
•••
baiklah aku ingin kau berselancar besok dan aku ingin melihatmu tidak takut berenang ".ucap Flora
"kau menantangku .baiklah ".ucap Harish menaikkan sebelah alisnya
"baiklah jika aku menang maka aku akan terus menemanimu tapi jika aku kalah kau boleh minta apapun padaku ".ucap Harish kembali
Flora tersenyum
"baiklah itu bagus ".ucap Flora
Ammar menghampiri mereka
" wah wah apa yang kalian gosipkan ".ucap Ammar
"tidak ada kak ".ucap Flora
"kami hanya membahas kapan kau akan menikah dengan Akbar ".ucap Harish tersenyum
"kau bicara lagi aku jitak kepalamu seperti Akbar ".ucap Ammar
Flora tertawa dia tahu masalah percintaan kakaknya Ammar
Ammar tidak pernah dekat dengan wanita manapun dan sering di juluki beruang kutub bila dekat dengan wanita bila membahas wanita Ammar sangatlah dingin
Flora tertawa lepas saat Harish dan Ammar saling mengejek
"bagaimana kau akan dekat dengan wanita tampang kau saja menyeramkan ".goda Harish
Ammar berkacak pinggang
"hei lihatlah suatu saat nanti aku akan mempunyai istri yang sangat cantik aku jamin itu ".ucap Ammar
Flora dan Akbar tertawa lepas
"kau ingin wanita cantik seperti apa kak ?".tanya Akbar
"terserah aku ingin wanita itu sangat cantik dan yang pastinya aku bisa memamerkannya pada semua orang ".ucap Ammar lantang
Zayn dan Anita yang mendengar itu saling melirik
"baiklah katakan padaku kau ingin yang seksi atau lemah lembut atau gumpal atau janda atau perawan atau perawan rasa janda atau sebaliknya ".ucap sindir Akbar
"sialan kau kemari kau ".geram Ammar
Akbar dan Ammar saling mengejar di tepi pantai
Zayn dan Anita tertawa lepas melihat kebahagiaan keluarga mereka setelah sekian lama keluarga mereka bisa saling tertawa dan merasakan kebahagiaan keluarga sesungguhnya
•••
keesokan harinya
keluarga Hendarto kini berkumpul melihat Harish dan Lucifer serta Ammar dan Akbar berselancar dan selancar layang
Zayn dan Anita mendukung anak anak mereka
sementara Harish dan Lucifer di dukung anak anak kepala adat disana
Vanessa menghampirinya
"wah wah siapa yang kamu dukung ?".tanya Vanessa memberi minuman teh
"aku dukung mas Harish ".ucap Flora
"oh ya ?".tanya Vanessa
"iya sebab aku ada taruhan dengan dia ".ucap Flora
Vanessa tersenyum
Vanessa melihat interaksi antara Flora dan Harish dia merasa Harish lebih pantas untuk Flora
Harish dan Flora saling tersenyum menatap
"kamu udah kasih tau Tony ?".ucap Flora
Vanessa terdiam
"mas Tony gak kasih aku kabar selama seharian ini dari kemarin juga gak kasih kabar entah kemana dia aku juga gak tahu ".ucap Vanessa sendu
Flora menenagkan Vanessa
mereka saling menguatkan
__ADS_1
acara dimulai
Harish berhasil melakukan selancar sangat baik dengan Ammar
sementara Akbar melakukan selancar layang dengan Lucifer
Harish menang melawan peserta lainnya dalam berselancar
Akbar juga dia menang dalam selancar layang
Flora tersenyum pada Harish
dan kemudian pergi membantu Anita masak di villa dapur bersama Vanessa
para pria kembali melakukan lomba
selesai dari lomba para pria membersihkan diri dan makan bersama sama
Flora membuat sup iga dan kepiting saus Padang
semua orang saling bercanda gurau tertawa dan menggoda
Flora terlihat lebih bahagia dan melupakan sakit hatinya pada Bram
•••
bram kini bersama Madina berenang bersama di lautan saling tertawa dan bahagia
Madina mengalungkan tanganya di leher Bram
mereka sama berenang dan kemudian naik ke dalam yatcht
Bram membawa Madina ke kamar mandi untuk mandi bersama
Cup
Cup
Cup
Madina dan Bram saling memadu kasih tanpa memikirkan perasaan Flora mereka melakukannya dengan senang
dan melakukan huFlora n badan
"arghhhhh ".erang keduanya
"i love u too ".ucap Bram
Bram mencium bibir Madina
pada saat ia mengangkat wajahnya
wajah Madina berubah menjadi Flora yang menangis darah
"kamu jahat mas !".teriak Flora
Bram kemudian sadar dari mimpi buruknya
ia menoleh ada punggung Madina di sampingnya
dia mengusap wajahnya dengan satu tangan
dia berfikir tentang Flora
"shittttt ".umpatnya
dia sadar dia telah salah pada Flora tapi posisinya saat itu Madina sakit dan tidak bisa ia tinggalkan dan Madina ingin jalan jalan karena keinginan anaknya tapi ia juga lupa bahwa Flora juga sedang hamil anaknya
Drett
Drettt
Drett
ponsel Bram bergetar
terdapat telepon
"dia ?".ucap Bram
Bram beranjak dari ranjang hanya menggunakan boxer saja dan memakai pakaiannya
dan mengangkat teleponnya menjauh
Madina terbangun
__ADS_1
Bram ke luar yatcht
[ 📞 : halo kenapa kau menelponku .Bram ]
[ 📞 : ya aku rindu lah .N ]
[ 📞 : cih tidak usah rindu padaku.bram ]
[ 📞 : kau pasti tahu kenapa.N ]
[ 📞 : biar kutebak kau pasti minta izin nonton bukan.bram ]
[ 📞 : benar sekali tebakkanmu sayang .N ]
"Sayang ".ucap Madina dari atas
Bram menyudahi panggilannya
"siapa mas ?".tanya Madina
"oh itu tadi temen dah masuk aku masuk ya ".ucap Bram masuk yatcht
•••
hari sudah malam semua sedang bakar Bakaran ikan
Flora kini membuat sambal
Harish menghampirinya
"hei mas kok disini ?".ucap Flora
"apa kau lupa taruhanmu ?".tanya Harish
Gelek
Flora menelan salivanya
"taruhan apa ?".tanya Flora
Harish mendekatinya
"taruhan kalau aku selalu menemanimu ".ucap Harish
"hah ".ucap Flora
"wait wait i thought you just kidding ".ucap Flora
"if im not why ?".ucap Harish tersenyum
Flora terperengah
Harish membantu Flora membuat sambal
"mas gak usah biar aku aja ".ucap Flora
"gak apa apa biar aku aja yang ulek ".ucap Harish
Flora keheranan
sementara Harish tertawa dalam hatinya
"Sebenarnya dia kenapa ?".batin Flora
Mereka memasak bersama Harish membantu Bram
Banyak yang mengira mereka pasangan serasi Ammar dan Akbar melihat itu dengan senyum
Mereka bisa melihat Flora melupakan Bram walau hanya sebentar saja
"Well setidaknya Harish bisa membantu kita ".ucap Ammar
"Aku akan cari kebahagiaan apapun untuk Flora ".ucap Akbar
"Aku juga akan melakukannya ".ucap Ammar
Mereka semua makan makan bersama dan saling cerita satu sama lain ada candaan yang buat Flora tertawa lepas semua orang bahagia bila Flora terlihat bahagia
Namun jujur saja Flora masih kepikiran Bram saat ini mau bagaimanapun Bram suaminya ayah dari anaknya
Harish tahu Flora memikirkan Bram dia tersenyum
"Aku tahu Flora kau mungkin masih memikirkan dia tapi aku yakin perlahan kau bisa melupakannya sudah cukup dia memberikan kamu luka aku harap kamu bisa melupakannya dan mendapat lelaki yang lebih baik darinya ".batin Harish
Flora tersenyum pada Harish
__ADS_1
Dia sebenarnya masih penasaran kenapa Harish dan Bram tak pernah akur itulah yang mengganjal di hatinya