Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 50


__ADS_3

Menangis Bukan Berarti Lemah Tapi Kuat Dan Aku Bukan Wanita Yang Lemah


•••


"kamu sakit ? ".ucap Madina


Madina datang menghampiri Flora di rumah sakit


"mau apa kamu kesini ?".tanya Flora


"aku kemari karena merasa kasihan aja aku dengar kamu sakit kangker rahim juga rupanya ".ucap Madina santai


Flora hanya diam


Madina menghembuskan nafas


"aku mau jelasin disini bahwa seperti yang kamu tahu aku sedang hamil anak mas Bram dan aku selingkuh sama mas Bram dan ini buah cinta kami kamu tahu perasaan seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya


dan kamu pun juga ingin seperti itu coba kamu pikir kalau ini lahir tanpa status yang jelas dan tanpa bapak apa kata teman temannya nanti apa kata orang sekelilingnya dia pasti akan malu dan akan berdampak buruk bagi mental dan perkembangannya ".


" aku tahu kamu juga lagi hamil kita sama sama bakal menjadi seorang ibu dan kita juga pertahankan anak yang kita kandung , kalau kamu mencintai seseorang dan kamu menperjuanginya apa salahnya ?".ucap Madina


Flora melihatnya


"oh itu aja .kita juga bakal menjadi seorang ibu Madina kamu bilang kamu mempertahankan anak kamu silakan aku enggak peduli itu anak kamu kamu ambil mas Bram sekaligus aku juga tidak peduli , kalau aku di posisi kamu aku lebih baik mundur daripada aku harus menjadi perempuan yang akan sangat di benci oleh banyak orang nanti , kita cuman punya harga diri sebagai perempuan dan itu adalah harta kita ".ucap Flora


"dan kamu bilang apa tadi ? ,kalau kamu mencintai seseorang dan kamu memperjuangkannya apa salahnya ?".tanya Flora


"kamu salah besar Madina orang yang kamu cintai adalah suami seseorang mau kamu kenal dengan orang itu sebelum orang itu kenal dengan istrinya apa belum kalau lelaki itu suami orang kamu tetaplah orang ketiga dalam rumah tangga itu dan itu bukanlah ciri dari wanita yang mengganggap harga diri itu harta terbaik dia tidak memprioritaskan harga diri dia seorang yang egois bahkan untuk dirinya sendiri ".ucap Flora


Madina dia merasa tertampar


" aku tahu kamu yang mendonorkan ginjal kamu bukan sama aku waktu kecil ".ucap Madina


Flora menghembuskan nafas


"bagus kamu sudah tahu rupanya ".ucap Flora


"aku terima kasih untuk itu ".ucap Madina


Flora hanya tersenyum padanya


"kau mau lihat ".ucap Madina memperlihatkan ponselnya yang menunjukkan foto foto viral Flora di media massa


Flora sekali lagi tersenyum


"apa ini dirimu ? ini memang asli ya ? aku yang mengirimkan ini padamu ini utang Budi aku sama kamu aku balas jasa aku ke kamu ".ucap Madina


Madina sengaja datang untuk membuat Flora mentalnya lemah dan pasrah bahkan ia berharap Flora untuk bunuh diri setelah itu


Flora terkekeh


dia tepuk tangan


" great that's is great acting if you want to know i don't even care what you did to me ".ucap Flora


Madina terdiam


"kamu mau lihat ini ?".tanya Flora


ia mengambil ponselnya di bawah bantal dan memperlihatkan foto dan rekaman Madina berciuman dengan pria dan mabuk mabukan saat hamil dan menyiksa para maid


"masih banyak kok . gak cuma ini aja aku punya banyak pendukung aku mereka enggak akan percaya itu aku karena semua orang tahu aku di rumah sakit aku sedang hamil dan itu editan aku punya teman aku punya keluarga yang selalu mendukung aku ".ucap Flora


"kalau kamu anggap aku lemah dan mau melemahkan aku kamu salah kamu salah mengganggap aku lemah Madina !".tekan Flora


"not aku bukanlah wanita yang lemah ! ".ucap Flora


Madina terkejut


"kamu gila Flora Siko kamu itu ".sindir Madina


Flora hanya tersenyum


•••


dari rekaman kamera pengintai


"bagaimana ?".tanya Nina


"sesuai dengan kepintaranmu aku dapat dengan mudah membantumu".ucap Akbar dengan senyum


Flashback On


"kenapa kau tidak bisa lakukan itu ".ucap Nina ketus


Akbar mengangkat bahu


"kau tahu kan Madina itu juga adikku reputasi mama papaku dan keluargaku bisa menjadi gunjingan orang orang sekitar nanti ".ucap Akbar


"bagaimana caranya ?".ucap Nina


Akbar mendapat notifikasi dari ponselnya dia terkejut dan melirik Nina


Ia melirik Nina akhirnya bekerja sama dengan Nina


mereka kemudian bertemu dengan Harish Dan Bram Harish dan Bram mencari Nina dan Akbar mereka mencari Akbar untuk memberitahukan soal Flora


"apa kau tahu apa yang terjadi pada Flora ?".tanya Harish memperlihatkan ponselnya


"apa yang kau lakukan dengan dia Nina ?".tanya Bram


Nina tak menjawab


"dengar kakak aku yakin kalian juga tidak akan percaya padaku kami sudah tahu dan kami menebak ini ulah siapa ini baru tebakkanku saja sebenarnya ".ucap Nina


"siapa ?".tanya Bram


" Aku rasa dia ".ucap Nina


mereka berempat kerja sama dan meretas asal muasal foto dan rekaman tak senonoh itu


Flora telah tahu fitnah padanya Asiye meninggalkanya ke kantin sebentar ia meninggalkan Flora dengan Tasnya ada pesan suara notif dari tas Asiye ia kenal betul suara ini ini notif ponselnya ia mengambil ponsel dari tas Asiye benar ini ponselnya ia melihat berita viral dari chat seseorang dengan nomor tak di kenal dan viralnya ia di jagat maya dia berusaha untuk tenang dia berusaha turun dari ranjang


Brukkk


Dia terjatuh


Asiye datang bersama dokter Tabhita dan Amran


dia terlihat sangat stress dan syok Asiye menenangkanya bersama dokter Tabhita serta Amran menenangnkannya


"itu bukan aku ".lirih Flora


"tenang Flora tenang !".ucap Asiye


"Flora kau harus tenang kami bersamamu kita tidak akan meninggalkanmu ok kau harus tenang untuk kandunganmu tensimu sangatlah tinggi ".ucap Tabhita


"Flora tenanglah ok".ucap Amran


"kami di sini membantumu".ucapnya kembali


Ammar , Zayn dan Anita di luar mereka baru saja tiba namun dilarang masuk bahkan Asiye di biarkan untuk keluar Asiye menjelaskan segalanya


Anita menangis


"mama tenang aja aku yakin Flora kuat ".ucap Ammar

__ADS_1


"sabar mah ".ucap Zayn


Amran mengukur tensi Flora yang sangat tinggi dia melakukan anestasi padanya


Sementara Tabhita menenangkan Flora


"aku akan menyuntiknya agar tenang".ucap Amran


Amran melakukan suntikkan bius pada temannya itu agar tenang


Dia menatap sendu Flora


•••


Anita mengelus kepala putrinya Flora dengan lembutnya Flora kini tenang dan terlelap


"Amelia".lirih Anita


"putriku".ucapnya kembali mencium tangan anaknya


•••


Ammar dan Akbar melihat Anita yang menangis dari jendela bersama Flora yang terlelap


Mereka menatapnya sendu


"penyakitnya semakin parah


jiwanya sangatlah terguncang saat ini dan itu sangat berpengaruh".ucap Amran di samping mereka


"apa tidak ada cara lain untuk mengobatinya ?".tanya Akbar


Amran hanya diam begitu pula Ammar ammar sudah tahu apa yang akan di alami Flora adiknya


•••


Sementara itu Zayn bicara dengan Yash di ruangan Yash


"kondisinya jiwanya sangat terguncang saat ini aku sarankan biarkan ia tenang terlebih dahulu


Dia sangat traumatis mungkij ia hanya akan lebih banyak diam terlebih dahulu


kau tahu itu sangat berpengaruh padanya apa lagi saat ini".ucap Yash


Yash memberikan hasil dari X ray dari pemeriksaan menyeluruh di tubuh Flora


"ini hasil pemeriksaannya secara menyeluruh kau harus melihatnya".ucap Yash


Zayn melihatnya sedih


Yash menepuk pundaknya menyemangatinya dan memberikan dukungan padanya


Zayn mengambil nafas dalam dan panjang


•••


Flora sadar


Ia hanya diam


Anit terus mengelusnya


"mama papa tidak kecewa kan ?".tanya Flora


Zayn datang ia duduk di samping putrinya


ia memegang tangan anaknya dan mengecup kening putranya


"tidak sayang tidak ".ucap Anita ia menangis


"kau perlu istirahat".ucap Zayn


Anita masih sedih dan menangis


"aku ingin sendiri dahulu mah pah ".lirih Flora dia menahan tangisannya


Anita dan Zayn meninggalkan Flora karena ia meminta untuk sendiri Ammar berbicara dengan dokter Tabhita , Amran dan dokter Yash


"aku ingin yang terbaik untuk adikku !".ucap Ammar


"kami akan berusaha sebaik mungkin selagi kami bisa ".ucap dokter Yash


"sesuai dengan keinginanmu kami selalu berusaha untuk mengawasi pergerakan perkembangan Flora".ucap Tabhita


" kita juga harus bisa membuatnya tidak boleh banyak pikiran saat ini itu mempengaruhi penyakit dan bayinya serta jiwanya".ucap dokter Amran


•••


Vanessa datang melihat Flora dan menjenguknya mereka pelukkan


Flora hanya diam


"Vanessa aku tidak melakukan itu di kantor pasti ada masalah ".ucap Flora


"syutt Flora tidak ada masalah semua sudah aman kau harus percaya padaku ".ucap Vanessa


Disisi Lain


BRAKKKK


Lucifer dan anak buahnya mendobrak pintu kost kost an seorang pemuda yang sedang menyebarkan foto dan rekaman tak senonoh terhadap Flora dan fitnah terhadapnya


"siapa kalian !".hardik pria itu


"kau bermacam macam dengan orang yang salah !".ucap Lucifer


para anak buah Lucifer dan Harish menghajar pria itu hingga pingsan


pria itu terbangun dengan kondisi terikat di kursi dan mulut tersumpal kain


Harish dan Bram serta Ammar dan Akbar serta Nina dan Lucifer memperlihatkan diri mereka pada pria itu dengan tatapan sangar


Harish membuka kain penyumpal mulut pria itu dengan jijik


dia membungkukan dirinya


"malang sekali nasibmu kau punya bakat yang hebat namun kau berada di jalan yang salah ".ucap Harish


Harish pergi namun ia berbalik memukul pria itu dengan marah di kepalanya


BUG


Bram mendatanginya


"katakan siapa yang menyuruhmu !".hardik Bram mencengkram pipi pria itu


pria itu hanya diam Bram tersenyum ia menonjok mata pria itu hingga biru


Ammar dan Akbar menghampiri pria itu


"kau masih bungkam saja ".ucap Akbar


"kau tahu kau berita yang kau sebarkan tentang siapa ?


adikku kalau tentang orang lain aku tidak masalah tapi ini tentang adikku ".ucap Ammar .


" ADIK KAMI !".hardik Ammar dan Akbar bersamaan

__ADS_1


"jika kau tidak mau membuka mulut tak masalah ".ucap Akbar


mereka menyetrum paha pria itu hingga mengerang kesakitan


Bram menjambak pria itu kasar Lucifer menyiramnya air seember Harish mencengkram pipi pria itu


"katakan pada kami sekarang atau kau ingin cacat !".hardik Harish


pria itu masih diam


"kau ingin cacat dan kesakitan rupanya ".ucap Bram


Nina memberikan pisau secara oper operan pada Ammar dan Akbar


Ammar dan Akbar menusuk


Paha pria itu keras


AHHHH.....


Teriak pria itu keras


Mereka juga menyetrum paha Pria itu


Dan segera menghentikkanya


"ampun !".lirih pria itu habis kesakitam


"aku bersalah aku hanya di suruh oleh seseorang ".ucap pria muda itu


"katakan siapa yang menyuruhmu !".ucap Bram


•••


Tommy di kantornya perusahaanya mengalami penarikan dari beberapa saham dan penurunan akibat kebocoran saham dia diambang kebangkrutan parah


Harish mencuri beberapa saham perusahaan Tommy dengan Bram


Tommy ke rumahnya ia melihat Ammar dan Akbar di rumahnya


"kalian ?".ucap Tommy


dari belakang Tommy seseorang membuatnya pingsan


Tommy sadar ia berada di posisi tergantung balik saat ini


Ammar , Akbar , Harish dan Bram serta Lucifer berjalan beriringan menghampirinya


"kalian ".lirih Tommy


Ammar memegang wajah Tommy


"kau tampan rupanya tapi kau sangatlah bejat !".ucap Ammar


Akbar menghampirinya


"kau pasti tahu siapa dia ?".ucap Akbar memperlihatkan foto Flora


"kau bermacam macam dengan keluarga Al siddiq


kau bahkan tidak tahu siapa sesungguhnya kami ".ucap Ammar tegas


"mau apa kalian ?".tanya Tommy


"kami ingin apa Tom kau melakukan kejahatan besar Tom kami akan memberimu hukuman ".ucap Bram


"siapa yang bekerja sama denganmu !".ucap Harish menjambak keras rambut Tommy


"aku kenal dirimu kau adalah lelaki biadab yang mempermainkan perasaan seorang wanita dan kau adalah lelaki hari itu ".ucap Lucifer dengan senyum


"berdebah bunuh aku saja !".ucap Tommy


Mereka mengambil suntikkan masing masing yang berisi cairan berbeda


mereka berlima memegang sebuah suntikkan


"kau tahu cairan ini cairan ini bisa membuat tubuhmu membusuk ".ucap Harish


"kulitmu akan keropos ".ucap Akbar


"darahmu akan menghitam ".ucap Ammar


"tulangmu akan seluruhnya rusak ".ucap Bram


"kau mungkin bisa hidup tapi kau akan cacat dan sangat buruk ".ucap Lucifer


"aku lupa denganmu Tommy ?".ucap Amran memegang suntikkan


"lepaskan aku pengecut ! ".ucap Tommy


mereka akan menyuntik Tommy


"beritahu kami kenapa kau melakukan itu !".hardik Harish


"aku katakan kalian bisa melakukan penawaran ?".ucap Tommy


"baik apa maumau ?".tanya Bram


"aku akan jelaskan semua dan aku ingin perusahaanku kembali ".ucap Tommy


mereka melepaskan Tommy dan ke kantor Tommy


Tommy menjelaskan semuanya


Tommy memberikan beberapa foto rupanya selama ia tidur dengan Madina ia memotretnya dan juga merekamnya Bram melihatnya sangat marah dengan tangan terkepal


Tommy juga mengaku padanya dia yakin anak yang di kandung Madina anaknya


Bram sangat terkejut ia menghajar Tommy hingga babak belur dan berdarah darah


BUG


BUG


BUG


"bajingan kau itu !".hardik Bram


Harish , Ammar , Akbar memberhentikannya


"Bram Bram sudah !".ucap Harish


polisi di sekeliling datang menangkap Tommy mereka menjebak Tommy


Bram sangat syok dan stress dia keluar dari gedung dan menaiki mobilnya melakukanya dengan kencang


Nina berbicara dengan para maid dan mendapat kesaksian dari mereka dan bukti bukti cctv bahwa Madina menyiksa mereka dan mendapat bukti dari Akbar dia menyebarkannya dengan cepat dan berita tentang viralnya Flora lenyap


ia ke Flora memberitahukan rencananya pada Flora dan Asiye serta Vanessa di sana sebelum Madina datang menemui Flora


Flora setuju ia sudah merasa sakit hati pada adiknya itu padahal dirinya sudah sering mengalah padanya mungkin ia harus membalas Madina


Flashback Off


polisi membawa Madina dan menyeretnya Flora tersenyum padanya keluarga Al siddiq mengabaikan Madina dan ke Flora


"awas kamu Flora Aku benci kamu !".ucap Madina

__ADS_1


__ADS_2