Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 30


__ADS_3

Flora berhasil menenangkan Ammar


"Kakak jangan begini kak aku mohon takkah kau lihat mama sakit ?".tanya Flora dengan wajah memelas


apa yang dikatakan Flora ada benarnya juga Ammar hampir mengamuk


"kakak ini demi Flora !".bisik Akbar


"maafkan mama dan papa Ammar ".lirih Anita


"aku maafkan papa dan mama tapi aku mohon izinkan aku mencari wanita itu ".ucap Ammar


Zayn dan Anita mengizinkan


Anita merasa lega tidak ada lagi rahasia yang ia simpan rapat dari anak anaknya


dia benar benar ingin berubah lebih baik


•••


sementara itu Bram terpaksa harus merendam rasa emosinya di hadapan Madina yang sedang hamil karena tidak ingin Madina kenapa Napa


untung saham Bram hanya di rampok sedikit saja dan bisa ia kendalikan lagi


Madina terus manja dengan Bram


"mas lihat deh baju baju anak kita cantik cantik kan ?".ucap Madina memperlihatkan baju bayi


"cantik donk sayang ".ucap Bram


dia teringat masa lalu


Flashback on


Bram kecil berjalan ke arah mamanya


"mama mama ngapain !".tanya Bram remaja


samara menoleh


"eh Bram sayang mana kakakmu Harish ?".tanya samara


"itu dia ".ucap Bram menunjuk pintu


Harish datang


menghampiri mereka berdua


"mama , Bram kenapa ?".tanya Harish sedikit remaja


mama mereka sedang merajut


"lihat deh cantikkan sayang mama buat ini karena kalian mau punya adek lagi ".ucap samara memperlihat rajutan sweater bayi


"hah ".ucap Bram dan Harish bersamaan dengan mulut terbuka


samara tersenyum menghampiri anak anaknya


"jangan khawatir mama pasti bakal tambah sayang kok sama kalian ".ucap samara mengelus kepala anak anaknya


Bram dan Harish tak percaya dan terus membuka mulut mereka


tuan William datang dan menghampiri keluarga mereka dan berkumpul di tengah tengah mereka


suatu hari Bram dan Harish habis sekolah mereka ke mansion naik mobil


ketika sampai rumah banyak orang berkerumung dan polisi


"kakak ada apa ?".tanya Bram


Harish dan Bram turun bersamaan dari mobil menyela kerumunan itu saat itu hujan


mereka melihat mayat ibu mereka yang kepalanya bocor dan bersimpah darah jatuh dari lantai atas mereka ke arah mayat ibu mereka samara dan menangis


"mama ".teriak Harish dan Bram bersamaan


Wiliam berusaha menenagkan kedua putranya


Bram melihat Sahara yang membuat wajah angkuh dan memegang payung


Bram dan Harish hanya tahu bahwa ibu mereka punya penyakit sering pelupa atau biasa yang disebut dimensia kemungkinan samara jatuh dengan sendirinya terjatuh karena hal itu


Flashback off


"mas Bram !".pekik Madina


"iya Flora ".ucap Bram tiba tiba


Madina sewot


"apa kok dia sih !".ketus Madina


"enggak euhmm maaf lilisa sayang aku lagi gak konsen aja ".ucap Bram


Madina menggerutu kesal


"mas inget ya aku ini lilisa kamu bukan dia !".bentak Madina


Bram memeluk Madina menenangkannya


"ok calmdown rileks honey ".ucap Bram


Bram memegang tengkuk Madina dan menciumnya lembut


mereka terkikik bersama

__ADS_1


kembali ke Flora Anita diperbolehkan pulang situasi sudah mulai mencair


mereka pulang


Flora mual mual di kamar mandi


Huekk Huekk


Akbar takut terjadi sesuatu pada adiknya


"Flora apa kau sudah periksa kandunganmu ?".tanya Akba memegang pundak bunga


ia menyipitkan mata melihat bekas tamparan di pipi bunga


"ada apa kakak ?"tanya bunga


"tidak.tidak ada apa apa ".ucap Akbar


Akbar curiga ia ingin mencari tahu sendiri


Flora mengatakan ia belum memeriksa USG dan janinnya bulan ini dan jadwalnya besok Akbar menguatkan adiknya dan membelai rambut adiknya yang kian merontok dia mengerti dia harus mencari solusi dari permasalahan keluarganya


Flora ke kamarnya ia duduk di meja rias dia tahu rambutnya semakin rontok dan wajahnya semakin pucat dia menyisir rambutnya rambutnya berjatuhan dia menghapus makeup yang membuatnya terlihat segar dan meringis ketika ia menghapus makeup tepat di luka bagian pipinya bekas tamparan Bram


dia memfoto bekas tamparan itu


"mungkin kamu sudah tidak mencintai aku mas mungkin benar aku bukan wanita satu satunya dalam hidupmu ".gumam Bram


Flora batuk


"uhuk uhuk ....."


dia menutup mulutnya ketika batuk dia melihat darah di telapak tangannya dia ke kamar mandi kamarnya dan menghapusnya


"tidak tidak disaat seperti ini aku tak bisa lemah ".gumam bunga


ia membasuh wajahnya dengan air


keesokan harinya Harish mengunjungi keluarga Hendarto menjenguk Anita


Ia membawa buah tangan


Zayn dan Anita menerimanya tulus Ammar dan Akbar sudah pergi lebih dahulu


Flora turun tangga


"mas Harish ?".ucap bunga


Harish tersenyum


Flora mendekatinya dan menyapanya


"kau mau kemana Flora ?".ucap Harish


Flora pamit pada orang tuannya


begitu pula Bram ia juga pamit


saat akan menggunakan mobilnya


dia menghentakkan kakinya kesal ke lantai


"shittt bannya kempes ".umpat Flora menendang mobil


Harish datang dengan mobil sportnya


"hei ikut aku saja ".ucap Harish


"enggak usah mas ".ucap bunga


Harish memutar matanya malas


dia turun dari mobil


dan menarik Flora untuk masuk ke mobilnya


"hei kau mau apakan aku !".pekik bunga


Flora di paksa masuk ke dalam mobilnya


Harish masuk ke dalam mobilnya dan mendekati bunga


Bugh


Flora menonjok pipi Harish


"kau ingin apa hah !".pekik bunga


Harish ingin marah tapi tiba tiba ia tertawa lepas


"apa kau lupa kalau naik mobil harus pakai apa ?".tanya Harish


Flora melihat seabelt dan mengerti


dia membulatkan mata


"maaf mas enggak sengaja kirain mau apain tadi ".ucap Bunga


Harish tertawa


"pakai sabukmu yang benar jangan salah dan piktor ".ucap Harish


Flora memakai sabuknya dan rada sewot dengan omongan Harish


Harish tersenyum dan kemudian tertawa dalam hatinya

__ADS_1


"well kau harus ikuti keinginanku niatku baik mengantarkanmu kalau cara halus tak bisa cara kasar ".ucap Harish


Flora membulatkan mata mendengar itu dan diam


Harish tersenyum smirk sambil menyetir


Flora memeriksa kandungannya anaknya perempuan ia senang begitu pula Harish yang tahu hal itu juga ikut senang karena punya keponakkan yang akan ia anggap anaknya


Flora sangatlah senang


setelah dari rumah sakit


"aku ingin mengajakmu ke suatu tempat ".ucap Harish menyetir


"oh ya kau mau bawa aku kemana ?"tanya Flora menoleh pada Harish


Harish melihatnya dan tersenyum


"kau ingin ikut ?".tawar Harish


Flora tersenyum


Harish membawa Flora ke pemakaman


Flora bergetar tangannya


"mau untuk apa kau membawaku kemari ?".tanya Flora ketakutan menelan salivanya


Harish memegang tangan bunga


"ikut aku ".ucap Harish


Harish membawa Flora ke kuburan milik sepasang suami istri Harish membersihkan nisannya


"Samara Wilson dengan William Darren Wilson ".ucap bunga


Harish tersenyum padanya


" kau sudah bertemu mereka ?".tanya Harish


Flora ingat ini makam kedua orang tua Harish dan Bram


Flora berjongkok


Flora ingat dulu Bram membawanya kemari untuk mengenalkan dia pada orang tuannya


"bantu aku menabur Flora dan air mawar ya ".ucap Harish


Flora tersenyum dan membantu Harish memberi Flora dan air mawar pada kedua makam itu


"mama papa aku datang lagi aku bawa Flora dia membawa cucu mama dan papa ".ucap Harish


Flora tersenyum ternyata Harish ingin memberitahukan kehamilan pada orang tua Harish


Sahara memperhatikan itu dari jauh


"bukankah itu istri Bram dan Harish punya hubungan apa mereka menarik ".gumam Sahara dari jauh


Flora dan Harish pergi naik mobil


"kau lapar Flora ?".tanya Harish


"euhmm ya aku ingin makanan laut akhir akhir ini ".ucap bunga


Harish tersenyum smirk


"aku tahu tempatnya ".ucap Harish mengemudi


mereka sampai di pantai disitu ada restoran outdoor mereka makan menghadap lautan ada berbagai seafood Flora memesan bakar Bakaran dan begitu pula Harish


mereka sama sama makan menggunakan tangan karena menurut mereka lebih enak


"euhhm sambel banyak lebih enak sama lalap dan Pete ".ucap bunga


"hmm enggak akh bau ".ucap Harish


"gampang tinggal gosok gigi ".ucap bunga


mereka saling Senda gurau


•••


sementara itu asya dan anaknya sedang keluar ke mall asya ingin Aaliyah bahagia mereka bermain funworld


asya di cengkram paksa tiba tiba oleh pria yang ternyata Adi


"mas Adi ?".pekik asya


"ikut aku !".perintah Adi


menyeret asya dan Aaliyah


"lepasin yah sakit ".lirih Aaliyah


asya berusaha melepaskan cengkeraman Adi


tiba tiba


Bughhh


Ammar menonjok Adi tiba tiba hingga tersungkur


"Ammar !".pekik Adi


tangan Ammar terkepal dan matanya marah

__ADS_1


__ADS_2