
Bram habis bersenang senang dengan madina mereka berada di hotel mewah bintang 5 yang ada di jakarta madina tertidur di dadanya yang bidang dan mengelus dada bram yang telanjang bram membelai rambut madina
bram sadar dan terbangun
"jam berapa sekarang ?".tanya bram
madina mengangkat wajahnya
"jam 12 kenapa ?".tanya madina
bram membulatkan mata dia lupa ada nina dia kurung di kamarnya
bram bangkit melepaskan kukungan tubuhnya dari madina ia turun dan hanya menggunakan boxer
"loh mas kenapa ?".tanya madina
bram mengambil ponselnya dan mengumpat sial ke kamar mandi
madina mengikutinya
"mas kenapa sih !".ucap madina
"aku harus pulang , kamu kenapa gak bangunin aku sih !".ucap bram
"loh kok kamu salahin aku sih !".umpat madina
bram menggosok giginya dengan cepat
"nina ya , udahlah mas biarin aja kan ada mbok yang kasih makan sudahlah nanti malam kita kan pulang ".ucap madina
mengelus kedua bahu bram
bram nampak berfikir betul juga kata madina toh nina sudah besar ada mbok dan para maid lain mbok pasti bisa buka kuncinya dan beli di tukang kunci seperti kata madina
madina tersenyum smirk
bram bangkit dari posisi bungkuknya dan melihat madina yang tersenyum polos dia memegang kedua pipi madina dia tersenyum mereka berciuman
•••
nina berada di mansion harish
dia melihat foto bram , harish , dan ayahnya dia mengusap foto ayahnya
"kenapa papa gak ada saat aku butuh papa , kenapa papa gak sayang sama aku , apa salah aku pah ?".ucap nina menangis
mbok menghampirinya
"non kok non nina nangis kenapa ?".tanya mbok
"mbok kenapa papa enggak sayang papa gak ada saat aku butuh dia mbok , kak bram juga gak sayang sama aku dia kirim aku keluar negeri dia enggak bilang dia nikah dia bahkan enggak kenalin aku sebagai adiknya selama ini dan kak harish apa betul dia kakak aku apa dia sayang sama aku atau justru dia sama seperti kak bram jawab mbok?".tanya sendu nina
"aku sayang padamu nina ".ucap harish datang tiba tiba
nina melihatnya
harish tersenyum pada mbok
"apa kau juga sama seperti kak bram ?".tanya nina sendu dan menangis
harish memegang kedua pipi Nina
"aku menyayangimu karena kau adikku kau juga darahku ".ucap harish
"kenapa papa tak pernah ada untukku , kenapa kak bram menjauhi aku ?".tanya nina
__ADS_1
harish memeluknya erat
"andai kau tahu nina bahwa semua orang sejujurnya mencintaimu kau adikku aku mencintaimu ".ucap batin harish
dia emosi mengingat bram tidak ada di mansion hingga sekarang dan anak buahnya mengatakan dia ada di hotel mewah bersama madina
"betapa bodohnya kau bram ".batin harish
dia kesal , marah dan benci dengan bram
•••
Flora di kamarnya ia menyisir rambut pendeknya di cermin rambutnya mungkin mudah disisir tapi tetap saja rontok beberapa helai dia mengambil beberapa helai rambutnya di sisir dia melihat wajahnya di cermin terlihat dirinya sangatlah pucat dia menunduk dan bersedih mengelus perutnya
dia teringat dengan suaminya bram
Flashback on :
dulu bram sering sekali menyisirinya sebelum tidur bram duduk di sofa Flora di bawah
"rambut panjang kamu tetap gini ya jangan gimbal ".bisik bram sambil menyisirinya
Flora tersenyum dan tertawa bersama bram
Flora menoleh ke arah bram
"kalau suatu saat aku botak kamu mau ?".tanya bunga
"janganlah nanti kamu kayak orang penyakitan tapi walau begitu aku tetap cinta sama kamu ".ucap bram dengan senyum bersama bunga
mereka berpelukkan
Flashback Off
dia beristighfar beberapa kali dan menepuk perut buncitnya dan tersenyum
"mama sayang banget sama kamu mama akan pertahankan segalanya untuk kamu termasuk jiwa dan raga mama untuk melahirkan kamu ".ucap Flora menepuk perutnya
•••
lucifer bersama vanessa
mereka di taman
"jadi sampai sekarang kalian belum kasih tahu bram ?".tanya vanessa
lucifer menggeleng
"kenapa ?".tanya vanesaa
"sampai saat ini kami belum bisa bertemu bram karena bram selalu pergi dengan madina harish sedang fokus terlebih dahulu dengan adiknya nina yang di tinggalkan bram begitu saja kemarin ".ucap lucifer
"tega sekali bram !".umpat vanessa
lucifer tersenyum padanya
"aku kasihan pada Flora entah bagaimana nasibnya nanti karena dia satu satunya temanku ".ucap sendu vanessa
lucifer mengerti dia juga kasihan pada bunga
"dia hanya satu satunya temanku dia yang membantuku dan mengerti diriku ".ucap sesak vanessa menahan tangis
lucifer menghela nafas dan memeluknya dari samping
kepala vanessa bersandar di dada lucifer
__ADS_1
lucifer membelai rambutnya dan mengecup kepalanya
vanessa kaget dan mendorongnya
"jangan macam macam denganku awas kau ya !".hardik vanessa
lucifer terkekeh
vanessa bangkit pergi lucifer mengejarnya
•••
Flora bersiap siap dia akan bersama harish dalam 1 hari dia membawa buku hariannya dan mencatat semua yang ada di bukunya itu
Akbar menghampirinya di kamar menyandarkan sisi tubuhnya di kerangka pintu sambil menyilangkan tangan
"bawalah seperlunya ".ucap akbar tersenyum
Flora tersenyum padanya
akbar menghampirinya dan menumpuk tangannya dengan adiknya
"jaga dirimu baik baik ".ucapnya
akbar menghela nafas
"aku tahu Harish sangat berbeda dari saudaranya maupun ayahnya".ucap Akbar
"apa kau yakin kau ingin berikan waktu 1 hari saja bersama harish ?".tanya akbar
Flora tersenyum
"aku yakin kakak aku rasa memang seharusnya seperti ini ".ucap bunga
akbar tersenyum padanya
dia tahu Flora berbohong dari matanya dia tahu Flora merasa berat mengatakannya dari cara bicaranya dia mengecup keningnya dan memeluk adiknya Flora erat Flora meneteskan 1 air matanya dan menghapusnya
kemudian ia pergi dengan akbar
harish sudah menunggunya di bawah
Flora menghampirinya bersama akbar
"nanti aku yang menjemputmu aku yang akan menyusul ".ucap akbar
Flora pergi dengan harish naik mobil
"kau akan membawaku kemana ?".tanya Flora tanpa menoleh ke arahnya
"aku akan membawamu ke tempat tempat kau pasti akan suka ".ucap harish menyetir
Flora melihat tangan harish yang di perban keduanya
"tanganmu kenapa ?".tanya bunga
"tidak apa ".ucap harish
tangan kanannya ia turunkan entah kenapa
Flora mengambilnya
"ini pasti sakit.kenapa kau menyetir ?".tanya bunga
"rasa ini tidaklah sakit ada banyak rasa sakit di dunia ini namun kita tak bisa menunjukkan semuanya pada semua orang hanya diri kita sendirilah yang tahu seperti apa kita menahan rasa sakit itu ".ucap harish
__ADS_1