Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Pertengkaran masih terjadi


__ADS_3

Pertengkaran hebat antara Dion dan Riana masih terus terjadi dan hal itu disaksikan oleh Raka yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua.


Di dalam hatinya Raka merasa sangat sedih ketika melihat kedua orang tuanya yang saling berteriak dan saling mencaci maki, bahkan Riana tidak memberikan kesempatan sedikitpun untuk Dion membela diri, dia terus menyudutkan Dion dan menuduh pria itu telah berselingkuh.


"Lihat semua bukti ini, apakah kau masih berani menyangkalnya Mas?" tanya Riana menatap tajam.


Mendengar tuduhan Riana itu Dion pun merasa marah, kali ini lebih baik dia berkata jujur agar Riana menyadari kesalahan yang telah dia perbuat selama ini.


"Iya memang benar kalau aku telah selingkuh dan mendua darimu, lalu apa yang akan kau lakukan? Apakah kau mau marah kepadaku? Silahkan aku tidak akan takut," jawab Dion dengan mata yang tegas.


Riana menjadi meradang, hatinya merasa sakit dan tubuhnya bergetar hebat, air mata sudah tidak tahan lagi langsung meluncur deras di kedua matanya.


"Bajingan kau Dion…! Dasar pria tidak tahu diri kau, kau benar-benar bukan manusia Dion!" makin Riana sangat histeris.


Dengan cepat dia memukul dada bidang Dion yang sudah tidak tertutup oleh apapun lagi, Riana benar-benar meluapkan kekesalannya sedangkan Dion yang mendapatkan pukulan itu pun hanya diam saja, dia menerima serangan yang Riana berikan untuknya karena dirinya merasa telah melakukan kesalahan.


"Kenapa kau tega melakukan ini kepadaku Dion? Memangnya apa kurangku? Selama ini aku sudah menjadi istri yang sangat sempurna untukmu Mas Dion!" teriak Riana kembali.


Diom tersenyum miring, sepertinya Riana tidak menyadari juga akan kesalahan yang telah dia perbuat selama ini, wanita itu terlalu percaya diri dengan mengatakan bahwa dia sudah menjadi istri yang sempurna.


"Apakah kau tidak malu mengatakan itu kepadaku? Apakah kau tidak mengingat apa yang telah kau perbuat kepadaku dan juga Putra kita! Bahkan karena keegoisanmu kau telah melupakan kami berdua!" jelas Dion sambil menarik tubuh Riana dan memegang kedua lengannya kuat, Dion berteriak tepat di depan wajah wanita itu.


Merasakan pegangan yang lumayan keras Riana pun mencoba memberontak.

__ADS_1


"Lepaskan! Kau telah menyakitiku!" kata Riana kepada Dion.


Sedangkan Raka yang melihat pertengkaran itu pun merasa tidak tahan, dia langsung menjerit menyadarkan kedua orang tuanya.


"Papa hentikan! Mama hentikan! Kenapa kalian bertengkar di hadapan Putra kalian sendiri ? Apakah kalian tidak merasa malu, sedangkan kata Bu guru kita tidak boleh bertengkar tapi mengapa orang-orang dewasa selalu bertengkar sesuka hatinya! " ucap Raka kepada kedua orang tuanya membuat Dion dan Riana langsung terdiam membisu dan menatap ke arah dirinya.


Dion yang melihat putranya pun merasa sangat terkejut, sungguh dia tidak mengetahui kalau sedari tadi Raka telah berada di ruang tamu itu.


"Raka…..! Sejak kapan kau berada di sini nak?" tanya Dion membulatkan kedua matanya dan melepaskan pegangan tangannya di lengan Riana.


Setelah itu dia langsung berlari dan mendekati putranya, dia memeluk tubuh Raka yang tampak bersedih.


Melihat kekhawatiran yang Dion pancarkan, Riana pun tertawa cekikikan sungguh hatinya merasa hancur namun keegoisannya tetap tidak bisa membuat dirinya menyadari akan segala kesalahannya.


"Berani kau menyentuhnya, maka kau akan habis di tanganku," ucap Dion tak kalah mengancam.


"Cih….! Segitu cintanya kau kepada dia Mas Dion, bahkan kau melupakanku yang telah menemanimu hingga sampai sukses seperti saat ini, apakah tidak ada rasa cinta sedikitpun untukku?" tanya Riana kepada Dion.


Mendengar pertanyaan yang Riana lontarkan Dion pun tersenyum lucu.


"Jika kau ingin dicintai oleh seorang pria,maka kau harus merubah sikapmu terlebih dahulu,kau adalah seorang wanita yang sangat egois dan mementingkan diri sendiri,demi nama baikmu kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan,"


"Terserah kamu berkata apa, namun satu hal yang harus kau ketahui Mas Dion bahwa aku tidak akan pernah mengajakmu untuk berpisah, sekalipun kau telah berselingkuh aku tidak akan pernah melepaskanmu," ucap Riana dengan tegas.

__ADS_1


"Lakukan sesuka hatimu apa yang kau mau,namun jangan pernah kau ganggu wanitaku Kalau kau ingin kehidupan rumah tangga kita baik-baik saja maka aku akan melakukannya tapi biarkan aku tetap bersama wanita yang aku cintai,"


Mendengar pernyataan itu sungguh hati Riana menjadi hancur, bagaikan tertancap ribuan pisau ketika mengetahui jika ternyata tidak ada cinta sedikitpun dari Dion untuk dirinya, sebenarnya Riana sadar kalau Dion memang tidak pernah mencintainya dengan tulus tampak dari sikap pria itu yang selalu dingin kepada dirinya.


Tapi apa yang dimiliki Dion tidak mungkin Riana lepaskan begitu saja, dia sangat menikmati kemewahan, kekayaan dan juga karir milik suaminya karena Dion mah dia bisa menjadi seperti saat ini Lalu bagaimana kalau dia dan Dion berpisah tentu saja hal itu akan mengganggu nama baiknya dan juga karirnya, jadi Riana memutuskan untuk mempertahankan rumah tangganya walaupun hanya terlihat indah di luar saja.


"Ingat perkataanku ini,aku tidak akan pernah merubah sikapku kepadamu karena aku memang tidak bisa mencintaimu,kita menikah karena dijodohkan jadi sudah seharusnya kau menerima resiko seperti ini, sekarang terserah kepadamu tapi keputusanku tetap tidak bisa diubah," ucap Dion menatap tajam.


Setelah itu Dion pun mengajak Raka untuk untuk keluar dari rumah, Dion akan mengantarkan Raka kesekolahnya, sungguh Dion merasa bersalah karena putranya menyaksikan pertengkaran dirinya dan juga Riana.


Sesampainya di dalam mobil Dion menyentuh kepala Raka dan meminta maaf kepada putranya itu.


"Raka…! Maafin papa ya, karena sudah membuat keributan di depan matamu sungguh Papa tidak mengetahui kalau kau ada di ada di ruang ruangan itu,"


"Papa kenapa harus bertengkar dengan mama? Walau mama cuek, dia tetaplah mamanya Raka dan Raka tidak mau mempunyai mama yang lainnya," ucap Raka dengan mata berkaca-kaca.


Mendengar perkataan putranya itu pun dia menjadi sedih, dan dia langsung memeluk tubuh anak berusia 9 tahun itu.


Setelah berhasil menenangkan Raka, Dion pun menegas mobil miliknya, dia berencana mengantarkan Raka untuk pergi ke sekolah, sedangkan dirinya akan langsung menuju ke kantor kebetulan Dion sudah mandi dan dia telah membawa pakaian ganti di bagasi mobil miliknya.


Sedangkan soal rumah tangganya bersama Riana, Dion akan memikirkannya kembali jika memang wanita itu tidak mau berpisah dan lebih membiarkan Dion bermain api maka Dion aku mencoba untuk mempertahankan rumah tangganya itum


"Sepertinya ini akan rumit, Riana benar-benar tidak mau melepaskanku dan aku harus memberi penjelasan kepada Bunga agar wanita itu bisa mengerti dan tidak meninggalkanku," gumam Dion di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2