Bukan Berondong Biasa

Bukan Berondong Biasa
Lima Puluh Lima


__ADS_3

Bukan Rafis namanya, jika ia membiarkan Agya pergi bergitu saja. Ia bangkit dari duduknya dengan cepat, lantas melangkahkan kakinya lebar menyusul langkah Agya. Kemudian, mendorong lagi pintu yang sudah berhasil Agya buka, hingga kembali tertutup.


Agya menolehkan kepalanya. Kemudian, ingin membalikkan tubuhnya bersiap protes. Namun, pemuda itu justru memepet tubuhnya, hingga terdesak ke daun pintu.


"Ngomong apa tadi?" Rafis menyampirkan rambut Agya yang tergerai ke samping, hingga memamerkan lehernya yang jenjang. Kemudian, sebelah tangannya memeluk pinggang Agya. Sehingga, tubuh mereka dekat sekali dan membuat Agya kesulitan bergerak. Apa lagi, Rafis menyenderkan dagunya di salah satu pundak Agya.


Sebelah tangan Rafis yang bebas mulai bergerak. Mencari kancing kemerja putih Agya dan membukanya. Baru berhasil membuka dua kancing baju, Agya menahan pergerakan tangan Rafis.


"Aku nggak suka tubuhmu sembarangan di pegang wanita lain!" ucap Agya dingin.


Rafis paham maksudnya. Terkadang, ia memang lupa, jika kini sudah ada hati yang harus ia jaga.


"Iya, maaf." Rafis mengecup pundak Agya yang sudah terbuka, hingga membuat Agya merasakan tubuhnya tersengat pelan. Meski bukan yang pertama, tapi Rafis masih selalu berhasil menciptakan sensasi yang membuatnya kecanduan.


Melihat Agya mulai melonggarkan cengramannya, Rafis kembali menggerakkan tangannya untuk membuka kancing ketiga, sembari memberi kecupan-kecupan kecil di leher Agya. Tampaknya Agya mulai menikmatinya, hingga tanpa sadar memejamkan matanya.


"Mandi dulu!" Di sebagian kesadarannya yang hampir hilang, Agya kembali bersuara. Ia masih ingat bagaimana suaminya itu dengan seenaknya berpelukan dengan wanita lain.

__ADS_1


Rafis menggeleng. Napasnya yang berhembus di leher Agya terasa hangat sekali. Tidak hanya di leher saja, tetapi sampai ke sekujur tubuhnya juga.


"Udah nggak tahan," ucap Rafis tanpa menjauhkan wajahnya dari leher mulus sang istri. Ia bahkan semakin menekan sesuatu yang berhasil Agya bagunkan tadi, hingga membuat Agya percaya ucapannya.


Sembari terus melakukan tekanan di bawah sana dengan ritme pelan, tangan Rafis juga tidak mau kalah. Ia dengan lincah memberikan sedikit pijatan di depan sana, hingga membuat Agya mengerang.


Rafis menyeringai. Nampaknya sang istri mulai luluh dan menginginkan hal yang sama dengannya.


Rafis membalikkan tubuh Agya dengan cepat karena kepalanya sudah mulai terasa pening. Ada sesuatu yang harus ia tuntaskan.


Perlahan, kepala Rafis menunduk, menatap sesuatu yang membuat jantungnya selalu berdebar. Ia mendekatkan wajahnya, bahkan tanpa jarak, lantas menyesapnya lembut. Sekali lagi terdengar Agya melenguh. Suara wanita itu selalu berhasil membuat Rafis terpancing dan bersemangat.


"Rafis ...."


Rafis selalu memperlakukannya dengan lembut. Ia menggendong Agya, lalu mendudukkannya di atas meja kerja. Kemudian, kembali mengecup senti demi senti tubuh Agya yang entah kemana pakaiannya kini.


"Jangan menghukumku seperti itu lagi, hm?" Rafis berbisik di telinga Agya, lalu mengigit daun telinganya pelan. Sedangkan, Agya tidak menjawab. Ia hanya menganggukkan kepalanya dengan sorot mata berkabut.

__ADS_1


Rafis tersenyum. Kini ia secara mandiri menyingkirkan pakaiannya sendiri. Namun, saat ia ingin memulai segalanya Agya menatapnya serius. "Dan kamu ...." Agya menyentuh bibir Rafis. "Jangan membuatku cemburu lagi."


Sekali lagi Rafis tersenyum, lantas menganggukkan kepalanya seperti anak manis. Kemudian, dengan cepat menyesap bibir Agya dan meski berkali-kali ia cicipi, tetap tidak pernah membuatnya puas dengan rasa itu.


Rafis dengan hati-hati menyatukan tubuh mereka. Membiarkan suara meja yang berderit menjadi musik pengiring kehangatan mereka. Membiarkan malam tenang ini menjadi saksi, jika mereka benar-benar merasa bersyukur telah memiliki satu sama lainnya.


"Aku mencintaimu, Agya Sofia."


"Aku ... mencintaimu, Rafisqy Arzan."


***


Cukup sekian dan terima aja.


Jangan nunggu aku di sini mulu. Samperin ke SUPERBIA yukk. Seenggaknya paporitin gitu biar aku seneng 😆


Papay.

__ADS_1



Nb. Bab ini akan dihapus atau ubah suai dikemudian hari.


__ADS_2