Bibit Miliarder Sang Mafia

Bibit Miliarder Sang Mafia
Bab 18


__ADS_3

Derap langkah itu terhenti tepat di depan Leon yang tengah menggendong baby Zaen.


"Apa dia cucuku?" tanya orang itu yang tak lain adalah Elena, ibu kandung Rayyan Smith.


Maura tercengang, lalu menoleh ke arah pria yang berada di sebelahnya. Seolah meminta sebuah penjelasan, apa ia sudah mengatakan semuanya kepada orang tuanya?


"Dia Mamaku," kata Rayyan. Ia melihat sang ibu mengambil alih anaknya dari pangkuan Leon, menciumi pipi gembul bayi itu dengan sangat gemas.


"Kenapa menyembunyikan semua ini dari, Mama? Dia lucu sekali, Rayyan. Wajahnya sangat mirip denganmu saat bayi," jelas Elena. Elena pun akhirnya menoleh ke arah Maura. "Apa dia ..."


"Iya, dia Maura. Calon istriku," terang Rayyan.


Wajah Maura nampak tegang. Pasalnya, yang ia tahu orang tua Rayyan berniat memisahkan bagi siapa saja yang melanggar prinsip di keluarganya dan itu berlaku untuk Rayyan sendiri. Rayyan menyadari mimik wajah Maura yang tegang, lalu ia menyentuh tangan wanita itu. Memberikan ketenangan bahwa semua akan baik-baik saja. Ibunya tak sepemikiran dengan sang ayah. Elena mendukung anaknya menikahi Muara.


Akhirnya, Maura pun tersenyum walau terlihat kaku. "Tenanglah, Mama ada dipihak kita," kata Rayyan diiringi senyuman.


Mama Rayyan pun akhirnya mendekat dan mendudukkan diri di sebelah Maura sambil memangku baby Zaen. Bayi mungil itu merengek dan Maura mengambil alih baby Zaen. Bayi mungil itu haus sehingga Maura harus memberikan ASI-nya.


"Aku permisi dulu," pamit Maura setelah mengambil alih baby Zaen.


Setelah kepergian Maura, Rayyan mengajak sang mama berbincang mengenai keseriusan yang ingin menikahi wanita yang telah melahirkan putranya itu. Tapi ia harus tetap waspada karena ia takut papanya mengetahui perihal pernikahan yang masih harus dirahasiakan karena adanya baby Zaen. Prinsip itu masih berlaku sampai kapan pun.


"Ma, bagaimana kalau papa tau soal anakku?" tanya Rayyan.


"Untuk sementara waktu kamu ikuti apa kata Mama, Mama akan handle masalah ini pada papa."


Elena tak ingin gegabah dengan resiko ini karena ini taruhannya adalah nyawa. Ia takut cucunya yang menjadi korban. Kehadiran baby Zaen memicu adanya konflik karena bayi kecil itu yang akan menjadi ahli waris keluarga Smith. sedangkan kelahiran baby Zaen tidak diharapkan karena bayi kecil itu terlahir tanpa adanya pernikahan di antara Rayyan dan Maura.


Keluarga Smith terbilang besar, ada kakak Smith yang masih memiliki anak sehingga warisan itu harusnya dibagi dua. Tapi, bagi siapa yang memiliki anak lebih dulu maka sebagian warisan akan jatuh dan mendapatkan lebih besar.


Tak berselang lama, Maura telah kembali. Tapi ia seorang diri karena baby Zaen kembali tidur. Kehadiran Maura menyudahi perbincangan Rayyan dengan ibunya.

__ADS_1


Elena menatap wajah cantik Maura, sepertinya ia pernah melihat wajah itu. Wajah Maura serasa tidak asing lagi baginya. Wanita paruh baya itu masih memikirkan di mana ia melihat wajah itu?


"Kamu cucu nyonya Merlin?" tanya ibu Rayyan.


"Anda mengenalnya?" tanya Maura.


"Tentu, siapa yang tak mengenal nyonya Merlin? Dia wanita baik yang pernah akun temui. Waw, anakku beruntung sekali mendapatkan wanita sepertimu," puji mama Rayyan, dan itu membuat Maura tersipu malu. wajahnya merah seperti kepiting rebus.


"Lalu, rencana Mama apa selanjutnya?" tanya Rayyan


"Menikahkanmu, apa lagi?" ujar mama Rayyan.


"Menikah?" tanya Maura.


"Iya menikah, memangnya kamu tidak ingin menikah dengan putraku? Apa kalian tidak saling mencintai?" duga mama Rayyan.


"Kami saling mencintai kok, Ma. Iyakan sayang?" kata Rayyan sembari merangkul tubuh Maura.


"Idemu bagus juga, Leon," kata Elena. "Sudah sana panggil penghulu sekarang," titah Elena.


"Siap, Bos." Ujar Leon sambil mengacungkan ibu jarinya. Lantas, pria itu pun tak berdiam diri. Leon segera pergi sesuai perintah ibu bos.


***


Sementara di tempat lain.


Masih terjadi keributan di rumah nyonya Merlin karena Alex masih berulah. Pria itu tidak terima kalau anaknya Maura yang menjadi ahli waris. Alex masih menuntut bagian harta gono gini bagian orang tuanya.


"Jangan gila harta kamu, Alex!" kata Nolan.


"Kamu jangan ikut campur! Kamu bukan bagian keluarga Merlin!" ketus Alex. "Urusanku dengan Morena bukan denganmu, kamu diam saja dan jangan banyak bicara!"

__ADS_1


"Sudah cukup, Alex! Nenek tidak mau kamu selalu mempeributkan harta. Kata Morena memang benar, bagianmu memang sudah tidak ada, uang yang diberikan Morana padamu itu bagian Nenek. Dan yang tersisa itu milik Moren dan Zaen," jelas Merlin.


wajah Alex memerah karena menahan amarah, pria itu tidak terima dengan penuturan sang nenek yang katanya warisannya sudah habis. Alex sering berpoya-poya sehingga tak memikirkan dampak yang akan terjadi.


"Kalian semua menipuku, kalian ingin memiliki semuanya 'kan? Kalian benar-benar serakah!" ujar Alex murka, sehingga pria itu mengeluarkan senjata yang ada di balik jas-nya. Dan tiba-tiba ...


Dorrr ....


Peluru itu menembus tubuh yang sudah mulai keriput itu tepat di hadapan Nolan dan pria itu sangat terkejut. Darah segar bersimbah di lantai. Nolan langsung meraih tubuh nyonya Merlin karena wanita itu butuh pertolongan.


Nolan tak habis pikir dengan tidakan pria itu. Demi harta ia rela melepaskan satu nyawa, apa lagi nyonya Merlin adalah pengganti orang tuanya setelah ayah dan ibunya meninggal.


Nolan sampai di rumah sakit. Setibanya di sana ia langsung menghubungi Maura karena wanita itu perlu tahu keadaan neneknya. Meski nyonya Merlin bukan neneknya tapi Maura harus tahu kondisi wanita tua itu.


***


Maura sudah tampil cantik dengan kebaya yang dikenakannya. Wanita itu akhirnya siap dipersunting oleh Rayyan Smith. Karena orang tua Maura sudah tidak ada, jadi pernikahan itu di wali hakim-kan.


Dengan setelan jasnya, Rayyan terlihat begitu tampan. Akhirnya mereka akan menikah setelah berpisah dengan waktu yang cukup lama.


Mereka sudah duduk berdampingan tepat di depan penghulu. Rayyan menerima uluran tangan sang pak penghulu. Dan penghulu itu mengguncangkan tangan pengantin pria.


"Saudara, Rayyan Smith," ucap pak penghulu.


"Ya," jawab Rayyan terdengar mantap.


"Anda sudah siap?" tanya penghulu lagi.


"Siap!" tegas Rayyan. Pria itu siap mengucapkan ijab qobul dan mengikrarkan janjinya. Siap membahagiakan wanitanya dalam keadaan suka dan duka. Hanya maut yang akan memisahkan mereka berdua.


Dan akhirnya, Rayyan Smith resmi mempersunting Maura dengan mahar yang cukup pantastis dan juga mas kawin yang membuat siapa pun akan tercengang.

__ADS_1


Setelah ijab qobul itu selesai, tiba-tiba saja ponsel milik wanita itu berdering. Maura langsung mengangkatnya karena yang menghubunginya adalah Nolan. Seketika, tubuh Maura lemas bahkan saat itu juga terjatuh pingsan setelah mendapat kabar tentang neneknya.


__ADS_2