
Maura menghela napas panjang, mengatur napas karena ia takut bertemu dengan papa mertua. Tapi, suaminya langsung menggenggam tangannya,. "Jangan takut ada aku di sini." Bibir suaminya yang melengkung mengukir senyum membuatnya sedikit tenang
"Papamu galak?" Pertanyaan dari istrinya membuatnya tertawa. Wanita galak ternyata takut sama yang lebih galak "Kenapa ketaw? Apa ada yang lucu?'
"Kamu itu lucu sekali, apa yang mesti ditakutkan? Papaku tidak galak, malah kamu lebih sangar." Rayyan semakin tertawa karena melihat wajah tegang istinya. "Ayo, mereka baik kok. Ada mamaku yang akan meredam emosi papa," jelas suaminya sembari menuntunnya ke arah kamar orang tuanya.
***
Seorang wanita tengah berbaring lemas du tempat tidur. Wanita itu mencoba bernegoisasi kepada suaminya. Ia akan melakukan apa pun untuk melindungi putranya Seperti sekarang, mungkin terlihat kekanak-kanakkan bukan? Tapi hanya ini yang bisa dilakukàn untuk mencegah aksi suminya yang kejam itu.
Samith tengah bersama istrinya, sejak istrinya sakit pria itu selalu menemaninya. Elena adalah kehidupannya, ia tak ingin istrinya kenapa-kenapa. Elena tengah membelakangi suaminya, ia masih marah sehingga tak ingin melihat wajah suaminya. Yang diinginkannya bertemu dengan putra dan cucunya, bisa hidup tenang dan bahagia.
Kedatangan Rayyan dan Maura belum diketahui oleh mereka sehingga Elena belum memiliki semangat untuknya beranjak dari tempat tidurnya. Smith menghampiri dan mendudukkan tubuhnya di samping istrinya itu. Ia menyentuh bahu istrinya. Tapi dengan cepat istrinya itu mengedikkan bahu, menepis sentuhan dari suaminya. Ia benar-benar dalam mode kesal tingkat dewa.
"Ma, mau sampai kapan seperti ini? Mama sudah tidak sayang Papa lagi," tanya Smith.
Elena tidak menjawab pertanyaan suaminya, bahkan menoleh pun tidak. Tak berselang lama, pintu kamarnya terbuka. Rayyan dan Maura tiba di sana.
"Ma," panggil Rayyan.
Elena yang mendengar langsung membalikkan tubuh untuk melihat dan memastikan siapa yang datang. Wanita berumur tapi masih cantik itu tersenyum saat melihat putranya ada di depan mata. Air matanya langsung luruh menganak sungai. Tak bisa ditahan akibat rindu yang tidak bertemu denga anaknya selama beberapa hari ini.
Rayyan segera menemui ibunya dan memeluknya sangat erat. Tangis wanita itu pecah akibat rindunya. "Mana cucu, Mama?" tanyanya kemudian, Elena melihat ke arah Maura, tapi ia tak melihat keberadaan cucunya itu.
__ADS_1
"Ada di rumah, aku sengaja tidak membawanya. Itu sangat berbahaya baginya," jawab Rayyan. "Sayang, sini." Rayyan melambaikan tangan ke arah istrinya. Dan wanita itu menghampiri dengan langkah gemetar. Apa lagi melihat tatapan tajam dari paoa mertua
Simth belum tahu bagaimana cerita Rayyan dan Maura sampai melahirkan seorang cucu untuknya. Meski istrinya menyuruhnya untuk menanyakan langsung kepada Liza, tapi Smith tidak akan percaya jika belum bertemu dengan wanita yang sudah tidur bersama anaknya itu. Malah, ia menganggap semua wanita sama saja
Anaknya tak hanya tampan, sehingga para wanita hanya ingin mengincar hartanya sampai merendahkan diri dan menukar tubuhnya demi keinginannya. Dan sekarang, ia melihat langsung siapa sosok yang telah melahirkan cucu untuknya. Ia melihat menantunya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Dan Maura semakin bergetar saat menyadari tatapan dari papa mertuanya itu. Akhirnya, langkahnya sampai tepat di samping suaminya. Rayyan langsung saja menyuruh istrinya duduk di kursi yang memang sudah tersedia di sana. Ia tahu bagaimana kondisi istrinya. Tubuhnya yang terlihat gemetar pasti membuatnya ketakutan.
Elena tersenyum kepada menantunya, ia senang jika wanita itu ikut bersama anaknya untuk menemuinya. "Terima kasih sudah menyempatkan hadir di sini," kata ibu mertua.
"Istriku kurang enak badan, Ma. Jadi sedikit lemas," kata Rayyan menerangkan keadaan istrinya.
"Kenapa tidak istirahat? Mama di sini baik-baik saja. Bagaimana keadaan cucu, Mama?" tanya Elena.
Smith melihat respons istrinya yang menyambut kedatangan menantunya terheran-heran. Pasalnya, istrinya paling tidak mudah bergaul dengan orang baru. Dan menantunya cukup mampu mengambil hati istrinya itu.
Apa yang mesti membuatnya minta maaf? Smith sendiri tidak melakukan kesalahan, ia tak membuat kekacauan apa lagi sampai menyakiti.
"Masih tidak tau letak kesalahanmu di mana?' tanya Elena lagi.
"Sudah, Ma. Tahan emosi Mama. Papa tidak salah," kata Rayyan.
"Papamu seharusnya ikut melindungimu, bukannya diam saja seperti ini," ujar mamanya. Elena tidak tahu kalau kedatangan Rayyan kemari adalah permintaan suaminya. Ia mencoba menerima kehadiran cucunya meski tali persaudaraan yang menjadi korbannya.
__ADS_1
Semenjak kehadiran baby Zaen, tali persaudaraannya dengan Said menjadi kacau. Kakaknya mengibarkan bendera permusuhan kepadanya.
"Maafkan Papa, Ma. Papa sudah salah. Keutuhan rumah tangga jauh lebih bahagia," ucap Smith.
"Kenapa baru sadar sekarang? Nunggu Mama mati baru Papa menyadarinya?" kesal Elena.
"Mama jangan marah-marah, nanti darah tinggi Mama naik," kata Rayyan.
"Mama ingin bertemu dengan cucu, Mama." Wajahnya terlihat sangat pucat sehingga Rayyan menyuruhnya untuk sembuh dulu baru bisa bertemu dengan cucunya itu. Apa lagi kondisi baby Zaen belum bisa dibawa kemana-mana.
Tiba-tiba ... Suara ponsel milik Smith berbunyi, dan itu mengalihkan pandangan semua orang yang ada di sana. Apa lagi dengan Rayyan, ia begitu penasaran siapa yang sudah menghubunginya.
***
Terjadi sebuah kecelakaan di jalan raya, sebuah mobil menghantam kendaraan yang ada di depannya. Kecelakaan beruntun itu terjadi dikarenakan mobil yang dikendarai oleh Said. Mobil itu oleng karena rem yang tidak stabil. Sehingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kemacetan parah di jalan. Mobil yang kendarai Said rusak parah di bagian depan. Ringsek tak berbentuk.
Semua orang dapat mengira bahwa penumpang di dalam sana pasti tewa seketika. Mobil itu masuk ke dalam kolong teronton. Kabar berita itu langsung diliput dan menjadi topik utama. Bagaimana tidak? Said cukup dikenal sebagai pengusaha kaya, dan kabar itu langsung tersampai kepada Smith yang sebagai keluarga satu-satunya yang tersisa.
Tubuh Smith terasa limbung, meski Said serakah dan ingin menguasi penuh atas harta yang ditinggalkan orang tuanya, tetap saja pria itu adalah satu-satunya keluarganya. Smith merasa terpukul atas kecelakaan itu.
"Ma, Papa harus segera ke rumah sakit," kafa Smith
"Rumah sakit?" ulang Elena.
__ADS_1
"Said kecelakaan, Papa harus datang kesana," jawab Smith.
Pria itu harus menyaksikan sendiri, apa lagi dengan keberadaan kereta bayi di dalam mobil itu. Rayyan ingin, papanya tau soal kejahatan kakaknya yang ingin menculik cucunya