Bintang Rebutan

Bintang Rebutan
KEAJAIBAN


__ADS_3

Nisa berdiri di depan cermin keesokan paginya. Gaun warna putih yang ia kenakan memperlihatkan kerapuhan pada wajahnya yang murung, ia tatapi dirinya, matanya masih bengkak dan nanar setelah menangis semalaman. Hari ini ia bertunangan dan para tamu sudah memenuhi halaman taman belakang rumah ini, itu terlihat dari jendela kamar ini yang langsung ke arah taman.


Hari yang bersamaan adiknya akan pergi juga dan semalam ia sudah mengiklaskan kepergiannya walau dalam hati itu sangatlah berat. Namun ada hal yang Nisa ingat kalau ia belum menemui Mutiara secara khusus untuk mengucapkannya selamat tinggal.


Nisa dengan langkah terburu-buru segera menemui Mutiara, pelan-pelan Nisa memasuki kamar Mutiara tanpa terlebih dahulu mengetuk pintunya karena pikirnya takut menyusahkan Mutiara untuk membukakan pintunya mengingat ia duduk di kursi roda.


Namun ketika ia memasuki ke dalam kamar itu Nisa mendengar ada suara Nayaka di sana yang terdengar sedang bercakap-cakap di balkon kamar ini. Nisa menghentikan langkahnya dan bediri di balik tirai ketika ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan percakapan mereka.


"Apa rencanamu sesampai di sana?" tanya Naka pada Mutiara yang duduk di sampingnya dengan bantuan kursi roda.


"Belum terpikirkan, yang jelas aku akan menolak dibawa ke dokter kalau dia memaksa maka terpaksa aku harus mengadakan kesepakatan lagi dengan seorang dokter yang akan mengecek keadaan ku di sana yang pasti harus tetap berjalan seperti rencana kita."


"Kamu benar rencana tidak boleh gagal, di sana kamu harus berjuang mendapatkan hati Armanda lagi, mungkin itu pekerjaan yang sangat sulit karena kita tahu cintanya pada Nisa sangat besar."


"Iya, Paman, Aku akan berusaha meski mustahil bisa mendapatkan hatinya lagi setidaknya kursi roda ini akan tetap membuatnya bertahan untuk tetap di sisiku. Aku akan tetap memakainya meski aku merasa bosan dengan kursi roda ini, hanya untuk beberapa lama saja setelah dia mulai membuka hatinya untukku, baru aku bisa terlepas dari kursi roda yang menyebalkan ini. Aku akan melakukan hal yang sama seperti yang terjadi di sini mujijat datang dan aku sembuh..."


"Jatuh dari kolam renang. Armanda tidak akan mendorongmu lagi." ujar Nayaka tertawa kecil sambil menatap Mutiara.


Nisa menyipit bingung apa maksud pembicaraan Nayaka dan Mutiara? Nisa kembali pokus mendengar kelanjutannya.


"Mungkin bukan dia lagi yang melakukannya tapi aku sendiri yang harus melakukannya..."


Nisa semakin tidak mengerti apa maksud perkataan Mutiara? Yang terjadi di kolam renang? Apa maksudnya? kembali mempokuskan kupingnya pada perbincangan aneh mereka.


"Maksudmu?" Tanya Nayaka pada gadis itu.

__ADS_1


"Aku akan menjatuhkan diri ke kolam renang. Mujijat datang. Aku bisa berdiri haha..." ujarnya Mutiara sambil bangkit dari kursi roda berdiri tertawa-tawa dan berputar-putar dengan menggunakan kedua kakinya yang sempurna.


Astaga......


Nisa terkejut hingga ia merasa tak bisa bernapas ketika kedua matanya menyaksikan bagaimana gadis itu berdiri dan berputar-putar dengan kedua kakinya yang normal. Apa yang Nisa lihat sekarang ini justru menjadi pemandangan yang paling menakutkan dalam hidupnya. Nisa baru sadar kalau ia sudah terjebak dalam rencana mereka.


"Ti..dak..."


Nisa mengeluarkan katanya yang berat dan hal itu berhasil menghentikan tawaan Mutiara dan memutarkan pandangan keduanya ke arahnya. Satu persatu Nisa lihat lagi kedua wajah itu dan ketika melihatnya kali ini Nisa merasa melihat monster yang menyeramkan.


"Nisa." Suara Naka hampir menghilang.


"Tan-te.." diikuti suara Mutiara yang juga hampir hilang karena terkejut.


Nisa menatap keduanya dengan tatapan takut. Kembali Nisa berucap,


Nisa segera melarikan diri dari mereka berusaha keluar dari kamar ini. Nayaka mengejar menarik lengan Nisa menahannya. Kebohongan boleh terbongkar namun rencana yang ia susun bersama Mutiara dari mulai Mutiara tersadar dari koma tidak boleh gagal.


"Kamu harus mendengar penjelasanku dulu!"


Saat kedua tangan Nisa tak bisa terlepas dari penahanan kedua tangan Nayaka dan tiba-tiba saja pandangan Nisa jadi kabur tubuhnya terasa lemah semua jadi gelap, sekejap Nisa tak sadarkan diri dalam rangkulan Nayaka dan ketika ia sadar dirinya sudah berada di tempat tidur, dan yang pertama ia lihat ketika ia sadar adalah wajah Nayaka, dan ketika melihatnya lagi Nisa merasa sangat takut kepadanya.


Nisa bangkit untuk keluar dari kamar ini untuk mencari Bintangnya dan menceritakan semuanya. Namun seorang dokter tiba-tiba menghentikan geraknya.


"Anda harus hati-hati. Sudah ada janin berusia dua bulan di dalam kandungan Anda..."

__ADS_1


Nisa terpaku tak dapat bicara karena terlalu terkejut, sebentar kemudian ia menatap dan memegangi perutnya lalu tersenyum bahagia hingga menitikan air matanya. Penderitaan dan ketakutannya hilang dengan kejutan ini. Ia baru sadar mahluk kecil sudah tumbuh dalam perutnya. Ini sulit dipercaya kalau hari yang ia habiskan di rumah rahasia di kota bogor bersama Armanda membuahkan benih cinta yang tertanam dua bulan di dalam perutnya.


Ini keajaiban. Kini Nisa percaya keajaiban itu ada karena saat ini ia akan berlari pada kekasihnya dengan membawa sesosok bayi kecil dalam perutnya.


Nisa keluar dari ruangan ini dan berlari menuju kamar Bintang Kecilnya dengan wajah sumringah untuk memberitahukan keajaiban ini. Nisa membuka pintu kamar Armanda namun baru sedikit ia membukanya, Nisa mendengar percakapan Armanda dengan Mutiara,


"jangan khawatir meskipun kamu sudah bisa berjalan lagi aku tetap akan pergi bersamamu."


"Lo yakin tidak akan kembali pada Tante Queen, Kan?"


"Tidak..," Armanda tersenyum menatap Mutiara. "Kakak bilang usiaku sudah dua puluh satu tahun, dia melepasku, sudah saatnya aku untuk pergi. Jadi aku benar-benar akan pergi, Aku akan pergi jauh darinya, setelah hari ini aku tidak akan melihatnya lagi. semalam dia yang sudah memutuskan ini dan sekarang aku menerimanya sebagai takdir Tuhan. Ini sulit bagiku tapi aku selalu menganggap kata-kata yang keluar darinya adalah kalimat Tuhan. Perpisahan ini adalah keinginan Tuhan. Sekarang aku iklas meski mungkin aku akan mati karenanya."


Nisa baru menyadari kalau ternyata ia sudah benar-benar kehilangan kesempatan untuk bisa kembali pada pria yang dicintainya itu. Ketika ia mendengar ucapan pria itu untuk Mutiara. Mutiara mungkin memang berhasil cuci tangan dari kesalahannya namun bukan itu yang membuat Nisa kehilangan kesempatan itu, melainkan apa yang keluar dari mulut Armanda adalah keputusan yang Nisa tegaskan sendiri padanya semalam, keputusan sudah diambil tadi malam, dan adiknya sudah menerimanya, keajaiban datang namun tidak bisa membuat kekasihnya kembali.


Nisa menangis lagi tubuhnya terasa akan segera tumbang. Semua kata-kata yang ia tegaskan, keajaiban yang tidak ia percaya seolah menutup rapat bagi Nisa untuk kembali padanya.


Nisa terpaksa membuat dirinya menjadi penyempurna rencana Nayaka karena ia merasa tak ada jalan keluar lagi untuk menolak pertunangan ini setidaknya untuk saat ini. Itu karena Nisa belum mampu berpikiran apa-apa.


Nisa berdiri bersama Nayaka di taman ini dan yang ia ingat adalah kejadian semalam di sini bersama Kekasihnya, saling menempelkan punggung dan saat itu sunyi senyap hanya di kelilingai cahaya bintang dan rembulan, tapi kali ini begitu ramai semua mata mengarah padanya untuk menyaksikan acara pertunangannya dengan Nayaka. Jantung Nisa bergetar lebih cepat ketika ia melihat dari kejauhan nampak Armanda berdiri menatapnya dan tersenyum padanya dengan membawa koper di tangannya dan di sampingnya nampak Mutiara.


Nisa ingin berlari ke arahnya dan berkata kalau dirinya sedang mengandung anaknya tapi kata-kata yang ia ucapkan semalam mengendalikannya. Nisa menitikan air matanya ketika ia melihat pria itu pergi menjauh.


Nisa menjatuhkan tangannya ketika Nayaka hendak memasangkan cincin ke jari manisnya. Cincin itu terjatuh ketika terdengar suara seseorang dengan sangat lantang memprotesnya,


"Hentikan! Pertunangan ini!"

__ADS_1


Semua mata memutar ke arah suara itu, seseorang datang menyusup di antara para tamu undangan. Nisa, Nayaka dan Anggraeni terkejut dengan kedatangannya.


HAI PARA READER YANG BAIK HATI, MENURUT KALIAN SIAPA YANG DATANG BERUSAHA MENGHENTIKAN PERTUNANGAN NISA DAN NAYAKA? AKANKAH NISA MELANJUTKAN PERTUNANGAN INI DAN KEMBALI PADA BINTANG. TUNGGU SAJA YAH CERITA SELANJUTNYA DUA EPISODE TERAKHIR LAGI TETAP LIKE DAN KOMEN VOTE DAN BINTANG LIMA YAH.....


__ADS_2