Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 33


__ADS_3

Bram ingin di bekap oleh seseorang dengan bantal dia akan membekap Bram


Bram sadar dan mencegat tangan seseorang itu


orang itu berusaha membekap Bram Bram berusaha melawan dan kehabisan nafas Bram pingsan karena di bekap dan hampir kehabisan nafas


Hiyaaa


Yash datang mematahkan leher pria itu hingga pingsan .


para penjaga datang dengan perawat


penjaga membopong tubuh seseorang itu


Yash melakukan penyelamatan pada Bram dan berhasil


•••


Flora kembali ke rumahnya


secara mengendap endap


lampu menyala


Akbar terlihat menyilangkan tangan menatapnya


"kakak ".ucap bunga


"dari mana kau ?".tanya Akbar mendekatinya


Flora gugup


"aku ..aku...."


"aku tahu kau dari Bram kan dia kecelakaan ".ucap Akbar


Flora terkejut


"jangan tanya aku tahu dari mana aku tahu dari mata mata ku ".ucap Akbar


Flora bingung jawab apa


Akbar memegang kedua pundak bunga


"tatap aku jawab dengan jujur kenapa kau masih perduli padanya ?".tanya Akbar


"aku aku aku hanya khawatir padanya kakak mau bagaimanapun dia ayah dari anak anakku ".ucap bunga


"meskipun dia ayah dari anak anakmu dia sudah sangat menyakitimu Flora lupakan dia ".ucap Akbar


Flora meneteskan air mata


"aku sulit melupakan dia kakak bagaimanapun dia adalah orang yang menemani aku selama hampir 6 tahun ini aku kira dia akan bersikap lembut padaku tapi ternyata tidak dia justru menghinaku dan tidak mau mengganggap anak anak ini anaknya ".ucap Flora menangis


Akbar memeluknya


"tenangkan hatimu Flora akan aku pastikan anak anakmu dan dirimu bahagia aku jamin itu ".ucap Akbar


Akbar telah tahu semuanya dari dokter Tabhita dia juga berteman dengan dokter Tabhita dia menepuk nepuk punggung adiknya


Flora ke kamarnya ia menyisir rambutnya rambutnya sudah merontok wajahnya sudah pucat dan tubuhnya mengurus


"apa aku tidak memiliki waktu yang cukup apa waktu aku tidak lama ".gumam Flora dia menangis


dia mengelus perutnya


" mama harap kamu kuat kamu adalah anak anak mama mama sayang sekali sama kamu ".ucap Flora mengelus perutnya


dia melihat cermin


"bila waktuku tidak banyak aku akan membuat sekelilingku menjadi damai aku akan membuat mas harish dan Bram akur ".ucap bunga


"aku akan berusaha kuat seperti sedia kala ".ucap Flora menatap cermin


dia teringat flashdisk yang hari itu ia tonton


"sepertinya aku harus bicara tentang ini dengan mas Harish ".ucap Flora dia menaruh kembali flashdisk itu di laci dan tidur


seorang wanita tengah mabuk mabukkan bersama teman temanya dia adalah Madina yang sedang mendugem


ia bersorak riang dan mabuk mabukkan


seseorang memotretnya


Cekrek


dia adalah Lucifer

__ADS_1


dia ke bar karena ingin bertemu dengan kekasih lainnya dia tanpa sengaja melihat Madina dia sudah tahu tentang Madina kemudian ia mematainya


dia mengirim itu pada Harish


✉️ : Harish aku rasa Bram akan marah melihat ini .Lucifer


Harish melihat itu tersenyum smirk


dia membalasnya


✉️ : bagus kirimkan aku yang lainnya dan yang pentingnya.Harish


Lucifer tersenyum smirk


Harish berada di rumah sakit dia masuk ke dalam sebuah ruangan disitu ada Tabhita dan Yash


"bagaimana paman ?".tanya Harish


"dia ada di dalam kita bisa interogasi dia ".ucap Yash


mereka masuk bersama


mereka di kejutkan dengan ranjang yang kosong


mereka melihat jendela terbuka dan ke arah jendela


mereka melihat ke bawah ternyata orang yang ingin membekap Bram melakukan bunuh diri dengan lompat dari gedung


"sialan ".umpat Harish kesal


"siapa yang ingin Bram celaka ?".tanya Tabhita


"Harish aku yakin ini pasti ulah seseorang dari masa lalu kamu ".ucap yash


meskipun Yash sangat kecewa dan marah terhadap Bram tapi ia masih memiliki rasa peduli pada Bram dan Harish karena tahu mereka dari kecil


Harish mencerna kata kata Yash


keesokan harinya Flora terbangun dari tidurnya


dia bersiap siap dengan dandannya yang baru dan lebih segar


dia memoles dirinya dan memotong rambutnya sendiri pendek di kamar mandi karena rambutnya merontok


dia melihat dirinya di cermin dan menghembuskan nafas dalam


Flora turun dari kamarnya


Akbar serta Zayn dan Anita terkejut melihat perubahan putri mereka


"selamat pagi semuanya ".ucap Flora menarik kursi dan duduk


"Flora sayang kapan kau potong rambut ?".tanya Anita


"baru tadi mah ".ucap bunga


Zayn dan Anita melirik


"sayang kamu enggak apa apa ?".tanya Zayn


"aku enggak apa apa pah rambutku hanya ribet saja jadi aku potong ".ucap bunga


Akbar merasa heran dengan adiknya


"kakak tolong antar aku ya nanti ke penthouse ".ucap Flora


"iya Flora aku antarkan ".ucap Akbar


"kita juga akan kesana mama ingin bertemu dengan Aaliyah tapi ".ucap Anita


"tapi papa dan mama akan menyusul sebelum itu kami ingin membelikan mainan dan makanan untuk Aaliyah ".ucap Zayn dengan senyum


Flora tersenyum pada mereka


Flora terlihat lebih segar


Akbar memperhatikan ada sesuatu yang Flora sembunyikan apa dia sudah tahu tentang vonisnya


"apa Flora sudah tahu tentang itu ".gumam Akbar


"jika dia sudah tahu soal itu aku harus tangani ini sendiri ".gumam Akbar


selesai makan Akbar mengantar Flora menggunakan mobil


"Flora aku tahu ada sesuatu yang kau sembunyikan ".ucap Akbar menyetir


Flora menoleh ke kakaknya

__ADS_1


"kakak aku... aku tahu waktuku tidak lama aku hamil anak kembar laki laki dan perempuan aku sudah tahu aku lebih memilih mati daripada harus mengangkat rahimku ".ucap Flora tertunduk


Akbar terkejut


dia berhenti mendadak dan memukul setir dia merasa telah menjadi kakak yang gagal tidak bisa membahagiakan adiknya


Flora hanya diam


"kenapa kau seperti ini Flora ?".lirih Akbar menoleh padanya


"aku hanya tidak mau kau kerepotan kak aku bisa bahagia dengan rencanaku yang kubuat dan kak Ammar sekarang punya masalah sendiri dan aku akan membantunya aku punya banyak keinginan sebelum ajal menjemputku ".ucap Flora menangis


Akbar memeluk adiknya


"kau tenang Flora aku akan membantumu ".ucap Akbar


mereka ke penthouse


di penthouse


asiye memasak untuk Ammar dan Aaliyah


Aaliyah dan Ammar menggambar


"uncle lihat deh bagus kan ".ucap Aaliyah


Ammar melihat gambar Aaliyah yang sangat cantik


"bagus uncle suka uncle dulu juga suka lukis ".


Aaliyah tersenyum


asiye masih bersikap dingin padanya


"kamu makanlah dulu bunda mau ke kamar dulu ya ".ucap asiye


asiye pergi tanpa menatap Ammar


Ammar menghela nafas


"apa dia sangat membenci aku ".gumam Ammar


Ammar makan bersama putrinya


"uncle, uncle suka telor setengah matang aku suka telor setengah matang dengsn bagel ".ucap Aaliyah


Ammar tersenyum rupanya anaknya juga suka makanan seperti dia


Flora datang bersama Akbar


Flora tahu apa yang terjadi


ia menghampiri asiye yang meringkuk di kamar menutu wajahnya


"kau kenapa ?".tanya Flora di sampingnya


"Flora . aku belum siap bicara dengannya rasanya aku mengingat kejadian itu ".ucap asiye


Flora memegang tangan asiye


"aku yakin kau kuat asiye setidaknya janganlah hukum kakakku seperti ini biarkan dia dekat dengan Aaliyah mau bagaimanapun Aaliyah adalah anaknya ".ucap bunga


Flora menyakinkan asiye mereka pelukkan


Flora keluar bersama asiye disitu ada Zayn dan Anita


mereka berkumpul bersama


Bram terbangun dari tidurnya dia memegang kepalanya semalam dirinya berhasil di bekap


"kau sudah bangun ?".ucap Amran


"Amran ".lirih Bram


"berterima kasihlah pada istrimu karena dia menolongmu ".ucap Amran


kemudian dokter Amran pergi


Bram mencerna kata kata dokter Amran


Harish di mansion seorang wanita menghampirinya


"aunty ada apa kemari ?".tanya Harish


wanita yang menghampiri Harish adalah Sahara dia tersenyum smirk


"tidak .tidak ada aunty hanya khawatir padamu ".ucap Sahara

__ADS_1


__ADS_2