
Flora berhasil menenangkan Ammar
"Kakak jangan begini kak aku mohon takkah kau lihat mama sakit ?".tanya Flora dengan wajah memelas
apa yang dikatakan Flora ada benarnya juga Ammar hampir mengamuk
"kakak ini demi Flora !".bisik Akbar
"maafkan mama dan papa Ammar ".lirih Anita
"aku maafkan papa dan mama tapi aku mohon izinkan aku mencari wanita itu ".ucap Ammar
Zayn dan Anita mengizinkan
Anita merasa lega tidak ada lagi rahasia yang ia simpan rapat dari anak anaknya
dia benar benar ingin berubah lebih baik
•••
sementara itu Bram terpaksa harus merendam rasa emosinya di hadapan Madina yang sedang hamil karena tidak ingin Madina kenapa Napa
untung saham Bram hanya di rampok sedikit saja dan bisa ia kendalikan lagi
Madina terus manja dengan Bram
"mas lihat deh baju baju anak kita cantik cantik kan ?".ucap Madina memperlihatkan baju bayi
"cantik donk sayang ".ucap Bram
dia teringat masa lalu
Flashback on
Bram kecil berjalan ke arah mamanya
"mama mama ngapain !".tanya Bram remaja
samara menoleh
"eh Bram sayang mana kakakmu Harish ?".tanya samara
"itu dia ".ucap Bram menunjuk pintu
Harish datang
menghampiri mereka berdua
"mama , Bram kenapa ?".tanya Harish sedikit remaja
mama mereka sedang merajut
"lihat deh cantikkan sayang mama buat ini karena kalian mau punya adek lagi ".ucap samara memperlihat rajutan sweater bayi
"hah ".ucap Bram dan Harish bersamaan dengan mulut terbuka
samara tersenyum menghampiri anak anaknya
"jangan khawatir mama pasti bakal tambah sayang kok sama kalian ".ucap samara mengelus kepala anak anaknya
Bram dan Harish tak percaya dan terus membuka mulut mereka
tuan William datang dan menghampiri keluarga mereka dan berkumpul di tengah tengah mereka
suatu hari Bram dan Harish habis sekolah mereka ke mansion naik mobil
ketika sampai rumah banyak orang berkerumung dan polisi
"kakak ada apa ?".tanya Bram
Harish dan Bram turun bersamaan dari mobil menyela kerumunan itu saat itu hujan
mereka melihat mayat ibu mereka yang kepalanya bocor dan bersimpah darah jatuh dari lantai atas mereka ke arah mayat ibu mereka samara dan menangis
"mama ".teriak Harish dan Bram bersamaan
Wiliam berusaha menenagkan kedua putranya
Bram melihat Sahara yang membuat wajah angkuh dan memegang payung
Bram dan Harish hanya tahu bahwa ibu mereka punya penyakit sering pelupa atau biasa yang disebut dimensia kemungkinan samara jatuh dengan sendirinya terjatuh karena hal itu
Flashback off
"mas Bram !".pekik Madina
"iya Flora ".ucap Bram tiba tiba
Madina sewot
"apa kok dia sih !".ketus Madina
"enggak euhmm maaf lilisa sayang aku lagi gak konsen aja ".ucap Bram
Madina menggerutu kesal
"mas inget ya aku ini lilisa kamu bukan dia !".bentak Madina
Bram memeluk Madina menenangkannya
"ok calmdown rileks honey ".ucap Bram
Bram memegang tengkuk Madina dan menciumnya lembut
mereka terkikik bersama
__ADS_1
kembali ke Flora Anita diperbolehkan pulang situasi sudah mulai mencair
mereka pulang
Flora mual mual di kamar mandi
Huekk Huekk
Akbar takut terjadi sesuatu pada adiknya
"Flora apa kau sudah periksa kandunganmu ?".tanya Akba memegang pundak bunga
ia menyipitkan mata melihat bekas tamparan di pipi bunga
"ada apa kakak ?"tanya bunga
"tidak.tidak ada apa apa ".ucap Akbar
Akbar curiga ia ingin mencari tahu sendiri
Flora mengatakan ia belum memeriksa USG dan janinnya bulan ini dan jadwalnya besok Akbar menguatkan adiknya dan membelai rambut adiknya yang kian merontok dia mengerti dia harus mencari solusi dari permasalahan keluarganya
Flora ke kamarnya ia duduk di meja rias dia tahu rambutnya semakin rontok dan wajahnya semakin pucat dia menyisir rambutnya rambutnya berjatuhan dia menghapus makeup yang membuatnya terlihat segar dan meringis ketika ia menghapus makeup tepat di luka bagian pipinya bekas tamparan Bram
dia memfoto bekas tamparan itu
"mungkin kamu sudah tidak mencintai aku mas mungkin benar aku bukan wanita satu satunya dalam hidupmu ".gumam Bram
Flora batuk
"uhuk uhuk ....."
dia menutup mulutnya ketika batuk dia melihat darah di telapak tangannya dia ke kamar mandi kamarnya dan menghapusnya
"tidak tidak disaat seperti ini aku tak bisa lemah ".gumam bunga
ia membasuh wajahnya dengan air
keesokan harinya Harish mengunjungi keluarga Hendarto menjenguk Anita
Ia membawa buah tangan
Zayn dan Anita menerimanya tulus Ammar dan Akbar sudah pergi lebih dahulu
Flora turun tangga
"mas Harish ?".ucap bunga
Harish tersenyum
Flora mendekatinya dan menyapanya
"kau mau kemana Flora ?".ucap Harish
Flora pamit pada orang tuannya
begitu pula Bram ia juga pamit
saat akan menggunakan mobilnya
dia menghentakkan kakinya kesal ke lantai
"shittt bannya kempes ".umpat Flora menendang mobil
Harish datang dengan mobil sportnya
"hei ikut aku saja ".ucap Harish
"enggak usah mas ".ucap bunga
Harish memutar matanya malas
dia turun dari mobil
dan menarik Flora untuk masuk ke mobilnya
"hei kau mau apakan aku !".pekik bunga
Flora di paksa masuk ke dalam mobilnya
Harish masuk ke dalam mobilnya dan mendekati bunga
Bugh
Flora menonjok pipi Harish
"kau ingin apa hah !".pekik bunga
Harish ingin marah tapi tiba tiba ia tertawa lepas
"apa kau lupa kalau naik mobil harus pakai apa ?".tanya Harish
Flora melihat seabelt dan mengerti
dia membulatkan mata
"maaf mas enggak sengaja kirain mau apain tadi ".ucap Bunga
Harish tertawa
"pakai sabukmu yang benar jangan salah dan piktor ".ucap Harish
Flora memakai sabuknya dan rada sewot dengan omongan Harish
Harish tersenyum dan kemudian tertawa dalam hatinya
__ADS_1
"well kau harus ikuti keinginanku niatku baik mengantarkanmu kalau cara halus tak bisa cara kasar ".ucap Harish
Flora membulatkan mata mendengar itu dan diam
Harish tersenyum smirk sambil menyetir
Flora memeriksa kandungannya anaknya perempuan ia senang begitu pula Harish yang tahu hal itu juga ikut senang karena punya keponakkan yang akan ia anggap anaknya
Flora sangatlah senang
setelah dari rumah sakit
"aku ingin mengajakmu ke suatu tempat ".ucap Harish menyetir
"oh ya kau mau bawa aku kemana ?"tanya Flora menoleh pada Harish
Harish melihatnya dan tersenyum
"kau ingin ikut ?".tawar Harish
Flora tersenyum
Harish membawa Flora ke pemakaman
Flora bergetar tangannya
"mau untuk apa kau membawaku kemari ?".tanya Flora ketakutan menelan salivanya
Harish memegang tangan bunga
"ikut aku ".ucap Harish
Harish membawa Flora ke kuburan milik sepasang suami istri Harish membersihkan nisannya
"Samara Wilson dengan William Darren Wilson ".ucap bunga
Harish tersenyum padanya
" kau sudah bertemu mereka ?".tanya Harish
Flora ingat ini makam kedua orang tua Harish dan Bram
Flora berjongkok
Flora ingat dulu Bram membawanya kemari untuk mengenalkan dia pada orang tuannya
"bantu aku menabur Flora dan air mawar ya ".ucap Harish
Flora tersenyum dan membantu Harish memberi Flora dan air mawar pada kedua makam itu
"mama papa aku datang lagi aku bawa Flora dia membawa cucu mama dan papa ".ucap Harish
Flora tersenyum ternyata Harish ingin memberitahukan kehamilan pada orang tua Harish
Sahara memperhatikan itu dari jauh
"bukankah itu istri Bram dan Harish punya hubungan apa mereka menarik ".gumam Sahara dari jauh
Flora dan Harish pergi naik mobil
"kau lapar Flora ?".tanya Harish
"euhmm ya aku ingin makanan laut akhir akhir ini ".ucap bunga
Harish tersenyum smirk
"aku tahu tempatnya ".ucap Harish mengemudi
mereka sampai di pantai disitu ada restoran outdoor mereka makan menghadap lautan ada berbagai seafood Flora memesan bakar Bakaran dan begitu pula Harish
mereka sama sama makan menggunakan tangan karena menurut mereka lebih enak
"euhhm sambel banyak lebih enak sama lalap dan Pete ".ucap bunga
"hmm enggak akh bau ".ucap Harish
"gampang tinggal gosok gigi ".ucap bunga
mereka saling Senda gurau
•••
sementara itu asya dan anaknya sedang keluar ke mall asya ingin Aaliyah bahagia mereka bermain funworld
asya di cengkram paksa tiba tiba oleh pria yang ternyata Adi
"mas Adi ?".pekik asya
"ikut aku !".perintah Adi
menyeret asya dan Aaliyah
"lepasin yah sakit ".lirih Aaliyah
asya berusaha melepaskan cengkeraman Adi
tiba tiba
Bughhh
Ammar menonjok Adi tiba tiba hingga tersungkur
"Ammar !".pekik Adi
tangan Ammar terkepal dan matanya marah
__ADS_1