Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 43


__ADS_3

🥀 Cinta itu tak pernah salah yang salah ialah keadaan dan waktu cinta itu butuh pengorbanan dan cinta itu butuh ketulusan serta kejujuran di dalamnya . 🥀


•••


mereka berciuman lembut nan dalam suasana begitu romantis dan mendukung


mereka saling mengelus tengkuk


harish kembali mencium bibirnya


dia membawa Flora ke gazebo kaca khusus disana


dan mereka kembali berciuman mesra dan lembut serta dalam


harish lah yang membungkuk karena ia lebih tinggi dari bunga


mereka saling tersenyum dengan nafas tersengal sengal hidung dan kening mereka menyatu


"aku mencintaimu apa adanya dan aku terima apapun kekuranganmu ".ucap harish mengelus dagu belah bunga


Flora tersenyum


mereka kembali berciuman mesra di gazebo di tengah derasnya hujan dan gemuruh


Flora mengusap tengkuk dan pipi harish dengan jempolnya yang dimana penuhi dengan bulu halus di rahangnya


harish duduk di kursi yang ada di gazebo sambil memangku Flora ala anak koala


mereka kembali berciuman lembut nan dalam Flora memegang tengkuk harish


Flora melepaskan pangutan mereka nafas mereka sama sama tersengal - sengal dan tersenyum bersama dan mengusap rahang bersama sama


Flora membantu Harish melepas kancingnya satu persatu


Harish melepas kancing kemeja putihnya


Dia dan flora kembali berciuman lembut


Harish membuka retsleting di punggug Flora


Dia mengelus punggung Flora dengan lembut dan tersenyum bersamanya


"tidak perduli apapun aku mencintai wanita ini".ucap Harish


Mereka kembali berciuman lembut dan saling bernafas merdu


Mereka melepas pangutan mereka


Flora tersenyum pada Harish yang juga melihatnya tersenyum


Dia memegang bibir merah rekah milik Harish


"I love you.i dont know how to say it but everytime i spent my life time with you i feel save with you".ucap Flora


Harish terkekeh


Flora melihat cincin mahkota di jarinya


Ia melihat Harish terkejut


Flora sadar ini salah ini salah besar dia bangkit dari pangkuan Harish bagaimanapun Harish kakak iparnya masih kakak iparnya


dirinya bernafas tersengal sengal


"kenapa Flora ?".tanya harish berdiri dengan nafas yang tersengal sengal dan tersenyum


"aku gak bisa !".pekik flora


"ini salah ".ucapnya


"ini gak bener maaf ".ucap Flora


dia berbalik dan pergi dari gazebo


harish mengikutinya ia memakai pakaian lengkap


"Flora tunggu !".pekik harish


Flora memberhentikan taksi dan naik taksi kemudian pergi meninggalkan harish yang berusaha mencegatnya dari luar pintu taksi


"Flora buka pintunya Flora ".pinta harish


taksi berjalan


Flora menangis di jok bagian belakang air matanya terjatuh di jendela dia menaruh kepalanya di jendela


Bodoh ya dia bodoh karena jatuh cinta dengan kakak iparnya sendiri dia juga sudah bersumpah pada dirinya sendiri akan menjauhi segala hal yang berkaitan dengan Bram lelaki yang menyakitinya


"maafin aku. perasaan ini salah aku memang tidak pantas bersamamu. aku hanya ingin hidup cinta ini salah seharusnya cinta ini tak pernah ada ".ucap batinnya


ia mengatakan itu dalam hatinya sambil mengeluarkan air mata


•••


akbar berada di mansion harish


"katanya tadi jemput disini apa mereka belum pulang ya ?".tanya batin akbar


Tringgg


akbar memencet bell


Mrs Steinier membuka pintu


akbar di sambut dan duduk di sofa


"mrs.Steiner , Flora dan harish belum pulang ?".tanya akbar


"belum tuan akbar ".ucap mrs.Steiner


mrs.Steiner ke dapur membuat teh

__ADS_1


langkah kaki terdengar di tangga


"siapa mrs.Steiner ? apa itu kak harish ?".tanya nina sambil turun tangga


akbar melihat nina


"siapa wanita ini ?".tanya akbar


melihat nina dari atas sampai ke bawah


nina melihat akbar


"kenapa dia melihatku seperti itu apa dia mesum !".sewot nina dalam hatinya


nina berdehem keras


"maaf.siapa anda ?".tanya nina


"saya akbar teman harish ".ucap akbar dengan senyum


"oh.kak harish lagi gak ada dia sedang sibuk akan ku telepon dia ".ucapnya ketus


dan pergi


"ketus sekali dia !".batin akbar


mrs.Steiner datang membawa teh


"mrs.Steiner tadi siapa mrs.Steiner ?".bisik akbar


mrs.Steiner celingukkan


"itu adiknya tuan bram sama den harish ".bisik mrs.Steiner


akbar terkejut


dan berkata apa dengan pelan


mrs.Steiner pergi


•••


harish tidak fokus berkendara dia terbayang dengan perkataan Flora dia menangis sambil menyetir di tengah tengah hujan deras dia memukul setirnya


"ahhhh , berengsek !".umpatnya


dia sangat ingin bersama Flora dia meneteskan air mata dan matanya merah dia berhenti di tepi jalan yang sepi


dia menangis tersedu sedu


"apakah aku salah mencintainya tuhan ?".tamya batinya


"apakah tidak bisa aku memilikinya ?".tanya batinya lagi


"apakah aku bisa bersamanya sebelum ia pergi ?"


"apakah ia bisa bahagia sebelum ia pergi ?"


"kenapa tidak aku saja yang pergi ?".


"kenapa engkau selalu mempermainkan takdir dan perasaanku tuhan kenapa !".


"kenapa rasanya sangat sesak dan menyakitkan disini ?".


harish memegang hatinya dia menangis dan memukul setir


dia menghapus air matanya yang jatuh di pipi dan menyetir


•••


bram bersama madina madina tengah tertidur di mobil ia mengendarai mobil suasana saat itu hujan jalanan macet dan hujan deras


ia melihat madina sedang asik tidur dengan headseat entah kenapa dia tiba tiba terbayang dengan bunga


"mas kamu capek enggak ?".tanya bunga


"enggak kenapa ?".tanya bram


Flora tersenyum


"enggak ".ucapnya


Flora menutupi sesuatu


bram tahu Flora pasti malu dia putar arah ke tempat hotelnya


"loh kok kita ke hotel kita kan mau ke mansion ?".tanya bunga


"sekali sekali gak apa apalah ".ucapnya menyetir


"aku tahu kamu pasti mau ke mall atau supermarket dulu kan ".ucapnya


"kok kamu tahu ".ucap bunga


"aku kan suami kamu Flora aku tahu perasaanmu ".ucap bram terkekeh


Flora tertawa padanya


"emangnya kamu gak capek kan kita habis perjalanan jauh ".ucap bunga


"aku gak akan capek kalau ada kamu disamping aku ".ucap bram


mereka tertawa bersama


mereka sengaja ke hotel Ocean Blue Desire


karena di bawahnya ada supermarket dan mall sekaligus menginap disana


Flashback off


dia berusaha menetralkan pikiranya entah kenapa dia membadingkan Flora dan madina

__ADS_1


jika madina apa apa harus tapi Flora lebih banyak mengalah dan memendam sendirian


"aku ini kenapa ?".tanya batin harish


jalan ramai banyak orang orang turun dari kendaraan mereka ia


melihat korban kecelakaan seorang kakek dan nenek sang nenek sangat sedih dan menangis di tengah hujan sang kakek tewas kecelakaan banyak orang memperhatikanya bram berlalu lalang dan menepi di tepi jalan dia turun dengan payung dan melihat


nenek itu menangis histeris


"nek tabahkan dirimu ".ucap bram mengelus punggung nenek itu


ambulance datang


"ayo cepat ".ucap dokter wanita lansung turun bersama petugas lainnya


dokter itu adalah dokter tabhita


"tabhita ".lirih bram


tabhita melihat bram


"bram ".lirihnya


dia segera pergi dan membawa jasad kakek itu bersama sang nenek yang terus menangis di samping jasad sang suami


ponsel bram berdering panggilan dari madina yang marah


dia ke mobil


madina marah padanya mereka bertengkar


mobil masih berjalan madina nekat membuka pintu dan ingin keluar membuka pintu


bram dengan cepat rem mendadak


madina kepalanya terbentur dan sedikit berdarah


bram panik dan membawanya ke rumah sakit


•••


Flora berusaha kuat dan menghapus air matanya dia menyerah pada takdirnya dia tak sanggup disakiti oleh lelaki dia kuat hanya untuk anak anaknya dia rela mati asalkan anaknya lahir dengan selamat ketika ia butuh suami bram tak pernah ada untuknya ketika bram memberinya luka yang teramat perih Harish datang mengobati luka luka tersebut dan mendukung seperti yang ia harapkan pada sang suami


Flora meminta taksi berhenti ia keluar dari taksi dan membayarnya dia duduk di halte dia butuh sendirian dia memegang kepalanya dengan kedua tangannya


seseorang memberikan ia tangan dia mendongak


"mas harish ".lirihnya


harish tersenyum


mudah bagi harish mencari Flora dia melacak lewat ponselnya dengan nomor bunga


"kau harus pulang Flora ada akbar di rumahku ".ucap harish


mereka pulang bersama canggung itu yang mereka rasakan tidak ada satu atau dua kata terucap hanya ada suara rintik hujan


Flora menyandarkan kepalanya di jendela


mereka sampai ke mansion harish


mrs.Steiner datang


Flora terkejut mereka saling menyapa


harish mempersilakan Flora untuk duduk


harish menjelaskan semuanya Flora terkejut


"Flora kau basah kuyup ?".tanya akbar


tiba tiba datang dari luar bersama nina


Flora bingung menjawab


"kau darimana ?".tanya bunga


"kami mencarimu ".ucap akbar


harish mengenalkan nina pada bunga


nina sudah tahu ceritanya dari mrs.Steiner dan harish


nina memuji kecantikkan alami Flora


"kita ke kamarku aku rasa bajuku cocok untukmu ".ucap nina


nina mengajak Flora ke kamarnya


harish ke kamarnya mengganti baju


•••


Flora pulang dengan akbar


di mobil


"apa terjadi sesuatu diantara kalian ?".tanya akbar menyetir


Flora tak menjawab ia menyandarkan kepalanya di jendela


"apa yang kau lakukan dengan adik harish ?".tanya bunga


akbar tersenyum ia terkekeh kemudian


"hebat aku menanyai dirimu kau menanyaiku balik ".ucapnya


Flora terkekeh


"dia masih muda dan anak anak kakak hati hati ".ucap bunga

__ADS_1


"kau akan tahu Flora ".ucap akbar


tersenyum smirk


__ADS_2