
Riana, Dion dan juga Raka baru saja tiba di rumah milik keluarga Dion. Kedatangan mereka bertiga pun langsung di sambut hangat oleh seluruh keluarga besar Dion, terutama papa Bagas yang berlari untuk memeluk tubuh cucu kesayangannya tersebut.
Raka yang mendapatkan pelukan hangat dari kakeknya itupun merasa sangat senang. Dan dengan cepat Raka membalas pelukan dari kakeknya itu. Karena sudah beberapa bulan ini Raka tidak pernah main dan bertemu dengan kakeknya lagi, sehingga anak itu langsung meluapkan kerinduannya sambi menatap wajah sang kakek yang tampak tersenyum bahagia.
"Kakek! Raka kangen banget sama kakek. Kenapa kakek tidak jemput Raka kerumah?" tanya Raka memanyunkan bibirnya hingga beberapa centimeter.
Melihat hal itu papa Bagas pun tersenyum lucu.Dan dia langsung mencium kedua pipi Raka dengan sayang.
"Jangan marah dong cucu kakek sayang! Maaf ya karena beberapa bulan ini kakek sedang sibuk sekali, soalnya kakek memiliki usaha baru yang sedang berjalan lumayan pesat. lagian kenapa Raka sendiri tidak mau main ke rumah kakek? Bukankah kamu mempunyai banyak waktu untuk main ketempat ini?" tanya pria tua itu sambil melirik kearah Dion.
"Raka memiliki waktu yang banyak kok Kek! Tapi tidak ada yang sempat untuk mengantarkan Raka kerumah kakek! Papa selalu sibuk, begitu juga dengan Mama! mereka memiliki kesibukan masing-masing sehingga melupakan Raka yang selalu sendirian di rumah," jelas Raka memasang wajah sedih.
"Benarkah! Kenapa bisa begitu Dion, Riana! Apakah kalian berdua tidak kasihan dengan putra kalian sendiri! Jika memang kalian berdua benar benar tidak mempunyai waktu, lebih baik antarkan Raka kerumah papa, agar dia tidak merasa kesepian berada di dalam rumah sendiri," ucap papa Bagas memasang wajah kecewa kepada putra dan juga menantunya.
Dion dan Riana hanya diam tidak bisa menjawab, karena memang benar jika beberapa bulan ini mereka telah mengabaikan keberadaan Raka, mereka seperti sudah melupakan anak itu karena asik mempunyai kehidupan sendiri yang sangat penting bagi mereka.
"Ya sudah, mulai saat ini kalau Raka merasa kesepian berada di rumah, Raka bisa langsung menelpon kakek, dan Kakek akan menyuruh supir pribadi Kakek untuk menjemput kamu di rumahmu ya Raka, nanti di rumah kamu bisa bertemu nenek dan bibi Cintya agar kau tidak merasa kesepian lagi," kata papa Bagas sambil mengelus pipi Raka lembut.
Mendengar perkataan kakeknya itupun Raka merasa sangat senang, dia tersenyum berbinar menatap wajah sang kakek.
"Benarkah yang kakek ucapkan ini?"
"Tentu saja cucuku! memangnya kapan kakek bohong kepadamu, Sekarang ayo kita masuk ke dalam, kakek sudah sangat lapar saat ini," ajak papa Bagas kepada semua orang.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun mulai melangkah masuk ke dalam rumah, dan tujuan mereka saat ini adalah ke ruang makan, mereka akan melakukan acara makan malam bersama.
Dion pun ikut duduk di samping mama tirinya, setelah semua duduk di kursi masing masing, mereka langsung bercengkrama dengan bahagia namun tidak dengan Dion, pria itu hanya diam tidak menanggapi percakapan mereka semua yang tampak tertawa dengan senang, begitu juga dengan Riana wanita itu tampak tersenyum bahagia seakan tidak mempunyai beban apapun.
Dion yang memperhatikan sikap Riana pun merasa sedikit heran. Sejak tadi sore Riana sudah terlihat berbeda, dia tidak mau marah marah kepada Dion, tidak seperti yang biasanya, wanita itu malah bersikap lebih ramah kepada Dion membuat Dion sedikit aneh.
Hingga tak lama kemudian sebelum acara makan dimulai, papa Bagas bertanya kepada Dion.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu Dion? Apakah semua lancar?" tanya papa Bagas memasang Tatapan tajam.
Mendengar pertanyaan papanya, Dion pun mengangkat wajahnya untuk membalas tatapan papa Bagas.
"Semua baik Pa! Dan aman terkendali," jawab Dion singkat.
"Iya bulan depan aku akan dipromosikan agar bisa naik jabatan sebagai Kapolres di kota ini,"
"Benarkah! Bagus kalau begitu Dion, itu artinya kau tidak boleh membuat skandal apapun untuk rumah tanggamu," sindir papa Bagas membuat Dion terdiam membisu.
"Bukankah begitu Riana?" tanya papa Bagas mengarah kepada Riana sambil tersenyum kearah menantunya itu.
Riana membalas senyuman papa mertuanya dengan ramah, sedangkan Dion menjadi mati kutu akibat perkataan sangat papa yang berirama menyindir.
"Tentu saja Pa! Tapi papa tenang saja , aku yakin Mas Dion ini adalah seorang pria yang bertanggung jawab dengan keluarga maupun pekerjaannya. Jadi tidak mungkin Mas Dion mau mempertaruhkan apa yang sudah dia perjuangkan saat ini, " jawab Riana penuh arti.
__ADS_1
Dion terdiam membisu mendengar percakapan mereka berdua, yang lebih tampak seperti sedang menyindir dirinya. Begitu juga dengan Mama tirinya yang ikut menimpali pembicaraan mereka, setelah itu Dion pun langsung mengambil nasi mengisi ke dalam piring miliknya.
"Sepertinya putramu ini sudah tidak sabar pa! Dia telah makan duluan tanpa mempersilakan kita terlebih dahulu," kata mama Aryani menyindir Dion.
"Ya kau benar Ma! Ya sudah kalau begitu ayo sekarang kita mulai acara makan malamnya," jawab papa Bagas.
Setelah itu mereka pun menyantap makan malam dengan hikmah, Dion mengunyah makanannya sambil memikirkan keadaan Bunga yang tak kunjung ada kabar, wanita itu sampai saat ini belum juga membalas pesan telah Dion kirimkan.
"Sebenarnya ada apa dengan Bunga? Kenapa dia tidak menghiraukan pesan yang aku berikan? Bahkan dia mengabaikan teleponku, sedangkan beberapa jam yang lalu nomornya sudah tidak aktif lagi, apakah aku telah membuat kesalahan padanya?" tanya Dion dalam hati sambil menyantap makanan dengan termenung.
Mereka semua orang yang berada di meja makan pun melihat apa yang Dion lakukan. Pria itu tampak tidak bersemangat tidak seperti biasanya. Walaupun Dion orang yang pendiam tapi pria itu selalu mengikuti apa yang sedang mereka bahas, namun saat ini Dion tampak sangat berbeda! Entah apa yang ada di pikirannya saat ini dan papa Bagas benar-benar merasa dengan aoa yang ada di dalam pikiran putranya itu, kenapa putranya sampai bisa berselingkuh dengan wanita lain.
"Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh anak itu! Kenapa dia tega menduakan istrinya yang sudah sangat sempurna, apa yang kau cari Dion. Kau sudah kaya dan memiliki segalanya, tapi bisa-bisanya kau melakukan perbuatan gila itu," gumam papa Bagas di dalam hati dengan merasa sangat kesal.
Tak lama kemudian Dion pun dikejutkan oleh suara adiknya yang memanggil dirinya. Cynthia memanggil Dion sambil mengunyah makanannya.
"Kak kapan rencananya kita liburan keluarga? Sepertinya sudah lama kita tidak melakukan liburan bersama," ajajak Cynthia tersenyum.
Mendengar pertanyaan Cintya. Dion pun bingung mau menjawab apa, jujur entah mengapa setelah memiliki hubungan dengan wanita lain, Dion merasa bahwa dunianya hanyalah milik dia bersama Bunga.
"Aku tidak tahu Cyn, tapi sepertinya aku tidak bisa karena aku masih memiliki banyak pekerjaan jawab," Dion mencoba menghindar.
"Pekerjaan! Kenapa kakak begitu sibuk? Kakak sudah naik jabatan itu artinya pekerjaan Kakak sedikit lebih ringan karena kakak mempunyai bawahan yang bisa menghandlenya, lagian acara liburan ini kita lakukan di hari Kakak memang sedang libur bekerja. jadi tidak akan mengganggu waktu kakak," ucap Cynthia merasa sedikit kesal.
__ADS_1
Orang-orang yang ada di ruang di meja makan itu pun saling menatap ke arah Dion, mereka ingin mendengar sendiri apa jawaban dari pria tersebut.