
Dewi Purnama tahu Nisa tidaklah gila ia hanya ingin menjadi gila untuk menghilangkan penderitaannya.
Dengan kesabaran dan perhatian Dewi Purnama dalam dua bulan Nisa mulai menerima kenyataan pahit, kalau Bintang Kecil sudah tiada lagi di sisinya.
Untuk memulai kembali pendidikannya Nisa meninggalkan Dewi Purnama hanya dengan meninggalkan sepucuk surat yang isinya tentang kerinduan Nisa untuk Bintang.
Dengan uang hasil menjual tanah sisa kebakaran, Nisa membiayai kuliahnya di universitas terbaik yang ada di Jakarta. Penderitaan mengubah Nisa menjadi sosok pendiam tak ada lagi senyuman yang dulu sering menghiasi wajahnya yang selalu ramah. Sosok yang selalu bersahaja seolah ikut tenggelam di dalam penderitaannya.
Di saat uang sudah tak lagi mencukupi untuk meneruskan kuliahnya, Nisa terpaksa harus bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Penderitaan menimbulkan keinginan besar dalam diri Nisa untuk maju, kerja serabutan apapun Nisa lakukan untuk pendidikannya, terakhir ia bertemu dengan sosok perempuan paruh baya, usia perempuan itu mengingatkannya langsung pada sosok Anggraeni, dia cantik seperti Anggreni tapi tentu saja dengan typical berbeda. Melisa memiliki penampilan yang berbeda dari Anggraeni. Make-up nya tebal dan pakaiannya lebih mencolok, dia memakai banyak perhiasan di leher dan tangannya, sementara Anggraeni Akbar penampilannya formil dan anggun, make-up nya tidak tebal tapi Anggraeni tetap cantik.
Nisa seperti terhipnotis ketika perempuan itu menawarinya pekerjaan, dan saat itu Nisa memang sangat membutuhkan biaya untuk menunjang pendidikan dan kehidupannya ke depan, tak ada alasan bagi Nisa untuk menolak karna ia sangat membutuhkan uang itu, dan saat itu Nisa merasa kalau kedatangannya adalah Dewi penolong yang di utus Tuhan kepadanya.
Nisa terlambat menyadarinya, kalau ternyata Melisa bukanlah malaikat penolong melainkan sosok iblis yang sangat menakutkan.
Oh Tuhan....
Nisa mau dijadikan seorang pramuria. Nisa berontak tapi ia terkungkung, Melisa malah hendak memperjual belikannya secara langsung di tempat bordilnya. Nisa berusaha menyelamatkan diri, tapi bodigur Melisa ada banyak, Nisa tidak bisa keluar dari tempat itu.
Sampai sesuatu waktu, hal yang sangat menyedihkan datang, Nisa terenggut kehormatannya di tempat ini secara paksa oleh orang yang tak di kenal.
Dunia telah runtuh, tak ada kehidupan lagi bagi Nisa, perjuangannya untuk mencapai kehidupan yang lebih maju, karna keinginan kerasnya balas dendam pada Anggraeni serta keinginan kuatnya untuk bertemu kembali adiknya terhenti sampai di sini.
__ADS_1
Nisa berniat bunuh diri di depan rumah bordir milik Melisa, sebuah pohon di tempat bordir ini akan menjadi kuburannya.

Nisa berdiri di atas bangku kecil di bawah pohon besar, tali tambang sudah di ikatkan ke batang pohon besar itu, dengan kedua tangannya Nisa masih memegangi tali itu, sebentar lagi tali itu akan mengikat di lehernya dan hidupnya yang seperti neraka akan segera berakhir di pohon ini. Nisa menitikan airmatanya ketika bayangannya menghantarkannya pada adik kesayangannya yang sangat ia rindukan. Nisa menyebut satu nama dengan suara lirih.
"Bintang kecilku, Kakak merindukanmu. Maafin Kakak, Sayang. Kakak benar-benar minta maaf, perjuangan Kakak untuk menemukanmu, terhenti sampai di sini." lirihnya dengan suara serak dan hampir habis.
Nisa mengisak tangis, kerinduan, rasa sakit, semua akan berakhir saat ini. Nisa bernyanyi lagu bintang kecil kesukaannya, lagu itu selalu menghantarkannya pada si kecil, Ia bernyanyi sambil menangis dengan suara yang kering dan berat.
Bintang kecil adalah lagu yang cukup gembira, tapi setiap kali Nisa merasa sedih karena merindukan adiknya dan merasa terpuruk karena kepahitan hidup, lagu ini yang selalu Nisa nyanyikan. Bintang kecil setiap kali ia menyanyikannya akan merasakan seolah Bintang Kecil adik yang sangat ia rindukan sedang menatapnya dari jauh.
"Hentikan! Jangan bertindak bodoh."
Nisa menatap ke arah suara itu, nampak seorang lelaki berumur empat puluh tahunan sudah berdiri tidak jauh dari tempat ia berdiri.
"Biarkan aku mati. Aku ingin mati. Aku benar-benar ingin mati, hidupku sudah tak berguna lagi. Aku menjijikan sekarang, aku kotor bahkan aku merasa jijik dengan tubuh ini, jadi jangan menghentikanku untuk mati..."
"Aku akan menolongmu, keluar dari tempat ini. Melisa tidak akan menyakitimu lagi."
"Sudah terlambat. Keperawananku tidak akan kembali, saat ini aku hanya ingin mati."
__ADS_1
"Jangan lakukan itu, Kamu masih muda, ingatlah keluargamu, kalau mereka tahu pasti akan sangat sedih."
"Keluarga," Nisa mengulang sakit, kemudian ia menangis ketika ingat Bintang Kecil. "Satu-satunya keluargaku cuma adikku dan mereka merampasnya dariku, harusnya aku mati sejak dua tahun lalu ketika mereka merampasnya."
"Kalau begitu, hiduplah demi adikmu. Kalau mereka merampasnya darimu, rebut kembali adikmu dari tangan mereka. Tetaplah hidup demi adikmu. Aku akan menolongmu."
Nisa menangis, perkataan pria itu berhasil melepaskan tali gantungan yang ia pegang. Nisa membenarkan kalimatnya, ia harus merebut kembali adiknya dari tangan Anggraeni, dan ia harus hidup demi mendapatkan kembali adiknya.
Nisa menatap kembali lelaki itu,
Ridwan Agung nama lelaki yang cukup tampan ini, pria ini tidak asing bagi Nisa, Ia beberapa kali pernah melihatnya di tempat ini hanya saja ada yang membedakan pria ini dari om-om lain nya.
Pria ini tidak genit setidaknya itu yang ia lihat satu minggu ini, selain itu juga pria ini orang yang menolongnya ketika Melisa menyiksanya dan mempermalukannya setiap kali ia menolak tidur bersama laki-laki. Tapi malam ini Nisa tidak bisa selamat itu yang membuatnya ingin mengakhiri hidup.
Nisa tak percaya dewa penolong benar-benar telah datang tapi justru muncul di sarang iblis seperti ini, pria itu tidak hanya menolongnya dari kematian tapi juga ia menemui Melisa dan mengeluarkanya dari tempat hina ini, tentu saja tidak semudah itu sama seperti pekerjaannya menjual belikan perempuan, Melisa mengeluarkan harga sesuai kesepakatan, dengan cara seperti itulah Nisa keluar dari tempat Melisa.
Nisa telah dibeli Ridwan Agung meski tujuannya untuk menolong tapi sekarang Nisa merasa hidupnya saat ini adalah milik Ridwan Agung.
Setelah keluar dari tempat ini, Nisa membenarkan kalimat Anggraeni dua tahun lalu saat di penjara, kalau dunia ini kejam dan hidup harus kejam untuk memenangkan dunia.
Nisa mulai menirunya setelah berhasil keluar Nisa melaporkan keberadaan Melisa sebagai penjual perempuan dan Nisa pun berhasil menjebloskannya ke dalam penjara, dan itulah dendam pertama yang langsung terbayarkan dan selanjutnya semua akan menyusul. Janji Nisa saat itu.

__ADS_1