Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Dion yang tidak dihargai


__ADS_3

"Maaf Raka, Maaf karena mama sudah mengecewakan kamu, tapi ini semua mama lakukan karena mama ingin menyiapkan kamu kehidupan yang lebih baik lagi" gumam Riana menghapus air mata yang menetes dipipi nya..


Setelah itu dia pun langsung melangkah pergi menuju ke kamar, dan bersiap siap untuk melihat gedung yang sudah dia beli menggunakan uang milik Dion,bahkan Riana tidak memberitahu apapun kepada Dion, karena dia berfikir untuk memberikan kejutan kepada suami nya tersebut, agar Dion semakin bangga dengan dirinya..


"Hallo Ris, bagaimana apakah kamu sudah siap? " tanya Riana melalui panggilan telfon


"Sudah, kamu jemput aku kan Ri? ".


" Iya, aku bakal kesitu buat jemput kamu, lagian aku bosan dirumah, gak tahu mau ngapain, mendingan kita lihat gedung yang akan aku beli, bener gak? "


"Iya bener banget itu, oya apakah suami mu tidak marah kalau hari libur begini kau malah pergi bersama ku? " tanya Risma merasa penasaran....


"Ya enggak dong, suami aku tu orang nya baik banget, dia juga selalu mendukung keputusan aku, ya nama nya juga bucin, suami takut istri"jawab Riana tertawa dibuat buat,


" Wah... kamu benar-benar beruntung ya Ri, udah dapet suami tampan, mapan, kaya, pengertian lagi, awas lo Ri, jangan sampai itu suami kamu di incar sama pelakor "ucap Risma membuat Riana menjadi terdiam


Jujur saja jika didalam hatinya yang terdalam Riana merasa takut akan hal itu, tapi ketika memandang Dion dari sudut pandang lain, tentu saja Riana tidak boleh mencurigai suaminya sendiri, karena yang Dia tahu jika Dion sangat lah mencintai dirinya


"Hahaha.... apa yang kau katakan itu Risma, asal kau tahu saja jika suami itu sangat lah mencintai ku, lagian dia pasti bangga dengan ku karena memiliki istri sesempurna diriku ini Risma, " Jawab Riana dengan angkuh


Riana tidak akan membiarkan siapa pun mengetahui tentang hubungan yang sebenarnya kepada sang suami, kalau mereka tidak pernah akur dan saling bertengkar,


Dan ketika Riana sudah turun dari atas tangga , dia dikejutkan oleh kehadiran Dion tanggal baru keluar dari dalam kamar putra mereka, Dion memperhatikan pakaian Riana yang sudah tampak rapi, bahkan setelah bertengkar wanita itu tidak ada niat sedikitpun untuk meminta maaf kepada dirinya, dan kini Riana malah berniat untuk keluar dari rumah lagi, padahal hari ini adalah hati libur yang bisa memberikan kesempatan untuk wanita itu menghabiskan waktu kepada mereka berdua..


"Apakah kau mau keluar lagi? " tanya Dion menatap tajam


Riana yang merasa diajak bicara pun langsung menghentikan langkah nya dan menatap kearah Dion

__ADS_1


"Mas, aku mau keluar dulu sama Risma, dan aku akan melihat gedung yang sudah menjadi pilhan ku nanti nya mas"...


" Kenapa kau tidak mengatakan kepada ku sedari awal ? apakah kalau aku tidak memanggil mu maka kau tidak akan meminta izin kepada ku? " tanya Dion kembali meradang


Riana menghembuskan nafas dengan berat ,lagi lagi suaminya mengajak dia untuk bertengkar


"Cukup mas...! aku capek bertengkar terus menerus sama kamu, lagian kamu aneh banget, semua yang aku lakukan selalu salah dimata kamu, "


"Riana....! apakah kau tidak sadar juga jika selama ini kau tidak pernah menghargai ku sebelum seorang suami mu dan kepala rumah tangga dirumah ini, kau berisikap sesuka hati tanpa mau meminta izin kepada ku lagi"


"Apa...! kau benar-benar lebay mas,, bukankah soal pembelian gedung sudah lama kita bahas dan kita selesai kan, bahkan kau juga sudah memberikan uang nya kepada ku, agar aku bisa membeli gedung itu, sepertinya kau sengaja mencari cari kesalahan ku mas, sekarang aku pergi, aku lelah bertengkar terus menerus kepada mu" ucap Riana tak mau disalahkan


Dan dengan cepat dia pergi meninggalkan rumah mewah tersebut untuk masuk kedalam mobil milik nya, Dion tertawa tipis ketika melihat kepergian mobil yang kendarai oleh Riana, apakah ini yang namanya berumah tangga, bahkan Dion tidak pernah merasa dihargai dan juga dibutuhkan sebagai seorang suami..


Riana hanya memerlukan Dion ketika wanita itu kekurangan uang, dan Dion harus menyediakan berapa pun yang Riana minta..


****


Beberapa jam kemudian Dion baru saja memasak makan siang uuntuk putra nya Raka, dia membuat omlet dan juga sayur capcay setelah berbelanja di supermarket terdekat, bahkan Riana pergi tanpa memasai terlebih dahulu, dia hanya meninggalkan uang dia atas lemari pendingin untuk membeli makanan siap saji melalui aplikasi gofood,,


"Raka, ayo kita makan siang nak? " panggil Dion yang sudah selesai menyusun makanan di atas meja,


Pria itu tampak gagah dengan penampilan rumahan nya, dan tak lama Raka duduk di kursi makan tersenyum senang


"Wah, sepertinya enak ini pa"


"Iya, papa hanya bisa membuat masakan sederhana seperti ini sayang, tapi ini lebih baik bukan dari pada kita harus membeli makanan siap saji"

__ADS_1


"Iya pa, Raka juga bosan makan makanan siap saji, terkadang masakan nya tidak lah memuaskan, kenapa sekarang mama tidak mau masak, mama sangat sibuk dengan urusannya pa"


"Biarkan saja lah nak, papa juga sudah lelah dengan mama mu, sekarang ayo kita makan" ajak Dion sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya


Raka tersenyum senang ketika mengunyah makanan yang dimasak oleh papanya sendiri, bahkan kalau disuruh memilih Raka lebih suka masakan Dion dari pada restoran bintang lima


"Gimana nak? apakah kau suka? " tanya Dion penasaran


"Iya, Raka suka pa..... masakan papa sangat lah enak,melebihi masakan mama"


"Benarkah, ya sudah kalau begitu habis kan ya nak" ucap Dion mengelus kepala Raka


Setelah itu mereka menikmati makan siang dengan tersenyum senang, hingga tak lama terdengar suara handphone milik Dion yang berbunyi pertanda ada pesan yang masuk


Dion langsung menyunggingkan senyuman nya lagi ketika membaca pesan dari seorang wanita yang sangat dia dambakan..


"Mas, apakah aku boleh WA kamu? " tanya Bunga didalam pesannya


"Tentu saja boleh sayang! memang nya kenapa? kamu rindu aku ya? "


"Iya, tapi aku takut kalau ada istri kamu dirumah"


"Engak, dia udah pergi keluar bersama teman-temannya sayang, jadi kau bebas untuk menelfon aku juga boleh"


"Yang bener mas, ya udah bentar lagi aku vc kamu ya mas"


"Okey, lima menit lagi ya sayang, aku mau cuci piring dulu

__ADS_1


__ADS_2