Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 31


__ADS_3

Flora selesai makan dengan Harish


tanpa sengaja ia sendawa


Arrghhhh


Flora rifleks menutup mulutnya Harish tertawa lepas


"aku akan ke kamar mandi air disini bersih karena pasti air laut aku akan gosok gigi ".ucap Flora pergi


"hati hati ya ".ucap Harish


Harish senang bisa memberikan banyak waktu untuk bunga


sementara itu Bram


bersama Madina mereka mengecek kandungan Madina


"berapa usia kandungan kalian ?".tanya dokter


Madina panik


"baru mau 4 bulan sus ".ucap Madina


dokter seperti curiga karena bayinya di USG lebih besar dari 4 bulan seperti lebih 1 bulan


"baiklah anak kalian perempuan ".ucap dokter


Bram dan Madina sangatlah senang dengan hal itu


selesai periksa kandungan Bram ke arah resepsionis sementara Madina menunggu di ruang tunggu


Bram menebus vitamin dan membayarnya dia tak sengaja menabrak seorang dokter dan menjatuhkan stestoskop dokter itu Bram mengambil menekuk lututnya dan mengambil stestoskop itu lalu berdiri


"dok ini stes....


ucap Bram terpotong melihat dokter pria itu


"Bram ".ucap dokter pria tua itu


"uncle Yash ".ucap Bram


Yash adalah ayah Tabhita yang menyembuhkan Harish


dia mengambil stestoskop dari tangan Bram


"mau apa kau disini !".ucap Yash


Bram tahu Yash kenapa bersikap dingin padanya


"istriku hamil aku..


"maaf waktuku tidak banyak aku sibuk ".ucap dokter Yash


Yash pergi saat Bram baru bicara


Bram menghela nafas pelan dan kembali ke arah Madina


"apa harus seperti ini ?".gumam Bram


•••


Flora kembali dari kamar mandi menghampiri Harish yang di balkon melihat lautan


"sudah ya kita pergi ".ucap bunga


Harish menoleh ke arahnya


"ok kita pergi ".ucap Harish


mereka turun dari restoran dan melihat lautan


cuaca yang dingin dan Sepoi Sepoi menyentuh kulit mereka Flora tersenyum melihat lautan


"ayoo kita pergi ".ucap bunga


ia memasuki mobil dan pergi dengan Harish


"aku ingin ke suatu tempat ".ucap bunga


"oh ya kemana ?".tanya harish sambil mengemudi


"kau akan tahu kemana ".ucap Flora tersenyum padanya


•••


kembali ke Ammar dan Asya


mereka sedang duduk di restoran berhadapan


sementara Aaliyah dia bermain lagi tapi diawasi anak anak buah Ammar


"kenapa kau kembali tuan ?".tanya asya menunduk


"karena aku tahu kau asiye ".ucap Ammar tersenyum tulus

__ADS_1


asiye berdiri


"aku harus pergi ini sudah mau sore anakku butuh tidur siang ".ucap asiye akan pergi


Ammar mencegat lengan asiye


"lepaskan saya tuan jika anda berani menyentuh saya saya tidak akan segan segan berteriak dan meminta tolong ".pinta asiye


Ammar berdiri dari kursinya


"Asiye aku tahu semuanya dia anakku kan ".ucap Ammar


Asiye menatap netra Ammar ada ketakutan di mata asiye


"darimana anda bisa berkata asal seperti itu tuan !".tekan Asya


"seperti yang tertulis akte kelahirannya dia adalah anak saya seutuhnya !".ucap asiye menekan


Ammar tidak ingin melepaskan asiye


"saya yakin dia anak saya saya tahu semuanya saya ingat semuanya".ucap Ammar menekan


Asiye tetap mengelak dia jijik sebenarnya dengan Ammar


"lepas !".tekan Asiye


Flora datang dengan Harish


"katakan saja Asya".ucap Flora menghampiri asya


"Flora ".lirih Asya


Asya melirik Ammar dan Flora


•••


Flora menjelaskan perlahan dengan duduk berhadapan dengan Asya bahwa Ammar kakaknya


Akbar datang dan berbisik pada Ammar


"aku sudah mengurusnya dia di tempat itu sekarang ". ucap Akbar


"bagus terima kasih Akbar ".ucap Ammar


Akbar menepuk pundak kakaknya


Ammar tahu Asya karena Bunga. dia bercerita soal hari itu dan masih ingat namanya asli Asya yaitu Asiye


Flora terkejut itu nama klien dan sahabatnya dan memberitahu soal asya yang kalau tidak salah nama suaminya Adi , Ammar terkejut mendengar kisah Asiye dia minta anak buahnya untuk mematai Asiye.


Asiye akhirnya jujur memang itu anaknya dengan Ammar dulu sewaktu dia ingin meminta tanggung jawab Ammar Ammar sudah tidak ada di apartemen itu dia mencari tahu soal Ammar dan bertemu Zayn dan Anita


dia menjelaskan semuanya dengan air mata di pipinya


Dia juga menjelaskan ketika ia di apartemen Ammar ingin meminta pertanggung jawaban Ammar dan bertemu dengan Ammar sendiri dia melihat Ammar mencium seorang wanita muda dan itu jugalah yang membuatnya pergi karena ia tak ingin anaknya juga tersakiti nanti melihat ayahnya yang tidak bisa setia


Ammar yang mendengar itu merasa menjadi lelaki bajingan dan brengsek seandainya saja ia tahu akan kejadian itu dan seandainya ia tahu bahwa saat dia sedang bermesraan dengan wanita lain di depan Asya dan Asiye di depannya sedang melihatnya maka ia takkan membiarkan Asiye dan anaknya Aaliyah menderita karena siksaan dari Adi sahabatnya.


Aaliyah ke arah kerumunan itu


"bunda ".lirih Aaliyah


semua melihatnya


"bunda aku lelah aku ingin pulang aja ".ucap Prita


Ammar melihat Aaliyah yang memiliki netra dan warna rambut yang sama dengan dia dia ingin sekali mengelus kepala putrinya


"uncle".lirihnya


"uncle yang kemaren kan ?".tanya Aaliyah


Ammar menekuk lututnya memegang kedua tangan anaknya hangat itulah yang ia rasakan


"uncle boleh peluk kamu enggak ".ucap Ammar


tanpa disangka Aaliyah mengalungkan tangannya ke leher Ammar dan memeluknya Ammar sangat senang dapat bertemu dengan anaknya dia mengecup kepala anaknya bertubi tubi


Zayn dan Anita datang dan meminta maaf pada asiye setelah melihat Aaliyah yang perawakannya mirip dengan Ammar membuat mereka tambah merasa bersalah Asiye memaafkan Zayn dan Anita


"uncle itu orang tua uncle ".ucap Aaliyah


Zayn dan Anita ke arah cucu mereka Aaliyah


Aaliyah awalnya menjauh mundur.Zayn dan Anita mengerti namun tiba tiba setelah Aalliyah melirik ibunya Aaliyah mendekati mereka dan bersalaman pada Zayn dan Anita


.


Zayn dan Anita tersentuh Asiye mendidik Aaliyah dengan baik dan benar


•••


sementara itu Sahara membuat Bram panas melihat foto Flora sedang makan bersama pria yang tak diperlihatkan wajahnya yang tak lain Harish makan di restoran pantai


dia mengikuti mereka tadi

__ADS_1


Bram sedang makan bersama Madina di mall lain


dia mendapat pesan


✉️ : keponakkanku sayang aku rasa istrimu membalas dendam padamu .Sahara


Bram mencengkram ponsel kuat


Matanya memerah


Ia mematikan ponselnya segera


Dan bangkit memukul meja dengan kepalan tangannya


"kurang ajar kau Flora awas kau ".gumam Bram


dia pergi meninggalkan Madina


menaiki mobilnya dengan penuh amarah


sementara itu


Adi diikat di kursi dan di sebuah ruangan kosong


Ammar dan Akbar datang


"siapa itu !".bentak Adi


"halo Adi ".ucap Ammar


"Ammar ".lirih Adi


"kau membohongiku selama ini di kau bilang kita sahabat tapi ini yang kau sahabat kau berbohong padaku hah !".bentak Ammar


Ammar menceritakan dia sudah tahu segalanya dari keluarga Adi


"cih kau tidak bisa memisahkan aku dengan Asya dia masih ada janji padaku ".ucap Adi


"berarti kau menikah karena janji bukan rasa bersalah ".bentak Akbar


Ammar memberikan kertas dokumen


"bukti itu mengatakan kau sudah resmi cerai dari asya karena dugaan kdrt dan penyiksaan psikis anak ".ucap Ammar


"kita harus apakan dia kakak ?".tanya Akbar


Ammar melihat Adi dengan senyuman licik


•••


kembali ke Flora dia bersama Harish dan yang lain mereka masih di mall


"terima kasih mas Harish sudah mau membantuku dan menghiburku hari ini ".ucap Flora tersenyum


Harish tersenyum


"sama sama Flora ".ucap Harish


darah segar mengalir dari hidung Flora Harish melihat itu dan mengambil sapu tanganya yang selalu ia bawa di saku dan mengelap atas bibir bunga


"Flora hidungmu berdarah darahnya tidak berhenti ".ucap Harish panik


Flora memegang lubang hidungnya


dia mengambil sapu tangan Harish dan menghapusnya sendiri tetap saja darahnya mengalir ia lari ke kamar mandi Harish mengikutinya hingga ke depan kamar mandi


Flora membasuh wajahnya dan membersihkan darah itu dengan air darahnya terus tak berhenti


ia memegang kepalanya dan menangis tersedu sedu dia sudah tahu umurnya pasti tak lama beberapa rambutnya juga mengalami sedikit kebotakkan


dia berusaha kuat dan terlihat baik baik saja


Flora keluar Harish tahu Flora pasti habis menangis dan matanya sembab


"Flora kau tidak apa apa ?".tanya Harish memegang pundak Flora


Flora melihatnya


"aku tak apa apa ".ucap Flora


tanpa Flora sadari Harish tahu Flora kenapa dia melihat rambut Flora yang menipis dia yakin ini pasti karena penyakitnya


sungguh ia tak rela Flora seperti ini


•••


Bram menaiki mobilnya dengan penuh amarah


dia marah jika benar Flora selingkuh tak apa.dia bisa memberi Flora pelajaran dan balasan lebih darinya


Bram menaiki mobilnya dengan kecepatan penuh


tiba tiba


Brakkkk

__ADS_1


__ADS_2