
Setiba nya di sebuah restoran Kenzo langsung memegang tangan Bunga dan mengajak nya untuk duduk di sebuah kursi yang ada dideretan paling ujung, setelah itu Kenzo mulai memilihkan menu sehat untuk kekasih nya tersebut
"Sayang, aku bosen makan makanan seperti ini terus" ujar Bunga kepada Kenzo..
Kenzo adalah tipikal seorang pria yang suka memilih makanan , dia selalu menjaga kesehatan tubuh nya dengan mengkonsumsi makanan berserat dan tidak kaya lemak, dan selama satu tahun menjalin hubungan makanan ala ala sayuran dan juga beberapa olahan daging tanpa lemak lah yang selalu Kenzo sajikan untuk Bunga..
Jujur saja dia tidak biasa memakan makanan seperti itu , tapi karena dia mencintai Kenzo akhirnya Bunga menuruti kemauan dari pria tersebut..
"Jadi kamu mau makan apa sayang? "
"Makan makanan biasa aja, boleh ya" rayu Bunga kepada Kenzo sambil memegang lengan tangan pria tersebut,
Kenzo langsung merubah raut wajahnya tampak merah menahan kesal, dan dia melepaskan pegangan yang Bunga berikan di lengan tangan nya itu
"Jangan membantah apa yang aku perintahkan Bunga , kau tahu bukan jika aku tidak pernah suka dibantah , aku ingin kau menjaga kesehatan mu dan juga bentuk tubuh mu, karena makanan berlemak akan membuat mu menjadi jelek Bunga" teriak Kenzo mengeluarkan suara sedikit keras
Bunga terlonjak kaget mendengar bentakan itu, apakah mungkin Kenzo masih merasa kesal atas ancaman yang diucapkan oleh mama nya, sehingga hanya masalah sepele saja Kenzo menjadi membentak dirinya..
"Kenapa kau membentak ku Kenzo! " tanya Bunga memasang raut wajah terkejut..
"Karena kau sudah mulai berani tidak menurututi, ingat Bunga kau harus menurut dengan ku, jika mau memang benar benar mencintai ku" ucap Kenzo mulai melembutkan
Dia juga merasa bersalah karena sudah membentak Bunga hingga sampai membuat wanita itu menjadi takut..
Hingga tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan sudah datang, dan para pelayang itu mulai menata nya di atas meja...
"Silahkan mas, nona" ucap nya dengan ramah
"Terimakasih" jawab Kenzo tersenyum ramah
__ADS_1
Sedangkan Bunga masih tetap diam tidak berani berbicara ,Kenzo yang melihat raut wajah tak semangat dari kekasih nya itu pun berusaha merayu Bunga dan mengecup tangan nya dengan lembut
"Maafkan aku Bunga, aku sungguh tidak sadar sudah membentak mu, dan ini semua karena ancaman dari mama, aku benar-benar bingung dengan sikap mama yang selalu suka memaksa diri ku ini Bunga"
"Kenzo, aku tahu, kau pasti tertekan dengan ancaman dari tante Vera, tapi apakah kau yakin akan melawan kemauan nya itu? bagaimana jika tante Vera benar-benar membekukan seluruh ATM milik mu? "
"Sudah lah,tidak usah di fikirkan lagi, sekarang ayo kita makan" ajak Kenzo menyuapi Bunga menggunakan sendok miliknya..
Bunga terpaksa menerima suapan yang diberikan oleh Kenzo tanpa mereka tahu jika sedari tadi sudah ada sepasang mata yang melihat kearah meja mereka berdua,
Brakkk....
"Sial, " maki pria itu yang sudah tidak berselera makan.
Riko yang terkejut melihat kemarahan sahabat nya itu pun langsung menatap wajah Dion dengan tatapan heran
"Ada apa? kenapa kau tiba-tiba marah dan sangat kesal? "
Dan saat dirinya sudah mulai berjalan, ternyata sangat bertepatan dengan Kenzo yang hendak menuju ke toilet, hingga akhirnya
Brukkk....
Kenzo menabrak tubuh Dion hingga mereka hampir saja terjungkal kearah belakang..
Bunga yang melihat kejadian tersebut langsung menutup mulut nya menggunakan sebelah tangan nya, Bunga merasa takut kalau Kenzo akan marah dan juga mengamuk
"Apa kau tidak punya mata! " teriak Kenzo kepada polisi tampan tersebut
Dion yang melihat kemarahan dari pria tersebut pun tidak memperdulikan nya, dan langsung berjalan untuk keluar dari restoran itu, dan tentu saja sikap Dion memancing kemarahan Kenzo, dengan cepat Kenzo menarik bahu Dion dan berniat ingin memberikan bogem mentah di wajah pria tersebut..
__ADS_1
Dion yang sudah mengetahui gerak gerik dari pria labil itu pun langsung menahan tinjuan Kenzo dan memelintir nya kebelakang, dan tentu saja hal itu membuat Kenzo menjerit histeri
"Lepas, lepaskan tangan ku, kau sudah menyakiti ku sialan"
"Siapa suruh kau berani mencari masalah dengan ku, jangan mentang mentang keluarga adalah dari kalangan keluarga terhormat sehingga aku tidak berani untuk menyakiti mu, ingat, jika pun kau memukul ku maka aku akan membuat berita agar nama baik keluarga mu menjadi tercoreng, bisa kau bayangkan apa yang akan dilakukan oleh papa mu kepada kau selanjutnya " ancam Dion dengan perasaan marah...
Bunga yang melihat kejadian itu pun langsung berlari dan berusaha untuk melerai mereka...
"Pak, aku mohon lepas kan lah kekasih ku,dan maafkan lah dia" ucap Bunga kepada Dion
Dion melepaskan pitingan nya disebelah tangan pria tersebut, dan dia mendorong nya hingga terhempas ke atas meja,
Semua orang yang berada didalam restoran itu hanya menatap kejadian yang terjadi didepan mata mereka, setelah itu Dion langsung Melangkah pergi setelah membuang muka ketika menatap wajah Bunga
Bunga dibuat kaget dengan perlakuan dari pak polisi yang pernah menolong dirinya tenpo hari, setelah itu dia membantu Kenzo yang merasa sedikit kesakitan di lengan tangan nya..
"Apakah kau tidak apa apa Kenzo ? " tanya Bunga dengan panik
"Tidak, aku tidak apa apa, apakah kau mengingat polisi itu? "
"Ya, aku mengingat nya Kenzo, dia adalah polisi yang pernah menolong ku tenpo hari"
"Tapi kenapa dia seperti itu, tampang nya terlihat sangat tidak bersahabat dengan kita berdua? " tanya Kenzo merasa heran begitu juga dengan Bunga,
Karena terakhir kali mereka bertemu, pria itu terlihat ramah dan juga baik, bahkan dia berinisiatif untuk mengantar kan dirinya pulang kerumah,
Sedangkan di luar restoran, Riko sudah naik kedalam mobil setelah lelah mengejar Dion, Dion memukul stir mobil nya dengan perasaan kesal
"Kau kenapa? apakah kau marah kepada pria muda itu? "
__ADS_1
"Entahlah, aku benci bertemu mereka berdua" jawab Dion memasang wajah emosi
Dion sendiri tidak mengerti kenapa dia bisa berubah menjadi seperti saat ini, tapi satu hal yang dia sadari, jika didalam hati nya ada perasaan suka dan ingin mendapatkan wanita bernama Bunga tersebut