Betrayal In The Name Of Love

Betrayal In The Name Of Love
Bab 63


__ADS_3

Flora melihat makam Madina dia akan di kuburkan dengan peti


Akbar di sisi kanannya dia memakai setelan jas hitam


“Dia sudah gila”.ucap Akbar


Flora telah tahu apa yang menimpa Madina


Dia melihat peti Madina yang sudah berada di galian kubur


Flora menangis dia melempar setangkai bunga ke peti Madina


Walaupun Madina sudah jahat padanya dia tetap mencintainya sebagai seorang kakak pada adiknya dia menyanyanginya


“Dia tetap adik kita kakak mau bagaimana pun dia tetap adik kita”.ucap Flora


Akbar Flora mengerti maksudnya dan tersenyum ia melihat peti Madina


Bram ada di sana ia melihat peti Madina


Flora dan Akbar melihatnya


Harish datang ia membawa Flora yang tersenyum padanya dahulu dan pergi


Kini tersiksa Akbar dan Bram yang melihat peti Madina


“Di mana Ammar ?”.ucap Bram


“Dia sedang bersama papa saat ini”.ucap Akbar


“Maafkan dia Bram”.ujar Akbar melihatnya


Bram tersenyum padanya ia kembali melihat peti Madina


“Aku memaafkanya”.ucap Bram


Asya duduk di kamar bersama Anita yang menangis ia menenangkannya di sisinya


“Sabar ibu”.ucap Asya


Flora bergabung ia menenangkan ibunya di sisinya yang kiri


•••


Di ruang kantor Zayn


“Jadi begitu pah ?”.tanya Ammar


Ammar duduk di kursi sementara Zayn berdiri


Dia berbalik melihat anaknya


Tuk


Tuk

__ADS_1


“Masuk”.ucap Zayn


Akbar datang dan masuk membuka pintunya


Ammar berdiri


Ammar dan Akbar berpelukkan


“Aku akan membawa mama kalian beberapa hari agar ia pulih”.ucap Zayn


“Apapun keputusan papa kami akan dukung”.ucap Zayn


“Masalah yang ada di sini kami akan urus bersama”.ucap Akbar


Zayn tersenyum


Ia memeluk anak anak laki lakinya


•••


Bram bersama anak anaknya di taman bersama dengan Harish


“Jadi kau sudah memaafkanya ?”.ucap Harish


“Aku memaafkanya salahku juga karena aku pernah membuatnya terjebak dahulu”.ucap Bram


Harish tersenyum padanya


Harish merangkulnya mereka ke arah si kembar A yang tengah bersama Nina bermain


Ia berdiri


Harish memeluknya


“Aku sangat rindu denganmu”.ucap Nina


“Aku juga rindu denganmu.apakah kau sudah selesaikan tugas semestermu ?”.ucap Harish


Nina melihat Bram


Bram tersenyum


Harish tersenyum dia tahu sesuatu tentang Nina


“Kau tahu bahkan bicara depan umum saja ia sulit”.ejek Bram


Harish tertawa


Sementara Nina kesal


“Euhm sebenarnya aku sangat ingin bekerja dengan giat kau tahu kakak tapi sayangnya seseorang menyuruhku saat aku di rumah untuk mengurus anak anaknya !”.protes Nina tanpa henti


Bram dan Harish tertawa bersama


Nina malah semakin kesal dengan kedua kakaknya

__ADS_1


“Ayok anak anak kita pergi saja”.ucap Nina membawa si kembar


Nina pergi dengan si kembar


Harish dan Bram melihatnya tersenyum


“Kita harus mendidiknya secara bergantian”.ucap Bram


Harish nampak berfikir


“Aku akan setuju untuk itu”.ucap Harish


Bram terkekeh ia tahu apa yang ada di pikiran Harish


•••


Flora menenangkan Anita bersama Asya


“Sabar Mah sabar”.ucap Flora


“Masih ada aku”.ucap Flora


“Madina…dia…”.ucap Anita terpotong menangis


Anita sebisa mungkin tegar dia melihat menantu dan anaknya bergantian


Flora dan Asya menaruh kepala mereka di pundak Anita dan mengenggam tangan mereka kuat dengan tangan Anita


Ammar dan Akbar datang


Asya melihat suaminya


“Biar aku saja”.ucap Ammar


Asya menghela nafas melihat ibunya


Dia menyingkir kemudian


Dia pergi untuk menjaga anaknya Aaliyah


Ammar mengganti posisi Asya


Akbar ada di bawah dia melihat ibunya sambil menekuk lutut


Mereka semua menaruh kepala mereka kepada ibu mereka dan mengenggam tangan ibu mereka


Flora sangat sedih jika ibunya syok dia sangat khawatir dengan ibunya dia sangat memahami ibunya


Ammar memahami perasaan ibunya sebagai anak pertama ia tentu bisa merasakan ibunya tengah sedih


Akbar mengerti akan ibunya dahulu ibunya juga pernah seperti ini


Anita mengelus kepala anak anaknya bergantian


Mereka saling mengenggam tangan

__ADS_1


Zayn melihatnya dari jauh dan celah pintu


__ADS_2