Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 53


__ADS_3

...🥀 aku mencintaimu bukan untuk setiap hari tapi selalu dan selamanya setiap detik menit jam dan nafasku 🥀...


•••


Harish memotong kayu dengan kapak di depan rumahnya yang berada di perkebunan mawar dan melati serta matahari yang jauh dari lokasi tempat tinggal Lucifer sudah beberapa kali membujuknya untuk pulang begitu pula dengan Nina namun gagal ia tak mau bertemu dengan Flora dan ingin melupakan rasa cintanya Bram juga tak pernah mengunjunginya bahkan untuk membujuk entah kenapa


seseorang datang dengan mobilnya


" Harish ".ucap Lucifer


ini kesekian kalinya Lucifer datang dia ternyata bersama Amran


"hai Harish".ucap Amran


"Amran ".ucap Harish


•••


Harish melihat Flora yang berada di tengah pantai pasir putih ia melamun melihat danau di dermaga


"temui dia".ucap Amran


"dia membutuhkanmu".ucap Lucifer


Harish berjalan menghampiri Flora


"flora".ucap Harish


Flora tersenyum mendengar suaranya


" Harish ".ucap Flora lemah


ternyata itu Flora wajahnya masih sama pucat pasi namun selalu cantik dengan senyum bibirnya masih merah merekah


ada rasa rindu diantara mereka namun bibir mereka saling terpaku


Mereka masuk ke rumah Harish


Harish menyambutnya dengan teh


"ada apa kau kemari ?".tanya Harish


"aku..aku...aku hanya ingin meminta maaf atas segalanya".


Flora menghembuskan nafasnya pelan


" aku akan pergi aku akan ke Jepang untuk pengobatanku lusa karena penyakitku sudah sangat parah aku hanya ingin mengatakan itu padamu setidaknya kita bisa saling berpisah ".ucap Flora tanpa memandang Harish


"oh itu saja ".ucap Harish walau ia terkejut dalam hatinya tapi ia menyembunyikan rasa terkejut itu


"well aku sangat suka dengan arsitek dan interior rumahnya sepenuhnya kayu ".ucap Flora


Harish tersenyum padanya


"aku yang meminta interiornya seperti ini ".ucap Harish


Flora seperti menahan sesuatu dia menggenggam dan mengepal kuat tangannya ia tenang dan membuang nafas pelan


Flora melihat jendela belakang ia berdiri dari duduknya dia melihat kebun mawar dan matahari di belakang rumah Harish


"kau penyuka mawar juga rupanya ".ucap Flora lemah


"aku menanamnya agar aku tidak bosan dan kesepian saja ".ucap Harish


Flora tersenyum


"kau tahu bolekah aku meminta sesuatu darimu ?".tanyanya


Harish berdiri kemudian di belakangnya Flora berbalik melihatnya


"sebelum aku pergi aku ingin memberitahumu bahwa aku mungkin tidak akan kembali ke mari lagi jika kau mengizinkan aku berkata ini aku ingin satu perpisahan darimu Harish ".ucap Flora


"apa ?".tanya pelan Harish


"aku ingin kau membawaku ke suatu tempat tempat di mana itu bisa membuatku melihat senja dan fajar ".pinta Flora ia Menatapnya


Netra mereka saling menatap dalam


Harish hanya tersenyum padanya


Harish membawanya dengan mobil mereka bersama melewati jalan berbagai kilometer dan pegunungan hingga langit berubah menjadi sore hari


Mereka pergi ke sebuah pantai dengan pasir putih dan lautan biru yang cerah dan cantik dengan suasana sepoi dan sunyi


Harish menutup mata Flora dengan kain ia membukanya


"jangan buka matamu terlebih dahulu".Bisik Harish


"rasakan suasananya".ucap Harish di telinganya


Nafasnya yang hangat menyentuh kulit flora

__ADS_1


Flora melangkahkan kakinya di sana dengan perlahan ia membuka matanya


Ia menyukai kecantikan dari apa yang di lihatnya begitu banyak keindahan alam di sana


Ia tersenyum dengan Harish


Harish menatap kecantikan Flora yang alami bersinar melihat mentari dan angin sepoi sepoi yang menghantam kulit mereka


"kemarilah".ucap Harish merangkul Flora


Flora bersandar di dada bidang Harish Harish membelai rambut Flora


Langit telah berubah menjadi ungu pekat sunset akan datang


Mereka melihat sunset dengan tenang dan tersenyum


Harish mengelus bahu dan lengan Flora


suasana berubah menjadi malam yang gelap matahari telah pergi bulan telah datang


bintang telah menyinari langit malam


Flora bersandar di dada bidang Harish mereka berada di pantai


Harish mengelus kepalanya lembut


Mereka melihat bintang bintang di langit


"sewaktu aku kecil dahulu aku punya teleskop dan aku sering sekali melihat komet".ucap Flora


"apa nama komet kesukaanmu ?".tanya Harish


"komet Kohoutek tapi yang aku ingin paling lihat ialah komet Halley komet tercantik yang pernah ada dan hanya akan ada setiap 75 tahun sekali".ucap Bunga


"lihat ada bintang jatuh ".ucap Harish menunjuk langit


"banyak orang bilang bintang jatuh ialah komet namun itu sangat berbeda ".ucap Harish


Flora tersenyum


"aku akan buat harapan ".ucap Flora ia menutup mata


Harish melihatnya ia juga menutup mata mengharapkan sesuatu


Harish bersama Flora ia mengendarai kendaraan roda empat miliknya mengantarnya ke rumahnya


"kau yakin kau akan ke Jepang ?".tanya Harish tanpa melihatnya


Harish melakukan rem mendadak


Ia mengambil nafas lalu membuangnya kasar


Ia memukul setir mobil


"mau sampai kapan kau berbohong Flora !".hardik harish


Flora terkejut akan kemarahan Harish


"kau kenapa ?".tanya Flora


Harish keluar dari mobil


Flora juga ia mengejarnya


"ada apa dengammu !".ucapnya


"ada apa denganku hah !".ucap Harish


"aku tahu kau berbohong ! Kau bohong bukan kau tidak ke jepang ! Kau menyerah bukan !".ucap Harish lantang


"ya aku menyerah !".lantang Flora


Ia tak bisa menahan tangisannya


Mereka saling ribut


"aku menyerah pada segalanya di dunia ini ! Aku lelah aku hanya ingin hidup tapi aku tak bisa ! aku lelah !".ucap Flora


Ia masuk mobil dan menangis


"Damned !".hardik Harish


Flora menangis dalam mobil


Harish menahan air mata di pelupuknya ia marah namun juga sedih dan menahan sakit di hatinya


Harish hanya diam


Flora masih menangis dalam diam di mobil


Harish memasuki mobil

__ADS_1


Flora melihatnya


Namun Harish tidak


Ia memegang tangannya


Harish melihatnya


mereka saling mengenggam tangan


"jadi kau akan meninggalkan aku ?".tanya Harish


Flora diam ia menghela nafas


"yah ".ucapnya pelan


"kau akan meninggalkan aku ?".tanya Harish sekali lagi


Flora tak bisa menahan air matanya hatinya terasa sesak


"yah iya aku akan meninggalkanmu".Isak Flora


Harish tak bisa menahan air mata miliknya


" aku selalu mencintaimu apakah kau tidak pernah mencintaiku juga aku selalu berada di dekatmu aku mencintaimu".ucap Harish.


"aku mencintaimu ! aku selalu mencintaimu !Sejak kita bertemu."


"Aku mencintaimu di setiap kita bicara dan tertawa


di setiap kita bersama dan


di setiap kita terpisah aku selalu membayangkan dirimu ! selalu berada di sisiku ".ucap Harish menangis


Ia memegang wajah Flora


Flora menangis


Ia juga memegang rahang Harish


"aku selalu takut bahwa aku tidak bisa bersamamu".isak tangis Flora


"hei!".ucap Harish


Mereka berciuman lembut nan dalam


"aku mencintaimu kau tahu itu aku tak ingin melihat awan di matamu ( menangis ) yang ku inginkan hanyalah satu darimu yaitu tawamy dan senyummu".ucap Harish


Mereka terkekeh dan tertawa sambil menangis


Harish membawa Flora ke rumah kayu miliknya


Mereka di dermaga berdiri


Harish memegang dagu Flora mengangkatnya rupanya


Flora menahan sisa air mata tapi percuma saja air mata itu terus tumpah ia mengelus pipi Flora dengan tangan kanannya


"maafkan aku Flora.aku salah aku selalu mencintaimu Flora


aku mencintaimu bukan untuk setiap hari tapi selalu dan selamanya setiap detik , menit , jam dan nafasku ".ucap Harish


"aku hanya takut aku sangat takut jika aku takkan pernah bisa bersamamu atau mungkin aku memang bukan untukmu ".ucap Flora sesak menangis


hidung Harish dan Flora saling berdekatan mereka meneteskan air mata bersama jantung mereka saling berdebat kencang dan mereka berciuman lembut


di situ ada hati yang perih melihat itu semua dia adalah Bram dia mengepal tangannya kuat dan menahan air mata ternyata mantan istrinya itu jauh lebih bahagia bersama Harish daripada bersamanya


memang benar ialah yang bersalah disini ia melepas berlian hanya demi lumpur dia kesini ingin bertemu Harish


ia mundur dan pergi dari sana karena tak kuat melihatnya bahkan dari jauh


mereka saling berciuman lembut Flora mengusap punggung Harish hujan membasahi tubuh mereka kembali berciuman seperti ciuman pertama mereka


Harish membaringkan Flora dengan rambutnya basah di ranjang angsa miliknya


Ia juga memercikan rambutnya yang basah ke wajah Flora


Mereka tertawa bersama


Mereka saling menatap dalam dan berciuman penuh gairah


Flora mengusap tengkuk Harish


mereka melepas pangutan mereka nafas mereka tersengal sengal


Harish dan Flora saling menatap dan tersenyum


Harish mengelus kepala Flora lembut


Mereka berpelukkan erat dan tidur bersama

__ADS_1


__ADS_2