
Keberuntungan saat ini berada dipihak Nisa, pertemuannya dengan pria itu memberinya titik terang untuk mencapai apa yang diinginkan.
Ridwan Agung adalah pemilik perusahaan yang sedang kritis karna berkas-berkas perusahaan saat ini ada di tangan Bank.
Dari sini Nisa mulai mengembangkan kemampuannya, mengawali dengan mengangkat PT Mulya Agung milik Ridwan Agung adalah ide yang sangat tepat.
Dengan kecerdasan otaknya dikombinasikan dengan kepintarannya dalam menarik supplier, serta berani mengambil resiko yang terburuk sekalipun, dalam beberapa bulan Nisa berhasil mengembalikan berkas-berkas perusahaan ke tangan Ridwan Agung. Dalam dua tahun Nisa sanggup membuat perusahaan ini kembali normal.
Ridwan Agung kagum dengan kecerdasan dan keberaniannya, walau kadang ia sering melihat hal aneh yang mengerikan pada diri wanita itu, sikap antusias dan sorot matanya seolah menunjukan ada sebuah unsur yang mendorongnya lebih dari sekedar ingin maju tapi lebih dari itu ambisiusme, kemarahan dan juga kepedihan, itu bisa terlihat pada kedua matanya kadang lembut kadang marah bahkan terkadang nyalang tanpa emosi.
Ridwan tidak mengerti apa isi dari bola mata itu? Dari mata itu juga tiba-tiba ia akan menangis setiap kali dipertanyakan tentang keluarga dan masa lalunya, seolah memberitahukan ada hal yang menyakitkan yang ia simpan di hatinya.
Nisa kembali meneruskan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi tanpa meninggalkan perusahaan, dalam beberapa tahun Nisa berhasil keluar dengan gelar master, dan ia pun mendedikasikan pekerjaannya di PT Mulya Agung, dalam tiga tahun Nisa berhasil membuat perusahaan ini terbang kelevel tinggi.
Hampir mensejajarkan diri dengan Akbar Group, itu di luar batas kemampuan Ridwan Agung, hal itu menjadi sebuah kenyataan di luar jangkauannya, dan ini sebuah keberuntungan besar baginya bertemu dengan wanita sehebat itu.
Seiring dengan majunya PT Mulya Agung, namanya muncul kepermukaan tapi bukan nama Nisa yang terkenal, melainkan nama Queen Agung.
Sejak pertama kali kenal dengan pemilik perusahaan Agung, Nisa memperkenalkan diri dengan nama Quin saja sengaja ia membuang nama belakangnya jauh-jauh, baginya Nisa sudah mati ketika bunuh diri di tempat pelacuran Melisa.
Nama Queen Agung seolah memberinya banyak Energi baru dalam perjalanan hidupnya untuk mencapai apa yang ia inginkan.
Queen Agung masih belum puas, Ia berniat menghancurkan Akbar Group dan membuat perusahaan itu jatuh ke tangannya, entah seberapa sulit dan bahayanya tapi Queen berniat melakukannya.
Queen ingat dengan janjinya pada Anggraeni saat di penjara dulu, kalau ia akan membuat Anggraeni kembali untuk menagih hutang-hutang yang belum Anggraeni bayar kepadanya.
Dengan jatuhnya Akbar Group, Queen yakin itu akan memancing Anggraeni kembali pulang, dan yang ia nantikan adalah kembali bertemu dengan adiknya yang bertahun-tahun sudah tidak ia lihat. Sebuah ide berani muncul, memasuki wilayahnya adalah ide yang Queen Agung pilih.
Ridwan Agung menolak keinginan Queen untuk keluar dari perusahaan dan berniat memasuki Akbar Group, apalagi dengan memakai alasan ingin menghancurkan perusahaan itu.
Awalnya Ridwan Agung menolak karna itu terlalu berbahaya, namun akhirnya ia mengerti dan tidak bisa lagi menolak permintaan Queen, ketika Queen menjelaskan bahwa dia ada dendam pribadi dengan pemilik utama perusahaan itu.
Ridwan Agung sangat terkejut sama sekali tidak menyangka, perempuan yang ditemukan di tempat pelacuran bertahun-tahun lalu memiliki hubungan pribadi yang sangat rumit dengan keluarga itu.
Kini ia mengerti sorot matanya yang dingin dan menyimpan kemarahan itu tertuju pada Anggraeni Akbar dan putranya bernama Nayaka, sementara sorotnya yang lembut dan juga sakit itu tertuju pada anak kecil bernama Bintang Kecil yang diambil secara tidak adil oleh keluarga itu.
Cerita Queen sangat dramatis yang membuat hati Ridwan Agung miris dan ingin membantu merencanakan dendamnya.
"Saya akan berdiri di belakangmu. Saya mendukung semua rencanamu. Saya yakin semua akan berjalan sesuai dengan yang kamu harapkan."
Dengan gelar Master dan pengalamannya dalam mengangkat citra perusahaan Agung, serta namanya yang cukup terkenal di dunia bisnis ditunjang dengan kecantikan seorang Bintang, membuat Queen Agung berhasil memperoleh posisi yang diinginkan.
Queen Agung memang mengubah gaya dan penampilannya dari tadinya yang sederhana dengan selalu memakai baju kerja yang konserpatif, kini yang lahir di Akbar Group adalah Queen yang gaya penampilannya modern namun tetap anggun dan berwibawa, yang biasanya cukup dengan bedak tipis saja sekarang tampil dengan make-up yang membuat wajahnya semakin sempurna seperti boneka porselen cantik dan mahal.
Queen yang lahir di sini lebih suka mengenakan sepatu import nomer satu berhak tinggi dua belas centi meter, dipadankan dengan tas yang mahal bernilai ratusan juta, juga suka mengoleksi gaun mewah dan busana kerja yang indah dan mahal yang sengaja di rancang khusus dari desainer ternama.
Ketika ia bejalan ia pokus ke depan seperti terpusat pada satu inti, dengan langkah agak tergesa-gesa namun tetap anggun seolah menampakan diri sosok wanita mandiri yang berjalan bak supermodel yang menebar pesona di atas pentas, dan menampakan sosok wanita kelas atas abad modern yang superrior.
Queen Agung nama yang tepat untuk menyimpulkan dirinya saat ini, dan nama ini juga bisa sekaligus membantu ingatan Anggraeni pada kekejaman yang dilakukan pada menantunya yang bernama Quin Alifa.
__ADS_1
Quin Alifa ibu kandung Bintang Kecil yang dulu meninggal di depan mata Nisa kecil ketika usianya sembilan tahun, akibat di dorong Anggraeni yang berusaha merebut Bintang Kecil yang masih merah dari tangan mama Quin, Kejadian itu sudah dua puluh tahun silam, namun semua itu masih gamblang dalam pikiran Nisa sampai sekarang.
Nama Queen Agung dari awal sudah merasa memberinya banyak energi, dalam hal ini seperti penyatuan dua Jiwa dalam merebut satu orang yang sama, yaitu Bintang Kecil, yang dirampas haknya secara tidak adil oleh Anggraeni Akbar.
Tapi Nisa tidak sadar semakin ia berubah semakin besarlah api kebencian yang tertanam dalam jiwanya, otomatis semakin terbakarlah hati dan jiwa Queen yang keluar dari masa lalu dan terpikir di masa kini.
Dengan kecerdasan yang ia miliki, menyuguhkan ide-ide kreatif dalam kemajuan perusahaan ini, memajukannya keposisi teratas adalah awal mencari simpati para petinggi yang mencakup seluruh keluarga besar Akbar. Dalam satu tahun Queen berhasil memposisikan Akbar Group ke posisi puncak.
Nama Queen Agung semakin berkibar dikalangan para pengusaha kelas atas, sampai juga ketelinga sang pemilik terbesar Anggraeni Akbar, dibuktikan bagaimana secara pribadi Anggraeni meneleponnya langsung dari negaranya untuk mengucapkan selamat dan memuji kepiawaiannya dalam mengangkat perusahaan.
Queen sendiri hanya tersenyum puas dan membayang apa jadinya kalau Anggraeni tahu, Queen Agung yang berada di perusahaannya adalah Quinisa, gadis malang yang saat berusia sembilan belas tahun dibantai kehidupannya, dirampas kebahagiaannya hingga merasakan sakit yang tidak ada obatnya.
Nisa berhasil mengecohkannya dengan membuang bagian belakang namanya dan menggantinya dengan nama Agung. Ridwan Agung yang memberinya nama itu beberapa tahun lalu, dan untuk saat ini Anggraeni belum waktunya untuk tahu.
Queen Agung tidak hanya berhasil membuat kagum para petinggi perusahaan, tapi ia pun berhasil membius para petinggi untuk bisa membeli saham meski dalam jumlah kecil, Queen menjadi satu-satunya orang luar yang berhasil memiliki saham dalam kerajaan bisnis Akbar.
Queen Agung belum puas dengan apa yang dicapainya. Lima persen adalah awal mencakup semuanya. Queen ingin memilikinya, menguasainya minimal ia ingin memiliki separo perusahaan ini untuk bisa menyaingi empat puluh persen dari perusahaan milik Anggraeni.
Tidak ada pilihan lain selain pada perencanaan awal, menjatuhkan Akbar Group, dengan begitu ia bisa mencekoki para pemilik saham untuk menjual sahamnya sebelum Akbar Group bener-benar tumbang, dan mengakibatkan kerugian besar, saat itu Queen membuka tangan untuk membelinya.
Tidak terlalu sulit bagi Queen untuk menurunkan perusahaan ini, cukup mengkombinasikan kepintaran dan kerja samanya dengan perusahaan Agung, memberikan banyak pinjaman dari PT Mulya Agung untuk menutup berbagai kerugian serta menutup kerja sama dengan perusahaan lain, sehingga Akbar Group mengalami kerugian besar yang belum pernh terjadi sebelumnya, saat itulah Queen memampaatkan kesempatan untuk mencari dukungan seluruh keluarga Akbar yang ada di Indonesia.
Dalam beberapa bulan Akbar Group jatuh dengan hutang yang menumpuk ke PT Mulya Agung, seperti inilah taktik yang di pakai Queen.
Kelangsungan Akbar Group saat ini tergantung dari kebijakan dari kebaikan sang pemilik PT Mulya Agung yaitu Ridwan Agung.
Demi menguasai saham Akbar Group
Queen menggunakan trik kotor ini untuk bisa menguasai saham di sini. Tak ada pilihan lain bagi Queen, kata-kata Anggraeni akan terus melekat sampai akhir.
'Dunia ini kejam, dan kita harus kejam untuk dapat memenangkan dunia', kalimat Anggraeni yang kini menjalar dalam setiap sel dan aliran darah Queen.
Sesuai perencanaan, ketika para pemilik saham dipusingkan dengan merosotnya saham, Queen berusaha mencekoki mereka untuk menjualnya sebelum mereka rugi besar, dan saat itu Queen sebagai pemilik saham lima persen membuka tangan membeli seluruh saham milik mereka dengan harga lebih murah dari pada harga awal.
Menurut mereka tak ada cara lain memang selain menjualnya pada Queen Agung, tentu saja dengan kapasitas Queen sebagai pemilk lima persen saham yang siap bertahan.
Queen berhasil memecah belah keluarga Akbar di Indonesia, hingga mereka tak berniat menjual saham mereka pada Anggraeni.
Mereka membenarkan perkataan Queen tentang Anggraeni Akbar, yang dinilai tidak peduli dengan kemajuan Akbar Group itu bisa dibuktikan tidak ada satupun dari pihak Anggraeni yang mau menangani perusahaan secara langsung.
Keluarga Akbar yang berada di Indonesia terpengaruh dengan kata-kata Queen sehingga mereka berani menjualnya semua saham mereka kepada Queen Agung.
Bagi keluarga besar Akbar yang ada di Indonesia, hanya Queen Agung yang dinilai mampu bertahan, selain ia sosok yang sangat cerdas dia juga memiliki hubungan baik dengan PT Mulya Agung.
Akbar Group adalah perusahaan keluarga yang tidak boleh jatuh ketangan luar, tapi tak ada pilihan lain selain menjualnya pada Queen Agung karena tidak mungkin menjualnya pada Anggraeni yang sudah sepuluh tahun lebih suka menetap di luar negeri, bagaimana mungkin dia tahu seluk beluk perusahaan intinya cuma seorang Queen yang sanggup menolong Akbar Group keluar dari keterpurukan.
Queen Agung memulai Aktifitasnya sebagai pemegang enam puluh persen perusahaan ini. Saat seluruh perusahaan sudah tidak bisa diajak kerja samanya. Perusahaan Agung siap membantu. Dengan segala kecerdasannya, Queen mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menstabilkan kembali Akbar Group.
Ridwan Agung sendiri sebagai rekan bisnisnya hanya bisa mengacungi dua jempol untuk Queen. Walau ia sudah menebak Queen pasti berhasil karna menurutnya Queen diberikan otak yang luar biasa, dia sangat cerdas dan juga sangat dominan.
__ADS_1
Hal yang ia rencanakan dengan matang dan ia tunggu hasilnya akhirnya berhasil. Kabar pemilik empat puluh persen Akbar Group yaitu Anggraeni Akbar beserta Nayaka Akbar kembali ke Indonesia sampai ke telinga Queen. Kabar baik itu ia terima dari asisten pribadinya.
"Saya sudah mendapat informasinya, Bu..? Sepertinya berita itu benar ibu Anggraeni Akbar beserta putranya sudah sampai di bandara sekarang.''
"Lalu bagaimana dengan.. Bin.. tang.. ?" tanyanya hampir terbata ketika menyebut nama adiknya yang sangat ia rindukan setelah sepuluh tahun tidak berjumpa.
"Maksud Ibu? Apa putra pertama dari ibu Anggraeni yang bernama Bintang Akbar? Bukankah dia sudah meninggal lima belas tahun yang lalu?"
"Tidak. Bukan itu maksudku.'' balas Queen lirih.
Pandangan Queen berubah sedih dan murung ketika asistennya mengingatkan tentang ayah angkatnya. Tentu saja ia tahu, semua orang di sini juga tahu kalau Bintang Akbar sudah meninggal lima belas tahun lalu, namun mereka tidak tahu kalau putri angkat Bintang Akbar hidup di sini.
"Lalu apa ada yang lainnya, Bu?" Asistennya kembali bertanya.
"Apa selain Nayaka, Anggraeni membawa seseorang yang lain?"
Queen berharap Anggraeni membawa adiknya kembali pulang.
"Iya Anda benar. Selain Nayaka, sepertinya beliau membawa cucunya juga.''
"Benarkah.. ?'' Queen mengeluarkan sepatah katanya dengan bibir bergetar, nampak tersenyum haru dan berkaca-kaca.
Sang asisten menatapnya aneh. selama jadi asistennya belum pernah ia melihat seorang Queen Agung memasang mimik muka seperti itu. Bahagia tapi seperti menangis.
"Saya dapat impormasi itu dari ruang informasi. Beliau membawa cucunya yang bernama, Armanda Akbar.''
"Armanda... '' Suara Queen menurun.
Kegembiraan Queen jatuh ke titik terdalam, baru saja Queen merasa terbang ke angkasa namun dalam sekejap ia merasa terlempar ke dasar jurang yang teramat dalam. Ternyata bukan Bintang Kecilnya yang dibawa tapi cucunya yang lain bernama Armanda Akbar.
Dari data perusahaan yang ia tahu Armanda Akbar adalah anak ketiga dari Revalina Akbar, putri Anggraeni yang pertama yang menikah dengan pria kebangsaan inggris keturunan korea.
Julukan Armanda Akbar di inggris adalah Badboy mungkin semacam nama umpatan karena dia berjiwa liar, Pemuda itu cukup aktif di media sosial dia memiliki puluhan ribu follower, ntahlah apa yang membuat dia begitu disukai di dunia maya padahal gayanya nampak barbar dengan rambut yang dibiarkan memanjang.
Oh.. Tidak...! Ini bukan yang Queen harap.. ? Yang ia harapkan Anggraeni membawa Bintang kecilnya bukan cucunya yang lain. Queen menangis kecewa, ternyata ia harus menelan kembali rasa rindunya yang menyesak dan itu menjadi pemandangan aneh sekaligus menyedihkan bagi asistennya.
Quinisa memang tidak tahu persis siapa Armanda Akbar? Tapi tidak seperti Bintang Kecil yang seolah tersembunyi dari daftar keluarga Akbar nama Armanda justru sangat terkenal di perusahaan ini.
Armanda Akbar adalah calon pewaris empat puluh persen Akbar Group milik Anggraeni. Kabar lain mengenai dia adalah perangainya yang kurang baik, sekolahnya berantakan dan yang paling terkenal kabarnya dia seorang oedipus complex penyuka perempuan-perempuan yang lebih tua, dan dia seorang petualang cinta itu bisa dilihat dalam jejaring sosial yang sering memamerkan perempuan-perempuan lebih tua untuk dikencaninya.
Menurut survey membuktikan Armanda Akbar disebut-sebut sebagai generasi Akbar yang terlahir gagal. Banyak sekali selintingan terdengar di perusahaan ini, katanya ia sangat liar dan kurang ajar, sekolahnya tidak beres dan waktunya hanya untuk bermain-main, berkelahi dan ugal-ugalan hingga sering sekali masuk tahanan untuk diamankan karna sering dianggap mengganggu ketertiban umum.
Armanda mungkin satu-satu nya contoh seorang badboy yang lahir dari kalangan berkelas. Ada hal yang lebih menarik, kabarnya ia memiliki sisi yang lain?
Armanda Akbar adalah sosok yang hangat baik hati dan perhatian, itulah kenapa dia selalu menjadi rebutan para gadis hingga memiliki puluhan ribu follower, dan yang lebih mengherankan kabarnya dia pencinta Tuhan. Benarkah ada orang seperti itu?
Queen menghapus air matanya dan ia mendengus sinis, membayangkan diri kenapa ia harus repot memikirkan pemuda itu apalagi memikirkan Tuhan, bukankah dirinya sudah tidak percaya lagi dengan keberadaanNya, entah sejak kapan kepercayaanya itu pudar yang jelas saat ini Queen tidak lagi mempercayai keberadaan Tuhan. Tidak sedikitpun.
__ADS_1