Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Kemarahan Dion kepada Riana


__ADS_3

Tidak terasa malam telah datang menyapa, dan saat ini Bunga baru saja tiba dirumah sederhana milik orang tuanya, Sindy yang mengantarkan dirinya pulang pun sudah kembali melajukan motor miliknya,


Hingga tak lama Bunga mulai melangkah untuk masuk kedalam rumah tersebut, tapi ketika baru saja membuka pintu, Tiba-tiba saja Bunga dikejutkan oleh suara ibunya yang sedang bertengkar dengan sang ayah


"Pak, apakah kau tidak mau berubah? anak kita sudah besar, dan sudah tamat sekolah, begitu juga dengan anak kita yang lainnya, mereka sebentar lagi akan masuk kesekolah SMA dan juga SMP tapi kenapa kerjaan mu hanya mabuk mabukan terus, kapan kau akan berubah pak" teriak ibu .... kepada suami nya..


Pak Jono hanya diam tanpa menggubris perkataan dari istri nya tersebut, dia tampak duduk di lantai dapur dengan minuman tuak yang dia pegang di sebelah tangannya,


Bunga benar-benar sakit melihat pemandangan itu , apakah ini keluarganya yang sebenarnya, yang selalu ribut dan tidak pernah ada ketenangan didalam nya, Bunga yang awal nya ingin mengucapkan salam pun langsung melangkah pergi untuk masuk kedalam kamar, kamar yang sempit dan juga pengap


Brakkk.....


Suara pintu terdengar ditutup dengan keras, sehingga ibu... pun dapat mendengar nya dan langsung mendatangi kamar milik Bunga


"Bunga,.... kau sudah kembali, kenapa tidak salam dulu sama ibu"


"Karena ibu sedang bertengkar dengan ayah, kenapa sih bu, selalu ribut seperti ini? apakah kalian tidak malu dengan para tetangga? aku bosan bu jika selalu disuguhkan dengan pertengkaran kalian berdua" teriak Bunga dengan emosi..


Ibu... langsung terdiam membisu, karena memang ini lah kenyataan yang sebenarnya, selama mereka hidup berumah tangga tidak pernah sedikitpun ada ketenangan di dalam keluarga mereka..


"Maaf nak, maaf jika ibu dan ayah mu tidak bisa berdamai dan membuat kalian bahagia tapi ini lah keluarga kita Bunga, Ayah mu sudah sangat membuat ibu menderita, karena dia itu pemalas dan suka nya mabuk-mabukan, apakah kau tahu bagaimana selama ini ibu berjuang untuk kehidupan kalian bertiga? ibu rela banting tulang menjadi pembantu dirumah orang orang kaya, agar ibu bisa menyekolahkan kalian semua , dan sekarang kau sudah lulus sekolah, itu artinya kau bisa membantu ibu untuk menyekolahkan kedua adik mu, ibu mohon jadi lah anak yang berguna Bunga, manfaat kamu kemampuan untuk bekerja di sebuah salon, dan jadilah anak yang baik, " ucap ibu .. kepada Bunga


Bunga terdiam mendengar permintaan dari ibunya tersebut, tapi... Apakah dia mampu


Setelah itu ibu... keluar dari kamar Bunga , meninggal kan Bunga yang penuh dengan pemikiran nya sendiri..

__ADS_1


"Kenapa takdir ku menjadi seburuk ini? apakah aku harus menjadi wanita jahat agar aku dapat merubah takdir ku? ,bahkan Kenzo pun tidak bisa merubah kehidupan ku, dia terlalu takut akan ancaman mama nya , ya Tuhan....! aku ingin sekali merubah kehidupan ku yang melarat ini" ucap Bunga dengan perasaan frustasi...


****


Sedangkan disebuah rumah yang mewah, Dion sedang mondar mandir menanti kepulangan istri nya, dia benar benar kesal karena lagi lagi Riana tidak menepati waktu untuk pulang cepat kerumah,


Dion berkali-kali menelfon nomor handphone milik Riana, tapi tetap saja tidak dijawab oleh sang pemilik handphone, hingga tak lama kemudian, terdengar deru mobil yang berhenti tepat di depan rumah,


Dion bisa menebak jika itu pasti adalah Riana istri nya, dengan tampang wajah memerah Dion pun membuka pintu rumah milik nya, hingga tak lama kemudian..


Deghhh....


"Makasih ya Bob , karena sudah mengantar ku pulang"


"Okey, aku mengerti kok, lagian siapa juga yang mau libur, kamu hati hati ya"


"Iya, bay Riana" ucap pria tersebut yang berada didalam mobil, hingga tak lama kemudian, mobil yang mengantarkan Riana telah pergi meninggalkan rumah mereka..


Riana langsung berbalik untuk masuk kedalam rumah, hingga detik kemudian, dirinya dikejutkan oleh seseorang pria tampan yang sudah berdiri dengan tatapan yang sangat tajam,


Pria itu tampak menaruh kedua tangan nya kedalam saku celana jeans ponggol yang dia kenakan, Riana tersenyum manis ketika melihat suami nya yang sudah menantikan kepulangan dirinya, jujur saja karena kejadian seperti ini sangat jarang dilakukan oleh Dion


"Mas, kamu dari tadi sudah nungguin aku pulang ya? " tanya Riana bersuara lembut, bahkan dia tidak menanggapi raut wajah Dion yang tampak tidak bersahabat


"Dimana mobil mu Riana? kenapa kau biasanya pulang di antarkan oleh seorang pria asing? " tanya Dion dengan nada yang tinggi..

__ADS_1


"Oh, dia senior aku dirumah sakit mas, namanya Boby, sedangkan mobil ku, tadi mogok dan langsung dibawa ke bengkel oleh Boby karena kasihan melihat ku"


"Cih.. sok perhatian sekali dia! dan kau kenapa harus pulang malam setiap hari nya, apakah kau sudah melupakan tugas mu Riana! kau itu adalah seorang ibu sekaligus istri, jadi kau harus melakukan tugas mu dengan baik Riana"


"Cukup mas, aku itu capek, kenapa kamu malah marah marah sama aku, lagian apakah kamu tidak bisa mengatakan ini semua didalam rumah, ini diluar,, tidak sepantasnya kau menghakimi ku diluar rumah seperti ini, apakah kau mau jika semua orang mengetahui pertengkaran kita? "


"Baiklah, sekarang ayo kita masuk, aku benar-benar tidak dapat mentolerir kelakuan mu lagi" ajak Dion menarik tangan Riana,


Sesampainya didalam Dion langsung menutup pintu rumah dengan rapat dan dia menghempaskan tangan Riana dengan perasaan geram


"Jangan kasar mas, kau sudah menyakiti ku"


"Menyakiti apa, bagaimana dengan mu yang telah menyakiti aku dan juga Raka! apakah kau tidak sadar Riana,, kau tidak tahu bukan, jjika selama beberapa bulan ini aku dan Raka tidak pernah menikmati sarapan pagi dirumah lagi, karena kau selalu sibuk pergi bekerja, apakah kau tidak menyadari hal itu Riana " teriak Dion mencoba menyadarkan sikap Riana,


Namun wanita itu tampak marah dan tidak mau Terima,


"Mas, aku kan sudah kasih uang buat beli sarapan dan juga makan siang, jadi tidak usah diributkan lagi, aku itu saat ini sedang meniti karir ku, nama ku hampir akan dipromosikan dirumah sakit tempat ku bekerja, dan apakah kau tahu mas, jika aku berhasil maka aku akan bisa membuka Klinik milik ku sendiri, "


"Cukup Riana...! kenapa yang ada di otak mu hanya karir dan juga karir, aku sudah mendukung mu selama ini, tapi aku ingin jika kau bisa membagi waktu mu anatara ibu rumah tangga dan juga pekerjaan mu sebagai dokter, kau sudah melupakan aku dan juga Raka Riana, jangan salah kan aku jika suatu saat aku akan berpaling dari mu"


Deghh....


Riana langsung terdiam saat mendengar ancaman dari suaminya tersebut, hingga tak lama tampak segurat senyum yang terlukis Indah dibibir wanita itu


"Hahahha..... jangan mengancam ku mas, karena aku sangat tahu seperti apa dirimu, kau terlalu sangat mencintai ku, dan kau juga sangat bangga mempunyai istri yang sama sukses nya dengan dirimu, lagian seorang polisi tidak akan bisa berpoligami, atau semua karir mu akan hancur mas Dion, jadi mulai dari sekarang nikmati saja rumah tangga kita yang bahagia ini mas, tanpa pengkhianatan dan juga peraturan yang ribet" ucap nya langsung pergi meninggalkan Dion yang masih terpaku sendiri...

__ADS_1


__ADS_2