
Riana terkekeh geli melihat raut wajah suaminya yang tampak jelek dan juga kesal. Sungguh dia sangat mengetahui kalau saat ini Dion belum bisa menerima kenyataan yang ada kalau dirinya sedang hamil. Mengandung anak kedua mereka berdua. Sejujurnya Dion ingin menolak kehamilan Riana. Tapi Dion juga sadar kalau memang dia lah yang sudah menyebabkan Riana kembali hamil anak kedua mereka.
Dion yang melihat tawa dari sudut bibir Riana pun merass jengah. Dengan cepat dia langsung melemparkan bantal kearah wajah wanita itu.
Brukk..
"Diam kau Riana! kau jangan merasa bangga karena sudah kembali mengandung anak dariku. Karena apapun yang kau rencanakan, tetap saja aku tidak akan pernah merubah keputusanku ini,"
Mendengar perkataan Dion, Riana pun menjadi sangat geram. Dengan cepat dia bangkit dan mengambil bantal untuk memukul tubuh Dion.
__ADS_1
"Bajingan kau Dion! Kau sungguh bukan manusia! Bahkan ketika aku mengandung anakmu yang belum lahir kedunia ini pun kau tega berkata hal semenyakitan seperti itu! Apakah kau tidak mempunyai perasaan mas Dion!" teriak Riana memukul tubuh Dion menggunakan bantal.
Dion hanya diam tanpa menjawab perkataan Riana. Wanita itu tampak menyiratkan pandangan yang sangat tajam, seakan menyiratkan bahwa dia mempunyai dendam membara kepada pria yang ada di depannya saat ini. Sedangkan Dion yang menyadari perubahan atmosfer dari Riana merasa malas untuk melanjutkan pernyataannya kembali.
Menurutnya semua akan tetap sia sia, karena Riana tidak akan menyerah untuk melepaskan dirinya.
"Terserah kau mau mengatakan apa! Yang jelas aku tetap tidak akan perduli, sampai anak ini lahir, maka selama itulah hubungan kita masih tidak berubah," sarkas Dion langsung pergi meninggalkan Riana yang masih mematung di tempatnya berdiri.
Air mata sudah tidak dapat Riana bendung. Dia meluapkan rasa sedihnya dan menangis terisak.
__ADS_1
"Hiks.. hiks.. Mengapa Kau sangat tega kepadaku Mas Dion! Bahkan kau tidak bisa mencintaiku sedikitpun, Sekarang apa yang harus aku lakukan! Aku gak mau menjadi janda disaat telah memiliki dua orang anak," ucap Riana kembali histeris.
Tanpa mereka berdua tahu, kalau Raka ynag awalnya tidur di atas Sofa sedari tadi mendengarkan apa yang sedang mereka berdua ributkan.
"Mama! Papa! Kenapa kalian berdua selalu bertengkar. Kapan aku dapat merasakan kekompakan dari kedua orang tuaku, sama seperti kedua orang tua yang di miliki oleh teman temanku," gumam Raka di dalam hatinya sambil berpura-pura menutup mata kembali.
Sedangkan Dion pria itu sudah keluar dari rumah, dan dia telah berada di dalam mobil dengan perasaan yang teramat kesal. Bingung itulah yang Dion rasakan saat ini, bagaimana caranya agar dirinya bisa menjelaskan kepada Bunga kalau dia tidak bisa menceraikan Riana dalam waktu dekat ini.
Riana sedang dalam keadaan hamil, dan itu artinya sidang perceraian akan di kabulkan ketika Riana sudah 3 bulan usai melahirkan, tepatnya satu tahun yang akan datang.
__ADS_1
"Sial! Bodoh kau Dion! Kenapa kau bisa masuk kedalam jebakannya. Andai waktu bisa di ulang kembali maka aku tidak akan pergi dari dalam ruanganku saat itu," maki Dion sambil memukul stir mobil yang sedang berada di tangannya....