
...🥀 aku mencintaimu bukan untuk setiap hari tapi selalu dan selamanya setiap detik menit jam dan nafasku 🥀...
•••
Harish memotong kayu dengan kapak di depan rumahnya yang berada di perkebunan mawar dan melati serta matahari yang jauh dari lokasi tempat tinggal Lucifer sudah beberapa kali membujuknya untuk pulang begitu pula dengan Nina namun gagal ia tak mau bertemu dengan Flora dan ingin melupakan rasa cintanya Bram juga tak pernah mengunjunginya bahkan untuk membujuk entah kenapa
seseorang datang dengan mobilnya
" Harish ".ucap Lucifer
ini kesekian kalinya Lucifer datang dia ternyata bersama Amran
"hai Harish".ucap Amran
"Amran ".ucap Harish
•••
Harish melihat Flora yang berada di tengah pantai pasir putih ia melamun melihat danau di dermaga
"temui dia".ucap Amran
"dia membutuhkanmu".ucap Lucifer
Harish berjalan menghampiri Flora
"flora".ucap Harish
Flora tersenyum mendengar suaranya
" Harish ".ucap Flora lemah
ternyata itu Flora wajahnya masih sama pucat pasi namun selalu cantik dengan senyum bibirnya masih merah merekah
ada rasa rindu diantara mereka namun bibir mereka saling terpaku
Mereka masuk ke rumah Harish
Harish menyambutnya dengan teh
"ada apa kau kemari ?".tanya Harish
"aku..aku...aku hanya ingin meminta maaf atas segalanya".
Flora menghembuskan nafasnya pelan
" aku akan pergi aku akan ke Jepang untuk pengobatanku lusa karena penyakitku sudah sangat parah aku hanya ingin mengatakan itu padamu setidaknya kita bisa saling berpisah ".ucap Flora tanpa memandang Harish
"oh itu saja ".ucap Harish walau ia terkejut dalam hatinya tapi ia menyembunyikan rasa terkejut itu
"well aku sangat suka dengan arsitek dan interior rumahnya sepenuhnya kayu ".ucap Flora
Harish tersenyum padanya
"aku yang meminta interiornya seperti ini ".ucap Harish
Flora seperti menahan sesuatu dia menggenggam dan mengepal kuat tangannya ia tenang dan membuang nafas pelan
Flora melihat jendela belakang ia berdiri dari duduknya dia melihat kebun mawar dan matahari di belakang rumah Harish
"kau penyuka mawar juga rupanya ".ucap Flora lemah
"aku menanamnya agar aku tidak bosan dan kesepian saja ".ucap Harish
Flora tersenyum
"kau tahu bolekah aku meminta sesuatu darimu ?".tanyanya
Harish berdiri kemudian di belakangnya Flora berbalik melihatnya
"sebelum aku pergi aku ingin memberitahumu bahwa aku mungkin tidak akan kembali ke mari lagi jika kau mengizinkan aku berkata ini aku ingin satu perpisahan darimu Harish ".ucap Flora
"apa ?".tanya pelan Harish
"aku ingin kau membawaku ke suatu tempat tempat di mana itu bisa membuatku melihat senja dan fajar ".pinta Flora ia Menatapnya
Netra mereka saling menatap dalam
Harish hanya tersenyum padanya
Harish membawanya dengan mobil mereka bersama melewati jalan berbagai kilometer dan pegunungan hingga langit berubah menjadi sore hari
Mereka pergi ke sebuah pantai dengan pasir putih dan lautan biru yang cerah dan cantik dengan suasana sepoi dan sunyi
Harish menutup mata Flora dengan kain ia membukanya
"jangan buka matamu terlebih dahulu".Bisik Harish
"rasakan suasananya".ucap Harish di telinganya
Nafasnya yang hangat menyentuh kulit flora
__ADS_1
Flora melangkahkan kakinya di sana dengan perlahan ia membuka matanya
Ia menyukai kecantikan dari apa yang di lihatnya begitu banyak keindahan alam di sana
Ia tersenyum dengan Harish
Harish menatap kecantikan Flora yang alami bersinar melihat mentari dan angin sepoi sepoi yang menghantam kulit mereka
"kemarilah".ucap Harish merangkul Flora
Flora bersandar di dada bidang Harish Harish membelai rambut Flora
Langit telah berubah menjadi ungu pekat sunset akan datang
Mereka melihat sunset dengan tenang dan tersenyum
Harish mengelus bahu dan lengan Flora
suasana berubah menjadi malam yang gelap matahari telah pergi bulan telah datang
bintang telah menyinari langit malam
Flora bersandar di dada bidang Harish mereka berada di pantai
Harish mengelus kepalanya lembut
Mereka melihat bintang bintang di langit
"sewaktu aku kecil dahulu aku punya teleskop dan aku sering sekali melihat komet".ucap Flora
"apa nama komet kesukaanmu ?".tanya Harish
"komet Kohoutek tapi yang aku ingin paling lihat ialah komet Halley komet tercantik yang pernah ada dan hanya akan ada setiap 75 tahun sekali".ucap Bunga
"lihat ada bintang jatuh ".ucap Harish menunjuk langit
"banyak orang bilang bintang jatuh ialah komet namun itu sangat berbeda ".ucap Harish
Flora tersenyum
"aku akan buat harapan ".ucap Flora ia menutup mata
Harish melihatnya ia juga menutup mata mengharapkan sesuatu
Harish bersama Flora ia mengendarai kendaraan roda empat miliknya mengantarnya ke rumahnya
"kau yakin kau akan ke Jepang ?".tanya Harish tanpa melihatnya
Harish melakukan rem mendadak
Ia mengambil nafas lalu membuangnya kasar
Ia memukul setir mobil
"mau sampai kapan kau berbohong Flora !".hardik harish
Flora terkejut akan kemarahan Harish
"kau kenapa ?".tanya Flora
Harish keluar dari mobil
Flora juga ia mengejarnya
"ada apa dengammu !".ucapnya
"ada apa denganku hah !".ucap Harish
"aku tahu kau berbohong ! Kau bohong bukan kau tidak ke jepang ! Kau menyerah bukan !".ucap Harish lantang
"ya aku menyerah !".lantang Flora
Ia tak bisa menahan tangisannya
Mereka saling ribut
"aku menyerah pada segalanya di dunia ini ! Aku lelah aku hanya ingin hidup tapi aku tak bisa ! aku lelah !".ucap Flora
Ia masuk mobil dan menangis
"Damned !".hardik Harish
Flora menangis dalam mobil
Harish menahan air mata di pelupuknya ia marah namun juga sedih dan menahan sakit di hatinya
Harish hanya diam
Flora masih menangis dalam diam di mobil
Harish memasuki mobil
__ADS_1
Flora melihatnya
Namun Harish tidak
Ia memegang tangannya
Harish melihatnya
mereka saling mengenggam tangan
"jadi kau akan meninggalkan aku ?".tanya Harish
Flora diam ia menghela nafas
"yah ".ucapnya pelan
"kau akan meninggalkan aku ?".tanya Harish sekali lagi
Flora tak bisa menahan air matanya hatinya terasa sesak
"yah iya aku akan meninggalkanmu".Isak Flora
Harish tak bisa menahan air mata miliknya
" aku selalu mencintaimu apakah kau tidak pernah mencintaiku juga aku selalu berada di dekatmu aku mencintaimu".ucap Harish.
"aku mencintaimu ! aku selalu mencintaimu !Sejak kita bertemu."
"Aku mencintaimu di setiap kita bicara dan tertawa
di setiap kita bersama dan
di setiap kita terpisah aku selalu membayangkan dirimu ! selalu berada di sisiku ".ucap Harish menangis
Ia memegang wajah Flora
Flora menangis
Ia juga memegang rahang Harish
"aku selalu takut bahwa aku tidak bisa bersamamu".isak tangis Flora
"hei!".ucap Harish
Mereka berciuman lembut nan dalam
"aku mencintaimu kau tahu itu aku tak ingin melihat awan di matamu ( menangis ) yang ku inginkan hanyalah satu darimu yaitu tawamy dan senyummu".ucap Harish
Mereka terkekeh dan tertawa sambil menangis
Harish membawa Flora ke rumah kayu miliknya
Mereka di dermaga berdiri
Harish memegang dagu Flora mengangkatnya rupanya
Flora menahan sisa air mata tapi percuma saja air mata itu terus tumpah ia mengelus pipi Flora dengan tangan kanannya
"maafkan aku Flora.aku salah aku selalu mencintaimu Flora
aku mencintaimu bukan untuk setiap hari tapi selalu dan selamanya setiap detik , menit , jam dan nafasku ".ucap Harish
"aku hanya takut aku sangat takut jika aku takkan pernah bisa bersamamu atau mungkin aku memang bukan untukmu ".ucap Flora sesak menangis
hidung Harish dan Flora saling berdekatan mereka meneteskan air mata bersama jantung mereka saling berdebat kencang dan mereka berciuman lembut
di situ ada hati yang perih melihat itu semua dia adalah Bram dia mengepal tangannya kuat dan menahan air mata ternyata mantan istrinya itu jauh lebih bahagia bersama Harish daripada bersamanya
memang benar ialah yang bersalah disini ia melepas berlian hanya demi lumpur dia kesini ingin bertemu Harish
ia mundur dan pergi dari sana karena tak kuat melihatnya bahkan dari jauh
mereka saling berciuman lembut Flora mengusap punggung Harish hujan membasahi tubuh mereka kembali berciuman seperti ciuman pertama mereka
Harish membaringkan Flora dengan rambutnya basah di ranjang angsa miliknya
Ia juga memercikan rambutnya yang basah ke wajah Flora
Mereka tertawa bersama
Mereka saling menatap dalam dan berciuman penuh gairah
Flora mengusap tengkuk Harish
mereka melepas pangutan mereka nafas mereka tersengal sengal
Harish dan Flora saling menatap dan tersenyum
Harish mengelus kepala Flora lembut
Mereka berpelukkan erat dan tidur bersama
__ADS_1