
Sedangkan ditempat lain, saat ini ibu Laras sudah bersiap siap untuk keluar menuju ke kedai bik Marni yang berada di sebrang jalan, hari ini ibu Laras memutuskan untuk libur bekerja, karena suaminya sedang sakit demam,
Dan sesampainya di kedai bik Marni, Bu Laras memanggil wanita tua itu dengan ramah..
"Bik, saya mau beli tahu nya 2 bungkus ya, dan tempe nya 5ribu saja"
"Iya, bentar ya saya ambilkan dulu" ucap bik Marni menyiapkan pesanan belanjaan yang Bu Laras minta,
Hingga tak lama, datanglah beberapa ibu ibu bermulut rempong yang suka menggibahi keluarga ibu Marni, sebenarnya ibu Marni pun merasa heran, entah mengapa para tetangga nya selalu suka menggibahi keluarga kecil nya, padahal mereka itu adalah orang yang kurang berkecukupan, tapi masih saja di gosipin yang tidak tidak,
Dan ibu Laras yang melihat kedatangan mereka pun langsung pasang badan, dia membalik wajahnya agar tidak melihat kearah mereka semua..
"Eh... ada ibu Laras disini, gak biasanya banget ya kan ibu Laras siang gini baru belanja , biasanya juga selalu kerja jadi babu dirumah orang kaya" ejek mereka tertawa cekikikan..
"Iya bener itu, mungkin ibu Laras nya sudah lelah kerja jadi babu terus menerus, makanya sekarang anak perempuan nya yang kerja, buat bantuin kebutuhan keluarga mereka"
"Siapa, oh... si Bunga ya, emang kerja apa sih anak itu, kok mampu biayai satu rumah yang rame banget gitu, ? " tanya ibu satu nya yang berpura-pura tidak tahu
"Masak kamu gak tahu sih, Si Bunga itu kan kerja disalon, tapi kerjanya jarang pulang, soalnya si bunga Kerja salonnya di salon para pria hidung belang"
"Apa...! maksudnya jadi wanita bayaran ya? "
"Iya, apa lagi coba, kerja yang gak pulang dan bisa ngasilin uang banyak, ih, amit amit dah, semoga saja anak ku tidak berjodoh sama wanita seperti itu"
Brakk......
Ibu Laras yang merasa panas mendengar perkataan dari mereka semua pun langsung menggebrak meja sayuran itu dengan kuat, dan dia menatap wajah mereka semua dengan tatapan yang tajam..
"Cukup..... kalian semua benar benar sudah keterlaluan,berkali kali kalian memfitnah putri ku seperti itu, memang nya kalian semua punya bukti atas apa yang kalian tuduhkan itu hah? tanya ibu Laras membulatkan kedua matanya
__ADS_1
Rasanya amarah nya sudah tidak dapat dibendung lagi, sudah cukup mereka semua hingga habis habisan
" Bukti, heh ibu Laras, dari penampilan Bunga saja itu sudah menjadi bukti jika anak ibu memang lah bukan anak baik baik,dan sekarang anak ibu tidak pulang pulang kerumah kan? itu karena anak ibu sedang diboking oleh para pria berhidung belang dan berperut gendut yang ada diluar sana, kasihan ya ibu, jadi orang tua kok bodoh banget, mau aja dikibulin sama anak sendiri "
"Tidak...., ! tutup mulut kalian semua, aku benar-benar benci dengan kalian, hiks hiks... "
Sungguh hati ibu mana yang tidak merasa sakit ketika darah dagingnya sendiri dihina dan dicaci maki oleh orang orang diluar sana, dengan cepat ibu Laras pun berlari meninggalkan warung tersebut,
Bahkan dia melupakan apa tujuan nya untuk datang kewarung itu, belanjaan yang sudah dia pesan pun telah dia tinggal begitu saja, karena merasa sakit di dalam hatinya, ibu Laras terus berlari dengan air mata yang tidak bisa terhenti, sampai akhirnya ibu Laras terjatuh di teras rumah milik nya sendiri..
"Hiks.... hiks... ya Tuhan, kenapa cobaan ku datang bertubi-tubi, apa benar apa yang mereka katakan jika putri ku adalah seorang wanita bayaran, sungguh hati ku tidak bisa menerima tuduhan dari mereka, Seburuk-buruk nya Bunga, dia tetap lah darah daging ku, " Ujar ibu Laras meneteskan air mata,
Hingga beberapa menit kemudian Ibu Laras bangkit dari duduknya sambil berjalan masuk kedalam rumah , dia ingin memastikan sendiri tentang apa yang dikatakan oleh ibu ibu itu untuk putrinya..
Tut.... tut...
Saat ini Bunga baru saja tiba di sebuah restoran berbintang yang teramat mewah, sepertinya Dion selalu berusaha memperlakukan Bunga dengan sangat istimewa,sungguh Bunga merasa terharu dengan hal tersebut..
"Iya, aku sengaja bawa kamu makan siang disini, karena kamu adalah orang istimewa untuk hidup ku" goda Dion membuat Bunga merona,
Dan detik kemudian saat akan duduk dikursi yang sudah ditarik oleh Dion, Tiba-tiba terdengar suara handphone Bunga yang berdering, Bunga pun langsung melihat layar dihandphone nya tersebut
"Siapa sayang? " tanya Dion merasa penasaran, seakan-akan takut jika yang menghubungi Bunga adalah Kenzo mantan pacarnya Bunga
"Oh, ini ibu, bentar ya mas, aku angkat telfon dulu"
"Sudah, disini saja, kamu kan gak tahu letak tempat di kafe ini"
"Iya, kamu benar mas, ya sudah aku angkat disini saja" ujar Bunga tersenyum sambil menekan tombol ijo itu
__ADS_1
Dan tak lama tersambung lah suara mereka, Bunga langsung mendengar tangisan yang dialami oleh ibunya..
"Bunga... hiks hiks.. "
"Ibu, ibu kenapa nangis bu? " tanya Bunga merasa panik, begitu juga dengan Dion yang ikut menatap Bunga dengan intens
"Nak, kamu dimana sekarang? " tanya ibu Laras merasa penasaran
"Aku.. aku di disalon bu lagi kerja" jawab nya terpaksa berbohong
"Kamu beneran kan Bunga, kamu gak sedang menipu ibu kan? " tanya Ibu Laras tidak percaya karena Terdengar suara yang lumayan berisik
"Iya aku gak mungkin bohong lah sama ibu, memang nya kenapa bu? "
"Bunga, apakah kamu tahu jika siang ini ibu benar-benar sakit oleh mereka semua, mereka ibu ibu tukang gosip itu mencaci dan memaki kamu Bunga, bahkan mereka memfitnah kamu sebagai seorang wanita bayaran untuk pria hidung belang, sungguh hati ibu hancur Bunga, ibu gak kuat mendengar nya nak, tapi ibu percaya jika kau tidak mungkin serendah itu bukan"
Deghhh......
Jantung Bunga seakan berhenti berdetak setelah mendengar perkataan sangat ibu, bahkan dirinya hampir meneteskan air mata, tapi mencoba untuk menahannya..
"Ya Tuhan, apakah ini adalah filing dari seorang ibu, aku benar-benar sudah mengecewakan ibu ku, dan saat ini aku sudah berjalan kearah jalan yang salah, apa yang harus ku perbuat sekarang, apakah aku harus menyudahi nya begitu saja " gumam Bunga didalam hatinya..
"Bunga, apakah kau mendengar perkataan ibu? ayo Jawab nak, kamu tidak pulang kerumah karena kamu sedang menginap dirumah sindy kan, seperti yang kau ucapkan tempo hari kepada ibu? ".
" Eh, iya bu, Bunga memang menginap dirumah Sindy buk, " jawab Bunga berbohong
"Syukur lah jika begitu, tapi ibu mohon sama kamu, Sore ini pulang lah kerumah agar ibu bisa membuktikan kepada mereka jika kau adalah seorang wanita baik baik, ibu mohon nak, ibu ingin jika mereka menarik kembali perkataan mereka itu kepada ibu dan juga dirimu"
"Iya, nanti sore Bunga pasti pulang bu" jawab Bunga mencoba tersenyum,
__ADS_1
Setelah itu telfon pun berakhir karena ibu Laras sudah merasa lega dengan jawaban yang diberikan oleh Putri nya, sedangkan Bunga sendiri, wanita itu merasa Bingung dan berdosa, karena lagi lagi dia sudah masuk kedalam jurang yang lumayan dalam
"Maafin Bunga buk, karena Bunga sudah buat ibu kecewa, tapi Semua sudah terlanjur terjadi, Bunga bingung mau memberintikan nya dari mana" ucap Bunga meneteskan air mata, membuat Dion yang memperhatikan sedarai tadi merasa terkejut....