Bisikan Ghaib

Bisikan Ghaib
Mau Membantu


__ADS_3

Akhirnya aku bisa bernapas dengan lega, karena Wira kini sudah tidak ada lagi dari hadapanku.


Aku benar-benar takut saat melihat rupanya, karena Wira benar-benar terlihat mengerikan. Bukannya aku menghina, tapi itu memang kenyataanny.


Mungkin saja itu akibat dari dia jatuh dari lantai tiga, sehingga membuat tubuhnya ringsek seperti itu.


Aku sungguh bersyukur karena ayah dan bundaku masih sehat walafiat, sehingga sampai saat ini aku masih merasakan kasih sayang yang begitu besar dari mereka.


Mendengar akan cerita Wira, sungguh aku merasa takut. Bagaimana jika bunda tiada lalu ayah menikah lagi?


Aku takut akan mengalami hal yang sama seperti yang Wira alami, semoga saja hal itu tidak akan pernah terjadi.


"Hey! Jangan melamun," kata Alex.


Aku langsung tersadar dari lamunanku, aku melerai pelukanku. Lalu, aku menatap Alex dengan intens.


"Terima kasih karena elu udah nemenin gue, jadinya gue ngga terlalu takut," kataku.


Alex terlihat tersenyum tipis mendengar ucapanku, kemudian dia berkata.


"Kata elu tidak terlalu takut, tapi saat ada bayangan Wira tadi, elu sampai gemetaran. Bahkan elu melukin gue mulu," kata Alex.


Perkataan Alex seperti sebuah godaan buat aku, aku pun jadi sebal dibuatnya. Aku langsung memukul dengan Alex, lalu aku berjalan begitu saja meninggalkannya.


Aku segera duduk di sofa yang berada di ruang keluarga, lalu aku melipat kedua tanganku di depan dadaku.


Alex terlihat menghampiri diriku, dia duduk tepat di sampingku. Lalu, dia merangkul lenganku dan menepuk-nepuk kedua pundakku dengan perlahan.


"Jangan marah dong, pan gue cuma bercanda," kata Alex.


"Hem," jawabku masih sedikit kesal.


Alex tersenyum lalu menarikku ke dalam pelukannya, lalu dia mengacak pelan rambutku.


"Hey! Elu berdua malah asik-asik pacaran!" keluh Mario.


Mario terlihat menghempaskan tangan Alex dari tubuhku, lalu dia duduk tepat di antara aku dan juga Alex.


Dia seperti kesal, bahkan dia menatap sengit ke arahku dan juga Alex. Naura terlihat tertawa melihat kelakuan dari Mario, lalu duduk tepat di hadapan kami.


"Jangan lebay deh, Alex sama Anes ngga mungkin pacaran. Pan Alex calon jodoh masa depan gue, dia yang bakal jadi laki gue!" kata Naura seraya menaik turunkan alisnya.


Oh ya ampun aku sungguh geli melihat kelakuan dari Naura, bahkan kata-katanya pun terdengar menggelikan di telingaku.


Kami berempat memang bersahabat sejak kecil, kami sering bercanda bersama, tertawa bersama, bahkan menangis bersama.

__ADS_1


Namun, selama kami berteman tidak pernah satu pun di antara kami yang pernah berpacaran.


Padahal, tidak ada larangan untuk berpacaran di grup kami. Namun, kami seolah saling menghargai satu sama lainnya.


"Gue ngga mau nikah sama elu," kata Alex.


"Jahad!" kata Naura seraya memanyunkan bibirnya.


Pada akhirnya kami berempat pun tertawa dengan terbahak-bahak melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh Naura.


"Oiya, Ra. Gimana kabar mang Asep?" tanyaku.


Naura terlihat menghela napas dalam, kemudian dia mengeluarkannya dengan perlahan.


Tatapannya tiba-tiba saja berubah sendu, padahal baru saja dia tertawa dengan terbahak-bahak.


"Kasihan tahu, Nes, mang Asep. Ternyata bener itu mayatnya Leni, Leni dibunuh di saat dia sedang hamil. Tega banget ya tuh cowoknya yang udah ngebunuh," kata Naura.


"Emangnya udah pasti itu yang ngebunuh Leni si Jony?" tanyaku.


Walaupun aku tahu pada kenyataannya memang Jony'lah yang membunuhnya, tapi aku tetap menanyakan hal tersebut kepada Naura.


"Ya, polisi sudah menyelidikinya. Kemungkinan besar Jony yang membunuhnya, berdasarkan bukti yang terkumpul. Bahkan, sekarang mereka sudah berada di kota untuk menangkap Si Jony," kata Naura.


"Lalu, kapan mayat Leni dikuburkan?" tanyaku lagi.


"Besok pagi, elu mau dateng ke pemakaman Leni?" tanya Naura.


"Ngga tahu, soalnya gue punya tugas baru. Gue harap elu mau bantu gue," kataku.


Naura dan juga Mario terlihat saling pandang, kemudian mereka menatap aku dan juga Alex secara bergantian.


Tidak lama kemudian, mereka bertanya kepadaku.


"Elu mau minta tolong apaan sih?" tanya Mario.


"Hooh bener, pakai acara tugas-tugasan segala. Emangnya elu perlu bantuan apa sih?" tanya Naura juga.


Aku menghela napas berat, lalu aku memandang Alex seakan meminta persetujuannya.


Alex langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya, aku pun mulai menceritakan apa yang aku lihat dan apa yang diminta oleh Wira kepadaku.


Naura dan juga Mario terlihat tidak percaya, bahkan mereka langsung menggelengkan kepalanya.


Namun, sebisa mungkin aku menjelaskan. Bahkan, aku meminta Alex untuk membantu memberitahukan kepada mereka bahwa yang aku katakan itu adalah benar adanya.

__ADS_1


Aku bisa melihat arwah penasaran, aku bisa melihat hantu dan makhluk halus lainnya setelah kejadian di Gunung pendakian tersebut.


"Gue mohon percaya sama gue, Wira membutuhkan bantuan kita. Gue ngga mungkin melakukan misi ini sendirian," ucapku.


"Gue pasti bantu elu, Nes," kata Alex.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Alex, kembali Naura dan juga Mario terlihat saling pandang. Lalu mereka berkata.


"Elu beneran bisa lihat hantu? Kok gue ngga yakin ya?" kata Naura.


"Sialan! Masa iya gue bohong," kesalku.


Aku benar-benar kesel saat melihat tatapan dari Naura dan juga Mario, mereka masih saja tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan.


"Lex, bantuin gue buat jelasin ke meraka." Aku menarik-narik ujung baju Alex, berharap dia mau membantu menjelaskan.


Alex tersenyum, lalu dia menepuk-nepuk punggungku dengan perlahan. Lalu, dia pun mulai berkata.


"Yang diucapkan oleh Anes itu, bener. Kalau kalian ngga percaya, besok pagi selepas sarapan kita langsung pergi ke tempat Wira," kata Alex.


"Oke!" jawab Naura dan juga Mario bersemangat.


Mereka seolah benar-benar ingin membuktikan apa yang aku katakan adalah benar atau bohong.


Aku tidak peduli, karena menurutku saat ini yang terpenting adalah ada yang menemaniku esok hari untuk pergi ke rumah Wira.


***


Masih berlanjut, besok lagi yes. Saran dong buat visual Babang Alex, kalem dan irit bicara. Blasteran ya, jangan lupa cariin. 😍😍😍😁😁


***


Visual



Aneska, cantik, baik, manis dan bisa melihat roh halus. Bisa mendengar bisikkan Ghaib, yang selalu bikin merinding.



Mario



Naura, ceria dan selalu ceplas ceplos.

__ADS_1


__ADS_2