
Tidak terasa hari berganti hari dan bulan berganti bulan yang itu artinya kini 5 bulan sudah hubungan Bunga bersama Dion berjalan.
Sejak 5 bulan itu Riana tidak pernah menampakkan gerak-gerik mencurigakan untuk mencari siapa wanita yang menjadi selingkuhan suaminya Dion.
Sedangkan Dion yang mengetahui hal itu pun merasa lebih tenang, kini dia dan Riana tidak pernah lagi bertengkar, mereka hidup dengan rukun layaknya seorang teman yang hidup di dalam satu atap,
Tanpa Dion tahu kalau sebenarnya Riana sedang membuat sebuah rencana dan sekarang ini dirinya mengajak bertemu anggota keluarga besar Dion yaitu mama tiri Dion.
"Jadi kamu belum tahu siapa wanita yang menjadi selingkuhannya Dion?" tanya seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu tirinya Dion.
Cerita sedikit tentang keluarga Dion, sebenarnya Dion sudah tidak memiliki ibu lagi karena ibu kandungnya telah meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang sudah memiliki 2 orang anak bawaan, Dion sendiri hanya dia bersaudara, dia mempunyai adik perempuan dan kebetulan adiknya itu adalah seorang adalah seorang bidan.
Selama ini hubungan kekeluargaan Dion dengan anggota keluarganya sendiri terlihat kurang dekat, karena dion memang tipe orang yang tidak banyak berbicara.
Sedangkan Riiana, wanita itu tentu saja sangat dekat dengan keluarga besar Dion, karena memang berkat restu keluarganya lah sehingga Riana bisa menikah dengan Dion dan masuk kedalam keluarga besar tersebut.
Dan kini Riana yang ditanya oleh mama mertuanya itupun memasang wajah sedih.
"Aku belum mengetahuinya ma, tapi aku sudah menyuruh orang untuk mencari tahu siapa wanita itu," jawab Riana dengan tatapan kesal.
"Kenapa sangat terlambat, sudah 5 bulan kau masih berdiam diri saja, apakah kau memang ingin merelakan kehancuran rumah tanggamu Riana?" tanya mama mertuanya yang bernama mama Ariyani
Mendengar perkataan mama mertuanya Riana mengeryitkan kening dengan tatapan penuh dendam, jujur saja kalau dia ia merasa bingung karena Dion benar-benar menutupi jati diri wanita selingkuhannya itu.
"Ibu tidak tahu saja bagaimana usaha mas Dion untuk menutupi wanitanya itu, sepertinya dia benar-benar menyembunyikan wanita itu agar aku tidak dapat mengetahui siapa dirinya," ucap Riana memasang wajah memerah.
"Lalu bagaimana dengan kedua orang tuamu? Apakah mereka sudah tahu tentang hal ini?"
"Tentu saja tidak ma, aku tidak tega untuk memberitahunya, karena yang mereka tahu selama ini hubunganku bersama mas Dion selalu baik baik saja,"
"Riana kau harus ingat satu hal, jika di dunia ini tidak ada wanita yang mau diduakan dan mama yakin wanita itu juga pasti lama-lama mempunyai niat untuk merebut Dion darimu, apalagi dengan keadaan Dion yang penuh dengan kesempurnaan,sangat mustahil kalau dirinya mau berbagi,"
"Kau benar ma, hari ini juga aku akan mengetahui siapa pelakor itu, sebenarnya aku telah mau mencurigai 1 orang wanita tapi aku belum bisa membuktikannya ma,"
__ADS_1
"Kenapa tidak bisa! Kau harus segera membuktikannya Riana, suruh orang untuk mengikuti wanita itu, gunakan kekuasaan dan harta yang kau miliki," ucap mama tiri Dion yang mencoba memprovokasi Riana.
Mendengar perkataan mama mertuanya, Riana pun langsung setuju.
"Baiklah ma, akan aku hubungi seseorang sekarang juga," ujar Riana sambil mengeluarkan handphone miliknya,dan menghubungi nomor seseorang.
Kini Riana sudah menelfon orang itu,Riana langsung memberi perintah kepada beberapa orang kepercayaannya untuk mengikuti wanita yang sudah dia curigai, Riana langsung mematikan handphonenya dan menatap mama mertuanya dengan lama.
"Sekarang aku sudah membuat rencana dengan sangat sempurna, tinggal satu rencana lagi yang akan aku ambil dan aku yakin mas Dion tidak akan bisa menceraikanku apapun alasannya," ucap wanita itu tersenyum menyeringai.
"Rencana apa yang kau maksud Riana? ayo katakan kepada mama?"
"Kali ini aku tidak akan mengatakan ma, karena nanti mama juga akan mengetahuinya, menunggu satu bulan lagi, lihat saja aku akan membuat seluruh keluarga kita menjadi heboh dengan apa yang aku perbuat ini," ucap Riana kembali tersenyum miring dengan sejuta rencana yang telah disusun.
****
Sedangkan di tempat lain tepatnya di dalam apartemen milik Dion, terlihat seorang wanita yang baru saja masuk kedalam kamar mandi, saat ini Bunga sedang melakukan ritual mandinya, wanita itu sudah memutuskan untuk berhenti bekerja dan dia lebih memilih menikmati fasilitas yang diberikan oleh kekasihnya Dion, kapan lagi bisa menjadi orang kaya, tanpa harus capek capek melakukan pekerjaan yang membuang banyak tenaga.
Saat sedang berendam di dalam bathup tiba-tiba saja Bunga dikejutkan oleh tangan seseorang yang menyentuh dirinya, Bunga yang awalnya memejamkan kedua matanya langsung membuka mata dan menatap kearah orang tersebut.
Pasalnya sudah hampir satu minggu ini dia dan Dion tidak bertemu, karena Dion harus pergi harus keluar kota untuk melakukan tugas dari kantor.
"Sayang...! Apakah kau terkejut melihat kedatangan ku ini?" Dion menatap kearah Bunga dengan tatapan mendamba, sungguh dia sangat merindukan wanitanya tersebut.
"Tentu saja terkejut mas, bahkan kau tidak menghubungiku selama satu hari harian ini, jujur aku khawatir banget sama kamu mas, dan aku juga sangat merindukan kamu mas, " Bunga berbicara dengan suara yang manja, membuat Dion merasa gemas dan berniat untuk masuk kedalam bathup tersebut.
Dengan gerakan cepat Dion melepaskan melepaskan semua pakaian yang dia kenakan, hingga memperlihatkan tubuh polosnya yang tak memakai penutup apapun, lalu Dion pun ikut masuk ke dalam bathup yang ditempati oleh Bunga.
Kata rindu kini memenuhi perasaan mereka berdua, menjadi satu dan mengalir di dalam hati bagaikan air terjun yang mengalir deras dan ingin segera diluapkan, Dion tidak menyempatkan kesempatan yang ada, dengan lembut Dion langsung merengkuh tubuh Bunga di dalam dekapan tangannya, Dion memeluk tubuh Bunga hingga gesekan di antara kedua kulit terasa menyentuh di keduanya.
Lalu Dion mendongakkan wajah Bunga agar memandang dirinya, Dion menikmati wajah cantik itu dengan seksama membuat adrenalin di dalam dirinya melonjak naik dan bergemuruh, setelah itu mereka berdua pun mengeluarkan rasa cinta mereka hingga menjadi sangat bergairah.
Dion kembali merengkuh kenikmatan bersama Bunga, hingga mereka mencapai ******* berkali-kali, sungguh Dion sangat bahagia dan juga puas, dia seperti menjadi seorang pria sempurna setelah mendapatkan Bunga yang menguasai seluruh hatinya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, aku sungguh sangat mencintaimu" bisik Dion di sela sela permainan mereka yang sudah berakhir
"Aku juga sangat mencintaimu mas Dion, aku mohon jadilah milikku mas," jawab Bunga yang mulai tampak posesif.
Satu jam kemudian mereka berdua sudah selesai, dan kini mereka telah keluar dari dalam kamar mandi, Bunga dan juga Dion sudah selesai berganti pakaian, rencananya hari ini Dion akan mengajak Bunga untuk keluar berjalan jalan ke mall.
"Apakah aman kalau kita pergi berdua?" tanya Bunag manja sambil mengalungkan tangannya di leher Dion.
"Tentu saja sayang, emang memangnya siapa yang berani mengusik kita berdua?"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu apakah kamu lupa kalau masih ada mbak Riana yang akan menjadi pengusik untuk kita mas," tanya bunga menatap cemberut
"Sayang, dia tidak akan berani berbuat macam-macam karena aku dan dia sudah membuat suatu perjanjian,"
"Tapi aku tetap takut mas, takut kalau mbak Riana mengingkari perjanjian itu,"
"Tidak akan sayang , lagian sudah 5 bulan berlalu sejak dia mengetahui perselingkuhan aku, dan sampai saat ini ia tetap diam dan tidak melakukan apa-apa kepada hubungan kita, dan aku rasa dia lebih baik dari dahulu sayang,"
"Ya ini mungkin memang hanya perasaanku saja mas, tapi tidak ada salahnya kalau kita lebih berhati-hati lagi" ucap Bunga menatap kedua mata Dion.
Dion yang masak gemas terhadap ekspresi kekasihnya itu pun langsung ******* bibir Bunga kembali, membuat Bunga merasa kesal karena lipstik yang dia gunakan sedikit berantakan.
"Kenapa di cium, jadi rusak lagi lipstik nya mas,padahal aku sudah memperbaikinya"
"Siapa suruh kau menampilkan bibir seperti itu, sungguh kau terlihat sangat menggoda sayang, sehingga aku tidak dapat untuk menahannya,"
Dengan manja Bunga menghambur memeluk tubuh Dion, rasanya dia benar benar sangat mencintai pria beristri itu.
Setelah itu mereka pun keluar dari apartemen, dan sesampainya basemant bawah yang ada di gedung paling bawah, Dion membuka pintu mobil miliknya dan langsung mempersilakan Bunga untuk masuk kedalam mobil, tanpa mereka tahu bahwa sendiri tadi sudah ada dua orang pria berbadan besar yang memakai penyamaran mereka menatap ke arah mereka berdua.
Bagaimana apakah kau sudah mengambil foto nya?"
"Sudah bos, semua beres,"
__ADS_1
"Bagus,kalau begitu sekarang kita segera pergi, jangan sampai polisi itu mengetahui gerak-gerik kita, " ucap 2 orang pria sangar itu langsung melangkah pergi.