Bukan Niatku Merebut Suamimu

Bukan Niatku Merebut Suamimu
Pertengkaran hebat


__ADS_3

Tiba-tiba saja Hawa di meja makan itu menjadi panas. Sepertinya Cynthia juga telah mengetahui tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh Dion, dan wanita itu ingin membuat kakaknya agar kembali sadar.


Papa Bagas yang mengetahui hal itu pun hanya membiarkannya saja. Kali ini mereka memang harus memberikan pemahaman kepada Dion agar pria itu mau menyudahi perbuatan kotor yang sudah dia lakukan, jangan sampai keluarga mereka menanggung malu akibat nafsu yang hanya sesaat itu.


"Apa maksudmu Cynthia? Kenapa kau tampak seperti sedang menyudutkanku? Kau seperti ingin agar aku mengikuti kemauanmu ini, sebenarnya ada apa! Ayo katakan?" tanya Dion dengan perasaan sedikit kesal.


"Aku tidak memaksa dan berusaha memojokkanmu kak! Aku hanya ingin kau memberikan waktumu untuk keluargamu, kalaupun kau tidak bisa memberikan kepada kami setidaknya kamu memberikan waktumu untuk Riana dan juga Raka, apa salahnya meluangkan waktu untuk mereka," tanya Cynthia dengan tatapan tak suka.


Mendengar perkataan adiknya yang tampak tidak ramah itu pun, Dion langsung mengarahkan pandangannya menatap Riana.Sepertinya wanita itu telah mengadu tentang apa yang terjadi di rumah tangga mereka dan Riana pasti telah menyudutkan dirinya serta melimpahkan segala kesalahan kepadanya.


Dion sangat mengenal sifat Riana,wanita itu tidak akan sudi mengakui kesalahan yang telah dia perbuat.


"Apakah kau dalang di balik semua ini Riana? Apa yang telah kau katakan kepada mereka semua?" tanya Dion berteriak marah.


Mendengar pertanyaan Dion yang sedikit keras. Papa Bagas pun langsung angkat bicara, dia menatap putranya dengan sangat tajam.


"Kenapa kau membentak istrimu di depan semua orang! Apakah kau tidak bisa menjaga martabat istrimu sendiri Dion!" seru papa Bagas.


"Papa jangan ikut campur! Ini adalah urusanku dengan istriku. Wanita itu sudah membuatku merasa geram, aku yakin dia pasti telah mengadu hal yang bukan bukan kepada kalian semua," ucap Dion sambil menunjuk ke arah Riana. Saat ini pria itu sudah berdiri di samping meja makan dengan menatap tajam ke arah istrinya itu.


"Kurang ajar kau Dion! Apakah begini caramu berbicara kepada orang tua! Kau sungguh tidak memiliki sopan santun sedikitpun."

__ADS_1


"Pa! Bukannya aku tidak memiliki sopan santun, tapi aku memang sudah tidak memiliki kesabaran lagi dengan wanita ini. Papa jangan berbohong, aku sangat yakin pasti dia sudah mengadu tentang aku dengan kalian semua."


"Tentu saja! Bahkan dia telah mengatakan kalau kau sudah menduakan dirinya dengan wanita murahan yang tidak mempunyai etika sedikitpun, percuma kau memiliki pangkat dan karir yang bagus Dion! Kalau kau tidak bisa menjadi seorang suami yang setia kepada istrimu dan juga putramu. Dasar pria murahan." maki papa Bagas kepada Dion.


Sungguh Dion merasa terkejut atas makian ynag dilontarkan oleh Papanya Itu. Tidak pernah menyangka kalau papanya akan mengatai dirinya sebagai pria murahan.


" Sebenarnya apa yang kau katakan kepada mereka Riana! Aku yakin kau pasti sudah menyudutkan ku dan menjelekkanku di depan mereka semua bukan! Sedangkan kau menyelamatkan namamu sendiri.Karena sangat tidak mungkin kau mau menjelekkan namamu kepada mereka juga," ucap Dion menuduh Riana dia menatap wanita itu dengan sangat geram, seakan-akan Dion ingin sekali mencekik wanita tersebut.


"Jangan kau membentak dirinya Dion! Dia tidak bersalah sedikitpun, kaulah yang bersalah di sini. Karena kau benar-benar sudah mengecewakanku, bagaimana mungkin putraku satu-satunya melakukan perbuatan zina bersama wanita lain, kau selingkuh di belakangnya dan mengatakan bahwa kau akan menceraikan istrimu sendiri demi menikahi selingkuhan itu. Apakah kau masih mempunyai otak Dion!"


Keadaan di ruang makan itu semakin bertambah memanas, mama Aryani yang melihat pertengkaran suami dan anak tirinya pun merasa tidak pantas kalau Raka menyaksikan kejadian tersebut.


"Raka! Ayo ikut dengan nenek, kita akan bermain PS di lantai atas," ajak mama Ariyani.


Setelah itu mereka pun pergi menuju ke lantai 2, sedangkan perdebatan di meja makan masih terus terjadi. Tatapan mereka benar-benar memancarkan kemarahan dan kekecewaan apalagi papa Bagas yang tidak habis pikir terhadap putranya itu.


"Baiklah karena seluruh keluarga sudah mengetahuinya, maka aku sendiri yang akan mengatakan kepada kalian secara terbuka. Bahwa aku tidak pernah mencintai wanita itu." tunjuk Dion ke arah Riana.


"Apa maksudmu? Bukankah kau sudah lama menikah dengannya? Bahkan pernikahan kalian hampir menginjak 10 tahun. Lalu bagaimana saat ini kau bilang kau tidak pernah mencintainya, sedangkan kau sudah mempunyai seorang Putra darinya.Apakah kau sudah gila Dion!" teriak papa Bagas meradang.


"Ya aku memang sudah gila pa! Dan seharusnya hal ini sudah lama aku lakukan. Aku terlalu menuruti perkataan kalian semua, padahal aku tidak bahagia bersama wanita itu, karena wanita itu tidak pantas untuk dicintai. Dia adalah wanita yang sangat keras kepala, dia selalu melawan kepadaku dan tidak mau menurut perkataanku, bahkan dia selalu mengabaikan tugasnya sebagai seorang ibu dan istri, Apakah wanita seperti itu pantas untuk dijadikan istri dan dicintai?" tanya Dion memasang wajah memerah.

__ADS_1


Papa Bagas merasa terkejut! Lalu tatapan matanya mengarah kepada Riana.Sedangkan Riana yang ditetapkan oleh papa mertuanya itupun berusaha menyangkal, dia menggelengkan kepala sambil melambaikan tangannya.


"Tidak Pa! Itu semua tidak benar. aku tidak pernah melakukan hal itu,selama ini aku sudah menjadi seorang istri yang baik untuk Mas Dion dan juga Raka. Bahkan aku selalu meluangkan waktuku untuk mereka berdua, di mana aku harus bekerja meniti karirku dan juga melakukan tugas sebagai ibu rumah tangga.sungguh hatiku sangat sakit mendengar perkataan Mas Dion yang telah menuduhku seperti itu," ucap Riana meneteskan air mata.


Dion benar-benar merasa jengah melihat sandiwara yang Riana lakukan. Dengan geram dia memukul meja makan itu hingga piring yang ada di atasnya terjatuh ke bawah.


Prang.... prang....


"Dasar pembohong! Wanita licik kau Riana? bisa-bisanya kau tidak mengakui apa yang telah kau perbuat dan kau malah menuduhku karena satu kesalahan yang aku lakukan!"


Mendengar kemarahan Dion mereka semua menjadi kaget. Begitu juga dengan Cynthia wanita itu langsung membawa kakak iparnya untuk pergi dari tempat tersebut.


"Kau sungguh mengecewakan kak! Kau telah berbuat kasar di depan semua orang termasuk di depan Papa, ayo kak kita pergi dari sini," ajak Cintya merangkul bahu Riana.


Sedangkan papa Bagas dan juga Dion masih berdiri di meja makan itu, dengan tatapan yang saling bermusuhan.


"Sekarang hanya tinggal kita berdua disini, coba kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau memilih menduakan istrimu. Bukankah dia adalah wanita yang sempurna?" tanya papa Bagas menatap Dion.


Dion tampak menghembuskan nafasnya kasar, dia berusaha untuk meredam amarah yang sudah melonjak. Jangan sampai dia bersikap tidak sopan kepada papanya sendiri.


Karena papanya adalah seorang pria yang sangat baik, walaupun dia sering merasa jika kasih sayang papanya sudah terbagi-bagi kepada Cintya dan juga saudara Dion.

__ADS_1


__ADS_2