
🥀 Cinta itu tak pernah salah yang salah ialah keadaan dan waktu cinta itu butuh pengorbanan dan cinta itu butuh ketulusan serta kejujuran di dalamnya . 🥀
•••
mereka berciuman lembut nan dalam suasana begitu romantis dan mendukung
mereka saling mengelus tengkuk
harish kembali mencium bibirnya
dia membawa Flora ke gazebo kaca khusus disana
dan mereka kembali berciuman mesra dan lembut serta dalam
harish lah yang membungkuk karena ia lebih tinggi dari bunga
mereka saling tersenyum dengan nafas tersengal sengal hidung dan kening mereka menyatu
"aku mencintaimu apa adanya dan aku terima apapun kekuranganmu ".ucap harish mengelus dagu belah bunga
Flora tersenyum
mereka kembali berciuman mesra di gazebo di tengah derasnya hujan dan gemuruh
Flora mengusap tengkuk dan pipi harish dengan jempolnya yang dimana penuhi dengan bulu halus di rahangnya
harish duduk di kursi yang ada di gazebo sambil memangku Flora ala anak koala
mereka kembali berciuman lembut nan dalam Flora memegang tengkuk harish
Flora melepaskan pangutan mereka nafas mereka sama sama tersengal - sengal dan tersenyum bersama dan mengusap rahang bersama sama
Flora membantu Harish melepas kancingnya satu persatu
Harish melepas kancing kemeja putihnya
Dia dan flora kembali berciuman lembut
Harish membuka retsleting di punggug Flora
Dia mengelus punggung Flora dengan lembut dan tersenyum bersamanya
"tidak perduli apapun aku mencintai wanita ini".ucap Harish
Mereka kembali berciuman lembut dan saling bernafas merdu
Mereka melepas pangutan mereka
Flora tersenyum pada Harish yang juga melihatnya tersenyum
Dia memegang bibir merah rekah milik Harish
"I love you.i dont know how to say it but everytime i spent my life time with you i feel save with you".ucap Flora
Harish terkekeh
Flora melihat cincin mahkota di jarinya
Ia melihat Harish terkejut
Flora sadar ini salah ini salah besar dia bangkit dari pangkuan Harish bagaimanapun Harish kakak iparnya masih kakak iparnya
dirinya bernafas tersengal sengal
"kenapa Flora ?".tanya harish berdiri dengan nafas yang tersengal sengal dan tersenyum
"aku gak bisa !".pekik flora
"ini salah ".ucapnya
"ini gak bener maaf ".ucap Flora
dia berbalik dan pergi dari gazebo
harish mengikutinya ia memakai pakaian lengkap
"Flora tunggu !".pekik harish
Flora memberhentikan taksi dan naik taksi kemudian pergi meninggalkan harish yang berusaha mencegatnya dari luar pintu taksi
"Flora buka pintunya Flora ".pinta harish
taksi berjalan
Flora menangis di jok bagian belakang air matanya terjatuh di jendela dia menaruh kepalanya di jendela
Bodoh ya dia bodoh karena jatuh cinta dengan kakak iparnya sendiri dia juga sudah bersumpah pada dirinya sendiri akan menjauhi segala hal yang berkaitan dengan Bram lelaki yang menyakitinya
"maafin aku. perasaan ini salah aku memang tidak pantas bersamamu. aku hanya ingin hidup cinta ini salah seharusnya cinta ini tak pernah ada ".ucap batinnya
ia mengatakan itu dalam hatinya sambil mengeluarkan air mata
•••
akbar berada di mansion harish
"katanya tadi jemput disini apa mereka belum pulang ya ?".tanya batin akbar
Tringgg
akbar memencet bell
Mrs Steinier membuka pintu
akbar di sambut dan duduk di sofa
"mrs.Steiner , Flora dan harish belum pulang ?".tanya akbar
"belum tuan akbar ".ucap mrs.Steiner
mrs.Steiner ke dapur membuat teh
__ADS_1
langkah kaki terdengar di tangga
"siapa mrs.Steiner ? apa itu kak harish ?".tanya nina sambil turun tangga
akbar melihat nina
"siapa wanita ini ?".tanya akbar
melihat nina dari atas sampai ke bawah
nina melihat akbar
"kenapa dia melihatku seperti itu apa dia mesum !".sewot nina dalam hatinya
nina berdehem keras
"maaf.siapa anda ?".tanya nina
"saya akbar teman harish ".ucap akbar dengan senyum
"oh.kak harish lagi gak ada dia sedang sibuk akan ku telepon dia ".ucapnya ketus
dan pergi
"ketus sekali dia !".batin akbar
mrs.Steiner datang membawa teh
"mrs.Steiner tadi siapa mrs.Steiner ?".bisik akbar
mrs.Steiner celingukkan
"itu adiknya tuan bram sama den harish ".bisik mrs.Steiner
akbar terkejut
dan berkata apa dengan pelan
mrs.Steiner pergi
•••
harish tidak fokus berkendara dia terbayang dengan perkataan Flora dia menangis sambil menyetir di tengah tengah hujan deras dia memukul setirnya
"ahhhh , berengsek !".umpatnya
dia sangat ingin bersama Flora dia meneteskan air mata dan matanya merah dia berhenti di tepi jalan yang sepi
dia menangis tersedu sedu
"apakah aku salah mencintainya tuhan ?".tamya batinya
"apakah tidak bisa aku memilikinya ?".tanya batinya lagi
"apakah aku bisa bersamanya sebelum ia pergi ?"
"apakah ia bisa bahagia sebelum ia pergi ?"
"kenapa tidak aku saja yang pergi ?".
"kenapa engkau selalu mempermainkan takdir dan perasaanku tuhan kenapa !".
"kenapa rasanya sangat sesak dan menyakitkan disini ?".
harish memegang hatinya dia menangis dan memukul setir
dia menghapus air matanya yang jatuh di pipi dan menyetir
•••
bram bersama madina madina tengah tertidur di mobil ia mengendarai mobil suasana saat itu hujan jalanan macet dan hujan deras
ia melihat madina sedang asik tidur dengan headseat entah kenapa dia tiba tiba terbayang dengan bunga
"mas kamu capek enggak ?".tanya bunga
"enggak kenapa ?".tanya bram
Flora tersenyum
"enggak ".ucapnya
Flora menutupi sesuatu
bram tahu Flora pasti malu dia putar arah ke tempat hotelnya
"loh kok kita ke hotel kita kan mau ke mansion ?".tanya bunga
"sekali sekali gak apa apalah ".ucapnya menyetir
"aku tahu kamu pasti mau ke mall atau supermarket dulu kan ".ucapnya
"kok kamu tahu ".ucap bunga
"aku kan suami kamu Flora aku tahu perasaanmu ".ucap bram terkekeh
Flora tertawa padanya
"emangnya kamu gak capek kan kita habis perjalanan jauh ".ucap bunga
"aku gak akan capek kalau ada kamu disamping aku ".ucap bram
mereka tertawa bersama
mereka sengaja ke hotel Ocean Blue Desire
karena di bawahnya ada supermarket dan mall sekaligus menginap disana
Flashback off
dia berusaha menetralkan pikiranya entah kenapa dia membadingkan Flora dan madina
__ADS_1
jika madina apa apa harus tapi Flora lebih banyak mengalah dan memendam sendirian
"aku ini kenapa ?".tanya batin harish
jalan ramai banyak orang orang turun dari kendaraan mereka ia
melihat korban kecelakaan seorang kakek dan nenek sang nenek sangat sedih dan menangis di tengah hujan sang kakek tewas kecelakaan banyak orang memperhatikanya bram berlalu lalang dan menepi di tepi jalan dia turun dengan payung dan melihat
nenek itu menangis histeris
"nek tabahkan dirimu ".ucap bram mengelus punggung nenek itu
ambulance datang
"ayo cepat ".ucap dokter wanita lansung turun bersama petugas lainnya
dokter itu adalah dokter tabhita
"tabhita ".lirih bram
tabhita melihat bram
"bram ".lirihnya
dia segera pergi dan membawa jasad kakek itu bersama sang nenek yang terus menangis di samping jasad sang suami
ponsel bram berdering panggilan dari madina yang marah
dia ke mobil
madina marah padanya mereka bertengkar
mobil masih berjalan madina nekat membuka pintu dan ingin keluar membuka pintu
bram dengan cepat rem mendadak
madina kepalanya terbentur dan sedikit berdarah
bram panik dan membawanya ke rumah sakit
•••
Flora berusaha kuat dan menghapus air matanya dia menyerah pada takdirnya dia tak sanggup disakiti oleh lelaki dia kuat hanya untuk anak anaknya dia rela mati asalkan anaknya lahir dengan selamat ketika ia butuh suami bram tak pernah ada untuknya ketika bram memberinya luka yang teramat perih Harish datang mengobati luka luka tersebut dan mendukung seperti yang ia harapkan pada sang suami
Flora meminta taksi berhenti ia keluar dari taksi dan membayarnya dia duduk di halte dia butuh sendirian dia memegang kepalanya dengan kedua tangannya
seseorang memberikan ia tangan dia mendongak
"mas harish ".lirihnya
harish tersenyum
mudah bagi harish mencari Flora dia melacak lewat ponselnya dengan nomor bunga
"kau harus pulang Flora ada akbar di rumahku ".ucap harish
mereka pulang bersama canggung itu yang mereka rasakan tidak ada satu atau dua kata terucap hanya ada suara rintik hujan
Flora menyandarkan kepalanya di jendela
mereka sampai ke mansion harish
mrs.Steiner datang
Flora terkejut mereka saling menyapa
harish mempersilakan Flora untuk duduk
harish menjelaskan semuanya Flora terkejut
"Flora kau basah kuyup ?".tanya akbar
tiba tiba datang dari luar bersama nina
Flora bingung menjawab
"kau darimana ?".tanya bunga
"kami mencarimu ".ucap akbar
harish mengenalkan nina pada bunga
nina sudah tahu ceritanya dari mrs.Steiner dan harish
nina memuji kecantikkan alami Flora
"kita ke kamarku aku rasa bajuku cocok untukmu ".ucap nina
nina mengajak Flora ke kamarnya
harish ke kamarnya mengganti baju
•••
Flora pulang dengan akbar
di mobil
"apa terjadi sesuatu diantara kalian ?".tanya akbar menyetir
Flora tak menjawab ia menyandarkan kepalanya di jendela
"apa yang kau lakukan dengan adik harish ?".tanya bunga
akbar tersenyum ia terkekeh kemudian
"hebat aku menanyai dirimu kau menanyaiku balik ".ucapnya
Flora terkekeh
"dia masih muda dan anak anak kakak hati hati ".ucap bunga
__ADS_1
"kau akan tahu Flora ".ucap akbar
tersenyum smirk