
Suasana saat di kampus mendadak horor, karena ternyata di sana banyak makhluk ghaib yang bergentayangan.
Ada yang wajahnya ancur, ada mahkluk yang sangat besar dan bertubuh gemuk dengan warna kulit yang hitam pekat, ada juga seorang wanita cantik yang terlihat begitu genit.
Setiap kali ada lelaki yang lewat dia akan mengelus bokong atau milik pria, bahkan aku melihat makhluk berupa wanita cantik itu hendak mengelus bokong Alex.
Namun, dengan cepat aku mendorong tubuh Alex ke samping. Hal itu membuat makhluk sok kecantikan itu tidak bisa memegang Alex, dia terlihat menatapku kesal.
Bahkan tidak lama kemudian aku melihat matanya keluar dan wajahnya terlihat berubah seperti nenek-nenek, hiih... sungguh mengerikan.
Sepertinya dia adalah jin yang menyerupai wanita cantik, ya... seperti itulah yang pernah aku dengar. Hanya jin yang mampu merubah wujudnya.
Karena perbuatanku itu, Alex sempat menatap aneh ke arahku. Bahkan dia malah mengucapkan hal yang membuat aku kesal.
"Kenapa dorong-dorong gue kaya gitu? Oh, gue tahu. Elu takut ada cewek cakep yang nyentuh gue, kan?" tanya Alex dengan alisnya yang sudah naik turun.
"Haish! Geer," seruku. Alex langsung tertawa melihat aku yang berwajah kesal.
Kegiatan hari pertama di kampus ternyata lumayan menghabiskan banyak waktu, karena banyaknya perkenalan yang dilakukan. Kami juga mengelilingi kampus agar tahu di mana letak fakultas yang ada di sana.
Pukul dua siang barulah kegiatan selesai dilakukan, itu artinya kami bisa pulang dan beristirahat. Kami dimerindukan untuk kembali masuk ke kampus pada hari senin, untuk melakukan kegiatan ospek.
Aku tersenyum senang karena itu artinya, ada dua hari untuk aku beristirahat di rumah. Hari Sabtu dan juga Minggu.
"Cape ya, guyz. Panas juga, ngafe, yuk!" ajak Naura seraya merangkul pundakku.
"Gue pengen pulang aja, lelah. Pengen bobo cantik," ucapku manja.
__ADS_1
"Lebay deh, mulai angot lagi nih kayaknya," kata Mario.
"Sini gue gendong kalau elu cape," tawar Alex.
"No! Gue masih mampu jalan sendiri," ucapku ketus.
"Cieee, ehem-ehem. Mending kalian jadian aja, gue ridho dunia akhirat," kata Naura.
"Ho'oh, kasian gue sama Alex yang udah cinta sejak lama sama elu," kata Mario yang segera menutup mulutnya setelah mengucapakan kalimat tersebut.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Mario, sontak aku langsung melihat Alex dan juga Mario secara bergantian.
Aku bahkan melihat Alex yang memelototkan matanya kepada Mario, seolah hal itu adalah hal yang tidak boleh diucapkan oleh Mario
"Eh? Maksudnya?" tanya Naura kepo.
"Jadi, Alex itu sudah ja--"
"Ngga usah berisik, biar itu semua jadi urusan gue," kata Alex seraya melepaskan bekapan tangannya.
"Elu jahat banget sih bekap mulut dia kaya gitu!" kataku penuh protes.
"Abisan dia rese, udah ayo kita pulang," ajak Alex.
Alex langsung menautkan tangannya ke tanganku, kemudian dia menarik lembut diriku untuk masuk ke dalam mobil.
Naura dan juga Mario terlihat saling pandang, Kemudian terdengar berdehem beberapa kali. Aku tahu mereka sedang menyindir dengam apa yang sudah Alex akukan terhadapku.
__ADS_1
Terpaksa aku pura-pura tidak peduli, begitupun dengan Alex. Bukan karena apa, tapi Alex terlihat sedang tidak ingin bercanda. Dia terlihat sangat serius..
"Eh? Gue duduk di belakang aja," pintaku pada Alex. Karena dia malah mendorongku untuk masuk dan duduk di samping kemudi.
"Gue kangen elu yang dulu, seengganya kalau memang elu ngga mau jadi cewek gue. Bersikaplah dengan normal, karena semakin elu bersikap cuek dan berusaha untuk menjauhi gue, gue akan semakin mengejar cinta elu," kata Alex seraya memandang netraku dengan lekat.
Aku tidak bisa berkata apa pun, aku langsung menurut dan duduk di samping kemudi. Aku sempat melirik ke arah Naura dan juga Mario, mereka terlihat mengatupkan mulutnya menahan tawa.
Sialan sekali, bukan! Teman macam apa itu? Teman kok malah menertawakan aku seperti itu, kalau bukan sedang menjaga perasaan Alex, rasanya aku ingin mencubit bibir Naura dan juga Mario.
"Kita langsung pulang, atau mau. ke suatu tempat dulu?" tanya Alex seraya menyalakan mesin mobilnya.
"Gue mau kuta pu--"
Ucapanku langsung terhenti kala aku melihat seorang pria jahat yang ada di dalam mimpiku itu lewat tepat di depan mobil, pria itu nampak masuk ke dalam sebuah Cafe yang berada di seberang kampus.
"Kita ke Cafe dulu," ucap seraya menunjuk ke sebuah Cafe yang pria jahat itu masuki.
Sontak saja Alex, Mario dan juga Naura langsung memandangku dengan tatapan aneh. Mungkin karena aku tadi berkata sangat lelah dan ingin segera pulang, tapi kini permintaanku menjadi berubah.
"Elu ngga salah, kan, Nes?" tanya Naura.
"Ngga, buruan. Nanti dia keburu pergi, aku penasaran," kataku.
"Siapa?" tanya ketiga sahabatku bersamaan.
"Udah jangan berisik, buruan kita masuk ke Cafe yang ada di sana," ucapku dengan tidak sabar.
__ADS_1
**
Selamat siang, selamat beraktivitas. Jangan lupa tinggalkan komentarnya, yes.