
Pukul 1 siang Dion masih berada didalam kantor nya, setelah beberapa jam bekerja akhirnya semua berkas berkas yang baru masuk di meja nya sudah selesai dia kerjakan, rasa letih menjadikan tubuh Dion terasa kaku dan juga pegal, dan Dion merenggangkan otot otot nya di bangku yang dia duduki
"Uhh.... akhirnya pekerjaan ku selesai juga, dan aku bisa beristirahat sejenak setelah ini" ucap Dion berbicara sendiri,
Tapi tak lama kemudian, terdengar suara handphone milik nya yang berdering dengan keras , cepat cepat Dion melihat siapa yang telah memanggil nya saat ini..
"Riana! tumben dia mau menelfon ku, biasa nya juga dia tidak pernah membaca pesan ku sekali pun" gumam Dion sambil mengangkat telfon tersebut..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara seseorang dari dalam telfon tersebut
"Hallo mas, kamu masih dikantor ya? sudah jam istirahat belum? " tanya Riana kepada suaminya Dion
"Iya, aku masih dikantor dan baru saja beristirahat , memang nya ada apa kau menelfon? " tanya Dion penasaran
"Gini, hari ini pasien ku di rumah sakit sangat ramai, jadi aku tidak bisa menjemput putra ku, tolong kau menjemput nya sekarang juga ya mas, dan kalau bisa ajak dia membeli makanan juga disalah satu restoran terdekat , karena aku tidak sempat memasak tadi pagi"
"Kau,. selalu saja seperti ini, kenapa tidak bilang dari tadi jika Raka belum dijemput, pasti dia sudah menunggu sedari satu jam yang lalu"
"Maaf mas , aku lupa, bahkan aku tidak sempat memegang handphone ku sedari tadi, jika begitu sudah dulu ya, aku akan melanjutkan pekerjaan ku lagi"
Tut... tut... tut...
Terdengar suara handphone yang diputus oleh Riana, dan tentu saja hal itu membuat Dion merasa marah dan juga kecewa, pasalnya kejadian seperti ini bukan lah yang kedua kali atau yang ketiga kalinya
Bahkan sudah berkali-kali Riana selalu melupakan tugas nya untuk menjemput putra mereka, belum lagi Riana sangat jarang memasak, entah lah , Dion sudah tidak tahu lagi, rumah tangga seperti apa yang sedang dia jalani saat ini, karena diantara mereka sudah tidak ada kedekatan layak nya pasangan suami istri,
Sebenarnya Dion sudah berkali-kali menyuruh Riana untuk memperkerjakan seorang supir dan juga pembantu rumah tangga, tapi wanita itu tidak setuju, karena dirinya mengatakan rugi jika harus menggaji orang lain, sedangkan mereka saja sangat jarang berada dirumah..
__ADS_1
Setelah memenangkan perasaan nya, Dion langsung bangkit dari duduknya, dan dia menaruh handphone milik nya didalam saku celana
Para bawahan Dion yang melihat atasan mereka keluar dari ruangan pun langsung menunduk hormat, ya... Dion memang sudah lumayan tinggi pangkat nya karena dia adalah kasat intel yang berada di atas para bribda dan briptu
Saat ini kantor Dion berada di kapolsek yang ada di kota A, dan saat ini umur Dion sudah menginjak 37 tahun, sedangkan Riana, berusia 35 tahun, dan Raka putra mereka sudah menginjak usia 9 tahun, itu artinya pernikahan mereka berdua sudah berjalan hingga 9 tahun lamanya, dan bukan waktu yang singkat untuk usia pernikahan tersebut,
Setelah keluar dari kantor nya, Dion langsung naik kedalam mobil dengan gerakan cepat, dia sangat yakin jika saat ini putra nya pasti sudah sangat sedih karena harus menunggu terlalu lama, apalagi hari sudah semakin siang, Dia juga pasti merasa sangat kelaparan
"Tunggu papa ya sayang, papa akan segera tiba untuk menjemput mu" ucap Dion sambil menyetir dengan kecang...
Hingga hampir setengah jam, akhirnya Dion sudah tiba di depan sekolah milik putra nya, tepat di dalam pos satpam Dion pun melihat Raka yang sedang tertidur di atas lantai beralaskan tikar itu
"Raka...! bangun nak... kau tidak apa apa kan? " tanya Dion merasa panik..
Raka yang mendengar nama nya dipanggil oleh seseorang pun langsung membuka mata dan bangkit dari tidur nya..
Dion langsung memeluk tubuh putra nya dengan erat, dia sungguh merasa bersalah karena telah membuat putra nya merasakan sakit seperti saat ini
"Maafkan papa ya nak, papa sungguh tidak tahu jika kau belum dijemput oleh mama mu"
"Mama sudah sering seperti ini pa, mama selalu telah saat menjemput Raka, dan Raka sudah gak mau lagi sekolah, lebih baik Raka di rumah aja pa" jelas Raka yang membuat Dion merasa terkejut,
Dia benar benar marah kepada Riana karena wanita itu lebih mementingkan karir nya dari pada tugas nya menjadi seorang ibu dan juga istri..
"Kau benar-benar mengecewakan ku Riana, dan aku benar-benar marah kepada mu saat ini, bukan hanya aku saja yang kau lupakan, tapi kau juga melupakan kodrat mu sebagai seorang ibu, lihat saja malam nanti kau harus menerima kemarahan dari ku" gumam Dion didalam hati nya dan langsung menggendong tubuh Raka menuju kedalam mobil..
Dion berencana akan membawa Dion untuk makan di restoran terdekat...
__ADS_1
****
Sedangkan Bunga, saat ini wanita cantik itu sedang melakukan pekerjaan nya di salon dan spa milik mbak Sofi, entah mengapa dirinya merasa takut dengan apa yang tadi malam dia lakukan bersama Kenzo..
"Bagaimana jika Kenzo tidak mau bertanggung jawab kepada ku? dan dia malah menerima perjodohan nya bersama Sinta , sungguh aku bisa hancur jika itu benar-benar terjadi" gumam nya didalam hati sambil duduk termenung,
Hingga tak lama Bunga dikejutkan oleh kejahilan Sindy yang baru saja masuk kedalam ruangan istirahat
"Dorrr......!
" Sindy.... kau apaan sih, main kejuti seperti itu, " ucap Bunga menahan kesal
"Heehe, maaf, habis nya aku heran ngelihat tampang kamu pagi ini, memang nya ada masalah apa sih? bukan nya kau tadi malam tidur di apartemen nya Kenzo ya? eh... atau jangan jangan dia sudah melakukan sesuatu. kepada mu? " tanya Sindy menebak-nebak
Bunga yang mendengar tebakan Sindy pun langsung terdiam membisu, apakah dia harus menceritakan apa yang telah Kenzo lakukan kepada dirinya..
"Sindy, apakah selama beberapa hari ini kau ada bertemu dengan Sinta? "
"Sinta, oh iya, aku kemarin itu ada ketemu sana tu anak, dan kata nya dia mau bertunangan sama pria kaya, dan yang aku heran, kok kita gak di undang ya..? " tanya Sindy bertanya tanya..
"Aku tahu, siapa pria yang mau bertunangan sama Sinta"
"Emang siapa Bunga? "
"Kenzo"
"whatt.....! " teriak Sindy terkejut setengah mati....
__ADS_1