Bibit Miliarder Sang Mafia

Bibit Miliarder Sang Mafia
Bab 14


__ADS_3

Rayyan gelisah, entah kenapa ia tak dapat tidur. Malam-malam, ia menghubungi baby sitter baby Zaen. Ia memintanya untuk menyambungkan cctv yang terpasang dengan ponselnya langsung. Rayyan memperkerjakan orang tidak sembarangan, baby sitter itu cukup pandai karena wanita itu dulunya adalah seorang hacker dan sekarang ditugaskan untuk menjaga anaknya.


Secepat kilat, sang pengasuh itu dapat menyambungkan cctv dengan ponsel sang tuan. Sehingga, dengan begini Rayyan dapat melihat apa saja yang dilakukan Maura dan Nolan di rumah itu. Terutama memantau baby Zaen. Rayyan melihat seseorang mengendap-endap, dari gestur tubuhnya terlihat seorang pria. Karena ada yang tidak beres, ia langsung saja pergi untuk menghentikan aksi orang yang menggunakan topeng itu.


Rayyan sampai di kediaman Maura, dan ia melihat orang itu keluar dari rumah. Beruntung, Rayyan sudah sampai tepat waktu sehingga ia dapat menggentikan aksi peculikan itu. Dengan sekuat tenaga, Rayyan memukul bagian pundak. Dan sayangnya orang itu keburu kabur dan meletakan baby Zaen di lantai. Tak tega melihat bayi mungil itu tergeletak, ia langsung saja meraihnya dan menggendongnya untuk menenangkannya. Ini pertema kali Rayyan melihat anaknya secara langsung.


"Anakku," lirihnya.


Tapi, sepertinya kesalahpahaman itu terjadi saat itu juga.


"Kamu, kamu mau menculik putraku?" tanya Maura pada orang yang tengah menggendong baby Zaen yang sedang menenangkannya.


Orang itu menoleh, dan betapa terkejutnya Maura saat melihat siapa orangnya. Sontak, membuat Muara langsung mengambil baby Zaen dari pangkuan Rayyan Smith.


Rayyan belum sempat menjelaskan, Maura langsung pergi begitu saja. Tapi sayang, baby Zaen langsung menangis saat Maura membawanya pergi. Rayyan yang mendengar langsung saja menyusulnya. Semua orang di rumah itu menyaksikan, mereka semua bertanya-tanya. Siapa orang itu? Dan kenapa tengah malam berada di sini, apa lagi dengan adanya baby Zaen di sana.


Nyonya Merlin pun terbangun karena suara keributan itu, wanita tua itu shock mendengar baby Zaen menangis begitu kencang.


"Biarkan aku menggendongnya," kata Rayyan yang masih mengejar Maura.


Nolan pun melihat Rayyan di sana, ia baru saja keluar dari kamarnya. Pandangannya terus teralih pada Rayyan yang masih mengejar Maura sampai berhenti tepat di depan pintu kamar wanita itu. Rayyan mengetuk pintu karena ingin menenangkan anaknya, ia tak bisa membiarkan baby Zaen menangis.


"Maura, ku mohon buka pintunya," kata Rayyan.

__ADS_1


Nolan menghampiri Rayyan dan langsung menanyakan apa yang terjadi? Dan kenapa ia bisa berada di sini malam-malam?


"Apa yang sedang Anda lakukan di sini?" tanya Nolan.


"Ini salah paham, tadi aku ..."


"Dia mau menculik putraku!" pungkas Maura yang membuka pintu kamarnya. Namun, seketika Maura kembali menutup pintu kamar. Ia masih tak habis pikir kenapa Rayyan mau membawa anaknya? Apa mungkin dia sudah tahu semuanya kalau Zaen adalah putranya makanya ia akan mengambilnya? pikirnya.


"Ti-tidak, aku tidak mungkin membawanya justru aku yang menyelamatkannya," jelas Rayyan.


Ini tidak masuk akal, kejadian ini tidak mungkin kebetulan bukan? Malam-malam ada di sini dan menyelamatkan baby Zaen, sungguh mustahil, pikir Nolan.


"Apa kamu tau sesuatu?" tanya Nolan.


Tiba-tiba saja, nyonya Merlin memukul Rayyan dari belakang. "Jadi kamu yang sudah menghamili cucuku? Dasar laki-laki tidak bertanggung jawab!"


Rayyan menghela napas, salah paham dengan Muara saja belum selesai, ditambah lagi dengan wanita tua ini yang menuduhnya tak bertanggungjawab. Kalau ia tak menyayangi putranya untuk apa ia ada di sana malam-malam? Rayyan datang untuk menyelamatkan putranya dari orang-orang jahat. Ia bukan mengabaikan putranya, hanya dengan cara ini ia melindungi baby Zaen.


Dan ternyata, jauh dengannya malah jauh berbahaya. Baby Zaen menjadi incaran musuh-musuh mereka karena bayi mungil itu adalah kelemahan Rayyan juga Maura. Apa lagi, baby Zaen adalah bayi miliarder.


"Apa Anda bisa bisa menjelaskan semuanya?" tanya Nolan.


"Lihat rekaman cctv, kenapa aku bisa berada di sini," jawab Rayyan.

__ADS_1


Maura yang berada di kamar pun mendengar percakapan di luar sana. Ia langsung mengecek cctv lewat ponselnya. Maura tertegun saat melihat bahwa Rayyan-lah yang menyelamatkan putranya. Rasa bersalah karena menuduh yang tidak-tidak membuatnya menyesal.


"Ternyata kamu menyayangi anak kita," ucap Maura sendiri. "Tapi kenapa tidak menemuiku secara langsung dan menemui Zaen? Apa kamu malu memiliki putra dariku?" ucapnya lagi.


***


Nolan langsung saja mengecek cctv di ruangan kerjanya, juga dengan nyonya Merlin. Wanita tua itu mengenali siapa yang sudah menyeludup dan membawa baby Zaen.


"Dia Alex, Nolan. Dia mau menculik bayi cucuku," kata nyonya Merlin.


Rahang Nolan langsung mengeras ketika tahu siapa orang itu, begitu juga dengan Rayyan. Ia tak akan membiarkan siapa pun menyakiti putranya, orang itu akan berhadapan langsung dengannya.


Nyonya Merlin kembali mengintrogasi Rayyan, bahkan emosinya masih meletup-letup. Tapi Rayyan tidak menganggap ocehan wanita tua itu, ia bisa membayangkan bagaimana sakitnya nyonya Merlin. Cucunya hamil tanpa didampingi suaminya. Rayyan pun menyesali itu, tapi ia lakukan agar semuanya baik-baik saja. Ia juga harus menjelaskan tragedi ini kepada orang tuanya.


Akhirnya, Nolan dan Rayyan bicara empat mata. Rayyan menjelaskan semuanya kenapa ia tak menemui Maura atau pun baby Zaen. Nolan dapat mengerti, kejadian ini membuat Rayyan pun tersiksa. Ia tak dapat melawan orang tuanya, lebih baik seperti ini dari pada harus berpisah selama-lamanya.


"Aku akan menjaga putramu, jangan khawatir. Selesaikan urusanmu lebih dulu, jangan gegabah. Aku rasa orang tuamu pasti kecewa denganmu, yakinkan mereka kalau ini semua terjadi di luar dugaan. Baby Zaen tidak bersalah, bukan dia yang menginginkan lahir seperti ini. Bayi itu tak berdosa," terang Nolan.


"Terima kasih, kamu sudah mengerti diposisiku," balas Rayyan. "Yakinkan Maura, aku rasa dia salahpaham menilaiku. Suatu saat aku akan menjemputnya," sambungnya lagi. "Maaf, sudah mengganggu istirahat kalian. Tolong bersihkan namaku pada nenek, aku rasa dia juga membenciku." Rayyan menepuk bahu Nolan, dan setelah itu ia pamit undur diri.


Padahal, dalam hatinya ia ingin sekali melihat baby Zaen sebelum keluar dari rumah itu. Tapi sepertinya, Maura enggan bertemu dengannya. Mau tak mau, Rayyan pun keluar tanpa melihat putranya lebih dulu. Waktu menunjukkan pukul 03.00 pagi, waktu di mana, seharusnya mereka tidur terlelap diwaktu itu. Tapi, Rayyan merasa lega karena sudah menggagalkan rencana jahat Alex.


Rayyan tidak langsung turun dari mobil setibanya di rumah. Ia malah tidur di dalam mobilnya. Sampai waktu menunjukkan pukul enam pagi. Cahaya mulai menyinari, dan Rayyan membuka mata. Ia langsung turun dari mobil, saat turun ia melihat seseorang tengah melihatnya dengan tajam, bersedekap tangan di dada. Siap memarahi dan mengintrogasinya pagi itu.

__ADS_1


__ADS_2