
Akbar kembali dari luar dia melihat Flora sedang tiduran
dia menyodorkan makanan mie ayam kesukaan bunga
"makanlah !".ucap akbar
Flora dan akbar saling memakan makanan mereka
Flora nampak lesu
"kau tidak suka ?".tanya akbar
dia disampingnya sambil duduk di kursi
Flora tak menjawab
akbar menghela nafasnya pelan
"harish ya ?".tanya akbar
Flora kembali tak menjawab
"dia sudah bersumpah untuk tidak menemui mu lagi ".ucap akbar
Flora memberhentikan makannya
"dia berdoa pada Tuhan aku melihatnya dia bersembahyang hari ini dia berdoa jika kau sadar dan bisa sembuh dari penyakit ini maka ia bersumpah menjauhimu ".ucap akbar
"kenapa kak akbar enggak cegah dia ?".tanya sesak Flora menampung air mata
"aku gak bisa Flora itu keputusannya ".ucap akbar
"meskipun aku dan ammar sudah memberitahu dia dengan lucifer juga dia tetap kukuh dengan sumpahnya itu ".ucap akbar
Flora meneteskan air mata kedua tangannya mengusap kepalanya dia merasa seperti sakit hatinya mendengar itu
"dia menitipkan ini padaku dan kak ammar ".ucap akbar
memberi amplop dan Flora putih yang masih segar 1 tangkai
akbar tertidur di sofa Flora masih belum tidur ia duduk dan membaca surat itu
~teruntuk kamu pemilik mata indah , aku tidak tahu bagaimana aku menuliskannya dan bagaimana aku mengatakannya aku sangatlah bodoh dalam menulis setiap kali aku melihat mata indah mu aku merasakan banyak hal yang kau rasakan rasa sakit yang kau tahan , rasa bahagia , rasa sedih dan kecewa ,setiap kali aku melihat senyummu hatiku terasa tersentuh dan tak karuan , setiap aku melihatmu tertawa aku ingin tertawa terus bersamamu ada apa dengan diriku ? entahlah aku tak tahu apa yang menyerang diriku tiba tiba ,ingin aku menghabiskan banyak waktu denganmu namun aku tahu itu akan salah , ibaratkan namamu kau harum bagaikan sekuntum mawar dan cantik bagaikan Flora mawar juliet , maafkan aku aku tahu perasaan ini salah rasanya aku ingin menghabiskan banyak waktu denganmu menghapus luka luka di hatimu dan memberikan cinta serta kehangatan padamu cinta itu memang salah dan menyakitkan tapi cinta itu datang tiba tiba seperti penyesalan tidak diketahui kapan datangnya tapi terlambat menyadarinya ~.Harish Wijaya Wilson
Flora memeluk surat itu dan meneteskan air mata
•••
bram sekarang di bar dan klub malam
dia minum minum dia mengingat kenangan di kepalanya bersama Flora dimana dia dan Flora saat itu di kamar Flora melihat foto kecilnya dengan madina sambil cerita
"waw kamu udh keliatan cantik dari dulu ".ucap bram di sampingnya
Flora tersenyum padanya
"bisa aja kamu ".ucap bunga
"bukankah setahu aku kamu suka berantem sama madina dulu ?".tanya bram
Flora membuka mulutnya terkejut
"darimana kamu tahu ?".tanya bunga
bram tersenyum smirk
"aku tahu pasti si mulut knalpot kak akbar ".ucap bunga
bram terkekeh
"itu mah dulu mas sekarang kan udh enggak karena kita sudah terbiasa berbagi ".ucap bunga
bram menundukkan kepalanya dan tersenyum
"kamu .aku gak pernah lihat foto masa kecil kamu ?".tanya bunga
bram tersenyum
"aku akan kasih kamu nanti soalnya foto foto itu udh lama ilang cuman ada foto orang tua aku ".ucap bram
Flora mengerti dan memeluknya
"kamu sendirian aja ya mas gak punya saudara apa kamu gak kesepian ?".tanya bunga
__ADS_1
bram tersenyum
"aku kesepian Flora aku selalu kesepian ".ucap bram
tak bisa di pungkiri bram terkadang ingin menjalin hubungan baik dengan saudara saudaranya yaitu harish dan nina seperti Flora tapi kesalahpahaman ini menyebabkan keluarganya tercerai berai dia mengelus kepala Flora dan tidur bersamanya
dia memijat pelipisnya
dan pulang ke mansionnya
bukan sambutan yang ia lihat di rumah malah ke gaduhan
rupanya nina dan madina bertengkar
"apa kau tidak tahu rumah ini juga hakku kau tidak berhak memindahkan atau mengganti baru peralatan tata cara dan tata benda di rumah ini tanpa izin kak bram ataupun aku kau harus bilang dulu setidaknya pada kak bram ruangan ini sudah di tata terlebih dahulu oleh ayahku !" .hardik nina
"apa kau ingin melawanku !".sewot madina
"apa ada yang salah jika aku melawanmu ,aku bahkan tidak takut jika aku melawan dirimu !".sewot nina
bram memberhentikan perkelahian itu dengan berdehem keras
"mas lihat deh adik kamu dia atur aku seenaknya !".pekik madina
nina melihat bram dengan dingin
"lilisa nina ada benarnya seharusnya kamu bilang aku dulu ".lirih bram
nina tersenyum smirk
"kamu kenapa belain dia aku ini istri kamu !".pekik madina
bram tak mau berdebat dan naik ke atas
nina membisikki kalimat pada madina
"sekarang kita lihat siapa yang akan di bela dan menang dalam melawanmu ".sindir nina dan pergi menaikki tangga
madina ke kamar dan menutup pintu keras
Brakkk
bram yang sedang ganti baju melihatnya
"mas kamu kemana aja sih seharian aku itu lagi hamil !".pekik madina
dia hendak tidur tapi madina menariknya
"kamu kenapa sih berubah !".pekik madina
bram memutar matanya malas
"aku sudah bilang sama kamu aku dari kantor sekarang aku lelah aku mau tidur jangan ganggu aku ".ucapnya
dia ke ranjang dan tidur
"mas kamu kenapa sih aku cuman tanya kamu doank !".ucap madina
bram menutup kedua tangannya
"Flora ya !".pekik madina
bram membuka matanya dan bangkit dari ranjang
"aku sudah bilang padamu aku ingin tidur jangan ganggu aku !".hardik bram
dia keluar dari kamar membanting pintu
Brakkk
madina membanting foto kaca ke lantai hingga pecah
Prangg
para maid mendengarkan dari bawah sambil mengerjakan pekerjaan mereka
Nina yang mendengar itu tersenyum smirk di kamarnya
•••
pagi di hari di rumah sakit Flora masih tertidur sementara akbar sedang keluar membeli sarapan seseorang mengelus lembut pipi Flora dan rambut keritingnya
dia menaruh amplop surat cantik berwarna pink dan Flora matahari di atas nakas dan pergi kemudian sebelum Flora terbangun
__ADS_1
ketika Flora membuka mata orang itu sudah tak ada
akbar datang
"hei kakak ?".lirih Flora berusaha bangkit
akbar membantunya untuk duduk
"sorry i leave u aku belikan kau dan aku sarapan ".ucap akbar
Flora tersenyum
"tahu aja aku enggak suka makanan rumah sakit !".ucap Flora tersenyum
harish melihatnya dari jendela dia memegang kaca jendela
dia tersenyum melihat Flora tersenyum
"Flora ".lirihnya
dia tadi bekerja sama dengan akbar dan ammar
agar bisa menemui Flora sebelum Flora terbangun
ammar menepuk pundaknya
"jika kau tak sanggup tak apa kau bisa dan boleh menemuinya ".ucap ammar
"aku takut aku takut jika aku menemuinya itu akan membuat dia kembali merasakan sakit dan aku akan tambah merasakan rasa tak bisa jauh darinya ".ucap harish
ammar menghela nafas pelan
"aku juga mengalami ketakutan yang sama denganmu harish bahkan aku lebih takut darimu kalau tidak ada dia aku mungkin tidak akan bisa mendapat maaf dari asiye dan bertemu dengan dia dan anakku ".ucap ammar
harish tersenyum melihat bunga
"dia adalah keajaiban dari kehidupan kita Ammar. Namun sayangnya dia tidak mendapat keajaiban dari hidupnya ".ucap harish
•••
tabhita dan bram berjalan di taman
"jadi sekarang kau sudah tahu ?".tanya tabhita
bram hanya tersenyum
"entah bagaimana aku bisa bertemu dengan dia dan mengatakan segalanya serta meminta maaf padanya ".lirih bram
tabhita melihatnya dan menghembuskan nafas
"kau tahu dia sangat menyayangimu dia bahkan juga ingin bertemu denganmu juga sebenarnya ".ucap tabhita
"jika kau tahu dimana dia berada beritahu aku dimana dia sekarang ?".tanya bram
"dia selalu ada di tempat yang kau benci ".ucap tabhita
Bram melihat Harish sedang di kuburan William dan Samara sedang menaburkan Flora dan air mawar
"harish ".lirihnya
harish tak melihatnya
"kau sering kesini bram ?".tanya harish
bram menunduk dan mengangkat wajahnya ke atas dan membuang nafas
"aku benci tempat ini ".ucapnya
harish memberi air mawar pada makam mamanya
"tak ingatkah kau dulu mama adalah wanita paling cantik dan saat itu mama mengatakan bahwa kita akan punya adik lagi ?".tanya harish
bram tersenyum
"aku ingin bicara soal ....
"nina.aku tahu dia kembali ".ucap harish
"darimana kau tahu soal dia ?".tanya bram sedikit keras
harish tersenyum dan berdiri dia memutar balik tubuhnya menghadap bram
dia mendekati bram
__ADS_1
"sebab aku tahu pengkhianatan ayah ".ucap harish
bram terkejut