
Sedangkan di rumah milik Bunga, saat ini terdengar riuh karena suara ibu ibu yang sedang menggosipi wanita itu. mereka para ibu ibu itu sengaja berkumpul di depan rumah Bunga untuk membongkar kelakuan bejat yang sudah Bunga lakukan.
"Hei Bunga! keluar kau dari rumah. Dasar pelakor tidak tahu diri. Apakah kau tidak malu mengencani suami orang lain?" teriak ibu ibu itu yang membuat ibu Laras yang mendengarnya menjadi naik pitam.
Dengan cepat ibu Laras meninggalkan masakannya di dapur dan langsung berlari keluar dari rumah untuk bertemu dengan para ibu ibu bermulut rombeng itu.
"Diam...! Ada masalah apa kalian semua datang kerumahku dan berteriak teriak menghina putriku? Memangnya apa yang telah dilakukan Bunga kepada kalian semua hah!" ucap ibu Laras merasa sangat marah.
Mendengar perkataan ibu Laras. Para ibu ibu itu langsung tersenyum mengejek. Lalu mereka mengeluarkan handphone dan memperlihatkan layarnya di depan ibu Laras.
"Ini kan pria yang menjadi kekasih putrimu itu? Cih. Dasar pelakor. asal ibu tahu saja ya. Pria ini adalah anaknya bapak Bagas saudara dari suami saya. Bisa bisanya putri Kampunganmu itu menggoda anak saudara jauhku. Dasar tidak tahu malu! Wanita sampah!" makai ibu itu yang bernama Lina.
Ibu Lina adalah saudara jauh dari istri papa Bagas. dan dia mengetahui kabar perselingkuhan itu dari ibu tirinya Rio yaitu mama Aryani.
__ADS_1
Sehingga saat ini semua penduduk di kampung Bunga sudah mengetahui kebusukan Bunga. pantas saja selama lima bulan ini Bunga bisa tampak hidup mewah. Wanita itu dengan cepat mempunyai motor keluaran terbaru, dan juga membeli barang barang seperti Sofa, televisi dan juga dapat merenovasi kamar miliknya sendiri.
Dan ternyata kecurigaan mereka semua benar adanya. Kalau pria yang sering datang kerumah Bunga dengan menggunakan penutup wajah itu adalah seorang pria beristri.
"Sekarang panggil putrimu itu! Kau tidak bisa mengelak lagi.Seluruh kampung ini sudah mengetahui apa yang dilakukan oleh Bunga. Kalau dia adalah wanita perusak rumah tangga orang lain. Bahkan dia tega menggoda pria yang istrinya sedang hamil, Dasar tidak mempunyai otak!" maki mereka kepada ibu Laras dan juga Bunga.
Mendengar kata kata terakhir yang di ucapkan oleh ibu ibu itu, tentu saja membuat ibu Laras menjadi syok. rasanya kakinya langsung lemas bagaikan tidak bertulang. dan jantungnya serasa sesak seperti terhimpit oleh benda yang besar.
"Tidak..! Bagaimana mungkin Bunga setega itu," gumam ibu Laras meneteskan air mata.
"Buk! Saran saya. Mending ibu tegas sama anak ibu. Agar dia mau memutuskan hubungannya bersama Rio anak pak Bagas. Dia itu sudah memiliki istri yang sangat cantik dan juga sukses. Jadi sangat mustahil kalau Rio mau menceraikan istrinya itu. Lagian istrinya sedang hamil saat ini, itu artinya Rio masih sangat mencintai istrinya. Sebelum semua terlambat. Mending Bunag berhenti mengejar pria itu," ucap salah satu ibu ibu dari mereka.
Ibu Laras mengangguk setuju. Sekarang semuanya sudah jelas kalau pria bernama Rio itu hanya ingin mempermainkan putrintya saja. Buktinya pria itu telah kembali membuat istrinya hamil.
__ADS_1
"Baiklah.Saya akan bicara dengan putri saya, kalau begitu saya harap agar ibu bisa pulang kerumah masing-masing."
"Okey, kami akan pergi dari sini. Tapi lihat saja kalau sampai Bunga masih keras kepala maka kami semua akan kembali bertindak." ancam ibu ibu itu sambil membubarkan diri.
Ibu Laras merasa sangat sedih. Bagaimana mungkin Putrinya menjadi salah jalan seperti ini.
"Bunga! kau benar-benar telah menipu ibu. Pria itu tidak mau serius kepadamu. Tapi kau masih terus menjalin hubungan dengannya. Maaf Bunga kali ini ibu akan tegas kepadamu," ucap ibu Laras melangkah masuk kedalam rumah.
Setibanya di dalam, ibu Laras langsung menghubungi nomor handphone Bunga. Anak itu sudah beberapa hari ini tidak pernah pulang kerumah.
"Hallo buk!" sapa Bunga di sebrang sana.
Tanpa basa basi ibu Laras pun langsung mengeluarkan uneg uneg kepada wanita tersebut.
__ADS_1
"Dasar j*lang kau Bunga! Sungguh sangat memalukan! Bagaimana mungkin aku bisa mempunyai putri sepertimu," teriaknya dengan nyalang