Bintang Rebutan

Bintang Rebutan
Surat terakhir dari Nisa


__ADS_3

Sebelum menuju cerita selanjutnya saya ada pengenalan tokoh dulu yah diambil dari pemain drakor yang saya suka, kalau tokohnya mengecewakan pembaca boleh mengambil atau membayangkan siapa yang cocok untuk mereka.


QUEENISA


Nisa remaja




Hangat, bersahaja, sederhana, baik hati, lembut, murah senyum, sangat bertanggung jawab, periang.


Nisa dewasa




Nisa dewasa terlalu cantik, sangat menarik, ambisius, cerdas dengan IQ diatas rata-rata, dominan, karismatik, kadang lembut seperti kapas dan kadang keras seperti besi, dingin pada orang lain tapi hangat dan keibuan pada adiknya, rasa cinta dan sayangnya pada adiknya seluas samudra, gampang menangis di depan adiknya, melindungi dan saat dia marah semua orang akan takut padanya dan satu lagi Nisa dewasa kejam saat berbisnis.


ARMANDA BINTANG


Bintang kecil




Bintang berusia 20 tahun




Sebelum bertemu kakaknya sebenarnya Armanda sosok yang berantakan dengan rambut dibiarkan memanjang, walau agak berantakan namun Armanda menarik seperti magnet, pembawaan yang supel, memilki senyuman dan tawaan yang menawan membuat banyak orang berebut mendekatinya, sikapnya polos seperti anak kecil, nakal, kasar tapi bahasanya masih agak pormal karena lama di luar negeri seperti contoh Armanda tidak bisa bilang lo dan gue, tetap dia masih menggunakan aku dan kamu, Armada tidak punya aturan, butuh perhatian dan sangat manja pada Kakaknya.


NAYAKA AKBAR


Naya berusia 23tahun




Naya sepuluh tahun kemudian



__ADS_1


Inilah contoh orang yang bisa dikatakan sempurna luar dan dalam, pembawaan kalem, sipat yang terlalu baik hati, penyayang, tidak suka melihat orang-orang di dekatnya menderita, setia, dan menentang ketidak adilan, Nayaka seperti pangeran di buku cerita anak-anak, hanya satu kekurangannya terlalu sempurna.


MUTIARA AGUNG




Mutiara tampan seperti laki laki, manis saat tersenyum karena memiliki ciri khas ginsul di kedua gigi taringnya, gak bisa berdandan seperti perempuan pada umumnya, beda dengan Armanda saat dia bicara lebih banyak menggunakan bahasa kasar.


ANGGRAENI AKBAR




Sombong. suka kekuasaan, kejam, dingin seperti gunung es, Tak pernah memandang orang, sangat ambisius, otoriter, jarang tersenyum hampir tidak pernah kecuali pura2, dan tidak suka berempati.


RIDWAN AGUNG




Sang penolong seperti dewa, berwibawa, penyayang, dan murah hati.


Ini adalah visual karakter pemain dalam novel Bintang rebutan, selamat membaca.


Jangan lupa follow vote n komen yah,, thank u for All.



 


\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#


 


Dewi Purnama mengajak masuk anak asuhnya untuk memberi penjelasan apa yang sudah terjadi sepuluh tahun lalu.


Selembar kertas merah muda disodorkan ke tangan Armanda.


"Apa ini, Bu?" Mengambil alih amplop merah jambu dari tangan ibu asuhnya.


"Surat dari Nisa sepuluh tahun lalu, selama sepuluh tahun ini Ibu selalu menyimpannya."


Armanda mulai membacanya, kedua tangannya bergetar selembar surat dirasakan seperti memegang sekarung beras.


'' Ibu....Terima kasih karena sudah merawat Nisa di tempat ini, tapi Nisa tidak bisa terus berdiam diri seperti ini, Nisa menyesal karena telah mengembalikan adik Nisa pada mereka. Ini sangat tidak adil untuk Nisa, Nisa sangat merindukannya, Bu..., Nisa tidak akan pulang sebelum Nisa menemukannya...."

__ADS_1


Armanda menitikan air matanya ketika membaca surat itu, tangan Dewi purnama meraih tangan Armanda menggenggamnya erat, membantu untuk menguatkan perasaannya saat ini, menurutnya pemuda ini harus tahu apa yang terjadi pada Nisa saat itu. Betapa hancurnya kondisi Nisa saat itu ketika kehilangan adik kesayangannya ini.


"Setelah kepergianmu, banyak hal berubah pada dirinya. Nisa menjadi sangat murung tak ada yang dilakukan selain mengunci diri dalam kamar, setiap hari kakakmu selalu menangis karena terlalu merindukanmu, setelah itu Nisa pergi diam-diam dengan meninggalkan surat itu, hingga saat ini Nisa belum kembali."


Armanda tak dapat menahan tangisnya, ia memukul dadanya yang terasa sakit saat ibu asuhnya itu menjelaskan keadaan kakaknya saat itu.


Selama ini ia berpikir kalau kakaknya tak menginginkannya lagi hingga secara diam-diam memberikannya pada keluarga Akbar, padahal saat itu kakaknya hampir menjadi gila di sini. Armanda merasa sedih dan marah pada diri sendiri karena sudah berpikir kakaknya tidak menginginkannya.


Armanda belari keluar dari tempat ini dengan membawa kepedihannya. Mutiara yang sejak tadi ikut menyaksikan ini, ikut merasa prihatin, dia segera mengejar Armanda karena ia mengenal betul bagaimana pria itu saat sedang merasa marah seperti ini, ia bisa gila, kalau menyetir dia bisa menabrak siapapun di depannya, ia tak peduli dengan nyawanya dan nyawa orang disekitarnya, protes apapun tak akan sanggup menenangkannya. seperti inilah kalau si badung ini lagi marah.


Dalam satu jam Mutiara berhasil membawa pria yang sedang sedih itu pulang ke rumahnya. Untuk pertama kalinya lagi Armanda menginjakan kaki di rumah ini. Dulu ketika ia berada di rumah ini, ia selalu merasa disekap diambil kehidupannya dari yang tadinya hidup tentram bersama kakaknya berubah drastis ketika ia hidup di rumah ini, semua terasa kacau, semua itu terjadi karena kedatangan Anggraeni Akbar dalam kehidupannya.


"Ada apa?" Nayaka datang menghampiri keponakannya yang nampak kacau dan sedih.


"Jangan sentuh aku...!" Protes Armanda pada Nayaka garang.


Selain pada Anggraeni, Armanda pun selalu menyalahkan pamannya, ia turut andil memaksanya tinggal di rumah ini padahal saat itu Bintang Kecil menangis minta dikembalikan ke tempat kakaknya tapi tak ada seorangpun mendengarkannya termasuk Nayaka.


Tatapan Armanda beralih pada Anggraeni, yang sudah berdiri di anak tangga paling atas yang menghubungkan ruangan bawah ke kamarnya yang berada di lantai atas.


Armanda melangkahkan kakinya menaiki tangga mendekati Anggraeni, Armanda tidak berkata apa-apa, hanya  menatap Anggraeni dengan beku menyimpan kemarahan yang sudah sepuluh tahun ini ia pendam.


Armanda masuk ke kamarnya diantar dengan bik Kasih kepala pelayan yang mengurus rumah ini. Bik Kasih yang saat kecil selalu berusaha menghiburnya setiap kali menangis karna merindukan kak Nisa, Perempuan renta itu tak pernah berubah walau sudah sepuluh tahun baru melihatnya lagi.


Nayaka dan ibunya memperoleh penjelasan dari surat yang diberikan Mutiara, itu cukup menjelaskan kepedihan Armanda saat ini.


Anggraeni sudah lebih dulu tahu kalau cucunya tidak akan bertemu Nisa lagi, karna sebelum memutuskan kembali ke Indonesia ia sudah lebih dulu mencari kabar tentang gadis itu, Ia mendapat kabar dari detektif sewaan kalau Nisa sudah menghilang sejak sepuluh tahun lalu, setelah mendapat kabar baik itu ia baru bisa tenang membawa kembali cucunya ke Indonesia.


Nayaka, Anggraeni dan Mutiara terkejut ketika di lantai atas terdengar teriakan Armanda yang mengamuk. Nayaka melesat lebih dulu untuk mencari tahu, disusul Mutiara.


Nayaka dan Mutiara menyaksikan secara langsung bagaimana Armanda mengamuk mengacak barang-barangnya seolah mencari sesuatu? Nayaka lupa ia segera mengambil sebuah benda kecil milik keponakannya yang tadi ia amankan di saku celananya, hal itu ia lakukan karena khawatir bik Kasih pengurus rumah ini selama hampir tiga puluh tahun salah menyimpannya karena sudah tua. Nayaka tahu pasti benda itu yang dicarinya karena selain benda itu tak ada yang bisa membuatnya demikian.


"Ini yang kamu cari?''


Tangan Nayaka mengasongkan sebuah boneka Spyderman. Tangan keponakanya langsung merebutnya.


"Sudah aku bilang jangan sekali-kali menyentuh benda ini mengerti!"


"Paman hanya mengamankannya saja, takutnya bik Kasih tidak tahu di mana harus menyimpannya.''


Nayaka berusaha menjelaskan dengan suara tenang, dan ia melihat keponakannya langsung terdiam. Nayaka dan Mutiara melihat pria yang mulai tenang itu berjalan gontai ke tempat tidurnya, memegangi erat benda yang menurutnya sangat pusaka itu. Armanda nampak begitu menderita hingga Nayaka merasa tidak tega untuk melihatnya.


Keponakannya yang satu ini memang sangat berbeda dari kedua keponakannya yang lain yang terlahir dari kakak perempuannya Revalina yang menetap di Inggris. Walaupun keponakannya yang satu ini nampak liar, kasar dan tidak punya aturan namun saat ia sedang bersedih ia akan begitu rapuh seperti bayi kecil, tapi Nayaka tahu keajaiban benda itu apabila ia menghidupkan suara yang ada dalam rekaman boneka itu, sanggup menenangkan jiwanya, dalam sekejap ia akan tertidur dan saat ia bangun ia akan ceria kembali.


Sementara Mutiara selalu merasa bingung dengan benda kecil berbentuk boneka spyderman itu? Armanda tidak pernah mengijinkan menyentuhnya apalagi mendengarkan rekamannya.


Benda apakah itu yang membuatnya memukuli temannya sendiri saat SMP dulu, karena sudah dengan berani mendengarkan isi rekaman itu? Benda apakah itu yang membuatnya uring-uringan tidak mau makan tidak mau minum karena sempat kehilangan suaranya?


Mutiara tidak pernah tahu isi rekaman itu, yang ia tahu katanya benda itu adalah kado ulang tahun dari kakaknya di ulang tahunnya yang kesepuluh.

__ADS_1


__ADS_2