereka
dia berusaha tak menangis
lucifer yang melihatnya menghela nafas pelan
•••
harish bersama tabhita
mereka berjalan di taman
"ayahku dan Amran mengatakan alangkah baiknya Flora tinggal di rumah sakit selama dia hamil kondisinya sangat lemah dia tidak boleh banyak bergerak ,kepikiran dan menangis ".ucap Tabitha
harish hanya mendengarkan
"apa kau yakin dengan keputusanmu menjauhinya ?".tanya tabhita
"dengar baik aku dan Amran kami sarankan kau membatalkan keputusanmu".ucap Tabhita
harish hanya diam
"aku harap kau tak menyesal .dia menangis karena kau meninggalkannya ".ucap tabhita
"aku akan pergi ".ucap tabhita
taksi datang
ia naik taksi
•••
ammar di mansion menidurkan Aaliyah
"sebenarnya apa yang terjadi sama Flora ?".tanya pelan asiye
disamping ammar
"kamu tahu kan Flora itu sakit ".ucap ammar
"aku tahu itu tapi ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari aku katakan itu ".pinta asiye
ammar menghela nafas
"Flora sekarat .dokter mengatakan ia takkan sanggup melawan rasa sakitnya dia sudah tak lama lagi bahkan ketika usia kandungannya 7 bulan ia. harus caesar ".ucap sendu ammar
asiye terkejut
"kenapa kamu enggak bilang sama aku !".pekik asiye
"Flora itu teman aku aku gak mau kehilangan dia dia adalah orang yang sangat baik ".ucap asiye sesak
ammar berusaha menenangkannya dan memeluknya ia juga sama sedihnya
"kau tenang saja dia itu pasti kuat aku yakin itu ".ucap ammar
Flora di ruang inapnya mengusap perutnya
dia menangis
zayn dan anita pulang karena perintah Flora agar ayah ibunya tak apa dan mereka perlu istirahat Flora sementara ammar dia pulang bersama asiye dan Aaliyah
dia di temani Akbar
Akbar sedang keluar sebentar membeli makanan untuk Flora yang ingin makan mie ayam malam malam
Flora menulis di buku hariannya
~terkadang cinta itu menyakitkan dan salah aku tahu apa itu cinta cinta itu pengorbanan aku berkorban demi cintaku pada anakku bukan berati aku menyerah dalam hidup ataupun takdir
__ADS_1
tapi aku menyerah demi kehidupan yang aku tampung yaitu anak anakku aku ingin menjadi ibu bagi anak anakku kelak aku tidak mau membunuh anak anakku biarlah cinta ini tetap aku pemdam dalam sendirinya ~.sesak Flora sambil menangis