
"Bangun kau Dion!" teriak seorang pria yang tak lain adalah Erwin.
Dion meludah kasar tepat di hadapan Erwin. Sepertinya pertemuan ini memang sudah di susun dengan sedemikian rupa.
"Apakah kau merencanakan ini semua? Dasar pengecut kau Erwin!" teriak Dion menatap marah.
Erwin tampak tersenyum lalu dia melangkah untuk merangkul bahu Bunga.,sedangkan Bunga dia masih merasa syok melihat apa yang akan di lakukan oleh Dion kepada dirinya .
Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Erwin, kalau Dion sudah terlalu terobsesi kepada dirinya. Sehingga Dion tidak dapat berpikir dengan baik tentang hubungan terlarang yang sudah mereka lakukan.
Lamunan Bunga langsung buyar ketika mendengar perkataan Erwin yang membuat Dion merasa sangat marah.
__ADS_1
"Sudah cukup Dion. Aku tahu kalau kau sangat tulus mencintai Bunga. Tapi kita tidak bisa melawan takdir, kau adalah seorang pria beristri, jadi tidak sepantasnya kau menginginkan Bunga. Apalagi saat ini istrimu sedang hamil dan akan segera melahirkan, jadi fokuslah untuk keselamatan Riana, dan berhenti mengejar Bunga, karena saat ini Bunga adalah istriku, kami sudah menikah sejak 3 bulan yang lalu.
"Tidak! Kau pasti berbohong kepadaku. Mana mungkin kau mau menikah dengan wanita bekasan seperti dia, Kau bukan tipe pria seperti itu."
"Kau benar Dion. Tapi satu hal yang kau lupa, bahwa cinta bisa merubah segalanya. Aku sangat mencintai Bunga, dan aku berusaha untuk membawa dia keluar dari pilihan hidupnya yang salah, selama ini kau hanya menjadikan dia sebagai budak nafsumu, dan kau tidak menyadari hal itu. Kalian sudah berbuat hal dosa dengan melakukan hubungan perzinahan. Dan aku datang meminang Bunga agar dia bisa kembali ke jalan yang halal, Apakah kau tahu apa yang terjadi kepada dirinya dan juga keluarganya?" tanya Erwin menatap mata Dion dengan lama.
Dion terdiam membisu mendengar pertanyaan dari Erwin..Apakah benar kalau selama ini dia telah menjadikan Bunga sebagai budak nafsunya?
"Asal kau tahu Dion.. Setelah hubungan kalian diketahui oleh orang orang di kampung Bunga, Beberapa anggota keluargamu bersama dengan istrimu mendatangi pak kades di kampung Bunga agar mau mengadili Bunga. Mereka ingin agar Bunga berhenti mengganggu dirimu lagi. Saat itu semua orang menyerang keluarga Bunga, dan ibu Laras selaku ART di rumahku merasa sangat ketakutan dan dia meminta bantuan kepadaku agar bisa menyelamatkan mereka dan nama baik mereka. Tentu saja aku bersedia membantu, karena saat itu aku melihat Bunga dalam keadaan yang sangat terpuruk. Sehingga setelah kondisi Bunga kembali membaik aku memutuskan melamar dirinya, dan aku juga memboyong seluruh keluarganya untuk pindah dari kampung itu, Sekarang kau sudah mengerti bukan apa akibat dari perbuatan yang kau lakukan? Jadi aku sarankan kepadamu, terimalah takdir yang sudah di gariskan kepadamu, Jika kau memang ingin menceraikan istrimu, maka ceraikan dia tanpa alasan perselingkuhan, Karena hal itu bisa membuat orang lain menjadi menderita." ucap Erwin menjelaskan kepada Dion.
Sungguh Dion tidak pernah menyangka, jika kebahagiaan yang dia berikan kepada Bunga sembilan bulan yang lalu adalah sebuah penderitaan dan kehancuran bagi kehidupan Bunga serta keluarganya.
__ADS_1
Apa lagi keluarga Bunga hanyalah keluarga kurang mampu, jadi sangat gampang bagi para pembuli untuk menjadikan mereka sebagai bahan olok olokan dan juga caci maki untuk mereka semua.
Dion menyesali atas apa yang telah dia perbuat. Seharusnya sejak awal Dion tidak usah menarik Bunga kedalam permasalahan rumah tangganya. Dengan perlahan Dion bangkit dari tersungkurnya.
Dia berdiri sambil menatap wajah Bunga yang tampak meneteskan air mata, hati Dion merasa sangat sakit melihat kesedihan tersebut. Pasti selama ini Bunga banyak mendapatkan hinaan dari orang orang yang ada di sekitarnya.
"Maafkan aku Bunga! Aku sungguh egois karena selalu memikirkan kepentinganku sendiri." ucap Dion mengatupkan kedua tangannya di depan Bunga.
Bunga tampak tersenyum kecut, ada perasaan sedih yang menyelimuti hatinya saat ini.
"Aku memaafkanmu Mas Dion. Aku harap ini adalah pertemuan kita yang terakhir, setelah itu berhentilah mencari keberadaanku, karena aku sudah mempunyai seorang imam yang akan menuntunku ke jalan yang lebih baik, satu lagi pesanku Mas! Selesaikan permasalahanmu bersama mbak Riana dengan kepala dingin, Jangan sampai kau menyesal pada akhirnya, sekarang aku dan Mas Erwin pamit pergi, semoga kau selalu bahagia Mas Dion." ucap Bunga tersenyum sambil melangkah pergi bersama dengan Erwin.
__ADS_1