
"Papa....! papa dimana? " teriak Raka yang baru saja bangun dari tidurnya,
Anak itu merasa terkejut ketika membuka mata dan melihat sebuah kamar yang sangat asing dimatanya, Raka belum pernah melihat rumah yang dia tempati saat ini, dan Raka sangat tahu jika rumah ini bukanlah rumah milik kedua orang tuanya,
Kini Raka sudah keluar dari kamar, dia memperhatikan setiap sudut ruangan yang ada di rumah tersebut, terlihat jika tempat itu tidak lah besar, tak seperti rumah yang dia tempati saat ini,
Raka yang merasa takut karena keadaan ruangan yang sangat sunyi, kembali menjerit memanggil sang papa,
"Papa... papa dimana pa..! Raka takut sendirian pa, ini rumah siapa? ini bukan rumah kita" teriak anak berusia 8 tahun itu
Dan seketika kedua mata nya melihat kearah sebuah tangga yang menuju kelantai dua, dengan perlahan Raka menapakkan kaki nya untuk menaiki tangga tersebut,
"Papa.... apakah papa ada di atas? " tanya Raka sambil memperhatikan tempat itu, terlihat ada satu buah kamar yang tersedia di lantai atas, dan disebelah kamar itu, terdapat sebuah ruang tamu mini yang terlihat sangat elegan dan juga mewah, setibanya di atas Raka celingak celinguk memperhatikan tempat itu,
Hingga akhirnya tatapan mata Raka mulai menuju ke sebuah ruangan yang dia tebak adalah kamar, Dengan perlahan Raka melangkah kan kaki nya menuju kekamar itu,, dan setibanya didepan pintu Raka langsung menekan handel pintu secara perlahan..
Kebetulan pintu tidak terkunci dari dalam, hingga memudahkan Raka untuk memeriksa apakah didalam kamar itu ada papanya atau tidak...
Cklekkk....
Pintu mulai Raka dorong kedalam, sambil memanggil papanya berkali-kali
"Papa... papa....! papa didalam kan?" tanya anak itu..
Hingga detik kemudian...
Raka dikejutkan oleh seseorang yang sedang berdiri di depan pintu..
__ADS_1
"Papa....! "
"Raka....! kamu dari tadi panggil papa ya? " tanya Dion memasang wajah panik
"Iya, papa ngapain dikamar ini? apakah tadi malam papa tidak menemani Raka tidur? " tanya Raka menatap penasaran..
Dion tercekak mendengar pertanyaan putra nya tersebut, dan dia mulai menggaruk rambutnya agar bisa menjawab tanpa dicurigai oleh putranya sendiri...
"Raka, sebenarnya tadi malam papa tidur sama kamu dikamar bawah, tapi karena papa mau mandi pagi pagi sekali jadi papa naik ke lantai atas karena di atas ada penghangat air nya nak, sedangkan dikamar bawah tidak ada penghangatnya" jawab Dion terbata bata
Sungguh ini adalah pengalaman pertama nya harus berkata bohong kepada sang putra, Dion terpaksa melakukan nya karena dirinya tidak mau jika sampai Raka melihat apa yang sedang dia lakukan bersama Bunga lalu mengadu kan itu semua kepada mama nya Riana
Raka yang mendengar penjelasan sang papa pun merasa tidak puas, dan dia melihat kearah ranjang king size itu yang tampak sangat berantakan,
Dion memejamkan mata karena takut jika putra pintarnya itu akan melihat apa yang ada dibawah selimut yang sengaja dia taruh di atas ranjang, karena kalau sampai Raka membukanya, maka habislha dirinya, sudah ketahuan sebelum waktu nya..
"Papa, kenapa kamar ini terlihat sangat berantakan, ranjang nya juga, apakah papa yang membuat nya menjadi seperti itu? " tanya Raka menatap wajah Dion dengan lama
"Sayang, ayo kita pulang sekarang juga, mama mu sedari tadi sudah menelfon papa dan menyuruh kita untuk segera kembali" ucap Dion menarik tangan Raka,
Setelah itu mereka langsung turun kebawah, untung saja Dion sudah memakai baju lengkap nya lagi, jika tidak maka itu bisa menjadi masalah baru untuk dirinya..
"Papa, sebenarnya ini rumah siapa? apakah ini rumah kita juga? " tanya Raka penasaran.
"Bukan, ini bukan rumah kita, tapi ini rumah temen papa yang papa sewa satu malam saja, tadi malam kau sudah tertidur lelap jadi papa memutuskan untuk berhenti ditempat terdekat, sekarang cepat cuci muka, setelah itu kita akan segera kembali"
"Okey pa" Jawab Raka menurut dan langsung masuk kedalam kamar yang tadi malam dia gunakan untuk tidur...
__ADS_1
Sedangkan Dion dirinya langsung menelfon nomor Bunga yang sudah dia simpan didalam kontaknya dengan nama Riko
"Hallo sayang" ucap Dion sedikit berbisik
"Hallo mas, gimana? apakah Raka mencurigai kita? " tanya Bunga yang tak kalah panik,
"Tidak, dia tidak tahu jika kau masih berada didalam kamar, sekarang kau jangan keluar dari kamar itu , tetap lah di sana, aku akan mengantarkan Raka pulang terlebih dahulu"
"Tapi mas, aku mau kerja hari ini"
"Tidak usah Bunga, aku masih sanggup membiayai kebutuhan mu semuanya, sekarang pakai baju yang ada didalam lemari, aku sudah menyiapkan semua nya untuk mu"
"Benarkah mas? " tanya Bunga merasa terkejut
"Iya, kalau begitu aku tutup telfonnya, aku mencintaimu sayang"
"Iya mas" jawab Bunga tersenyum senang,
Entah mengapa walaupun dia belum mencintai Dion, tapi Bunga merasa bahagia ketika Dion mengucapkan kata cinta untuk dirinya,,
Sebenarnya tadi disaat Raka memanggil manggil papanya, mereka sudah bangun dan sedikit mendengar, saat itu mereka berdua sedang berada didalam kamar mandi, untuk melakukan mandi pagi yang berakhir dengan olah raga pagi,
Dion lagi lagi menggempur Bunga tanpa ampun, dan dia sungguh sudah tergila gila dengan apa yang dimiliki oleh Bunga, awalnya Bunga sempat menolak, tapi setelah Dion memberikan rangsangan untuk dirinya, Bunga pun tidak dapat menolak,,
Dan ketika mereka melakukan pelepasan di akhir akhir permainan, mereka pun terkejut ketika mendengar langkah kaki Raka yang sudah naik ke lantai atas, dengan secepat kilat Dion menuntaskan hasrat nya dan menyemburkan miliknya keluar agar tidak membuat kekasih nya sampai hamil, setelah itu Dion cepat cepat mandi serta keluar dari kamar mandi dan memakai baju yang kemarin siang sempat basah,
Sedangkan Bunga, wanita itu seperti patung yang bersembunyi didalam kamar mandi, jangan sampai Raka menemukan diri nya dan mengetahui tentang rahasia mereka berdua..
__ADS_1
Dan kini Bunga sudah membuka lemari pakaian yang terlihat mewah dan juga besar, betapa terkejut nya Bunga ketika melihat banyak baju cantik yang sudah disediakan untuk dirinya..
"Mas Dion, apakah ini juga bagian dari rencana nya? " tanya Bunga tersenyum bahagia