
beberapa hari kemudian Flora di rumah sakit ia akan menjalani kemoterapinya dengan sendirian
"kau yakin ?".tanya Amran
Flora hanya tersenyum
"kita akan mulai Flora".ucap Tabhita
Flora menghembuskan nafas pelan
dia menjalani kemoterapinya
flora melakukan kemoterapinya dengan baik
beberapa kali rambutnya sudah mulai rontok dan ia mudah lelah karena efek kemoterapinya dokter Tabitha membantu kemoterapinya
Setelah selesai melakukan kemoterapi Ammar dan Akbar membatunya untuk pulang
"Harish terima kasih sudah membantu Flora ".ucap Ammar
"tidak apa Ammar jika aku punya adik perempuan aku juga akan melakukan hal itu ".ucap Harish
"Flora kau pulang ke mansion kami ya mama papa rindu denganmu ?".ucap Akbar
Flora mengganguk
Flora pulang bersama Ammar dan Akbar
melihat Flora pergi menjauh darinya hati Harish terasa sakit dan nyeri apa karena ia sudah mulai jatuh hati dengan sosok Flora entahlah
Flora bersama kakak kakaknya ke panti mengambil pakaian Flora dan berpamitan pada anak anak
Flora kemudian pergi ke mansion orang tuanya menjumpai orang tuanya
Zayn dan Anita memeluk anaknya erat
mereka kemudian makan bersama
"mama papa Flora akan disini bersama kita ".ucap Akbar
Zayn dan Anita yang mendengar itu senang anak anak mereka kumpul
mulai sekarang Zayn dan Anita ingin lebih dekat dengan anak anak mereka Ammar , Akbar dan flora
•••
sementara itu Bram terus berfikir tentang Flora dia menjadi tidak semangat dalam bekerja
"ada apa denganku ?".gumam Bram
dia terus terbayang wajah Flora di kepalanya
dia memeriksa nomornya nomornya masih di blockir olehnya
"apa salah jika aku mencintai Flora dan lilisa sekaligus , apa salah jika aku menikahi mereka berdua sekaligus ".ucap Bram
"Arghhhhhh brengsek ".teriak Bram
dia menjatuhkan barang barang diatas mejanya
"kenapa aku jadi egois gini kenapa aku seperti ini aku mencintai Flora tapi aku juga merasa nyaman dengan lilisa ".ucap batin Bram
dia keluar dari ruangan kantornya dan menaiki mobilnya ke mansionnya
di mansion Bram
Bram lansung menghampiri Madina dan menciuminya
" kamu kangen aku ya ?".ucap Madina tersenyum menggoda
Bram terus mencumbui dirinya dan kemudian hanya Bram dan Madina yang tahu apa yang terjadi
•••
Flora saat ini sedang merajut sweater untuk anaknya kata dokter anaknya perempuan Flora harus banyak bedress di rumah dia berada di kamarnya merajut sweater untuk anaknya
Ammar dan Akbar menghampirinya membawa kantong penuh jajanan untuk adik mereka
"Flora kau sedang apa ?".ucap Ammar
"hei kakak ".ucap flora
Ammar dan Akbar memberi banyak jajanan pada adik tercinta mereka
"wah kalian belikan aku ini ".ucap flora
"tentu ambilah ".ucap Akbar
"kau sedang hamil perlu makan dan jajan sehat yang banyak belum lagi kau sedang hamil pertengahan saat ini ".ucap Ammar
Flora tersenyum pada mereka
Ammar dan Akbar memeluk adik mereka
sementara itu Anita sedang di balkon kamarnya
dia merasa ada yang aneh dan di sembunyikan oleh anak anaknya
Zayn menghampirinya
"kau kenapa sayang ?".tanya Zayn
"aku merasa ada yang aneh dengan anak anak kita seperti mereka menyembunyikan sesuatu firasat seorang ibu tak pernah salah dan selalu benar aku yakin pasti ada yang mereka sembunyikan ".ucap Anita
Zayn meyakinkan istrinya
"tabahkanlah hatimu aku yakin anak anak kita tidak apa ".ucap Zayn memeluk istrinya
__ADS_1
di malam hari Harish menghampiri mansion Hendarto soal kerja sama mereka yang sukses besar
"saya senang bisa kerja sama dengan anda tuan ".ucap Zayn
"tidak apa apa tuan Zayn saya juga senang bekerja sama dengan anda dan anak anak anda ".ucap Harish
Harish memperhatikan Flora yang menurutnya semakin cantik saja walau tidak berias dan kecantikan nya sangat alami
Ammar berdehem
Ehem Ehem
"kakak minumlah ".ucap Flora menyodorkan air
Ammar meliriknya dan menegak minumannya
"bagaimana enak bukan semua ini putriku yang memasaknya ".ucap Zayn
Harish tersenyum
dia sudah tahu ini masakkan flora
"sangat enak aku sangat suka ".ucap Harish
Harish dan Flora kemudian duduk di taman mansion Hendarto berdampingan
"ambilah ".ucap Harish
"ini bagaimana kau mengambilnya disini tidak ada ".ucap flora
dirinya terkejut saat melihat Flora Dahlia yang sangat cantik Harish berikan untuknya
"untuk itu aku membawanya untukmu ".ucap Harish
Flora menerimanya dengan senang
dia dan Harish melihat ke atas dan saling tertawa
"lihatlah bintang disana sangat cantik ".ucap flora
"bulannya juga sangat cantik ".ucap Harish
Flora terfikir ide memberi nama anaknya
" Guzelim ".ucap Flora tersenyum
Harish terperengah
"nama untuk anakku anakkku perempuan Guzelim artinya cantik aku ingin nama itu ".ucap Flora mengelus perutnya
Harish tersenyum padanya
"oh ya aku lupa ?".ucap Harish
memberi paperbag
"kau pasti lupa kemarin ?".ucap Harish
"buku harianku".ucap Flora melihat buku hariannya
dari jauh Ammar dan Akbar serta Zayn dan Anita memperhatikan mereka
"Harish sangat berbeda dengan adiknya ?".ucap Anita
semua orang memperhatikan mereka berdua dari jauh dan menyilang kan tangan
"kau ?".ucap flora
"tenang saja aku akan jaga semua rahasiamu ".ucap Harish tersenyum smirk
Flora mencubit cubit Harish dan terkikik bersama
•••
kembali di mansion Bram
Bram habis melakukan aktivitas panasnya dengan Madina dia bangkit dari ranjang kasur membersihkan dirinya memakai pakaian dan turun ke bawah
mbok menghampirinya
"den bram mau makan ?".ucap mbok
"iya mbok masak apa ?".ucap bram
mbok dan Bram ke meja makan
Bram melihat luka di tangan mbok
"mbok tanganya kenapa ?".ucap Bram
mbok terlihat takut
"oh gak apa apa tadi pas masak kecelakaan dikit ".ucap mbok
"hati hati donk mbok ".ucap Bram
sejak kecil Harish dan Bram sangat dekat dengan mbok karena mbok juga ikut membesarkan mereka dan mbok tahu semua rahasia hati Bram
Bram mencobai masakan mbok ketika ia mencobanya ia merasa rindu dengan masakan buatan Flora selama madina menjadi istrinya Madina belum pernah masak dia tetap makan masakkan mbok dan maid
Madina ke bawah mbok pergi
dia menyusul Bram makan
"lilisa makan yang banyak biar Anak kita sehat ".ucap Bram mengelus perut Madina
"iya mas ".ucap Madina tersenyum smirk
__ADS_1
dia dan Madina makan bersama dan bahagia
•••
Flora tengah di mansionnya dia mengelus perut buncit sudah mau memasuki 3 bulan kehamilannya
"sayang berapa bulan lagi kamu akan lahir ?".tanya Anita di samping flora
"5 /6 bulan lagi mah ".ucap sendu flora
Zayn Ammar dan Akbar datang membawa banyak jajanan dan buah buahan
"oh ya tuhan papa kakak kalian sudah belikan aku banyak tadi kenapa belikan aku lagi !" .pekik flora .
para pria tertawa
"hei ini untuk anak papa papa sengaja belikan kamu banyak ".ucap Zayn menyentuh kedua pipi anak perempuannya
Flora tersenyum
"makasih ya pah ".ucap flora
Flora melamun
"Flora apa yang kau pikirkan ?".tanya Ammar
Flora mengelus perutnya
"usia kandunganku sudah 2 bulan ini pertama kalinya aku hamil melewatinya ".ucap sendu Flora sambil mengelus perutnya
"aku biasa kehilangan".sedih Flora
Anita menepuk pundaknya memeluknya
keluarga Flora saling melirik
Ammar dan Akbar mengerti maksud flora
Flora ingin agar keluarganya mengadakan perayaan kehamilan Flora yang berhasil di lewatinya dengan sulit
"baiklah jika itu maumu kami akan melakukanya untukmu ".ucap Akbar
Zayn dan Anita tersenyum dengan kedekatan anak anak mereka
"tapi bagaimana dengan pria brengsek itu !".ketus Zayn
Flora menengakan ayahnya
"papa mau bagaimanapun anak yang aku kandung ini anak mas Bram darah dagingnya aku ingin ia juga hadir menemani aku bukan sebagai suami tapi untuk ayah dari putriku ".ucap flora
ucapan Flora mengejutkan semua orang dan berusaha mengerti Flora
•••
Bram kini tengah menelpon seseorang di balkon mansionnya
sementara Madina di bawah main hp di sofa
📞 : apapun yang terjadi jangan kau kembali dulu ke Indonesia .Bram
📞 : kenapa gak boleh .ucap seseorang yang ditelpon Bram
📞 :pokoknya jangan dulu awas saja kalau kau nekat .Bram
📞 : ok kita lihat saja nanti tapi berikan aku uang terlebih dahulu .ucap seseorang yang di telpon Bram
Bram menghembuskan nafasnya pelan
TUT
TUT
TUT
Bram mematikan panggilannya dan mentransfer orang itu
maid menghampirinya
"maaf menggangu tuan ada ibu Flora dan keluarganya di bawah ".ucap maid
DEG
Bram terkejut dan lansung ke bawah
"Lo mau apa Lo semua kesini !".pekik Madina
"aku aku mau ketemu suami aku eh maaf bukan suami aku tapi ayah dari anak aku !".ucap tegas flora
Bram turun ke bawah
dia melihat Flora
"bagus kamu turun ".ucap flora
"itu kamu Dateng ya acara itu setidaknya kalau tidak bisa jadi suami jadilah ayah yang baik ".ucap Flora menyodorkan undangan acara 4 bulanan ke meja
Flora akan pergi bersama Ammar dan Akbar
tapi Bram mencegat tangannya
"Flora ..."
Flora menghempaskanya kasar
"jangan sentuh saya saya kesini cuman mau kasih itu ".ucap Flora tegas
Flora kemudian pergi bersama Ammar dan Akbar yang melirik sangat tajam pada Bram dan Madina
__ADS_1