Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Kembali memadu kasih


__ADS_3

Jika di rumah Riana merasa uring-uringan dan juga kesal terhadap suaminya, maka lain halnya di apartemen milik Dion, saat ini pria itu kembali merenggut kenikmatan bersama sang kekasih tercinta.


Dion telah menguasai tubuh milik Bunga,mereka memadu kasih dan merengkuh kenikmatan hakiki yang nikmat tiada tara sehingga diakhir permainan Dion membuang miliknya kedalam rahim Bunga dan merasakan klimaknya bersamaan dengan Bunga yang hampir saja mencapai puncak.


"Sayang aku sudah mau sampai," ucap Dion memasang wajah memerah.


"Iya Mas aku juga,"


"Aaaakhhhhhh…….!!!!"


Teriak mereka berdua menggema di dalam kamar itu.


Hingga detik kemudian Dion pun ambruk di atas tubuh Bunga, sungguh Dion benar-benar puas mendapatkan kenikmatan malam ini, rasanya milik Bunga benar-benar sudah memabukkan dirinya.


Bunga tampak tersenyum dengan wajah yang penuh dengan keringat, Dion yang melihat itu pun merasa sangat menyukainya berkali-kali Dion memberikan kecupan mesra di seluruh wajah Bunga.


"Sumpah demi apapun aku sangat mencintaimu Bunga," kata Dion dengan tatapan mata yang tulus.


"Aku juga Mas, aku juga mulai mencintaimu dan aku rasa aku telah jatuh ke dalam lubang penghianatan ini,"


"Jangan berbicara begitu sayang karena kita tidak berkhianat namun takdir saja yang terlambat mempertemukan kita,"


"Benarkah Mas! Tapi di seluruh mata dunia perbuatan kita ini tetaplah salah bahkan agama pun telah mengutuk kita berdua, " ucap Bunga yang merasa sedih.


"Baiklah kalau begitu aku akan segera mengubah seluruh takdir ini secepatnya, aku akan mengangkat namamu menjadi istriku satu-satunya." janji Dion kepada Bunga.


Bunga merasa tersentuh dan dia percaya akan perkataan Dion kepada dirinya.


Setelah itu Dion pun bangkit dari atas ranjang tanpa menggunakan sehelai benang pun.


"Mas kok tidak malu gitu, kenapa tidak memakai handuk terlebih dahulu," kata Bunga yang merasa malu untuk melihat ke arah Dion.


"Dion tertawa geli mendengar perkataan Bunga, bisa-bisanya wanita itu masih merasa malu sedangkan mereka sudah sering dalam keadaan situasi seperti ini.


"Kenapa malu sayang? Bukankah kita sudah terbiasa seperti ini? Sekarang ayo duduklah, aku ingin memberikanmu sesuatu," kata Dion sambil melilitkan handuk di bagian bawahnya.


Bunga mulai terduduk di atas ranjang dan dia menatap ke arah kekasihnya itu.


"Itu apa mas?" matanya Bunga melihat Dion membawa beberapa paperbeg di kedua tangannya.


"Ini hadiah untukmu sayang, ayo bukalah sayang kata Dion kepada Bunga sambil memberikan beberapa paperbeg tersebut.

__ADS_1


Setelah itu Bunga pun mulai membuka paper bag yang diberikan oleh Dion dan betapa terkejutnya dia ketika melihat barang-barang branded yang ada di dalam paperbeg tersebut.


"Mas kamu bercanda ngasih aku semua barang branded seperti ini?" tanya Bunga menatap tak percaya.


"Tentu saja tidak sayang, memangnya kenapa aku harus bercanda?"


"Ini barang-barang branded dan mahal mas? Apakah kamu tidak rugi memberikannya kepadaku?" tanya Bunga dengan mata berbinar.


"Apa maksud perkataanmu sayang, tentu saja aku tidak rugi memberikan ini kepadamu karena kau adalah kekasihku sudah kewajibanku untuk memberikan apa yang aku miliki kepadamu," ucap Dion dengan tatapan mendamba.


"Tapi bagaimana dengan mbak Riana? Dia yang lebih pantas mendapatkan semua yang kau miliki ini mas?"


"Biarkan saja dia sayang, Lagian aku telah menyisihkan uangku untuknya ini aku berikan khusus untukmu," jelas Dion sambil duduk di samping Bunga.


"Terima kasih Mas, aku tidak pernah berkhayal akan memiliki barang-barang termewah dan semua hal ini sungguh ini benar-benar membuatku bahagia,"


"Aku senang melihat kau bahagia Bunga dan aku juga senang melihat kau yang tidak matre seperti wanita yang lainnya, bahkan kau tidak pernah meminta apapun kepadaku,"


Setelah itu Bunga mulai memeriksa semua barang yang dibelikan oleh Dion ada jam tangan mahal, sepatu, hells,kotak berlian dan juga emas dan ada juga handphone iPhone keluaran terbaru.


Melihat handphone itu Bunga pun merasa terkejut, apakah dia pantas untuk mengenakannya ? Bagaimana kalau orang-orang di sekitarnya merasa curiga terhadap dirinya yang hanya wanita miskin.


"Mas apakah kau ingin aku mengganti handphone milikku?" tanya Bunga menatap ke arah Dion.


"Tapi bagaimana dengan kata orang? aku hanyalah gadis biasa yang pekerjaannya hanya sebagai karyawan di salon, bahkan gajiku tidak akan cukup untuk membeli satu barang pun dari semua barang barang ini,"


"Jangan pikirkan perkataan orang, yang terpenting kau sudah membuatku bahagia dan ini kartu kredit dan ATM untukmu, dalamnya sudah ada uang yang sangat cukup, setiap bulan aku akan mentransfer nya khusus untukmu sayang,"


Lagi-lagi Bunga dibuat terkejut oleh Dion,dia pun menerima ATM dan kartu kredit yang diberikan oleh kekasihnya itu.


"Mas apakah ini tidak berlebihan? " tanya Bunga membulatkan kedua matanya karena merasa terkejut.


"Tentu saja tidak, engkau harus menggunakannya setiap hari karena aku akan mengecek setiap pengeluaranmu,kalau kau tidak menggunakannya Itu akan membuatku marah," jelas Diom memasang wajah memberengut.


Mendengar hal itu bunga merasa sangat bahagia dan dia langsung memeluk tubuh Dion dengan erat,


Hingga tepat pukul 12.00 malam mereka memutuskan untuk tidur dan saling mencari kehangatan.


****"*


Tidak terasa pagi telah datang menyapa dan saat ini Riana memutuskan untuk tidak bekerja, dia sedang menunggu kepulangan suaminya karena sampai pukul 06.00 pagi Dion belum menampakkan tanda-tanda pulang ke rumah.

__ADS_1


"Kau benar-benar membuatku marah Mas Dion jangan salahkan aku kalau aku akan mengancammu,"


Saat sedang merasa marah tiba-tiba terdengar suara panggilan dari putranya Raka.


"Mah….! Papa ke mana? Kenapa Raka tidak melihat Papa dari tadi? " kata Raka yang sudah mengenakan setelan sekolahnya.


"Mama tidak tahu di mana papamu, dan ini semua karena kau yang telah mengizinkan papamu untuk dekat dengan wanita lain, seharusnya sebagai anak kau memberitahuku tapi kau malah mendukung papamu secara tidak langsung," teriak Riana menatap tajam ke arah Raka. .


Raka merasa tidak mengerti atas perkataan mamanya itu, apalagi dia juga tidak mengetahui maksud dari mamanya.


"Maksud mama apa? Aku tidak mengerti Ma?"


" Tidak mengerti, asal kau tahu Raka papamu itu sudah berselingkuh di belakang mama dan mama akan membuktikannya," ucap Riana berteriak marah kepada Putranya.


Sungguh mendengar teriakan Riana Raka pun menjadi terdiam membisu, dia sangat syok dan juga terkejut.


Setelah itu Riana membuang wajahnya ke arah samping, dia menarik nafas dengan dalam sambil menggaruk rambutnya hingga menjadi tampak berantakan.


"Akhhhh………!!!!!" teriaknya frustasi.


"Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan dia jatuh ke tangan siapapun, karena mas Dion hanyalah milikku dan tetap menjadi suamiku," ucap Riana berteriak kembali.


Hingga Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah, Riana pun sudah bisa menebak bahwa itu adalah mobil milik Dion suaminya.


Riana mengangkat kedua tangannya di atas pinggang dia bersiap-siap akan segera mengamuk kepada Dion ketika pria itu sudah masuk ke dalam rumah.


Hingga detik kemudian… .


Brakkkk……


Riana melempar bantal yang ada di sofa ke wajah Dion.


Dan tentu saja perlakuan Riana itu membuat Dion menjadi merasa murka.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyambutku menggunakan bantal? " tanya Dion memasang wajah memerah.


Dengan gerakan cepat Riana langsung menarik baju kemeja yang digunakan Dion hingga kancingnya terlepas semua.


Dion merasa terkejut dia membulatkan kedua matanya sambil menatap tajam ke arah Riana.


"Apa yang kau lakukan Riana? Apakah kau sudah gila! "

__ADS_1


"Kau bertanya apa yang aku lakukan? harusnya aku yang bertanya kepadamu, apa yang kau lakukan di luar sana? lihat-lihat tubuhmu itu berbekas banyak berwarna merah, apa itu mas? jangan kau kira aku ini bodoh dan buta….!" teriak Riana menggema di dalam ruang tamu itu.


Raka benar-benar syok, dia telah menjadi saksi bisu atas pertengkaran kedua orang tuanya.


__ADS_2