Bisikan Ghaib

Bisikan Ghaib
Pingsan


__ADS_3

Aku benar-benar tidak menyangka jika saat ini aku melihat seorang pria paruh baya yang begitu brutal memukuli anak tirinya.


Bahkan, anak tirinya itu sampai meninggal saat itu juga. Sungguh karena melihat akan hal ini, aku jadi berpikir jika ayah dan ibu tiri itu sangat kejam.


Aku berdo'a kepada Sang Pencipta agar mereka selalu menyehatkan kedua orang tuaku, aku tidak mau tiba-tiba saja kedua orang tuaku bercerai karena dengan seperti itu, artinya aku akan mendapatkan ibu atau ayah tiri.


Atau mungkin salah satu di antara mereka ada yang meninggal kemudian menikah lagi, sungguh aku tidak bisa membayangkan akan hal itu.


Aku tidak ingin hal yang terjadi kepada Wira dan wanita bisu itu bisa terjadi kepadaku, sungguh aku tidak mau.


Tidak lama kemudian, aku melihat pria paruh baya itu menggendong tubuh polos wanita bisu itu ke atas tempat tidur, lalu dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Dia benar-benar seperti orang yang sangat ketakutan, dia punguti baju gadis bisu itu dan memasukkannya ke keranjang sampah.


"Ya Tuhan, aku harus bagaimana ini? Ah, sialan! Anak sialan, semasa hidupnya membuatku malu, sudah mati pun masih merepotkan," gerutunya.


Dia terlihat mondar-mandir tidak jelas, sesekali dia menjampak rambutnya dengan kasar. Lalu, tidak lama kemudian dia terlihat terlonjak kaget karena ada yang mengetuk pintu.


"Tuan, maaf saya mengganggu. Dari tadi saya mendengar suara Tuan menggerutu dari kamar tamu, apakah anda baik-baik saja?"


Terdengar sebuah pertanyaan dari balik pintu kamar ruang tamu, sepertinya itu adalah suara seorang pelayan.


Pria paruh baya itu terlihat mengelus dadanya, dia terlihat lebih tenang karena ternyata hanya seorang pelayan yang datang. Mungkin dia berpikir jika tadi istrinyalah yang datang, makanya dia begitu kaget.


"Aku tidak apa-apa, pergilah ke belakang untuk merapikan taman. Karena aku ingin istriku senang jika melihat taman belakangnya sangat rapi," kata pria paruh baya itu.


"Ya, Tuan. Akan saya laksanakan," kata pelayan.


Tidak lama kemudian suara dari pelayan itu tidak terdengar lagi, pria paruh baya itu dengan segera menggulung tubuh wanita bisu itu dengan menggunakan selimut.


Dia dengan tergesa membawa wanita bisu itu keluar dari dalam kamar tamu, lalu dia memasukan tubuh wanita itu ke dalam mobilnya dan pergi dari sana.


Dia terlihat begitu gelisah, bahkan wajahnya terlihat memucat. Mungkin dia takut karena kini dia membawa mayat gadis bisu itu di dalam mobilnya.

__ADS_1


Aku melihatnya melajukan mobilnya dengan serampangan, lelaki itu terus-menerus melajukan mobilnya tanpa henti.


Dia masuk ke jalan tol, melajukan mobilnya dengan perasaan campur aduk. Itulah yang aku lihat dari raut wajahnya.


Setelah sekian lama dia melajukan mobilnya, dia keluar dari jalan tol dia terlihat masuk ke sebuah Resto dan mengisi perutnya.


Tidak lama kemudian, dia nampak pergi dari sana mengisi bensinnya dengan full dan kembali pergi lagi.


Pria itu terlihat celingukkan, mungkin dia takut akan bertemu dengan orang yang mengenal dirinya.


Tidak lama kemudian, dia masuk ke dalam mobilnya. Dia kembali melajukan mobilnya dengan kencang, sesekali ponselnya terlihat berdering.


Namun, dia hanya menatap layar dari benda pipih itu tanpa berniat untuk mengangkat telpon untuknya.


Tidak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh pria paruh baya itu masuk kembali ke pintu tol.


Mobil itu terus berulang-ulang keluar masuk pintu tol, aku tidak tahu beraa lama dia berada di dalam mobilnya dan melajukan mobilnya.


Satu hal yang aku sadari, dia berada di dalam mobilnya sangat lama. Aku tidak tahu berapa lamanya dia mengendarai mobilnya, sampai yang terakhir dia masuk kembali ke dalam tol dan melajukannya dengan cepat.


Saat tengah malam tiba, dia terlihat menepikan mobilnya di pinggir tol. Tidak lama kemudian, dia mengeluarkan jenazah wanita bisu itu dan melemparkannya tidak jauh dari tol.


Tubuh wanita bisu itu menggelinding dan jatuh tepat di balik semak belukar, tubuh itu tidak terlihat sama sekali dari pinggir tol karena di sana banyak rerumputan yang tumbuh menjulang tinggi sampai setinggi manusia.


Aku benar-benar tidak menyangka dengan perbuatan lelaki paruh baya itu, menurutku dia benar-benar sangat tega.


Tubuhnya saja berbentuk manusia, tapi hatinya seperti iblis yang tidak berperasaan. Busuk dan seperti orang yang hilang akal.


"Nes! Katanya mau nyari cara buat nyari tahu lelaki paruh baya itu, kok elu malah tidur?"


Samar-samar aku mendengar suara Mario yang menggerutu, bahkan tubuhku terasa diguncang-guncang oleh tangan kekar yang mungkin itu adalah tangan Mario.


Mataku yang terasa sepat dengan cepat ku gosok dengan menggunakan kedua punggung tanganku.

__ADS_1


Lalu, setelah mataku terbuka dengan lebar, aku merasa sangat aneh karena kini aku berada di dalam kamarku.


Kini aku sedang meringkuk nyaman di atas tempat tidur, barusan aku melihat semua kejadian yang sangat aneh. Namun, kenapa kini aku berada dalam kamar?


Aku jadi berpikir, mungkinkah kejadian yang tadi aku lihat adalah mimpi semata? Namun, kenapa terasa begitu nyata?


Lalu, bagaimana dengan wanita bisu itu? Bukankah dia yang kulihat waktu di Resto kala itu? Aduh, sepertinya kepalaku konslet.


"Hey! Malah bengong?" kata Naura seraya menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajahku.


Sumpah demi apa pun juga aku merasa sangat bingung saat ini, bukannya aku sedang di Cafe dan berkumpul bersama dengan teman-temanku?


Aku hanya pergi sebentar untuk ke kamar mandi dan setelah itu aku mendapatkan kejutan dari wanita yang saat itu aku temui di pinggir tol.


Kemudian, dia menampakkan permintaan tolongnya lewat sebuah tulisan di depan cermin. Setelah itu, aku tidak mengingat apa pun lagi, sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku?


"Suut, kalian ini berisik." Alex menghampiriku, dia mengoleskan minyak hangat pada tangan dan kakiku.


Aku merasa jika Alex begitu perhatian kepadaku, apalagi saat dia mengusap tangan dan kakiku, perlakuannya tidak seperti kepada seorang sahabat.


Namun, aku merasakan hal yang lain. Akan tetapi, segera aku tepis serasa itu. Aku mencoba untuk tersenyum lalu aku bertanya kepada Alex.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama gue?" tanyaku.


Alex tersenyum, tangannya masih terus saja mengusap kaki dan tanganku. Kemudian, dia berkata.


"Elu pingsan di kamar mandi," jawab Alex.


"Hah!"


Jujur aku sangat kaget saat Alex mengatakan jika diriku pingsan di dalam kamar mandi, mungkinkah karena aku begitu ketakutan saat mendapatkan pesan dari wanita bisu itu?


Karena seingatku, dari kecil aku tidak pernah mengalami hal yang namanya pingsan. Aku juga merasa aneh, kenapa aku bisa pingsan? Padahal aku tidak merasa ketakutan yang berlebih saat bertemu dengan wanita bisu itu.

__ADS_1


****


Masih berlanjut, kuy ramein kolom komentar.


__ADS_2