Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 22


__ADS_3

•••


baiklah aku ingin kau berselancar besok dan aku ingin melihatmu tidak takut berenang ".ucap Flora


"kau menantangku .baiklah ".ucap Harish menaikkan sebelah alisnya


"baiklah jika aku menang maka aku akan terus menemanimu tapi jika aku kalah kau boleh minta apapun padaku ".ucap Harish kembali


Flora tersenyum


"baiklah itu bagus ".ucap Flora


Ammar menghampiri mereka


" wah wah apa yang kalian gosipkan ".ucap Ammar


"tidak ada kak ".ucap Flora


"kami hanya membahas kapan kau akan menikah dengan Akbar ".ucap Harish tersenyum


"kau bicara lagi aku jitak kepalamu seperti Akbar ".ucap Ammar


Flora tertawa dia tahu masalah percintaan kakaknya Ammar


Ammar tidak pernah dekat dengan wanita manapun dan sering di juluki beruang kutub bila dekat dengan wanita bila membahas wanita Ammar sangatlah dingin


Flora tertawa lepas saat Harish dan Ammar saling mengejek


"bagaimana kau akan dekat dengan wanita tampang kau saja menyeramkan ".goda Harish


Ammar berkacak pinggang


"hei lihatlah suatu saat nanti aku akan mempunyai istri yang sangat cantik aku jamin itu ".ucap Ammar


Flora dan Akbar tertawa lepas


"kau ingin wanita cantik seperti apa kak ?".tanya Akbar


"terserah aku ingin wanita itu sangat cantik dan yang pastinya aku bisa memamerkannya pada semua orang ".ucap Ammar lantang


Zayn dan Anita yang mendengar itu saling melirik


"baiklah katakan padaku kau ingin yang seksi atau lemah lembut atau gumpal atau janda atau perawan atau perawan rasa janda atau sebaliknya ".ucap sindir Akbar


"sialan kau kemari kau ".geram Ammar


Akbar dan Ammar saling mengejar di tepi pantai


Zayn dan Anita tertawa lepas melihat kebahagiaan keluarga mereka setelah sekian lama keluarga mereka bisa saling tertawa dan merasakan kebahagiaan keluarga sesungguhnya


•••


keesokan harinya


keluarga Hendarto kini berkumpul melihat Harish dan Lucifer serta Ammar dan Akbar berselancar dan selancar layang


Zayn dan Anita mendukung anak anak mereka


sementara Harish dan Lucifer di dukung anak anak kepala adat disana


Vanessa menghampirinya


"wah wah siapa yang kamu dukung ?".tanya Vanessa memberi minuman teh


"aku dukung mas Harish ".ucap Flora


"oh ya ?".tanya Vanessa


"iya sebab aku ada taruhan dengan dia ".ucap Flora


Vanessa tersenyum


Vanessa melihat interaksi antara Flora dan Harish dia merasa Harish lebih pantas untuk Flora


Harish dan Flora saling tersenyum menatap


"kamu udah kasih tau Tony ?".ucap Flora


Vanessa terdiam


"mas Tony gak kasih aku kabar selama seharian ini dari kemarin juga gak kasih kabar entah kemana dia aku juga gak tahu ".ucap Vanessa sendu


Flora menenagkan Vanessa


mereka saling menguatkan

__ADS_1


acara dimulai


Harish berhasil melakukan selancar sangat baik dengan Ammar


sementara Akbar melakukan selancar layang dengan Lucifer


Harish menang melawan peserta lainnya dalam berselancar


Akbar juga dia menang dalam selancar layang


Flora tersenyum pada Harish


dan kemudian pergi membantu Anita masak di villa dapur bersama Vanessa


para pria kembali melakukan lomba


selesai dari lomba para pria membersihkan diri dan makan bersama sama


Flora membuat sup iga dan kepiting saus Padang


semua orang saling bercanda gurau tertawa dan menggoda


Flora terlihat lebih bahagia dan melupakan sakit hatinya pada Bram


•••


bram kini bersama Madina berenang bersama di lautan saling tertawa dan bahagia


Madina mengalungkan tanganya di leher Bram


mereka sama berenang dan kemudian naik ke dalam yatcht


Bram membawa Madina ke kamar mandi untuk mandi bersama


Cup


Cup


Cup


Madina dan Bram saling memadu kasih tanpa memikirkan perasaan Flora mereka melakukannya dengan senang


dan melakukan huFlora n badan


"arghhhhh ".erang keduanya


"i love u too ".ucap Bram


Bram mencium bibir Madina


pada saat ia mengangkat wajahnya


wajah Madina berubah menjadi Flora yang menangis darah


"kamu jahat mas !".teriak Flora


Bram kemudian sadar dari mimpi buruknya


ia menoleh ada punggung Madina di sampingnya


dia mengusap wajahnya dengan satu tangan


dia berfikir tentang Flora


"shittttt ".umpatnya


dia sadar dia telah salah pada Flora tapi posisinya saat itu Madina sakit dan tidak bisa ia tinggalkan dan Madina ingin jalan jalan karena keinginan anaknya tapi ia juga lupa bahwa Flora juga sedang hamil anaknya


Drett


Drettt


Drett


ponsel Bram bergetar


terdapat telepon


"dia ?".ucap Bram


Bram beranjak dari ranjang hanya menggunakan boxer saja dan memakai pakaiannya


dan mengangkat teleponnya menjauh


Madina terbangun

__ADS_1


Bram ke luar yatcht


[ 📞 : halo kenapa kau menelponku .Bram ]


[ 📞 : ya aku rindu lah .N ]


[ 📞 : cih tidak usah rindu padaku.bram ]


[ 📞 : kau pasti tahu kenapa.N ]


[ 📞 : biar kutebak kau pasti minta izin nonton bukan.bram ]


[ 📞 : benar sekali tebakkanmu sayang .N ]


"Sayang ".ucap Madina dari atas


Bram menyudahi panggilannya


"siapa mas ?".tanya Madina


"oh itu tadi temen dah masuk aku masuk ya ".ucap Bram masuk yatcht


•••


hari sudah malam semua sedang bakar Bakaran ikan


Flora kini membuat sambal


Harish menghampirinya


"hei mas kok disini ?".ucap Flora


"apa kau lupa taruhanmu ?".tanya Harish


Gelek


Flora menelan salivanya


"taruhan apa ?".tanya Flora


Harish mendekatinya


"taruhan kalau aku selalu menemanimu ".ucap Harish


"hah ".ucap Flora


"wait wait i thought you just kidding ".ucap Flora


"if im not why ?".ucap Harish tersenyum


Flora terperengah


Harish membantu Flora membuat sambal


"mas gak usah biar aku aja ".ucap Flora


"gak apa apa biar aku aja yang ulek ".ucap Harish


Flora keheranan


sementara Harish tertawa dalam hatinya


"Sebenarnya dia kenapa ?".batin Flora


Mereka memasak bersama Harish membantu Bram


Banyak yang mengira mereka pasangan serasi Ammar dan Akbar melihat itu dengan senyum


Mereka bisa melihat Flora melupakan Bram walau hanya sebentar saja


"Well setidaknya Harish bisa membantu kita ".ucap Ammar


"Aku akan cari kebahagiaan apapun untuk Flora ".ucap Akbar


"Aku juga akan melakukannya ".ucap Ammar


Mereka semua makan makan bersama dan saling cerita satu sama lain ada candaan yang buat Flora tertawa lepas semua orang bahagia bila Flora terlihat bahagia


Namun jujur saja Flora masih kepikiran Bram saat ini mau bagaimanapun Bram suaminya ayah dari anaknya


Harish tahu Flora memikirkan Bram dia tersenyum


"Aku tahu Flora kau mungkin masih memikirkan dia tapi aku yakin perlahan kau bisa melupakannya sudah cukup dia memberikan kamu luka aku harap kamu bisa melupakannya dan mendapat lelaki yang lebih baik darinya ".batin Harish


Flora tersenyum pada Harish

__ADS_1


Dia sebenarnya masih penasaran kenapa Harish dan Bram tak pernah akur itulah yang mengganjal di hatinya


__ADS_2