
Setelah berperang dengan hatinya sendiri, akhirnya Bunga memutuskan untuk menemui Dion yang sudah menunggu dirinya di sebuah cafe langgan mereka berdua.
Bunga keluar menaiki ojek online dengan alasan ingin membeli makanan di luar. Bunga tidak mungkin berkata jujur kepada ibunya karena takut kalau ibunya akan merasa kecewa kepada dirinya, dan saat ini Bunga sudah duduk berhadapan dengan Dion.
Dion memilih ruangan VIP yang ada di dalam cafe tersebut agar tidak takut akan bertemu dengan orang orang yang mengenal mereka berdua. Bunga sudah mengatakan bahwa dia tidak mau kalau dirinya sampai di cap sebagai seorang pelakor. Terdengar egois bukan! tapi begitulah sifat manusia lebih suka terlihat baik di depan semua orang maka dari itu kini mereka sedang berusaha untuk bermain cantik.
"Sekarang ayo katakan kepadaku sayang! Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa satu harian ini kau tidak mengangkat telfon dan membalas pesan dariku?" tanya Dion menelisik wajah kekasihnya itu.
Bunga yang awalnya menundukkan wajahnya pun kini mulai membalas tatapan kedua mata Dion, mata pria itu tampak memancarkan rasa cinta yang begitu besar kepada dirinya. Sungguh entah mengapa Bunga bisa merasakan hal itu.
"Maaf mas kalau aku sudah membuatmu merasa kecewa. Sebenarnya aku bingung bagaimana harus menyampaikannya tapi..! Aku rasa ini semua memang sudah salah mas," ucap Bunga dengan mata yang berkaca kaca.
Mendengar perkataan Bunga. Dion langsung menatap lekat wajah wanita cantik itu, dia ingin mendengar sekali lagi kalau yang dikatakan oleh Bunga hanyalah candaan belaka.
"Apa maksudmu sayang! Jangan bercanda kepadaku, saat ini aku sedang dalam keadaan tidak baik jadi jangan membuatku menjadi bertambah emosi," ucap Dion dengan wajah yang memerah.
Bunga menundukkan pandangannya, guna memutuskan tatapan kedua mata itu. Sungguh dia merasa bingung harus mengatakan apa.
__ADS_1
" Tapi ini sudah menjadi keputusanku kalau aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini kembali. Alasannya karena ibuku dan seluruh keluargaku melarang keras hubungan kita ini mas,"
"Kenapa baru sekarang kau mengatakannya! Bukankah sedari awal kita menjalin hubungan kau sudah tahu konsekuensi seperti apa yang akan kita dapatkan! Dan saat itu kau berjanji kepadaku bahwa kau akan menerima konsekuensi itu. Lalu kenapa sekarang kau malah berubah pikiran!" teriak Dion emosi.
"Bukan seperti itu mas! Tapi memang ini yang harus aku lakukan kalau kau nanti lebih memilih bersama dengan istrimu. Memangnya kau mau menceraikan Mbak Riana dan lebih mempertahankanku! Sungguh aku bingung dengan situasi ini, hatiku berkata lain namun keadaanku juga menginginkan yang lainnya juga," ucap Bunga frustasi.
Melihat Bunga yang meneteskan air mata. Dion pun langsung memeluk tubuh wanita itu dengan erat. Dia mengelus punggung Bunga yang terasa bergetar, perasaan mereka tidak bisa dibohongi kalau mereka memang saling mencintai. Namun keadaan lagi-lagi tidak mendukung hubungan mereka berdua.
"Jangan menyerah sayang! Aku tahu ini sangat berat untukmu, egitu juga untukku! Tapi bukankah kita sudah mengambil komitmen bahwa kita akan memperjuangkannya bersama? Jadi aku mohon jangan putuskan hubungan ini di tengah jalan, aku sudah jauh melangkah untuk mempertahankanmu Bunga."
mendengar perkataan Dion, Bunga pun semakin terisak. Sungguh dia tidak bisa jikalau harus jauh dari pria tersebut.
Dion menatap wajah Riana yang ada di depannya, hembusan nafas mereka saling menerpa antara satu sama lain. Dan tentu saja hal itu membuat Dion merasakan bahwa Bunga sangat tulus mencintai dirinya.
"Aku tahu kalau kau tidak akan sanggup untuk berpisah denganku, jadi aku mohon! Jangan pernah melakukan itu lagi. Kita jalani masalah ini bersama-sama, aku yakin kita pasti mampu melewatinya," ucap Dion mengusap wajah Bunga yang di aliri oleh air mata yang kembali menetes di pipinya. Dengan sangat lembut Dion mengecup pipi Bunga.
Bunga langsung meminjamkan kedua matanya merasakan kehangatan yang diberikan oleh kecupan Dion, sungguh pria ini benar-benar sudah menguasai dirinya, bukan hanya hati, jiwa raganya pun bahkan sudah Bunga serahkan untuk Dion seorang.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu Mas! Dan aku tidak mungkin bisa jauh darimu. Ayo kita pertahankan hubungan ini, aku akan memberikanmu waktu agar kau bisa lepas dari istrimu itu,"
mendengar perkataan Bunga, Dion pun tersenyum manis dan dia langsung mengecup bibir merah merekah itu yang terlihat sangat menggairahkan, ada sedikit rasa asin yang Dion rasakan, karena terkena lelehan air mata yang Bunga teteskan.
Setelah itu mereka saling berpelukan menyalurkan rasa cinta di dalam hati masing-masing.
***
Ssedangkan di rumah Ibu Laras. Saat ini wanita itu sedang merasa kesal karena dia tidak melihat putrinya yang tiba di rumah.
lagi lagi Bunga tidak menepati janji kepadanya, bahkan sampai pukul 10.00 malam wanita itu tidak juga kembali pulang kerumah.
"Kemana anak ini sebenarnya? Aku yakin dia pasti telah menipuku dan dia bertemu dengan pria itu lagi. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan, apakah memang sudah jalan takdir putriku harus menjadi wanita perusak rumah tangga orang lain!" seru Ibu Laras sambil mondar mandir di depan teras rumah.
bapak-bapak bunga yang melihat istrinya tampak bingung pun tersenyum lucu saat ini dia sedang mau seperti biasa menenggak minuman keras yang ada di tangannya
yang berlebihan seperti itu putrimu sudah dewasa dan dia tahu apa yang harus dia lakukan Lagian dia hanya berjuang untuk merubah nasibnya sendiri agar dia tidak sama seperti kita yang hidup dalam kemiskinan dan penderitaan ucap Bapak bunga ambil menunggu minuman yang ada di dalam botol
__ADS_1
Sungguh cuci tangan dulu cuci tangan dulu cuci tangan sungguh Ibu Lara sangat kesal melihat perkataan mendengar perkataan suaminya itu bagaimana mungkin ada seorang ayah yang yang senang melihat anaknya berjalan menuju jalan Sayang